Minggu, 27 Mei 2018

Konsumsi Gas Elpiji 3 Kg Diprediksi Naik 11 Persen


// Pertamina Tambah Pasokan 3,6 Persen
General Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto.

BENGKULU, SH -  PT Pertamina MOR II Sumbagsel memprediksi adanya peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram saat Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri mendatang mencapai 11 persen. Untuk itu pihaknya akan menambah pasokan 3.6 persen untuk Juni 2018 mendatang dan naik dibanding bulan ini.

General Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto mengungkapkan, jika dibandingkan dengan penyaluran saat lebaran tahun 2017 lalu, terdapat peningkatan penyaluran sebanyak 8 persen. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat akan elpiji 3 kilogram.

"Kebutuhan elpiji 3 kg diprediksi cukup meningkat sehingga penyalurannya juga akan ditingkatkan," ujar Erwin Rabu pagi (23//185).

Selain itu, untuk Elpiji 12 Kg rencana penyaluran pada Juni nanti diperkirakan menurun sebanyak 5 persen dibandingkan penyaluran pada Mei ini, yang diakibatkan oleh libur Lebaran. Hanya saja, pihak Pertamina tetap menyiapkan rencana penyaluran Elpiji 12 Kg sebanyak 3.526 Metrik Ton (MT) serta varian Bright Gas 5.5 Kg sebanyak 347 MT.

"Untuk Bengkulu, penyaluran Elpiji 12 Kg berkurang sekitar 4.91 persen jika dibandingkan dengan penyaluran pada Mei," lanjut Erwin.

Lebih jauh dijelaskan Erwin, pihaknya juga telah mempersiapkan lembaga penyalur di Bengkulu agar elpiji sendiri tersalur dengan baik. Di Bengkulu sendiri terdapat 21 agen LPG 3 Kg, 481 pangkalan LPG 3 Kg Siaga, dan 4 agen Elpiji 12 Kg.

"Kami juga sudah menyiagakan agen penyalur elpiji di kota Bengkulu untuk penanganan distribusi elpiji agar memenuhi kebutuhan masyarakat," sambung Erwin.

Terakhir Erwin berharap, seluruh inovasi pelayanan dan distribusi energi yang dilakukan oleh Pertamina, dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri nanti.

"Peningkatan konsumsi LPG biasanya terjadi di dekat Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu kami sudah akan meningkatkan penyaluran LPG agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Puasa dan merayakan Lebaran dengan nyaman dan tenang," tutup Erwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Darma SSos mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan gas elpiji 3 kg, pihaknya telah mengusulkan tambahan kuota gas 3 kg selama Ramadan sehingga permintaan dari konsumen rumah tangga dapat diatasi.

"Kami harap tidak terjadi kelangkaan untuk gas elpiji 3 kg selama ramadhan dan jelang lebaran," ujar Dewi.

Jika kuota tidak ditambah, dikhawatirkan stok di pangkalan dan agen mengalami kelangkaan, sehingga harganya bisa naik di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yakni sebesar Rp. 16.000 per tabung.

"Kami harap usulan tersebut bisa direalisasikan segera agar tak terjadi kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga gas elpiji 3 kg yang akan memberatkan masyarakat," pungkas Dewi.(frj)

Mutasi Kembali Mewabah, Direktur RSUD Benteng Akhirnya Dicopot



// Diduga Ada Permainan, Belasan PTT RSUD Demo Kadinkes
MUTASI RSUD BENTENG. Kiri :Bupati Benteng Ferry Ramli , Kanan: Kadinkes Benteng Elyandes Kori

BENGKULU TENGAH, SH
 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Provinsi Bengkulu melakukan perombakan terhadap para kepala unit pelaksana teknis (UPT) yang ada. Sebanyak 21 orang pejabat dilantik di aula rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Rabu (23/5) seperti dilansir dari Be.com beberapa waktu yang lalu. Bahkan, Direktur RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, dr Sayboy N Siregar MM dilengserkan.  Sayboy dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke jabatan baru, yakni sebagai Kepala UPT Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Kepala Puskesmas Ujung Karang, yakni dr Listikarini Hilen Widyastuti diberikan amanah menjabat selaku Direktur baru RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah.
Usai pelantikan, Kepala Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, H Elyandes Kori SE MSi menjelaskan bahwa mutasi dilakukan atas penilaian kinerja selama ini. “Sejak 7 tahun lalu, RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah hanya mengalami perkembangan yang sangat sedikit. Karena kurang inilah dirasa perlu untuk melakukan pergantian direktur,” kata Elyandes.
Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah  Provinsi Bengkulu ini mengaku, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi ke pimpinan mengenai kebijakan yang diambil. Baik kepada Bupati Bengkulu Tengah  Provinsi Bengkulu ataupun Sekretaris Daerah (Sekda). “Mutasi pejabat kali ini sudah melalui pertimbangan yang cukup matang. Saya juga sudah berkoordinasi ke mana-mana,” bebernya.
Demi memajukan RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Elyandes mengharapkan direktur yang baru bisa bekerja secara profesional dan optimal. Terlebih lagi, dalam waktu dekat RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah  akan mengikuti penilaian akreditasi.
“Saya tekankan, Direktur RSUD harus melakukan pembenahan managemen menjadi lebih baik. Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal. Selain itu, ke depan RSUD diharapkan bisa berdiri sendiri dan mampu menjadi salah satu sumber PAD yang bisa diandalkan. Jangan selalu bergantung pada APBD,” ujar Elyandes.
Selain itu, Elyandes juga menegaskan bahwa pergantian para Kepala UPT Puskesmas merupakan salah satu bentuk penyegaran dan upaya peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa. “Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Kami hanya bisa mensupport, mendorong dan manfasilitasi. Kepala Puskesmas adalah ujung tombak keberhasilan program pemerintah dibidang kesehatan,” demikian Elyandes. 

// PTT RSUD Demo Kadinkes Benteng
Sebelumnya belasan orang perwakilan pegawai tidak tetap (PTT) di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) di desa Durian Deman kecamatan Karang tinggi Jumat (18/5) lalu melakukan aksi demo terkait penerimaan PTT baru yang dinilai telah menyingkirkan PTT lama. Bahkan ada diantaranya yang bertugas mencapai belasan tahun di puskesmas yang kala itu masih menjadi bagian dari Pemkab Bengkulu Utara (BU), jauh sebelum kabupaten Benteng Terbentuk.
Salah seorang PTT yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku pihaknya tidak menerima hasil recruitment baru tersebut. Menurutnya, selain menyingkirkan yang lama, juga ada indikasi adanya permainan dan diduga berbau KKN. Maka seluruh PTT yang telah bertugas lama menuntut pekerjaan mereka dikembalikan seperti sedia kala. “Misalnya untuk kualifikasi tenaga keperawatan tidak menyertakan syarat surat tanda register (STR),” bebernya.
Menurutnya, seharusnya syarat-syarat tersebut wajib ada dalam setiap berkas surat lamaran. Kemudian, lebih dari setengah orang, tepatnya hanya 41 PTT yang diluluskan dalam penerimaan dari total seluruh PTT sebanyak 108 orang.
Selain itu, menurutnya hal lainnya adalah menyangkut pemindahan tugas PTT. Menurut dia, hal ini dinilai telah melanggar aturan apalagi terkait anggaran untuk PTT yang telah digariskan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya yang perawat, gajinya sudah diplot untuk perawat, atau yang PTT security juga telah diploting dengan gaji security.
Menanggapi hal ini, KAdinkes Benteng, H. Elyandes Kori M.Si menyampaikan di depan perwakilan PTT dan anggota komisi I DPRD Benteng, bahwa dalam penerimaan PTT yang baru memang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Namun, untuk hasil yang mendapat penolakan tentu akan dikaji ulang kembali. Menurutnya, memang saat ini hasil sudah diumumkan namun masih ada pemberkasan ulang yang akan meneliti kembali kelengkapan atau syarat PTT. “Seperti STR, kalau memang tidak ada maka akan dicoret,” ujar Elyandes.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD Benteng, Evi Susanti, S.IP yang kemarin juga ikut dalam pertemuan mengatakan, pihak Dinkes Benteng harus tetap mempekerjakan kembali semua PTT yang lama. Alasannya karena gaji PTT yang lama tersebut sudah ada dalam pengesahan APBD Benteng tahun 2018  ini. Sementara untuk PTT yang baru lulus, belum ada anggaran sama sekali. “Semoga pegawai yang lama bisa tetap bekerja dan mendapatkan hak nya,” pungkasnya. (tim)

Doc: Be.com

Oknum Mafia Diduga Atur Bagi-Bagi Proyek di Diknas Provinsi Bengkulu


Kantor Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu

BENGKULU, SH - Terkait dugaan adanya oknum mafia Proyek berinisal RR di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu, hingga saat ini masih menyisakan tandatanya dan belum menemukan titik terang. Dari informasi yang didapatkan awak SH dari informan yang identitasnya sengaja disembunyikan demi alasan keamanan mengatakan bahwa RR saat ini juga bekerja sebagai PPTK di Diknas Provinsi Bengkulu. Diduga, peran RR ini sebagai pengatur pembagian seluruh item proyek yang ada di Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu.

“Diduga bahwa RR memang mengatur pembagian ‘jatah’ proyek yang ada di Diknas dan memberikannya kepada pihak-pihak yang dikehendakinya diluar prosedur dan aturan yang resmi,” ujar Ag salah satu informan SUARA HUKUM.

Namun, bukannya membantah atau memberikan klarifikasi kebenarannya, RR beberapa kali tampak mengelak dan menghindar saat didatangi awak SH di ruang kerjanya serta memilih kabur dengan langkah seribu untuk menghindari wartawan. Alhasil, dugaan adanya kejanggalan dan ketidakberesan di lingkungan Dinas Pendidikan nasional Provinsi Bengkulu pun semakin menguat.

Setali tiga uang, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun yang saat ini juga menjabat sebagai pelaksana tugas atau Penjabat Walikota Bengkulu juga seakan ikut mengelak mengkonfirmasi kebenaran hal ini.

Ia malah hanya menjelaskan terkait rencana perehaban bangunan-bangunan lama sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Bengkulu diakhir acara perayaan ulang tahun SMAN 2 Kota Bengkulu yang ke XV beberapa waktu yang lalu tanpa ingin membahas soal dugaan mafia proyek di Diknas Provinsi ini. 

”Insyaallah akan segera kita rehab bangunan yang tidak layak tersebut begitu juga fasilitas sekolah akan kita realisasikan cuma secara bertahap, apa lagi dengan adanya bangunan yang ada di belakang sekolah itu, Itu potensi sekali apabila kita buat gedung bertingkat, minimal kita buat tingkat dua atau tingkat tiga dan insyaallah akan terlaksana secepatnya,” ujar Budiman Senin (26/02/18) silam.

Ia menambahkan jika melihat dari prestasi sekolah-sekolah di Bengkulu saat ini, memang seharusnya harus ditunjang secara fisik dengan perbaikan bangunan, dan memang masih banyak bangunan lama yang belum direhab juga dengan fasilitas sekolahnya.

Dugaan adanya praktik mafia proyek ini sebelumnya sudah mulai tercium saat beberapa bulan lalu pihak sekolah SMAN 2 kota Bengkulu mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah memasukan proposal permohonan bantuan Ke Diknas Provinsi Bengkulu guna meminta bantuan ataupun pinjaman komputer untuk menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). Namun hingga selesai pelaksanaan UAS, sama sekali tidak ada tanggapan dari pihak Diknas Provinsi dan komputer pun tidak kunjung diberikan. 

”Kami sempat memasukan proposal namun sampai selesai ujian siswa,belum juga ada satu pun bantuan komputer yang kami terima,” ujar kepala sekolah SMAN 2 kota Bengkulu Bihan kepada awak SH.

Menurutnya, hal ini (komputer – red) memang sangat dibutuhkan oleh para siswanya khususnya saat menghadapi UAS dan UNBK yang berbasis komputer.  “Kami sempat mengharapkan bantuan pinjaman komputer dari Diknas Provinsi Bengkulu namun berujung hampa, dikarenakan komputer yang ada di sekolah sekarang sangatlah tidak memadai jumlahnya,” paparnya.

Alhasil, Kepala Sekola SMAN 2 Kota Bengkulu akhirnya mengambil keputusan dengan cara meminjam komputer dari masing-masing Wali murid SMAN 2 Bengkulu. ”Dikarenakan komputer kita kurang akhirnya kami dari pihak sekolah meminjam laptop kepada wali murid yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah tersebut dan sesudah ujian kami pun langsung mengembalikannya kepada wali murid tersebut,” pungkasnya.(pau)


Jadi Tersangka, Mahasiswa Penista Agama Diduga Atheis

Terduga penista agama, Beni Raisman

BENGKULU, SH – Mahasiswa salah satu perguruan tinggi Bengkulu, Beni Raisman (B-R) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, Senin pagi (21/5/18). BR diduga telah menistakan agama dalam status Facebook milikknya yang kini telah dihapus.
Setelah diamankan pada Jumat (18/5/18), B-R menjalani pemerikasaan intensif di Mapolda Bengkulu. Dalam pemeriksaan, BR sempat membantah jika dirinya yang menulis status berunsur penistaan tersebut.
“Sebelumnya pelaku sudah sempat di amankan lantaran tidak kooperatif karena berkeyakinan bukan dirinya yang menulis,” ujar Kasubdit Cyber Crime Polda Bengkulu, AKBP Andi Arisandy.
Namun dari hasi penyelidikan polisi, ulah BR ini telah dilakukannya berulang kali. Dari tahun 2017 BR tercatat telah empat kali menulis status serupa pada laman Facebook miliknya.
“Hasil dari penyidik kita, pelaku sudah sering melakukan hal yang sama setidaknya sudah 4 kali sejak desember 2017 lalu,” sambung Andi.
BR diduga juga merupakan anggota kelompok tertentu yang hanya aktiv di dunia maya.
“Dari penelusuran BN ini merupakan salah satu anggota kelompok tertentu yang harus diwaspadai, walaupun keberadaannya bukan di Bengkulu namum sejenis kelompok di dunia maya,” kata Andi.
Kejadian ini berawal dari dari tulisan BR yang dinilai sebagai bentuk penistaan terhadap agama Islam serta fitnah kepada umat Islam yang mengakibatkan pelaku harus berurusan dengan Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu.
// KAMMI Minta Kepolisian Telusuri Pola Pikir Beni Raisman
Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bengkulu, Aditya, mengutarakan pandangannya terkait status facebook Beni Raisman, mahasiswa salah satu perguruan tinggi Bengkulu, yang dinilai telah melecehkan suatu kepercayaan atau agama dan membuat geger warganet di Bengkulu.
“Tentunya ini sangat menggangu ketentraman kita sebagai umat beragama, kalau dilihat dari status itu bukan cuma Islam yang dilecehkan, tetapi beliau itu seperti tidak percaya Tuhan,” ujar Adittya pada Jum’at (18/5/18).
Sebelumnya, BR mengunggah status dimedia sosial facebook miliknya, yang berisi pelecehan Tuhan umat muslim dan melecehkan fungsi kitab umat muslim, tak tanggung-tanggung BR dengan beraninya mengatakan bahwa Muhammad bukanlah contoh patokan moral yang absolut. Sontak status BR langsung di share dan mengundang kecaman dari warganet.
Hal tersebut membuat Adittya berharap, pihak berwenang jangan hanya menangkap dan mengamankan BR, tetapi juga, mencari tau darimana BR memiliki pola pikir tersebut, karena dari kabar yang dirinya dapati, semasa SMP dan SMA BR dikenal sebagai pribadi yang religius.
“Kami berharap kepada pihak yang berwenang, BR ini jangan hanya diamankan, tetapi memang harus diproses secara hukum dan diselidiki, BR ini dapat pemikiran seperti itu dari mana,” imbuh Adittya.
“Karena dari informasi yang kami dapat, BR ini dari SMP, SMA dan awal-awal kuliah tergolong orang yang sholeh,” sambungnya.
Namun saat ini, tanpa keterangan yang jelas, Adittya menilai kata-kata yang dirangkai BR di facebook sangat keterlaluan dan dipandang bak pemikiran atheis.
Saat ini, BR dikabarkan telah berhasil diamankan pihak kepolisian Bengkulu Tengah, di polsek Talang Empat Bengkulu Tengah.(frj)

Pantai Manula, Lokasi Terbaik Prawedding di Bengkulu

Keindahan Alam Pantai Manula Kaur
Kabupaten Kaur merupakan sebuah kabupaten paling selatan di Provinsi Bengkulu yang langsung berbatasan dengan Provinsi Lampung. Kabupaten Ini memanjang dari utara ke selatan di sepanjang Pesisir Pantai Barat Sumatera yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Keindahan alam ini tentunya sayang untuk dilewatkan, seperti apakah keindahan dari pantai Manula, berikut ulasan singkat redaksi Suara Hukum !!!
FIKRIYADI NAJMI - KAUR
            Kabupaten Kaur terbentang mulai dari perbatasan Jembatan Sulawangi (Bengkulu Selatan) sampai Jembatan Air Manula (Lampung Barat). Dengan garis pantai sepanjang 108 kilometer inilah terdapat pantai-pantai cantik salah satunya Pantai Manula.
Pantai ini terletak di Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur dan berjarak sekitar 45 km dari pusat Kota Bintuhan. Pantai ini menyajikan keindahan yang luar biasa karena diapit dengan tebing-tebing menjulang tinggi yang terbentuk secara alami. Dengan pesona itu sehingga pantai ini sering dijadikan lokasi hunting foto dan prawedding.
Dari pantauan Tim Jelajah Wisata Pemuda Semaku, pantai ini mempunyai keunikan yaitu terdapat lengkungan yang menyerupai goa sehingga saat kita memasuki pantai ini terasa berbeda dari pantai lainnya. Pantai ini juga masih alami cocok sekali untuk bersantai sembari berekreasi.
Bentang alam Pantai Manula mirip seperti pantai-pantai yang berada di selatan Bali yang memiliki tebing tinggi yang hijau dan langsung berbatasan dengan laut disampingnya. Pantai manula bertambah eksotis dengan berpadunya pasir yang putih dengan laut yang biru.
Pantai manula ini juga terhubung langsung dengan anak sungai jembatan manula, oleh karena itu di pantai ini sering kita temukan warga yang sedang mencari ikan dengan cara memancing, dan menjaring.(frj)

Senin, 21 Mei 2018

Mengenal Alat-alat Musik Tradisional Bengkulu



Indonesia adalah Negara dengan seni dan budayanya yang memukau. Keanekaragaman seni budaya di setiap provinsi memiliki khas tersendiri. Dari Sabang hingga Merauke, keindahan seni dan budaya Indonesia sampai-sampai membuat Negara lain terpesona. Berikut tim redaksi mencoba menelusuri alat music apasajakah yang ada di provins Bengkulu, Berikut bahasan singkatnya !!!
BENGKULU, SH - Memiliki keanekaragaman seni budaya paling beragam, tentu ini menjadi sebuah kebanggan bangsa. Sehingga sudah selayaknya jika bangsa Indonesia dan masyarakat di tanah air untuk menjaga dan melestarikan seni budaya yang beraneka ragam.
Diantara ragam kesenian, terdapatlah seni alat musik. Nah, di Sumatera tepatnya di Provinsi Bengkulu yang terkenal dengan Rafflesia Arnoldii ini juga terdapat alat musik tradisional. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
1. Dol / Doli
Alat musik tradisional dari Bengkulu ini bernama Dol. Sebuah alat musik tradisional yang memiliki sejarah cukup sakral dan dimainkan dengan cara dipukul. Pada zaman dulu, Dol merupakan alat musik tradisional yang dimainkan hanya pada saat perayaan Tabot.
Dol memiliki tiga buah teknik dasar yang hingga sekarang bisa dipelajari, yakni: Suwena, Tamatam, dan Suawri yang penggunaannya tergantung dari keperluannya. Suwena digunakan ketika suasana sedang berduka cita, Tamatam saat suasana sedang riang gembira dan Suwari untuk penyemangat.
2. Rebana Kerincing / Tassa / Tasa
Nama asli dari alat musik tradisional ini adalah Tasa / Tassa, namun beberapa golongan menyebutnya rebana kerincing. Alat musik ini terbuat dari logam seperti tembaga, besi atau aluminium dan nanti permukaannya ditutupi dengan kulit binatang yang telah dikeringkan (umumnya kambing). Sesuai namanya, alat musik ini memang berbentuk seperti rebana, dan dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional Bengkulu lainnya.
3. Redap
Redap adalah alat musik tradisional Bengkulu yang terbuat dari bahan seperti gendang yakni kayu, rotan dan kulit binatang. Redap juga memiliki bentuk seperti rebana dan termasuk alat musik yang cukup lama karena keberadaannya lebih dulu ada dibandingkan alat musik Dol.
Redap dimainkan dengan cara dipukul pada bagian kulit binatangnya, alat musik tradisional ini umumnya digunakan untuk mengiringi acara-acara daerah seperti kesenian Sarafal Anam yang nantinya Redap akan dikolaborasikan dengan Serunai dan Gendang Panjang.
4. Gendang Panjang
Gendang Panjang terbuat dari kayu dan kulit binatang, seperti gendang pada umumnya rotan juga termasuk dalam bahan pembuatannya. Gendang panjang berbentuk silindris dengan kepala ganda (bagian yang dipukul). Gendang Panjang biasanya dipadukan dengan alat musik tradisional Bengkulu lainnya pada saat acara adat, seperti pernikahan atau penyambutan tamu penting yang datang.
Gandang panjang juga termasuk kedalam instrumen yang dibunyikan menggunakan telapak tangan untuk mengatur ritme dan irama yang dihasilkan. Teknik pemukulan yang dilakukan pemain juga menentukan bagus atau tidaknya irama yang dihasilkan dari Gendang Panjang ini. Kesulitannya juga bertambah ketika anda harus mengetahui bahwa Gendang ini memiliki dua sisi yang ukurannya berbeda.
5. Harmonium
Harmonium adalah sebuah alat musik yang terbuat dari logam, kayu, kulit dan kawat. Alat musik ini berbentuk seperti orgel kecil dan untuk memainkannya, anda cukup menekan tombol yang akan bergetar karena angin terpompa
Harmonium merupakan bagian dari kesenian orkese gambus dan biasanya dimainkan dengan alat musik biola dan rebab.
6. Kulintang / Kolintang
Kulintang Bengkulu merupakan alat musik tradisional yang bentuknya sama seperti Kolintang, yakni barisan gong-gong kecil yang tersusun rapi mendatar dalam sebuah wadah yang terbuat dari Kayu. Kulintang biasanya dimainkan bersamaan dengan gong dan alat musik modern. Tempat alat musik ini terbuat dari kayu yang kuat dan ringan sehingga mampu menghasilkan suara yang indah.
Itulah alat-alat musik tradisional Bengkulu. Masyarakat terutama pemuda dan pemudi Bengkulu hendaklah melestarikan kekayaan budaya ini. Jangan sampai nilai seninya tergerus karena masuknya budaya Barat.(frj)

Mitos Enteng Jodoh Mandi Pagi di Pemandian Pengantin Bengkulu


Potensi alam Kabupaten Bengkulu Tengah yang masih perawan dan menyimpan misteri yang dipercaya masyarakat

BENGKULU, SH - Provinsi Bengkulu memiliki banyak pesona alam. Selain Pantai Panjang yang menjadi ikon wisata Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah yang hanya berjarak beberapa kilometer saja juga menyimpan potensi alam yang tidak kalah menarik.

Salah satunya adalah Air Pemandian Pengantin yang terletak di Desa Bukit Kecamatan Talang Empat. Masyarakat setempat percaya bahwa jika seseorang sulit mendapatkan pasangan hidup, silahkan mandi di pemandian pengantin ini.

Sabirin, warga Bengkulu Tengah mengatakan, selain enteng jodoh, mandi di air pemandian pengantin juga dipercaya memudahkan pasangan baru menikah untuk mendapatkan keturunan. Sudah banyak orang datang ke wilayah mereka untuk mencoba peruntungan.

"Semua atas izin Allah, sudah banyak yang berhasil, boleh percaya boleh tidak," ujar Sabirin (13/5/18)

Bagi masyarakat sekitar, pasangan yang baru melangsungkan pernikahan diarahkan untuk mandi di pemandian pengantin. Tujuannya supaya jika memasuki masa mengandung anak, tidak mudah mengalami keguguran.

Maryadi, petani desa setempat, mengaku pernah bertemu sesosok pria mengenakan pakaian adat lengkap duduk bersila diatas batu petak menghadap air pemandian. Saat itu dirinya sedang menuju kebun kopi yang memang melintasi kawasan tersebut.

Sehari sebelumnya, Maryadi mengaku kencing di hulu aliran air tanpa mengucap "maaf tabik nenek" atau permisi dalam bahasa Bengkulu kepada leluhur penunggu aliran air. Setelah melihat sosok penunggu tersebut, dia mengaku sakit selama lebih dari satu minggu. Oleh "orang pintar" setempat dia diwajibkan melakukan ritual potong ayam hitam dan berdoa minta maaf.

"Sosoknya seperti seorang pangeran, hanya tampak dari belakang," tutup Maryadi.

Air Pemandian Pengantin yang menyimpan kisah mistis dan masih dipercaya masyarakat sebagai pembawa berkah. Sejarah Air pemandian Pengantin, menurut Eka Nurmaeni, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah terbentuk oleh salah seorang pangeran sakti bernama Poyang Biring Kecik.

Poyang ini mencari tempat pemandian setelah bertarung dan berhasil membunuh seekor "Gergagu" atau buaya berukuran besar. Senjata yang digunakan saat bertarung melawan buaya tersebut ditancapkan ke tanah dan berhasil membentuk lubang besar yang kemudian terisi dan dialiri air.

"Kesaktian poyang biring kecik ini yang tertinggal melalui pusaka sakti yang ditancapkan membentuk kolam pemandian," jelas Eka.

Sayangnya, akses jalan menuju air pemandian tersebut belum dibuka. Masyarakat harus berjalan kaki sejauh 150 meter dari lokasi memarkirkan kendaraan. Menurut Eka, pihaknya sudah menerima usulan masyarakat, tetapi anggaran yang diusulkan masih dalam tahap pembahasan oleh para pihak.
"Kita coba masukkan usulan ini, semoga bisa disetujui," tutup Eka.(frj)

Pelayanan Pendidikan Di Bengkulu Urutan 5 Terbawah


// Proyek Pengadaan banyak dikondisikan Oknum Diknas
Aksi Coret Seragam Masih Marak Dilakukan Meski Telah Dilarang

BENGKULU, SH – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menilai pelayanan pendidikan terhadap kepuasan konsumen di Provinsi Bengkulu ternyata masih sangat rendah. Ini disampaikan Wakil Mendikbud RI Bidang Pendidikan  Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim dihadapan seluruh pejabat  bupati/walikota dan kadispendik kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, beberapa waktu lalu di Bengkulu.

“Pelayanan pendidikan  terhadap kepuasan penggan di Bengkulu masih rendah. Ini hasil studi   tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan secara nasional. Studi  tingkat pelayanan pendidikan itu dibagi 2 yakni, internal dan eksternal. Provinsi Bengkulu ini dari segi  kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan  kalau tidak salah nomor 5 terbawah. Jadi masalah ini sangat perlu diperhatikan. Mudah-mudahan   dengan RDP  yang kita lakukan ini   pelayanan itu bisa kita tingkatkan, ” katanya.

Dalam kesempatan ini juga Musliar Kasim mengingatkan, bahwa  tidak ada negara atau daerah tanpa pendidikan yang bisa maju. Artinya  jika ingin memajukan daerah, maka pendidikanlah yang utama dimajukan terlebih dahulu.  Karena itu,  kata dia, dia selalu mendorong  Rektor Universitas Bengkulu untuk membuka fakultas kedokteran di Bengkulu.

“Tidak semua orang Bengkulu bisa diterima masuk di kedokteran yang masuk itupun melalui jalur undangan. Kedokteran ini  diharapkan menjadi cikal bakal majunya  pendidikan dan kesehatan di Bengkulu,” terangnya.

Selain itu, kata Musliar Kasim, tidak semua lulusan kedokteran yang telah lulus dari UI dan UGM yang mau ditugaskan di Bengkulu, kalau lulusan itu bukan orang Bengkulu. “Kalaupun ada pegawai tidak tetap (PTT) yang ditugaskan di Bengkulu, biasanya jika selesai PTT-nya. Mereka meminta izin untuk kembali ke tempat asal. Sebab itulah kenapa layanan kesehatan sangat erat dengan  layanan pendidikan,” tambahnya.

Muslihar Kasim menambahkan, pendidikan juga sangat erat dengan pendapatan pertumbuhan ekonomi. Negara yang maju maka pertumbuhan pendidikannya juga maju. Lalu, lamanya pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan pribadi seseorang. “Pendapatan tamatan SMA dan tamatan D1 biasanya penghasilanya meningkat 7 persen  atau 10 persen daripada  mereka yang tidak bersekolah,” jelas Musliar.
Kualitas Pendidikan SD juga Rendah

Sementara itu, mantan Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah saat itu mengatakan, perkembangan pendidikan  di Bengkulu masih banyak kekurangannya. Contohnya di bidang PAUD. Anak usia sekolah dari 2-6 tahun  di desa serapannya rendah, karena banyak orang tua  yang belum mau menyekolahkan anaknya. Selain itu  kualitas guru PAUD dan SD juga masih rendah.

Selain itu, yang sangat dirasakan saat ini adalah masalah moral. Berdasarkan hasil tes urine terhadap 13 sampling anak-anak usia sekolah di Kota Bengkulu, sudah banyak menggunakan narkoba jenis ganja. Kemudian di Lapas sebagian besar  pengguna narkoba berusia di bawah 30 tahun. Lalu pergaulan bebas sesama pelajar dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua juga meningkat. “Dalam  pertemuan ini, kami sangat mengharapkan bantuan Mendikbud dalam kucuran APBN baik DAK atau dekosentrasi untuk mengejar ketertinggalan kami di daerah,” harap Junaidi.

Ditambah lagi, masih bayak pembangunan proyek yang dilakukan tidak merata hingga terkesan kurang maksimal akibat banyaknya penyelewengan dana. Seperti yang dilakukan salah satu pejabat di Diknas Provinsi Bengkulu berinisial R-R yang menjabat selaku kasih sarana dan Prasarana SMK. Mulai dari kasus proyek yang dilidik Kejati Bengkulu pengadaan pakaian Pramuka hingga proyek bantuan sepatu bagi siswa yag kurang mampu di kota Bengkulu.

Isu penting yang akan dibahas melalui sidang-sidang komisi yang terdiri dari 4 komisi adalah tentang bagaimana meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan, bagaimana melakukan percepatan implementasi nilai nilai pendidikan karakter di sekolah, dan bagaimana mendorong peran berbagai pihak sehingga kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau Wajar 12 tahun dapat berhasil di Provinsi Bengkulu.(**)

Bupati Bengkulu Selatan Serta Istri Terciduk OTT



BENGKULU, SH - Selasa (15/05/18), Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dirwan Mahmud diamankan KPK bersama isteri mudanya, Heni, di rumah pribadinya di Jalan Gerak Alam, Kota Manna.

Dengan bejarak waktu yang singkat Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud bersama istrinya Heni lansung dibawa ke Mapolda Bengkulu sekira pukul 23.30 WIB, Selasa (15/05/18).

Dirwan dan istri tiba bersama Jukak alias Juhari, pegawai swasta warga Desa Telaga Dalam Kecamatan Pino Raya, serta keponakannya bernama Wati.

“Saya nggak tahu tanya saja sama yang bersangkutan dan saya nggak tahu siapa siapa yang dibawa,” jawab Dirwan ketika ditanya wartawan mengenai siapa saja yang dibawa bersamanya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK RI.

Data terhimpun, penangkapan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud terkait menerima sejumlah uang dari kader Partai Perindo Kabupaten Bengkulu Selatan, Juhari alias Jukak sekira pukul 17.00 WIB.

Ketika itu Juhari mendatangi rumah Dirwan Mahmud di Jalan Gerak Alam Kota Manna.
Juhari yang merupakan warga Pino Raya ini menyerahkan sejumlah uang melalui keponakan Dirwan Mahmud, Wati. Uang diterima oleh istri Dirwan Mahmud, Heni.

Dalam OTT tersebut , KPK mengamankan uang sekitar Rp.100 juta. Kuat dugaan OTT ini terkait proyek di Bengkulu Selatan.

Penangkapan Bupati Bengkulu Selatan ini dilakoni oleh tujuh orang anggota KPK yang dipimpin oleh tenaga muda KPK bernama Aulia.

Pantauan awak media SH setelah beberapa jam menunggu, setibanya di Polda dengan empat unit mini bus, bupati bersama tiga orang lainnya langsung dibawa ke ruang Reskrimsus Polda Bengkulu.

Tampak KPK membawa satu buah kantong warna merah yang diduga sebagai barang bukti.
OTT ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Laporan itu diselidiki tim hingga akhirnya melakukan penangkapan.

Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Ahmad Tarmizi, mengatakan KPK hanya mengamankan 4 orang dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

Kombes Pol. Ahmad menegaskan bila Polda Bengkulu hanya sebatas memfasilitasi KPK, yang langsung memboyong Dirwan Mahmud, Heni, Wa dan Ju ke Jakarta pagi  Rabu,(16/05/18) dengan menggunakan pesawat Garuda.

Ke-4 nya dikawal 5 anggota Tim KPK, yang akan mengantar hingga ke Rutan KPK di Jakarta. Rombongan tampak meninggalkan gedung Mapolda Bengkulu sekitar pukul 08.50 WIB.

KPK sendiri sebelumnya menjanjikan, akan menggelar jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Bengkulu Selatan pada hari ini.

Hal tersebut disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi Selasa (15/05/18) malam beberapa saat setelah OTT dilakukan.(pau)

Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mereka lakukan di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan pada Selasa (15/5) kemarin. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, istri Dirwan Mahmud yaitu Hendrati, keponakan Dirwan yang menjabat sebagai Kasie pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati dan satu lagi adalah seorang kontraktor yang sudah sering menjadi rekanan proyek pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bernama Juhari.

"Kami mengamankan total empat orang di Kabupaten Bengkulu Selatan kemarin yaitu DIM (Dirwan Mahmud), Hen (Hendrati), Nur (Nursilawati) dan JHR (Juhari)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, di Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (16/5/18).

Basaria menjelaskan kronologi lengkap OTT KPK kemarin. Pada pukul 16.20 WIB hari Selasa (15/5/18) diduga telah terjadi penyerahan uang dari Juhari kepada Nursilawati untuk diserahkan kepada Hendrati yang merupakan istri bupati Bengkulu Selatan di rumah pribadi Hendrati di Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan.
Setelah itu, Juhari pergi ke sebuah rumah makan di daerah Manna. Di situ Juhari diamankan tim KPK pada pukul 17.00 WIB. Tim KPK kemudian membawa Juhari kembali ke rumah Hendrati.

Nursilawati yang sudah meninggalkan rumah tantenya itu pergi ke rumah kerabatnya yang juga sudah diikuti oleh tim KPK lainnya. Nur diamankan KPK pada pukul 17.15 WIB. Setelah diamankan, Nur juga dibawa kembali ke rumah Hendrati.

Setelah kedua tim KPK tiba di rumah Hendrati, KPK mengamankan uang Rp. 75 juta dari tangan Nur serta bukti transfer sebesar Rp. 15 juta di mana Rp. 13 juta diduga berasal dari pemberian Juhari beberapa hari sebelumnya. Setelah itu tim KPK membawa Nur ke rumahnya dan kemudian mengamankan uang lainnya sebesar Rp. 10 juta.

Setelah itu KPK mengamankan Hendrati, Dirwan Mahmud, Juhari dan Nursilawati dan membawa keempatnya ke markas Polda Bengkulu untuk pemeriksaan awal. Barulah sehari berselang tepatnya hari ini, Rabu (16/5/18) keempatnya diterbangkan ke Jakarta.

Setelah lebih kurang 10 jam pemeriksaan, KPK menetapkan keempatnya sebagai empat tersangka dalam kasus suap Pengadaan Pekerjaan Infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Selatan.

KPK menetapkan pihak penerima suap Dirwan, Hendrati dan Nursilawati dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Juhari disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 U No 13 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001.
Sementara, Pasca OTT KPK, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo masih menunggu pernyataan resmi KPK soal status hukum Dirwan.

"Saya menunggu saja dulu. Saya menunggu pernyataan resmi dari KPK," kata Tjahjo di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018). 

Kepastian status hukum Dirwan ditunggu Tjahjo untuk menentukan keputusan terkait pucuk pimpinan di Bengkulu Selatan tersebut. Apabila Dirwan resmi ditetapkan sebagai tersangka, maka Tjahjo segera menunjuk pelaksana tugas (Plt).

"Setelah ada (pernyataan resmi) baru kita siapkan untuk menunjuk Plt-nya," kata Tjahjo. 

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa (15/5) malam, KPK mengamankan 4 orang di wilayah Bengkulu. Mereka lebih dulu diperiksa di Polda Bengkulu sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Selain mengamankan oknum, KPK juga mengamankan uang sekitar Rp 100 juta. Diduga transaksi terkait fee proyek.

"Diamankan uang sekitar Rp 100 juta. Empat orang sudah diamankan bersama tim. Ada kepala daerah/bupati, keluarga bupati, PNS, dan pihak swasta yang diamankan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.(Pau/Jan)