Minggu, 24 Juni 2018

RR Bantah Isu Soal Adanya Mafia Proyek Di Diknas Provinsi Bengkulu


KOSONG : Suasana Parkiran Dinas Pendidikan  Provinsi Bengkulu sepi dan lengang dari hiruk pikuk pegawai di hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri.(Doc:Pau/SH)

BENGKULU, SH – Isu panas terkait adanya mafia proyek yang melanda Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu ternyata ditanggapi dingin oleh oknum yang bersangkutan. Ditemui awak media SH di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu, RR membantah sekaligus tetap bungkam soal keterlibatan dirinya dalam praktik ‘mafia’ proyek tersebut.

Menurutnya, semuanya adalah hanya isu dan tidak benar. Alih-alih memberikan fakta yang sebenarnya, RR malah bungkam dan mengatakan bahwa bukan kapasitasnya untuk memberikan klarifikasi maupun data yang sebenarnya melainkan Kepala dinas terkait, yaitu Budiman Ismaun yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Walikota Bengkulu.

“Tidak benar itu, hanya isu saja. Lebih baik konfirmasi langsung sama pak Kadis untuk memperoleh data yang sebenarnya,” ujar RR sembari meninggalkan pergi awak SH yang sedang mewawancarainya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, isu panas soal adanya mafia proyek di Diknas Provinsi Bengkulu sudah lama tercium oleh media, namun hingga kini belum ada pihak-pihak terkait yang berani untuk memberikan keterangan lengkap seputar hal ini. Selain itu, oknum pegawai Diknas terkait sangat susah untuk ditemui.
Suasana di ruangan Setap Seketaris Pendidikan Provinsi Bengkulu jelas tampak kosong. pukul:10:46 wib.(pau)

Suasana di ruangan Sekretaris Pendidikan Provinsi Bengkulu jelas tampak kosong, pukul:10:46 wib.(pau)

Untuk diketahui sebelumnya, bertemunya awak SH dengan RR beberapa waktu lalu, juga bukanlah sebuah yang direncanakan, akan tetapi suatu kebetulan. Karena beberapa kali ketika hendak ditemui maupun diwawancarai di ruang kerjanya, yang bersangkutan selalu menghindar dan tidak pernah berada di tempat. Diduga, ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di dalam kasus ini terkait proyek-proyek pengadaan yang ada di Dinas Pendidikan Naional Provinsi Bengkulu dan terindikasi merupakan sebuah tindakan korupsi maupun penyalahgunaan wewenang serta anggaran oleh oknum-oknum terkait.(pau)

DPD KNPI Dukung Kongres Pemuda di Aceh



BENGKULU, SH – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bengkulu mendukung penuh rencana DPP KNPI untuk menggelar Kongres Pemuda yang akan diselenggarakan di Provinsi Nanggro Aceh Darusalam (NAD) pada 28 Oktober mendatang.

Ketua DPD KNPI Provinsi Bengkulu, Febri Yurdiman, SE mengatakan, ditetapkannya Provinsi NAD sebagai tuan rumah Kongres Pemuda merupakan kesepakatan dalam Kongres yang diselenggarakan pada 2015 di Papua. Selain itu, kata Febri, dalam Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) DPP KNPI yang diselenggarakan pada 4-5 Juni lalu di Jakarta dan Banten juga mengukuhkan Provinsi NAD sebagai tuan rumah Kongres Pemuda.

 “Jadi dalam Rapimpurnas kemarin itu kita tetap mengacu pada hasil Kongres Papua yang juga menyepakati Kongres selanjutnya diselenggarakan di Aceh. Hal ini membuktikan bahwa DPP KNPI dibawah Ketua Umum Fahd Elfouz Arafiq tetap konsisten memegang kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya,” ucap Febri, Minggu (10/6) kemarin.

Febri menambahkan, Kongres Pemuda yang akan digelar di Provinsi NAD nantinya bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yaitu pada 28 Oktober. Hal ini, sambung Febri, akan memberikan energi positif bagi internal KNPI sendiri untuk menunjukkan pada masyarakat Indonesia bahwa KNPI merupakan wadah berhimpunnya para pemuda Indonesia. Selain itu, Kongres Pemuda nanti merupakan momentum untuk pemuda Indonesia merefleksikan kembali komitmen kebangsaan ditengah carut marutnya isu perpecahan ditengah masyarakat.

“Kongres nanti kita mengusung semangat persatuan. Temanya Kongres Pemuda Indonesia Satu. Jadi tidak ada KNPI lain selain KNPI dibawah kepemimpinan Ketua Umum kami bang Fahd. Jadi kalau ditanya apakah kongres nanti merupakan penyatuan itu saya pikir keliru. Karena selama ini KNPI itu hanya satu,” papar Febri.

Disisi lain, Sekretaris KNPI Provinsi Bengkulu, Carminanda mengatakan, selain menetapkan tuan rumah Kongres, Rapimpurnas juga menetapkan 11 orang bakal calon Ketua Umum DPP KNPI yang akan dipilih dalam kongres. Kesebelas calon Ketua Umum tersebut terdiri dari unsur DPP KNPI dan ada juga DPD KNPI. Salah satunya adalah Bendahara DPP KNPI, Yamitema Tirtajaya Laoly yang juga anak dari Menteri Hukum dan Ham Yasona Laoly, Deftri Tjahjo Kumolo Ketua DPP KNPI dan Ahmad Fauzan Ketua DPP KNPI.

“Dalam Rapimpurnas kemarin itu ada 11 nama yang menyatakan siap untuk maju sebagai bakal calon Ketum DPP KNPI. Kondisi saat ini masih sangat cair sehingga kita belum bisa menyebut siapa yang kuat. Yang jelas semua yang maju tersebut punya niat baik untuk memajukan organisasi dan kita hargai itu,” tutup Carminanda. (frj)



DiKeluhkan Warga, Plt Gub Perintahkan PUPR Perbaiki Jalan


Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menjawab pertanyaan jurnalis.

BENGKULU, SH – Aksi perbaikan lubang jalan oleh Febri Ardiyanto, warga Jalan WR Suprtaman Kelurahan Bentiring RT 9 RW 3 Kota Bengkulu yang berinisiatif menutup lubang jalan menggunakan dana pribadi langsung direspon baik oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta kepada dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu dan Balai Satker II Bina Marga wilayah Bengkulu untuk segera melakukan perbaikan jalan Provinsi yang berlubang, khususnya yang ada di perkotaan Bengkulu.

“Saya sudah minta kepada Dinas PUPR Provinsi dan Balai Bina Marga Wilayah Bengkulu agar sesegera mungkin menampal seluruh lubang jalan yang merupakan kewenangan Provinsi Bengkulu. Khususnya yang ada di tengah kota, pusat pemerintahan dan lokasi wisata,” tegas Rohidin Mersyah usai Pers Release di Kantor Gubernur Bengkulu.

Dikatakan Rohidin, kondisi infrastruktur sangat berpengaruh terhadap sejumlah program unggulan Provinsi Bengkulu. Diantaranya pengembangan objek wisata dan pengembangan investasi di provinsi Bengkulu.

“Penambalan lubang jalan sudah mulai dilakukan. Bahkan tahun ini perbaikan dilakukan lebih awal jika dibandingkan tahun sebelumnya. Jalan tersebut masuk dalam jadwal perbaikan. Hanya tinggal menunggu konkrit jadwal para petugas saja karena masih melakukan perbaikan di ruas jalan yang lain,” ujar Rohidin.

Sebelumnya dilansir, lantaran sering terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan WR Supratman Kota Bengkulu tepatnya di pertigaan antara Jalan Perumahan Villa Raya akibat banyaknya lubang jalan berukuran besar membuat salah satu warga bernama Febri Ardiyanto, berinisiatif menutup lubang yang cukup lebar dan dalam tersebut dengan menggunakan dana pribadi.(frj)

Perkuat Silaturahmi, Pemprov Gelar Halal Bihalal Akbar


// Diwarnai Tausiyah Ustad Ahmad Farhan

BENGKULU, SH - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Halal Bihalal dalam rangka memperkuat silaturahmi seluruh jajaran di pemerintahan Provinsi Bengkulu serta seluruh lapisan masyarakat yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Kamis pagi (21/6/18). Pelaksana Tugas Gubernur, Rohidin Mersyah mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menjalin silaturahmi terhadap semua unsur Bupati/ Walikota dan seluruh Forkopimda dilingkup Pemerintahan Provinsi Bengkulu.

Turut hadir dalam acara itu anggota DPR RI Dapil Bengkulu Elpa Hartati, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri, Gubernur Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia Saputra, Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung, Bupati/Walikota se-Provinsi Bengkulu, Unsur FKPD se-Provinsi Bengkulu, serta ASN di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu serta Ustad Ahmad Farhan selaku pemberi tausiyah.

            Dalam sambutannya, Plt Gubernur, Rohidin Mersyah, menjelaskan bahwa rangkaian acara tersebut merupakan lanjutan dari Open House yang digelar di Rumah Gubernur Bengkulu beberapa waktu lalu. "Ini mempertemukan simpul elemen Provinsi Bengkulu, kita menghadirkan masyarakat dan jajaran pemerintahan dari berbagai elemen. Atas nama pemerintah saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Minal Aidzin Walfazin,”singkatnya. Rohidin menambahkan, diusia Provinsi Bengkulu yang memasuki usia emas pada tahun 2018 ini, ia berharap agat bisa menjadi lebih baik lagi dengan harapan seluruh jajaran pemerintahan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam membangun daerah secara bersama-sama dengan memanfaatkan suasana lebaran ini sebagai awal mempersatukan daerah Provinsi Bengkulu.

“Usia Bengkulu ini sudah memasuki usia emas pada tahun ini, banyak sekali yang harus kita kerjakan secara bersama dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan secara bersama dan saya yakin dengan kebersamaan kita akan mampu membangun daerah ini dan kita manfaatkan suasana lebaran ini sebagai awal untuk mempersatukan tekad untuk bangun Provinsi Bengkulu,” ungkap Rohidin.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ikhsan Fajri mewakili unsur Forkopimda saat menyampaikan sambutannya mengimbau untuk meningkatkan kekompakan dalam membangun Provinsi Bengkulu. “Dengan begini saya yakin dan percaya bahwa kawan-kawan bisa menerima masyarakat untuk mengunjungi dan bersilaturahmi di rumahnya masing-masing. Mari kita manfaatkan acara halalbihalal ini untuk saling memaafkan, saya juga menghimbau kita bangun kekompakan, sinergitas, di lingkup provinsi maupun kabupaten kota sehingga provinsi kita bisa jauh lebih maju dari sekarang,” tutup Ikhsan.(frj)


Percepat Pengembangan Wisata Bahari


Objek wisata pantai panjang Bengkulu

BENGKULU, SH – Bengkulu mempunyai alam dan budaya yang sangat mendukung sebagai destinasi wisata nasional dan internasional, namun semua potensi yang ada tersebut harus didukung seluruh masyarakat. Sikap yang ramah terhadap wisatawan dan prilaku sadar wisata menjadi kunci dalam mensukseskan Visit Bengkulu 2020.

Hal tersebut disampaikan Plt. Gubernur Rohidin Mersyah saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional bertema Strategi Pengembangan Pariwisata Kelautan untuk Mewujudkan Visit Bengkulu 2020.

“Bengkulu punya bukit, laut, danau, sungai untuk arung jeram, air terjun, lengkap dari sisi topography wilayah untuk sebuah destinasi wisata, namun hal ini harus dikemas dan dipromosi dengan baik,” kata Rohidin.

Lanjut Rohidin, ada beberapa point nilai sadar wisata yang harus dimiliki masyarakat untuk mendukung Bengkulu sebagai destinasi wisata. Sikap ramah terhadap wisatawan harus dibudayakan di masyarakat agar para wisatawan mempunyai kesan yang baik terhadap Bengkulu. Kebersihan lingkungan dan kuliner juga menjadi kunci, selain itu suasana tertib dan nyaman serta aman membuat para wisatawan betah untuk berwisata ke Bengkulu.

Seminar yang diikuti oleh puluhan mahasiswa, dinas instansi terkait dan para pelaku usaha di bidang pariwisata ini, menghadirkan 5 orang narasumber, Wisnu Sriwijaya dari Kementerian Pariwisata, Laksma TNI M. M Faisal Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Menham, Wina Bojonegoro pelaku usaha wisata, Sahat Marulitua Situmorang Kepala Bappeda Bengkulu Utara dan Lizar Alfansi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIB.

Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Menham yang juga Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari M Faisal mengatakan, untuk mengembangkan wisata kelautan pemerintah daerah harus bekerja pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pariwisata dan kementerian terkait lainnya dalam menyelenggarakan event event yanag akan menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Salah satu startegi yang perlu kita songsong dalam rangka menghadapi Visit 2020 adalah mengikut sertakan Bengkulu dalam sail Indonesia,” ujar Faisal.

Jika disetujui kata Faisal, maka event Sail Enggano yang telah digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu penyelenggraannya akan dilakukan oleh pemerintah pusat sehingga persiapan dalam menghadapi event tersebut seperti infrastruktur dan sarana pendukung akan dibangun melalui dana pusat.

Sementara itu, Wisnu Wijaya dari Kementerian Pariwisata menuturkan, Konsep wisata bahari sendiri terbagi menjadi 3 hal yakni Ecotourism, Marine Tourism dan Adventure Tourism.

Dengan target wisatawan bahari sebanyak 4 juta turis mancanegara, maka saat ini ada tiga prioritas yang dilakukan pemerintah yaitu pengembangan cruise ships, pengembangan wisata yacht dan pengembangan wisata selam.

“Fokus utama dalam pengembangan wisata bahari ini adalah kesiapan mutu pelayanan wisata bahari dalam hal ini SDM yang ada serta fasilitas pendukung,” tutup Wisnu.(frj)

Rohidin: ASN Harus Netral Dalam Pilkada



Plt Gubernur Bengkulu, H.  Rohidin Mersyah

BENGKULU, SH – Budiman Ismaun, Penjabat Walikota Bengkulu diminta untuk menjaga penuh netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Pemerintah Daerah Kota Bengkulu agar tidak terlibat praktek politik praktis dalam menjalani tahun politik pemilihan walikota Bengkulu 2018 ini. Bahkan, Budiman diminta tegas dalam hal pemberian sanksi kepada ASN yang terbukti terlibat. “Sebagai Penjabat, Pak Budiman tidak hanya harus tetap fokus dalam pembangunan. Melainkan, harus sangat teliti dalam menjaga netralitas jajarannya agar tidak terlibat politik praktis jelang Pilwakot ini,” tegas Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Tak hanya itu, sambung Rohidin, sebagai pengemban tugas pejabat Walikota Bengkulu, Budiman juga harus mampu secara maksimal dalam memfasilitasi penyelenggaraan Pilwakot agar berjalan dengan aman dan tertib. Sehingga, unsur Demokratis dalam pemilihan Kepala Daerah ini tercapai dengan maksimal. “Fasilitasi penyelenggaraan Pilwakot agar berjalan aman dan kondusif. Pererat koordinasi antar unsur FKPD untuk menciptakan kondisi tersebut,” tegas Rohidin.

Sebagaimana diketahui, Budiman Ismaun resmi dilantik sebagai pejabat Walikota Bengkulu oleh Plt Gubernur Bengkulu, Senin (22/1). Budiman menjalankan dua fungsi birokrasi lantaran Budiman juga mengemban amanah tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu. “Untuk tugas saya selaku Kadis Pendidikan akan tetap saya jalankan sendiri karena saya yakin bisa maksimal menjalankan dua fungsi jabatan birokrasi ini,” singkat Budiman. 

// Tahun Politik, Satpol PP, Satlinmas dan Damkar Diminta Tingkatkan Kesiagaan


Disamping meminta ASN agar netral, Rohidin juga menghimbau bahwa di tahun politik 2018, khusunya kepada para Satpol PP, Satlinmas dan Damkar harus lebih siaga dalam mengawal proses Pilwakot. Sebagai perangkat daerah, ketiga satuan ini jelas akan ikut terlibat langsung mengawal pesta demokrasi, terutama Pilkada. Tujuannya, untuk memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga.

“Sesuai aturan dan ketentuan yang ada, ketiga satuan ini mempunyai tugas pokok antara lain, membantu menjaga ketenteraman penyelenggaraan pemilu dan Pilkada baik sebelum, atau pada saat pemungutan maupun setelah pelaksanaan pemilihan,” kata Rohidin. Dilanjutkan Rohidin, ada tugas pokok lain yang harus dilaksanakan ketiga satuan tersebut yaitu ikut membantu dalam konteks tugas sosial. “Tentu di tahun politik ini, dinamika politik akan meningkat. Potensi gangguan keamanan juga akan ikut menguat. Saya minta agar dari sekarang, Satpol PP dan Satlinmas lebih meningkatkan upaya deteksi dininya. Sehingga potensi gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat bisa diantisipasi. Dengan begitu, masyarakat akan merasa terlindungi,” ujar Rohidin.

Dilain sisi, Rohidin juga mengingatkan agar Satpol PP dan Satlinmas dalam menjalankan tugasnya, harus tetap berpedoman pada aturan yang ada. Pedoman yang dimaksud, Peraturan Mendagri No. 54 tahun 2011 tentang Standar Operasional Prosedur Satpol PP. Sementara bagi Satlinmas, berpedoman pada Permendagri No. 10 tahun 2009 tentang Penugasan Satlinmas dalam Menangani Ketenteraman, Ketertiban dan Keamanan Penyelenggaraan Pemilu. “Saya meminta kepada gubernur agar mengkoordinasikan bupati/walikota di daerah masing masing untuk mengambil langkah-langkah antisipasi. Tingkatkan koordinasi, komunikasi dan sinergi dengan instansi terkait seperti KPUD, Bawaslu, TNI, Polri dan Kesbangpol lebih diintensifkan. Tentunya dengan mengutamakan kepentingan umum dan memperhatikan hirarki, ini adalah kuncinya,” tutup Rohidin.

// Ingatkan OPD Maksimal Bekerja Bangun Bengkulu
Pelaksana tugas (plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah juga meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Bengkulu beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar maksimal membantu kinerja Plt Gubernur untuk membangun Bengkulu ke depan. Caranya dengan cara memperkuat koordinasi antar OPD, memperkuat sinergisitas antar perangkat daerah. “Tahun lalu, APBD Rp. 3,4 triliun tidak berjalan sesuai rencana. Masih tersisa Rp 570 miliar anggaran yang tidak berjalan. Ini harus diubah. Jika terus terjadi akan berdampak besar ke masyarakat,” ujar Rohidin Mersyah. Tahun 2018, sambung Rohidin, perlu ada perbaikan dalam sistem kinerja ASN. Akselerasi percepatan pembangunan, tegas dia, harus memiliki progres agar pada akhir tahun memetik hasil. Hal ini menurutnya sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada rakyat. “Ekspektasi masyarakat kepada Pemerintah sangat besar untuk melihat kemajuan daerah. Mari kita bekerja sesuai sistem administrasi, dan bantu saya untuk membangun Bengkulu lebih baik lagi,” tekad Rohidin.(frj)

Kiat Jitu Agar Tetap Sehat dan Bugar Setelah Lebaran


            Fenomena jatuh sakit setelah lebaran tidak sedikit orang yang mengalami, padahal selama bulan Ramadan sehat-sehat saja dan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Dilansir dari KlikDokter, setidaknya ada tiga hal yang dapat menjelaskan mengapa fenomena tersebut terjadi, yakni:

– Pola makan tidak sehat
Selama berpuasa, tubuh akan berusaha menyesuaikan sehingga metabolisme akan diturunkan dibandingkan hari biasanya. Kondisi ini berlangsung selama 30 hari. Saat Lebaran, biasanya cenderung makan sepuasnya tanpa batasan, sehingga tubuh yang sudah beradaptasi menjadi “kewalahan” atau biasa disebut dengan overfeeding. Kondisi overfeeding ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dalam waktu singkat. Selain itu, makanan yang disajikan saat Lebaran umumnya cenderung tinggi kolesterol, bahkan camilannya pun tinggi gula dan garam. Sebut saja opor ayam, gulai sapi, hingga jenis kue kering seperti kastengel dan nastar. Menu makanan tersebut rentan menimbulkan masalah saluran pencernaan. Selain itu, saat Lebaran juga cenderung lebih sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Padahal, buah dan sayur penting untuk dikonsumsi setiap hari sebagai sumber vitamin dan mineral, termasuk antioksidan. Kekurangan buah dan sayur akan menyebabkan mudah terserang penyakit.

– Kurang istirahat
Sebelum Lebaran, pasti banyak yang melakukan perjalanan mudik. Tak dapat dimungkiri, perjalanan mudik pasti mengubah jadwal istirahat. Belum lagi saat tiba di kampung halaman, tentu tidak akan melewatkan waktu untuk bercengkerama dengan sanak saudara hingga kadang lupa waktu. Kondisi ini menyebabkan banyak orang jadi kurang tidur saat beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah Lebaran. Padahal, saat tidur sel-sel tubuh akan beregenerasi dan organ tubuh beristirahat. Kurang tidur akan menyebabkan badan jadi tidak segar dan bugar keesokan harinya, sehingga jadi mudah jatuh sakit.

– Kurang aktivitas fisik
Banyak orang tidak ingat atau justru malas berolahraga saat menjelang Lebaran atau beberapa hari setelah Lebaran. Akibatnya, aktivitas sehari-hari didominasi dengan duduk atau berbaring. Padahal, aktivitas fisik sangat penting dilakukan setiap hari demi menjaga kesehatan jantung dan aliran darah tetap lancar ke seluruh tubuh. Meski faktanya banyak orang yang justru jatuh sakit setelah Lebaran, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, antara lain ;

1. Perhatikan apa yang disantap
Bagaimanapun juga, Anda adalah apa yang Anda makan. Saat melihat banyak sajian khas Lebaran di meja makanan, jangan sampai kalap dan mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Pilihlah makanan yang sehat. Bukan berarti harus menghindari opor atau gulai, tapi ingatlah untuk mengonsumsinya dalam batas wajar dan selalu sertakan satu porsi sayur sebagai hidangan pendamping. Perbanyak juga konsumsi buah sebagai hidangan penutup untuk mencukupi kebutuhan serat dan vitamin.

2. Pilih satu saja jenis camilan untuk dikonsumsi
Saat disuguhkan beberapa jenis camilan, pilihlah satu jenis saja untuk dikonsumsi. Sedapat mungkin hindari camilan berbahan dasar cokelat atau keju yang tinggi kalori.

3. Pastikan mencukupi kebutuhan cairan
Jika sering kali merasa lapar, padahal sebenarnya sedang kekurangan cairan. Oleh karena itu, pastikan cukup minum air putih, yaitu setidaknya dua liter per hari.

4. Cukup istirahat.
Pastikan tidur setidaknya enam jam setiap malam. Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat agar kembali segar keesokan harinya.

5. Tetap beraktivitas fisik.
Hal ini mungkin terdengar klise, tetapi usahakan agar tetap aktif bergerak. Bila memungkinkan pergilah dengan berjalan kaki. Mari jadikan Lebaran sebagai motivasi lahirnya diri yang baru dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. 


