Minggu, 31 Maret 2019

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan, 6 Mei 2019



BENGKULU, SH – Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1440 H pada tanggal 6 Mei 2019.Sedangkan untuk 1 Syawal pada tanggal 5 Juni 2019.
Dikutip dari situs resminya, PP Muhammadiyah telah mengumumkan awal puasa dan lebaran tersebut lewat maklumat bernomor 01/MLM/I.0/E/2019.
“Ijtimak jelang Ramadan 1440 H terjadi pada hari Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 pukul 05:48:25 WIB,” demikian yang tertera dalam nukilan maklumat PP Muhammadiyah.
Tak hanya awal Ramadhan dan Syawal. Dalam maklumat itu PP Muhammadiyah juga telah menetapkan bulan Zulhijah 1440 H.Untuk penetapan 1 Syawal 1440 H yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2019, hal itu diketahui karena pada pengamatan untuk Senin Wage, 3 Juni 2019, hilal belum tampak.
Selain itu, untuk peringatan hari raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1440 H ditetapkan jatuh pada Minggu pon, 11 Agustus 2019.Sedangkan hari arafah atau puncak haji jatuh (9 Zulhijah) jatuh pada Sabtu pahing, 10 Agustus 2019.
“Maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah,” demikian penutup Maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto.(frj)

Unik, Warga Kritik Jalan Pariwisata Rusak

BENGKULU, SH – Sejumlah warga Kelurahan Berkas Kecamatan Teluk Segara mengkritik jalan rusak dengan cara berenang di jalan berlubang dengan perlengkapan Alat Snorkling (Masker, Fin Snorkle).


Aksi warga ini sempat menghebohkan warga net meskipun aksi serupa pernah dilakukan warga Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pose unik.

Aksi tersebut sontak langsung direspon dengan gubernutr Bengkulu.Menurutnya, kritikan itu dimaklumi walaupun jalan itu sudah masuk dalam agenda perbaikan Pemprov Bengkulu tahun 2019 ini.

"Saya memaklumi tuntutan masyarakat untuk mendapatkan infrastuktur yang bagus itu sangat tinggi dan itu menjadi tanggung jawab kita,” ujar Rohidin.

Rohidin menjelaskan, kerusakan jalan Provinsi di Kabupaten/Kota turut juga akan dilakukan perbaikan. Bahkan, masih dalam proses tender. 

"Itu sudah dianggarkan dan sekarang sudah pada posisi lelang. Mudah-mudahan bulan Mei nanti atau akhir april kalau sudah kontrak akan segera dibangun. Dalam satu tahun bisa 20 sampai 30 ruas, tapi karena tersebar di 9 kabupaten/kota maka itu tidak bisa tuntas dalam tahun yang sama, dan saya memaklumi tututan masyarakat,” tutup Rohidin.

Sementara itu, Jon Heri selaku warga yang berenang mengatakan, aksi berenang yang ia lakukan itu sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi jalan yang rusak.
“Kami dari Forum Pemuda Peduli Bengkulu sangat perihatin melihat kondisi Jalan Pariwisata Bengkulu yang berada di kawasan pantai berkas yang rusak parah.Oleh karena itu, sebagai wujud keperihatinan terhadap Pemprov Bengkulu, kami melakukan aksi berenang di jalan berlobang yang tergenang air seperti kolam tersebut,” ujar Jon.
Jon Heri menambahkan, jalanan berlobang ini semenjak beberapa bulan terakhir belum pernah diperbaiki.Selama ini pemerintah hanya melakukan menambal jalan yang rusak ini, belum ada diperbaiki dengan benar.Jon Heri berharap, Pemerintah Bengkulu cepat memperbaiki jalanan yang berlobang tersebut.
“Ini kan jalan pariwisata, jalan dimana masyarakat sering melewatinya untuk melihat keindahan pantai panjang Bengkulu, sangat disayangkan jika jalan ini tidak segera diperbaiki,Kami minta pemerintah provinsi Bangkulu, perbaiki lah jalan berlobang tersebut, informasi warga sekitar udah sering terjadinya kecelakaan akibat masuk ke dalam lobangJika belum segera diperbaiki, kedepannya kami akan melakukan aksi berenang kembali” pungkas Jon.
Selain itu, Musa selaku warga Berkas mengatakan, jalan yang tersebut sering dilewati masyarakat.Kalau bisa perbaikannya jangan sekedar ditampal tapi benar-benar diperbaiki.Jalanan pantai berkas ini sudah 2 bulan terakhir rusak parah alias berlobang.



“Ya, Jalan ini udah hampir 2 bulan rusak, apabila musim hujan, air menggenangi jalan tersebut, terlebih seringnya terjadi kecelakaan akibat jalanan berlobang tersebut,” tutup Musa.
Sementara itu,terkait dengan jalan yang rusak itu Yuliswani mengatakan, Pemerintah pada tahun ini akan segera memperbaiki jalan tersebut.Yuliswani menilai bentuk protes tersebut sebagai aksi kontrol sosial terhadap masyarakat.
“Itu bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.Tahun ini jalan yang berlubang tersebut akan dibangun dan telah masuk dalam UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa),” pungkas Yuliswani.(frj)

Pemotongan Dana BOK, Sudah ‘Budaya’ di Bengkulu Tengah


BENGKULU , SH - Sidang dugaan korupsi pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), 2018, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (27/03/19).

Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.Atas terdakwa mantan Bendahara Dinkes Benteng Fintor Gunanda. Dihadapan majelis hakim para saksi menuturkan, pemotongan dana BOK sudah menjadi budaya di Bengkulu tengah.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara menghadirkan beberapa orang saksi, sebut saja Plt Kadis Dinkes Mulya Wardana, yang sudah menjadi tersangka, tetapi belum ditahan. Saksi berikutnya, Kadis Dinkes Elyandes Kori, Kabid Pencegahan Penyakit Burhanudin, mantan Kabid di Dinkes Tierboti dan Kabid Kesmas Gadis Nosita.
Saksi dihadirkan untuk mengetahui sejak kapan adanya pemotongan dana BOK, kenapa dana BOK dipotong dan untuk siapa, siapa yang memerintahkan hingga diperbolehkan atau tidak pemotongan 10 persen dana BOK tersebut. Dari keterangan semua saksi, intinya mereka mengatakan, pemotongan dana BOK sudah seperti budaya di Dinkes Bengkulu tengah, tidak ada yang memerintahkan, pemotongan merupakan kesepakatan bersama.

// Bagi-bagi Dana ‘Seping’

Dari pengakuan saksi Kadis Dinkes Bengkulu tengah  Elyandes Kori, uang yang dipotong tersebut dinamakan dana seping atau dana yang dipotong. Kemudian, digunakan untuk kegiatan di luar Dinkes. Dana seping tersebut digunakan untuk kerja sama dengan media dan LSM di Kabupaten Bengkulu tengah.
“Dana Seping itu kesepakatan yang mulia, banyak yang sepakat terkait pemotongan tersebut.Mulai dari Kabid sampai kasi sepakat semua.Digunakan untu kerja sama media dengan LSM di Bengkulu tengah,” jelas Elyandes.

Bahkan dana Seping tersebut juga diberikan kepada penyidik tipikor Polres Bengkulu Utara dan Kejari Bengkulu Utara. Dari Plt Kadis Dinkes, pemberian uang tersebut untuk hubungan baik dan pertemanan antara Dinkes Bengkulu tengah  dengan Kejari Bengkulu Utara  dan Polres Bengkulu Utara.

“Uang untuk Kejari Bengkulu Utara  itu diserahkan oleh staf saya Rp 15 juta, untuk penyidik tipikor Polres Bengkulu Utara juga ada,” jelas Mulya.

Plt Kadis Dinkes Mulya Wardana mengaku tidak tahu sejak kapan pemotongan anggaran di Dinkes Bengkulu tengah  dilakukan. Tahu adanya pemotongan saat dirinya berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan mendapatkan informasi Fintor terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Bengkulu. 
“Tidak tahu sejak kapan yang mulia,” jelas Mulya. Hanya saja Mulya mengatakan, dia pernah dipanggil Polres Bengkulu Utara yang menanyakan kenapa dana seping tidak sampai.

“Saya dipanggil orang Polres untuk silaturahmi, membahas kenapa dana tidak sampai,” jelas Mulya.


 Sidang dugaan korupsi tersebut, baru memasuki sidang kedua. Majelis hakim masih melanjutkan sidang Rabu pekan depan dengan saksi lain. Pada sidang mendatang JPU menghadirkan saksi dari staf Dinkes Bengkulu tengah, yang menyetorkan uang dana seping ke Kejari Bengkulu Utara. (pau)


Senin, 18 Maret 2019

Jalan Kabupaten Benteng Semakin Rusak Parah




BENGKULU TENGAH,SH - Kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Jayakarta Kecamatan Talang Empat Kabupaten Tengah (Benteng) saat ini semakin parah.  Kepala Desa (Kades) Jayakarta, Agus mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama dan dikeluhkan oleh seluruh masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
“Secara keseluruhan, jalan kabupaten yang melintasi Desa Jayakarta ada sepanjang 3 kilometer. Sepanjang 500 meter memang sudah dilakukan pengaspalan berupa lapisan penetrasi (lapen) pada tahun 2015 lalu. Saat ini, kondisi lapen juga sudah mengalami kerusakan,” kata Kades.
Dijelaskan Kades, akses jalan kabupaten yang melintasi desanya tersebut merupakan salah satu jalur penghubung antar desa. Yakni Desa Jayakarta menuju Desa Air Putih dan Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat.
“Pada ruas jalan dari Desa Jayakarta menuju Desa Air Putih dan Air Sebakul, hanya tinggal jalan di Desa Jayakarta yang belum mendapatkan perhatian,” beber Kades. Senada disampaikan Kaur Perencanaan Pemerintah Desa Jayakarta, Anang Tri Prasetyo.
Ia mengungkapkan Pemerintah Desa (Pemdes) juga sudah berjuang menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan. Keluhan juga sudah disampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Banrenlitbang), Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta angggota DPRD Kabupaten Bengkulu tengah.
“Disetiap Musrenbang tingkat kecamatan, usulan perbaikan jalan selalu disampaikan. Namun, pembangunan jalan di desa kami tak kunjung terealisasi,” tutup Anang.(rls/pau)

Tau gak Sih .. 15 Manfaat Daun Sirsak, Dari Cegah Kanker Hingga Redakan Nyeri Punggung






B
uah sirsak barangkali bukan buah yang jadi favorit banyak orang. Pasalnya, buah yang berdaging putih ini mengandung rasa asam. Nggak semua orang dong tahan dengan rasa asam? Meskipun ada juga sirsak yang rasanya dominan manis.
1. Mengobati Diabetes
Senyawa polifenol, saponin, dan bioflavonoid yang ada pada daun sirsak sudah terbukti dapat menstabilkan jumlah kadar gula darah pada tubuh manusia dan menjadikannya normal.
2. Mengobati Kista Ovarium
Menderita kista ovarium tentu nggak seorangpun menginginkannya. Kista tersebut jika dibiarkan akan tumbuh jadi kanker. Dengan kandungan alami dalam daun sirsak, kista ini bisa diobati.
3. Menghambat Penyebaran Sel Kanker

Yup, barangkali sulit dopercaya tapi, kandungan Acetogenin dalam daun sirsaklah yang bikin berkhasiat. Kandungan ini bisa dibilang lebih cepat menghambat penyebaran sel kanker dibandingkan kemoterapi. Pasalnya jelas, Acetogenin pada sirsak 10.000 kali lebih kuat dari Adriamycin. Acetogenin menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus menghambat perkembangan sel tumor yang resisten terhadap obat kemoterapi adriamycin.
4. Meningkatkan Kesuburan
Kabar gembira buat KLovers yang bermasalah dengan kesuburan, daun sirsak ternyata ampuh tingkatkan kesuburan. Yup, daun sirsak terbukti dapat meningkatkan produksi jumlah sperma dan pada wanita dipercaya dapat memperkuat rahim.
5. Mengobati Asam Urat
Asam urat memang kadang super menyiksa. Kini, daun sirsak bisa dipakai untuk meringankan nyerinya. Kandungan cetogenin, annocatalin, asam gentisic, annomuricin, caclourin, dan asam linoleat ampuh banget melawan asam urat.
6. Mengobati Kolesterol
Menderita kolesterol tinggi, tentu rasanya nggak karuan. Mulai dari sakit kepala sampai badan sakit semua. Namun dengan rebusan daun sirsak, itu semua bisa diatasi. KLovers cuma perlu merebus 10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air. Jika rutin diminum setiap pagi, manfaatnya akan terasa.
7. Mengobati Penyakit Paru-Paru
Kandungan yang dimiliki daun sirsak, ternyata bisa juga digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru, baik paru-paru basah maupun kering.
8. Menghilangkan Kutu
Kutu rambut memang menyebalkan, kadang-kadang malah sulit dihilangkan. Namun siapa sangka, daun sirsak bisa atasi itu semua. Yup, kendati sangat bermanfaat bagi manusia, kandungan daun sirsak sangat beracun bagi kutu dan parasit. Cara memanfaatkannya pun mudah, KLovers tinggal mencuci rambut dengan rebusan air daun ini.
9. Membantu Mengobati Rematik

Gangguan persendian dan tulang ini kerap menyiksa para penderitanya yang kebanyakan orang-orang usia senja. Kandungan daun sirsak ternyata bisa digunakan untuk kurangi rematik dan atasi nyeri atritis. Cranya gampang, tempelkan pasta daun sirsak pada bagian tubuh yang nyeri.
10. Mengobati Penyakit Hati
Siapa sangka, penyakit hati bisa diatasi oleh daun sirsak jika dicampurkan dengan teh. Pasalnya, daun sirsak merangsang produksi hormon insulin dengan cara membantu sel beta di pankreas.
11. Daun Sirsak untuk Mengobati Wasir atau Ambeien
Penyakit satu ini benar-benar menyiksa, terlebih di saat sembelit. Daun sirsak dapat menjadi obat yang mujarab, pasalnya kandungan daun ini bisa hentikan pendarahan rektum serta bikin otot di sekitar rektum jadi lebih rileks.
12. Atasi Sakit Punggung
Sakit punggung memang bukanlah penyakit yang berat, namun siksaannya sulit dip[ungkiri. Dengan daun sirsak rasa sakitnya bisa diringankan dengan cara meminum air rebusannya sebanyak 20 lembar.
13. Untuk Tidur Lebih Nyenyak
Kesulitan tidur kadang jadi penderitaan yang sulit diatasi. Namun daun sirsak bisa mengatasi itu, pasalnya daun ini disebut-sebut sebagai aromaterapi yang baik. Tentu, aromaterapi ini bikin KLovers jadi rileks dan tertidur nyenyak.
14. Kurangi Rasa Sakit Pada Bisul
Bisul kerap kali jadi momok yang menjengkelkan. Kecil-kecil tapi sakitnya minta ampun. Untuk kurangi rasa sakitnya, KLovers bisa oleskan pasta daun sirsak pada bisul setiap pagi dan sore.
15. Mengurangi Komedo
Daun sirsak yang telah dihaluskan dan ditambah dengan sedikit air mawar ampuh banget mencegah munculnya komedo. Nggak cuma itu, daun sirsak juga berkhasiat untuk ringankan eksim.(**)


Film Botoi Botoi Optimis Bisa Juara





Rahman Yasin, sutradara film.
Bengkulu, SH – Film pendek berjudul Botoi Botoi masuk 20 besar Indonesian Short Film Festival (ISFF) 2019 yang digelar oleh SCTV.Tinggal beberapa langkah lagi film yang disutradarai Rahman Yasin ini akan menjadi juara dalam festival yang bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah film Botoi Botoi masuk 20 besar. Kita sangat optimis akan juara,” ujar Rahman Yasin.
Jika juara Rahman mengatakan film ini akan diproduksi menjadi sinetron atau FTV yang diproduksi oleh stasiun TV nasional.Ini tentu menjadi kebangaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu sekaligus bisa menjadi ajang promosi daerah ke tingkat nasional.
 “Saya juga minta do’a kepada seluruh masyarakat Bengkulu agar film ini bisa menang,” harap Rahman.
Untuk diketahui bersama, film pendek Botoi Botoi ini mengisahkan sisi kehidupan nelayan pesisir Kota Bengkulu. Yakni, keluarga Safril.
Nelayan miskin yang memiliki 1 istri (Nurjanah) 1 anak (Ipe) dan 2 adiknya, Adnan (Wely) dan Asril yang diperankan Totok.Safril dan keluarga tinggal di rumah kecil di perkampungan nelayan yang kumuh. Safril dan keluarga terlilit utang mencekik.
Selain terlilit utang, Safril dan keluarga juga dicekam ancaman tsunami akibat aktifnya anak gunung Krakatau Sebab, sebelumnya, dampak erupsi anak gunung Krakatau ini telah memicu gelombang tsunami yang meluluhlantakan pesisir Banten dan Lampung.
Tak dinyana, gempa dan tsunami benar-benar terjadi dan menerjang pesisir Bengkulu.Film ini kental akan budaya masyarakat pesisir pantai Kota Bengkulu.Film Botoi Botoi yang berdurasi 15 menit ini didukung sederet artis lokal.
Adapun para pemain film, mereka adalah Anton Supriadi sebagai Safril, Rosdianti (Nurjanah), Wely Yaswan (Adnan), Ipe (Rosidah), Asril (Totok Suprapto). Ditambah, Riki (pedagang ikan), Antok Asa dan Delson sebagai depkolektor. Desi Eko Riani (rentenir), Desi Isnania (anak rentenir). Dina dan Bunga (penjual kue).Juga dibantu masyarakat nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu, Pulau Baai dan pemangku adat Kelurahan Berkas.
Tim produksi terdiri, Asep (penata kamera), Atenk dan Edy (kameraman), Pandu Subakti (soundman), Editor (Asep/Edy Prayekno), Antok Asa (penata artistik). Serta Dedi S sebagai penata musik.
“Film pendek ini juga diharapkan menjadi salah satu karya yang menjadi penambah perbendaharaan budaya daerah dan budaya nasional,’’tutup Rahman.(frj)


Kepala OPD Identifikasi Program Prioritas Pembangunan




BENGKULU, SH - Dalam rangka menindaklanjuti musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang telah dibahas oleh masing-masing organisasi perangkat daerah, pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu menggelar acara forum perangkat daerah (FPD).

Kegiatan yang juga membahas masalah rancangan kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2020  tersebut berlangsung di hotel Raffles. Turut dihadiri oleh seluruh OPD dan camat se-kota Bengkulu serta dibuka langsung oleh sekretaris daerah kota Bengkulu, Marjon, Kamis pagi (14/3/19).

Marjon minta kepada seluruh OPD untuk tidak kejar tayang dalam menjalankan program kerja karena bisa berdampak pada hasil  yang tidak maksimal bagi masyarakat.

"Seluruh kepala OPD, camat maupun lurah agar tidak asal-asalan dalam menjalankan program, karena program yang dijalankan dengan kejar tayang tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal," jelas Marjon.
Untuk menghindari kejar tayang tersebut, Marjon meminta kepada para camat dan lurah untuk terlebih dahulu mempelajari serta memahami kebutuhan yang ada di wilayah kerja masing-masing.

"Camat dan lurah harus bisa membaca situasi, pemimpin itu harus bisa mengidentifikasi  kebutuhan yang menjadi prioritas agar mendapatkan hasil yang maksimal," tutup Marjon.(frj)

Usulan KEK Pulau Baai akan Diajukan Semester II




Bengkulu, SH -PT Pelindo II (Persero) berencana mengajukan proposal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai di Bengkulu kepada Dewan Nasional KEK pada semester II/2019 setelah melengkapi persyaratan administratif.
Direktur Operasi Pelindo II Prasetyadi mengatakan rencana induk Pelabuhan Pulau Baai, termasuk rencana pengembangan fasilitas daratan tahap jangka panjang, sudah disetujuiKementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perseroan kini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu secara intensif. Sebagai bagian proses pengusulan kepada Dewan Nasional KEK, perseroan akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Bumi Rafflesia pada Senin siang (11/3/19), bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan investor. 

Setelah itu, Pelindo II selaku pengusul akan melengkapi persyaratan administrasi, seperti studi kelayakan, rencana bisnis, masterplan, dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Pengajuan usulan paling lambat semester II/2019. Studi butuh waktu, Amdal juga, paling tidak 3-4 bulan, belum lagi izin ke KLHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujarnya, Jumat siang (1/3/19).
Prasetyadi mengatakan, lokasi calon KEK Pulau Baai unggul karena berada tepat di belakang pelabuhan. Kondisi ini berbeda dengan KEK Sei Mangkei dan KEK Palu yang berjarak dengan pelabuhan.

Mengenai kegiatan utama, KEK Pulau Baai dengan luas 408 hektare (ha) akan diarahkan untuk aktivitas penghiliran komoditas andalan Bengkulu, seperti kelapa sawit, kopi, dan karet. Selama ini, tuturnya, komoditas Bengkulu dibawa ke Pelabuhan Panjang, di Lampung, kemudian diolah dan dikapalkan ke luar negeri melalui pelabuhan itu sehingga dicatat sebagai ekspor Provinsi Lampung. 
Dari sisi infrastruktur pelabuhan, Pelindo II menyatakan siap karena saat ini sedang melakukan pengembangan dermaga curah kering, dermaga curah cair, dan terminal peti kemas, serta digitalisasi. Fasilitas pembangkit listrik berkapasitas 2x100 megawatt juga tengah dibangun.

Pelindo merancang klasterisasi di dalam KEK. Kawasan akan dibagi menjadi zona inti 1 (industri pengolahan hasil tambang dan agroindustri), zona inti 2 (packaging, pergudangan, freight forwarding), dan zona industri pendukung vital (PLTU, industri pengolahan air, pengolahan bahan bakar, pengolahan air limbah, pengolahan sampah).

"Tapi, ini perlu peran Pemprov lain dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena KEK ini tidak berarti kalau tidak ada isinya," ujar Prasetyadi.

Pelindo II juga berharap Pemda tidak mempersulit perizinan yang diajukan calon investor sehingga pelaku usaha tertarik masuk ke KEK. 

Pelindo II menyiapkan dana Rp500 miliar untuk pengembangan tahap awal KEK. BUMN operator pelabuhan itu sejauh ini belum memutuskan menggandeng pihak lain untuk membangun kawasan. Kendati demikian, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan investor lain.

Dia melanjutkan prospek KEK juga cerah sejalan dengan rencana kereta api trase Kota Padang-Pulau Baai sebagai kelanjutan trase Muara Enim-Kota Padang. Keberadaan moda transportasi itu akan menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung, termasuk mengalirkan komoditas asal tiga provinsi itu ke Pulau Baai.

Selain itu, instalasi karantina hewan akan dibangun di atas lahan 223,3 ha yang di dalamnya terdapat antara lain fasilitas disinfeksi dan timbangan mobil serta area kandang isolasi. Keberadaan instalasi karantina ini dapat menjadikan Pulau Baai sebagai salah satu pintu keluar dan masuk ternak dari dan ke Indonesia.(frj)

Rohidin Mersyah Buka Resmi Turnamen Futsal Piala Gubernur 2019






BENGKULU, SH -  Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA membuka secara resmi Turnamen Futsal Piala Gubernur Bersama Anggota Media Bengkulu Online (AMBO) Provinsi Bengkulu tahun 2019 bertempat di Gedung Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, Sawah Lebar, Kota Bengkulu, pada Senin (11/03/2019) lalu. Dalam kesempatan itu, Beliau menekankan kepada peserta untuk menjaga Sportivitas.
               Selain Gubernur, tampak hadir Kapolda Bengkulu Brigjen. Pol. Drs. Supratman, Danrem 041 Gamas Kolonel Inf. Dwi Wahyudi, Palaksa Lanal Bengkulu Mayor Rayindra, Mantan Wakil Gubernur Bengkulu Periode 2013-2015 Sultan Baktiar Najamudin, Ketua AMBO Provinsi Bengkulu Aurego Jaya, Unsur FKPD, OPD, Instansi Vertikal serta Peserta TFPG 2019.
               Rohidin mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh AMBO Provinsi Bengkulu dan berharap dari Turnamen ini dapat membangkitkan semangat warga Kota Bengkulu terkhusus Pemuda untuk menyambut Porwil 2019 yang nantinya akan dipusatkan di Bengkulu. Turnamen Futsal Piala Gubernur bersama AMBO Provinsi Bengkulu tahun 2019 ini dibuka secara simbolis oleh Gubernur Bengkulu dengan menendang bola pertama ke gawang.

               "Ini kegiatan Olahraga perdana teman-teman AMBO saya sangat apresiasi, saya harap dari pertandingan ini dapat melahirkan dan membangkitkan semangat Provinsi Bengkulu menyambut Porwil 2019, kebetulan kita ditunjuk sebagai tuan rumah. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan sponsor yang telah bersinergi sebaik mungkin untuk menyelenggarakan kegiatan ini, saya juga meminta kepada Peserta agar bermaim sehat, sportif dan profesional," ujarnya.

               Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua AMBO Provinsi Bengkulu, Aurego Jaya mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang telah meluangkan untuk menghadiri pembukaan Turnamen Futsal Piala Gubernur bersama AMBO Provinsi Bengkulu tahun 2019.  

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Kapolda, Danrem dan tamu undangan yang lain yang telah menghadiri acara pembukaan Turnamen Futsal Piala Gubernur bersama AMBO Provinsi Bengkulu tahun 2019. Saya mohon maaf jikalau masih terdapat kekurangan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada sponsor yang turut mendukung acara ini, sementara itu kepada peserta saya mengucapkan selamat bertanding dan jujung tinggi Sportivitas," tutupnya.(zul)

Kisruh PT BMQ Berlanjut, Mediasi Pemkab Benteng Gagal Total








 
Ilustrasi (doc:net)

BENGKULU TENGAH, SH Upaya mediasi yang dilakukan Pemkab Benteng Senin (11/3) lalu, terkait kisruh kepemilikan tambang batu bara PT Bara Mega Quantum (BMQ) berakhir deadlock, tanpa hasil. Apalagi pihak yang bertikai tidak hadir dalam mediasi itu. Kubu PT BMQ yang hadir, hanya dari pihak Nurul Awaliyah. Sedangkan kubu Dinmar Najamudin memilih absen atau tidak memenuhi undangan Pemkab Benteng tersebut. Dari keterangan Plt. Sekda Benteng, Edy Hermansyah PhD, kubu Dinmar tidak hadir dengan alasan ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan.
Bupati Benteng Dr. H. Ferry Ramli SH, MH memimpin langsung mediasi itu berharap ada penyelesaian yang baik. Sebab lokasi tambang yang berkonflik itu ada di wilayah yang dipimpinnya. “Kami menghindari terjadinya keributan di wilayah Benteng,” jelas Ferry.
Hadir juga dalam mediasi tersebut, Kapolres BU AKBP Ariealdi Warganegara SH, S.IK, MM, Dandim 0407 Letkol Yose Rizal Sa’ad, Pabung Polres Benteng, Kompol Abdu Arbain SH,  perwakilan Pengadilan Argamakmur dan juga perwakilan Kejaksaan negeri (Kejari) Argamakmur.
Hal yang sama juga diharapkan Kapolres BU AKBP Ariealdi Warganegara SH, S.IK, MM. Mereka berharap kerjasama dari semua pihak untuk meredam gejolak. Karena saat ini bertepatan dengan tahun politik. Permasalahan tersebut diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Semua persoalan jika dibicarakan akan bisa diselesaikan,” katanya.
Pengacara Kubu Nurul Awaliyah, Supriadi saat dikonfirmasi menjelaskan sebenarnya permasalahan ini bisa diselesaikan. Apalagi semua sudah jelas, ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang berarti putusan tertinggi atas semua putusan pengadilan di Republik ini. Namun, saat ini terkesan ada pembiaran aktifitas pertambangan yang dilakukan pihak yang tidak berhak memiliki tambang itu berdasarkan putusan MA. “Sudah bisa dilihat, dan bisa ditelusuri jika memang mau melaksanakan putusan MA tersebut,” jelasnya.
Sementara, Branch Manager PT BMQ, Eka Nurdiyanti menjelaskan pihaknya selama ini menuruti proses hukum yang berlaku. Mulai dari proses persidangan dipengadilan hingga keluarnya putusan MA. Mereka juga tidak menambang. Namun, sangat disayangkan pihak lain justru tetap melakukan penambangan.
Upaya mediasi yang digagas Pemkab Benteng sangat baik, namun sangnya kubu lawannya tidak hadir. Apapun hasil yang dicapai dalam mediasi kemarin, belum bisa menyelesaikan kisruh terkait kepemilikan tambang yang sah. Eka memastikan mereka tetap mengikuti aturan berlaku. Namun, pihaknya juga berharap pihak terkait terkait juga bisa mengikuti aturan. Seperti kubu lawan yang tidak diperbolehkan melakukan aktifitas penambangan karena sudah jelas ada putusan MA.
“Putusan MA tersebut menggugurkan putusan atau apapun yang terkait BMQ yang diterbitkan sebelumnya,” katanya.
// Managemen BMQ Usulkan KTT Baru

DEADLOCK : Mediasi yang digagas oleh Pemkab Benteng Senin (11/3) dengan mengudang PT BMQ terkait kisruh kepemilikan tambang berakhir tanpa keputusan apa-apa

Sementara itu, diketahui operasional tambang batu bara PT Bara Mega Quantum (BMQ) saat ini akhirnya diliburkan setelah adanya surat dari ESDM Provinsi Bengkulu terkait beberapa syarat kegiatan yang tidak dilengkapi. Terkait hal ini, Brach Manager PT BMQ, Eka Nurdiyanti mengaku pihak pengelola sebelumnya memang tidak memiliki syarat seperti Kepala Teknik Tambang (KTT).
Dan informasi yang didapatkan, pasca mediasi yang dilakukan di Pemkab Benteng, kegiatan operasional dihentikan oleh pihak yang dinyatakan tidak berhak melalui putusan Mahkamah Agung (MA). “Kami saat ini mengusulkan untuk penerbitan KTT yang baru sesuai putusan MK,” jelas Eka.
Eka mengaku, setelah kegiatan tambang dihentikan, pihaknya dalam waktu dekat akan masuk kelokasi tambang dan akan memulai beberapa proses untuk kegiatan tambang. Karena, pihak yang mebngelola sebelumnya sudah meninggalkan tambang pasca dialog dua hari lalu. Namun, untuk operasional ekspolitasi tambang, diakui Eka belum akan dilakukan. “Kami bisa mulai dengan mendirikan camp baru untuk karyawan,” jelasnya.
Di samping itu, Eka juga mengaku pihaknya akan memasukkan alat berat untuk operasional tambang yang juga akan berbarengan dengan pendirian Camp karyawan.
Sementara itu, Kadis EDM Provinsi Bengkulu, Ahyan Endu saat dikonfirmasi mengaku untuk usulan KTT tambang tersebut ada di bidang Minerba pada ESDM provinsi. “Untuk lengkapnya di bagian Minerba tersebut,” katanya.
Ahyan juga belum bisa berkomentar banyak, karena masih dalam proses dilakukan oleh bawahannya terkait usulan KTT yang baru oleh pihak yang dimenangkan melalui putusan MA.(***)