Minggu, 27 Mei 2018

Mutasi Kembali Mewabah, Direktur RSUD Benteng Akhirnya Dicopot



// Diduga Ada Permainan, Belasan PTT RSUD Demo Kadinkes
MUTASI RSUD BENTENG. Kiri :Bupati Benteng Ferry Ramli , Kanan: Kadinkes Benteng Elyandes Kori

BENGKULU TENGAH, SH
 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Provinsi Bengkulu melakukan perombakan terhadap para kepala unit pelaksana teknis (UPT) yang ada. Sebanyak 21 orang pejabat dilantik di aula rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Rabu (23/5) seperti dilansir dari Be.com beberapa waktu yang lalu. Bahkan, Direktur RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, dr Sayboy N Siregar MM dilengserkan.  Sayboy dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke jabatan baru, yakni sebagai Kepala UPT Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Kepala Puskesmas Ujung Karang, yakni dr Listikarini Hilen Widyastuti diberikan amanah menjabat selaku Direktur baru RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah.
Usai pelantikan, Kepala Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, H Elyandes Kori SE MSi menjelaskan bahwa mutasi dilakukan atas penilaian kinerja selama ini. “Sejak 7 tahun lalu, RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah hanya mengalami perkembangan yang sangat sedikit. Karena kurang inilah dirasa perlu untuk melakukan pergantian direktur,” kata Elyandes.
Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah  Provinsi Bengkulu ini mengaku, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi ke pimpinan mengenai kebijakan yang diambil. Baik kepada Bupati Bengkulu Tengah  Provinsi Bengkulu ataupun Sekretaris Daerah (Sekda). “Mutasi pejabat kali ini sudah melalui pertimbangan yang cukup matang. Saya juga sudah berkoordinasi ke mana-mana,” bebernya.
Demi memajukan RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Elyandes mengharapkan direktur yang baru bisa bekerja secara profesional dan optimal. Terlebih lagi, dalam waktu dekat RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah  akan mengikuti penilaian akreditasi.
“Saya tekankan, Direktur RSUD harus melakukan pembenahan managemen menjadi lebih baik. Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal. Selain itu, ke depan RSUD diharapkan bisa berdiri sendiri dan mampu menjadi salah satu sumber PAD yang bisa diandalkan. Jangan selalu bergantung pada APBD,” ujar Elyandes.
Selain itu, Elyandes juga menegaskan bahwa pergantian para Kepala UPT Puskesmas merupakan salah satu bentuk penyegaran dan upaya peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa. “Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Kami hanya bisa mensupport, mendorong dan manfasilitasi. Kepala Puskesmas adalah ujung tombak keberhasilan program pemerintah dibidang kesehatan,” demikian Elyandes. 

// PTT RSUD Demo Kadinkes Benteng
Sebelumnya belasan orang perwakilan pegawai tidak tetap (PTT) di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) di desa Durian Deman kecamatan Karang tinggi Jumat (18/5) lalu melakukan aksi demo terkait penerimaan PTT baru yang dinilai telah menyingkirkan PTT lama. Bahkan ada diantaranya yang bertugas mencapai belasan tahun di puskesmas yang kala itu masih menjadi bagian dari Pemkab Bengkulu Utara (BU), jauh sebelum kabupaten Benteng Terbentuk.
Salah seorang PTT yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku pihaknya tidak menerima hasil recruitment baru tersebut. Menurutnya, selain menyingkirkan yang lama, juga ada indikasi adanya permainan dan diduga berbau KKN. Maka seluruh PTT yang telah bertugas lama menuntut pekerjaan mereka dikembalikan seperti sedia kala. “Misalnya untuk kualifikasi tenaga keperawatan tidak menyertakan syarat surat tanda register (STR),” bebernya.
Menurutnya, seharusnya syarat-syarat tersebut wajib ada dalam setiap berkas surat lamaran. Kemudian, lebih dari setengah orang, tepatnya hanya 41 PTT yang diluluskan dalam penerimaan dari total seluruh PTT sebanyak 108 orang.
Selain itu, menurutnya hal lainnya adalah menyangkut pemindahan tugas PTT. Menurut dia, hal ini dinilai telah melanggar aturan apalagi terkait anggaran untuk PTT yang telah digariskan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya yang perawat, gajinya sudah diplot untuk perawat, atau yang PTT security juga telah diploting dengan gaji security.
Menanggapi hal ini, KAdinkes Benteng, H. Elyandes Kori M.Si menyampaikan di depan perwakilan PTT dan anggota komisi I DPRD Benteng, bahwa dalam penerimaan PTT yang baru memang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Namun, untuk hasil yang mendapat penolakan tentu akan dikaji ulang kembali. Menurutnya, memang saat ini hasil sudah diumumkan namun masih ada pemberkasan ulang yang akan meneliti kembali kelengkapan atau syarat PTT. “Seperti STR, kalau memang tidak ada maka akan dicoret,” ujar Elyandes.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD Benteng, Evi Susanti, S.IP yang kemarin juga ikut dalam pertemuan mengatakan, pihak Dinkes Benteng harus tetap mempekerjakan kembali semua PTT yang lama. Alasannya karena gaji PTT yang lama tersebut sudah ada dalam pengesahan APBD Benteng tahun 2018  ini. Sementara untuk PTT yang baru lulus, belum ada anggaran sama sekali. “Semoga pegawai yang lama bisa tetap bekerja dan mendapatkan hak nya,” pungkasnya. (tim)

Doc: Be.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar