//
Diduga Ada Permainan, Belasan PTT RSUD Demo Kadinkes
![]() |
| MUTASI RSUD BENTENG. Kiri :Bupati Benteng Ferry Ramli , Kanan: Kadinkes Benteng Elyandes Kori |
BENGKULU TENGAH, SH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Provinsi Bengkulu melakukan perombakan terhadap para kepala unit pelaksana teknis (UPT) yang ada. Sebanyak 21 orang pejabat dilantik di aula rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Rabu (23/5) seperti dilansir dari Be.com beberapa waktu yang lalu. Bahkan, Direktur RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, dr Sayboy N Siregar MM dilengserkan. Sayboy dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke jabatan baru, yakni sebagai Kepala UPT Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, Kepala Puskesmas Ujung Karang, yakni dr Listikarini Hilen Widyastuti diberikan amanah menjabat selaku Direktur baru RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah.
Usai pelantikan, Kepala
Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, H Elyandes Kori SE MSi
menjelaskan bahwa mutasi dilakukan atas penilaian kinerja selama ini. “Sejak 7
tahun lalu, RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah hanya mengalami perkembangan yang
sangat sedikit. Karena kurang inilah dirasa perlu untuk melakukan pergantian
direktur,” kata Elyandes.
Mantan Sekretaris DPRD
Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu ini mengaku, pihaknya juga
sudah melakukan konsultasi ke pimpinan mengenai kebijakan yang diambil. Baik
kepada Bupati Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu ataupun Sekretaris Daerah
(Sekda). “Mutasi pejabat kali ini sudah melalui pertimbangan yang cukup matang.
Saya juga sudah berkoordinasi ke mana-mana,” bebernya.
Demi memajukan RSUD
Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, Elyandes mengharapkan direktur
yang baru bisa bekerja secara profesional dan optimal. Terlebih lagi, dalam
waktu dekat RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah akan mengikuti penilaian
akreditasi.
“Saya
tekankan, Direktur RSUD harus melakukan pembenahan managemen menjadi lebih
baik. Sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih optimal. Selain
itu, ke depan RSUD diharapkan bisa berdiri sendiri dan mampu menjadi salah satu
sumber PAD yang bisa diandalkan. Jangan selalu bergantung pada APBD,” ujar
Elyandes.
Selain itu, Elyandes
juga menegaskan bahwa pergantian para Kepala UPT Puskesmas merupakan salah satu
bentuk penyegaran dan upaya peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa.
“Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Kami hanya bisa mensupport,
mendorong dan manfasilitasi. Kepala Puskesmas adalah ujung tombak keberhasilan
program pemerintah dibidang kesehatan,” demikian Elyandes.
// PTT RSUD
Demo Kadinkes Benteng
Sebelumnya belasan
orang perwakilan pegawai tidak tetap (PTT) di Rumah sakit umum daerah (RSUD)
Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) di desa Durian Deman kecamatan Karang
tinggi Jumat (18/5) lalu melakukan aksi demo terkait penerimaan PTT baru yang
dinilai telah menyingkirkan PTT lama. Bahkan ada diantaranya yang bertugas
mencapai belasan tahun di puskesmas yang kala itu masih menjadi bagian dari
Pemkab Bengkulu Utara (BU), jauh sebelum kabupaten Benteng Terbentuk.
Salah seorang
PTT yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku pihaknya tidak menerima hasil
recruitment baru tersebut. Menurutnya, selain menyingkirkan yang lama, juga ada
indikasi adanya permainan dan diduga berbau KKN. Maka seluruh PTT yang telah
bertugas lama menuntut pekerjaan mereka dikembalikan seperti sedia kala.
“Misalnya untuk kualifikasi tenaga keperawatan tidak menyertakan syarat surat
tanda register (STR),” bebernya.
Menurutnya,
seharusnya syarat-syarat tersebut wajib ada dalam setiap berkas surat lamaran.
Kemudian, lebih dari setengah orang, tepatnya hanya 41 PTT yang diluluskan
dalam penerimaan dari total seluruh PTT sebanyak 108 orang.
Selain itu,
menurutnya hal lainnya adalah menyangkut pemindahan tugas PTT. Menurut dia, hal
ini dinilai telah melanggar aturan apalagi terkait anggaran untuk PTT yang
telah digariskan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya yang perawat, gajinya sudah
diplot untuk perawat, atau yang PTT security juga telah diploting dengan gaji
security.
Menanggapi
hal ini, KAdinkes Benteng, H. Elyandes Kori M.Si menyampaikan di depan
perwakilan PTT dan anggota komisi I DPRD Benteng, bahwa dalam penerimaan PTT
yang baru memang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Namun, untuk hasil yang
mendapat penolakan tentu akan dikaji ulang kembali. Menurutnya, memang saat ini
hasil sudah diumumkan namun masih ada pemberkasan ulang yang akan meneliti
kembali kelengkapan atau syarat PTT. “Seperti STR, kalau memang tidak ada maka
akan dicoret,” ujar Elyandes.
Sementara
itu, anggota komisi I DPRD Benteng, Evi Susanti, S.IP yang kemarin juga ikut
dalam pertemuan mengatakan, pihak Dinkes Benteng harus tetap mempekerjakan
kembali semua PTT yang lama. Alasannya karena gaji PTT yang lama tersebut sudah
ada dalam pengesahan APBD Benteng tahun 2018
ini. Sementara untuk PTT yang baru lulus, belum ada anggaran sama
sekali. “Semoga pegawai yang lama bisa tetap bekerja dan mendapatkan hak nya,”
pungkasnya. (tim)

Doc:
Be.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar