Minggu, 25 November 2018

Bengkulu Expo 2018 Ajang Promosi Karya UMKM


BENGKULU,  SH -   Perhelatan Bengkulu Expo 2018 berlangsung di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Jumat pagi (16/11/18). Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menuturkan, Bengkulu Expo menjadi ajang promosi usaha kecil menegah (UKM) se-Provinsi Bengkulu, dengan harapan kedepan siap bersaing masuk ke pasar nasional dan manca negara. Begitupun dengan Festival Pesisir Pantai Panjang, diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kemajuan pariwisata Provinsi Bengkulu, sebab pada event ini akan menyusuri beberapa lokasi wisata.

"Bengkulu Expo sebagai langkah awal pelaku usaha untuk promosikan produknya, kedepan semoga dapat meningkatkan nilai perekonomian UMKM. Selain itu, promosi wisata juga ditampilkan dalam festival pesisir pantai panjang, yang dilakukan disepanjang garis pantai panjang," ujar Rohidin.

Rohidin sangat mengapresiasi keterlibatan negara sahabat seperti Rusia, Bangladesh, Pakistan, Korea dan Singapura. Kedepan diharapkan lebih banyak lagi negara sahabat, ikut berpartisipasi pada event-event di Bengkulu.

"Saya apresiasi keterlibatan negara sahabat turut meriahkan festival. Saya kira promosinya perlu kita gencarkan lagi pada tahun berikutnya," ungkap Rohidin. 

Pada kesempatan ini, turut dimeriahkan penampilan 100 musisi Bengkulu yang membawakan beberapa lagu daerah, diantaranya sekundang setungguan, dan juga hadir penampilan tari tradisional dari negara Rusia, Bangladesh dan Korea Selatan.(frj)

Bengkulu Runner Up se-Sumatera Pengendalian Inflasi

Rapat Koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu, Rabu pagi (21/11/18).

BENGKULU, SH – Upaya yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu dalam menekan angka inflasi, mulai terlihat hasilnya. Hal ini dibuktikan, Provinsi Bengkulu berhasil bertengger pada peringkat dua se- Sumatera dalam hal pengendalian inflasi.

“Bengkulu meraih pengendalian inflasi peringkat dua se- Sumatera. Dari tidak ada apa-apanya sebelumnya, pada tahun ini masuk dalam runner-up di Sumatera,” sampai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra, saat melakukan Rapat Koordinasi bersama TPID Provinsi Bengkulu, di Kantornya, Rabu pagi (21/11/18).

Capaian pada Semester IV Tahun 2018 ini, sebut Endang, karena pemerintah daerah mampu mengendalikan harga tiket pesawat terbang dengan jalan membuka rute baru penerbangan.

Sedangkan maskapai penerbangan masih menjadi momok bagi inflasi hingga saat ini, sehingga, kata Endang lagi, Bengkulu sering disebut sebagai provinsi yang inovasi dalam hal pengendalian tiket pesawat udara.

“Upaya yang paling besar dalam pengendalian inflasi, yaitu mampu menurunkan harga tiket pesawat udara, dengan menambah rute penerbangan yang baru,” ungkapnya.

Selain itu, gencarnya pemerintah provinsi, kabupaten dan kota melakukan operasi pasar guna mengendalikan harga bahan pokok yang beredar di masyarakat.

“Inflasi tahun 2017 sebesar 3,6 persen, sekarang turun 2, 24 persen. Walaupun dirasakan oleh masyarakat Bengkulu harga tinggi, namun kenyataan dilapangan seperti di pasar-pasar harga bahan pokok turun,” jelasnya.

Secara nasional, ungkap Endang, pada bulan ini, Provinsi Bengkulu menempati rangking tertinggi dalam hal penurunan inflasi.

“Bengkulu, secara nasional merupakan provinsi yang paling baik dalam upaya menurunkan inflasi (deflasi). Dimana pada bulan ini deflasi Bengkulu pada angka 0,74 persen,” sebutnya.

Dirinya sangat mengapresiasi atas kinerja pemerintah daerah terutama tim TPID Provinsi Bengkulu dalam upaya pengendalian inflasi.

“Sehingga kedepannya diharapkan Bengkulu merupakan Provinsi yang tertinggi dalam upaya pengendalian inflasiya,” pungkasnya.

Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti yang ikut hadir menegaskan, upaya pengendalian inflasi harus dengan jalan yang luar biasa serta dengan terobosan inovasi yang terukur.

“Selama ini kita memakai jalan biasa dalam pengendalian inflasi ini, untuk itu perlu jalan yang luar biasa dengan suatu terobosan-terobosan,” tegas Nopian.

Selain itu, lanjutnya, perlu dilakukan pengembangan jejaring dari berbagai lini, agar upaya yang dilaksanakan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama. “Sehingga target kita untuk mencapai peringkat tertinggi dalam pengendalian inflasi dapat terwujud,” tutupnya.(frj)

Bumdes Babatan Ulu Berikan Makna Berarti Bagi Masyarakat


BENGKULU SELATAN, SH -  Pemerintah mengucurkan dana yang lumayan untuk setiap Desa diseluruh Indonesia, Bumdes ini bertujuan untuk membantu mendongkrak perekonomian masyarakat di Desa. Pemerintah Babatan Ulu mendirikan Bumdes di Desa mereka yang diberi nama Bumdes Karya Bersama, Bumdes ini bergerak dalam bidang sewa alat - alat pesta. Bumdes ini memiliki tenda 4 set, kursi 375 buah, panggung 2 set, molen 1 buah, jualan gas elpiji 248 buah, bahan - bahan pertanian juga disiapkan di Bumdes ini.

Kepala Desa Babatan Ulu Suryanto menjelaskan bahwa bahan pertanian yang telah tersedia seperti macam - macam racun, berbagai bibit pertanian, pupuk KCL dan pupuk mutiara serta teng penyemprot. Bumdes Karya Bersama ini dipimpin oleh Suipan Bursi S. Sos sebagai Ketua Bumdes, Sekretaris Logika Setiawan.

Suryanto juga menambahkan bahwa pada perjalanan Bumdes yang mereka miliki sampai saat ini masih berjalan dengan baik berkat kerjasama antara pengurus Bumdes dengan masyarakat tanpa ada kendala.

Kepala Desa Babatan Ulu juga berharap agar kerjasama yang telah terjalin selama ini antara pemerintah Desa, Pengurus Bumdes, dan seluruh elemen masyarakat tetap terjaga dan lebih ditingkatkan lagi agar Bumdes Karya Bersama ini nantinya dapat semakin besar lagi dan maju.

Dengan adanya Bumdes Karya Bersama ini maju barang pasti perekonomian di Desa Babatan Ulu akan jelas nampak pengaruhnya serta masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan yang berarti, oleh karena itu tidak ada lagi ketersumbatan modal bagi masyarakat untuk melakukan segala aktifitasi terhusus pada bidang Pertanian tutup Suryanto. (Jan)

BumDes se- Kabupaten Provinsi Bengkulu Siap Dibangun


BENGKULU, SH - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo hadiri kegiatan Expo dan Festival BUMDES dan BUMDESA bersama serta Promosi Pembangunan Kawasan Pedesaan yang diselenggarakan di Sport Center Kota Bengkulu, Jumat pagi (16/11). Provinsi Bengkulu sendiri ditargetkan akan menjadi tonggak Bengkulu untuk maju. karena Bengkulu urutan ke 9,untuk perekonomian  dipulau Sumatera.

"jadi saya akan bawak semua Bupati menghadapi kementerian terkait. pupr. Perhubungan dan sebagainya. supaya infrastruktur nya dibantu.Dan Ini saya juga bawak Bri.bni dalam waktu tidak lama lagi semua desa desa se-Kabupaten Provinsi kita bentuk Badan Uaaha milik desa( Bumdes) dan akan menjadi cabang bri dan bni. Dalam kalau masyarakat mau menabung, mengambil uang, play-kur gak usah jauh jauh kekota cukup dibumdesnya masing-masing",ungkap Eko 

Eko Putro Sandjojo minta seluruh Bupatinya agar menyarankan kepada seluruh Kepala desanya infrastruktur sudah cukup. mulai diprioritaskan memperdayakan masyarakat dan memperdayakan perekonomian desanya. untuk pengunaan dana desanya. karena banyak desa desa yang lain perekonomiannya sudah berhasil, Bumdesnya cukup berhasil, besarnya pendapatan Bumdes lebih besar dana desanya. “Sekarang sudah banyak desa desanya membayar pajak lebih banyak dari dana desanya. maka kita akan copy kedesa desa SeSe-Kabupat Provinsi Bengkulu, tutup Eko"(frj) 

Lomba Patung Pasir Sedot Ribuan Pengunjung


BENGKULU, SH -  Seratusan orang yang terbagi dalam 30 kelompok mengikuti lomba kreasi patung pasir pantai tiga dimensi yang digelar pemerintah daerah dalam rangkaian Festival Pesisir 2018, memperingati hari ulang tahun ke 50 Provinsi Bengkulu, Minggu.

"Dalam rangka ulang tahun emas Provinsi Bengkulu, dinas pariwisata provinsi menyelenggarakan festival pesisir Pantai salah satu agendanya adalah lomba patung pasir," kata Ketua Panitia Lomba Patung Pasir, Alcala Zamora di Pantai Panjang, Minggu pagi (18/11/18).
Tema yang diangkat untuk perlombaan tersebut yaitu hal-hal yang berkaitan dengan ikon Provinsi Bengkulu seperti biota laut, flora fauna dan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kearifan lokal Provinsi Bengkulu.
Pantauan di tepi Pantai Panjang, para peserta membuat kreasi patung pasir menyerupai ikon Provinsi Bengkulu seperti bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii, gajah Sumatera, kura-kura dan penyu.
Salah seorang peserta lomba Azrul mengatakan, dirinya membuat patung pasir penyu karena satwa tersebut merupakan makhluk hidup yang sudah mulai langkah dan harus dilestarikan.

"Semoga kedepannya kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun dan berkelanjutan agar seniman yang ada di Provinsi Bengkulu dapat menuangkan idenya," ujar peserta asal Kabupaten Kepahiang ini.  Peserta lainnya Syafrin Juandi mengatakan, kesulitan dalam membuat patung pasir adalah menjaga kelembaban pasir tersebut sehingga tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

Kondisi cuaca gerimis yang mengguyur kawasan Pantai Panjang sejak Minggu, siang cukup membuat peserta khawatir sebab bila hujan cukup deras juga rawan membuat patung rusak.

Peserta yang mengikuti kreasi pasir pantai ini dibagi dua kategori yaitu pelajar/mahasiswa dan kategori umum dengan total peserta sekitar 30 kelompok.
Penilaian karya mulai dari konsep, artistik, kreativitas, estetika, yang jelas harus tiga dimensi. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan yang menyaksikan sekaligus memanfaatkan pasir sebagai suatu kesenian.
Lomba dan karya peserta masih dapat dinikmati masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya di Pantai Panjang, hingga pukul 17.00 WIB sore ini.(frj)