// Jaga Berat Badan Setelah Lebaran
            Selain itu, setelah lebaran juga, hari libur pun masih panjang, membuat masih ingin bermalas-malasan di rumah atau pergi ke tempat-tempat wisata sambil mencicipi berbagai makanan. Hal ini juga akan membuat lupa untuk berolahraga. Sehingga, kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dikeluarkan. Untuk tetap menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran, kuncinya adalah kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Seperti  tips yang dilansir dari Hello Sehat berikut ini ;

1. Kenali rasa kenyang, makan secukupnya
Berhenti makan sebelum kenyang. Jangan membuat diri terlalu penuh, ini akan membuat diri menjadi malas bergerak. Sebaiknya, makan dengan kesadaran penuh dan tanpa gangguan agar bisa merasakan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sambil melakukan hal lain cenderung akan makan berlebihan. Karena mereka kurang mampu mengetahui kapan tubuh memberi sinyal kenyang. Sebaliknya, makan dengan perlahan dan tanpa gangguan dapat membantu mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga mengonsumsi kalori lebih sedikit. Kenali juga rasa lapar dengan baik. Pastikan benar-benar lapar bukan hanya lapar palsu, sebelum mengambil makanan. Coba minum satu gelas air terlebih dahulu dan tunggu setidaknya 20 menit untuk mengetahui benar-benar lapar atau tidak.

2. Jaga pola makan
Walaupun sedang Lebaran, bukan berarti bisa sangat bebas untuk makan apa saja yang diinginkan. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan porsi makan, jangan terlalu berlebihan. Mungkin bisa memakai piring kecil untuk membatasi porsi makan. Perhatikan juga jenis makanan yang dimakan. Saat Lebaran, cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan makanan berserat. Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang dimakan. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan buah di hari Lebaran, karena serat yang terkandung di dalamnya dapat mencegah dari kenaikan berat badan. Tak hanya makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang dikonsumsi saat Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup manis saat Lebaran tanpa disadari dapat menyumbang kalori lebih ke tubuh. Biasanya tidak memerhatikan sudah berapa kue yang dimakan dan sudah berapa gelas sirup yang diminum. Hati-hati!

3. Tidur cukup, kontrol stres, dan tetap berolahraga
Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting untuk tetap mendapatkan tidur yang cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran. Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres, yang kemudian juga mengakibatkan berat badan naik. Sebaiknya lakukan hal menyenangkan untuk menghindari stres saat hari libur. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres, salah satunya adalah olahraga. Selain untuk mencegah stres, olahraga di hari libur Lebaran juga dilakukan untuk mengimbangi kalori yang masuk ke tubuh sehingga berat badan lebih bisa terkontrol. Hanya bersantai-santai di rumah, menonton televisi sambil ngemil kue Lebaran, tentu dapat membuat berat badan naik setelah Lebaran.(frj)

Detik-Detik Pilwalkot 2018, Pecahnya Perang Duo Srikandi


// David Suardi Tantang ESD Kontrak Politik  

 


BENGKULU, SH – Debat putaran ketiga kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023 berlangsung di Hotel Horizon Kamis malam (21/6/18) sekitar pukul 20.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh pasangan calon (Paslon) dengan formasi lengkap. Mulai dari paslon David-Baksir, Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi, serta Linda-Mirza. Termasuk paslon nomor urut 3, yang sebelumnya calon Wakil Walikota Dedi Wahyudi, pada dua debat sebelumnya bertarung sendirian kini sudah didampingi pasangannya Helmi hasan yang sudah kembali ke Bengkulu.

Debat terbuka yang menjadi pamungkas (terakhir – red) dan dimoderatori oleh presenter TV One, Suci Mentari ini berlangsung dinamis dan mengangkat tema tentang pemberantasan korupsi, narkoba, tenaga kerja, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, peranan perempuan, dengan materi menyelesaikan persoalan daerah. 

Di tiap sesi, masing-masing paslon diberi kesempatan memilih amplop yang disiapkan panitia yang berisi pertanyaan yang harus dijawab dengan durasi 60 detik. Setelah menjawab pertanyaan di dalam amplop tersebut, ketiga paslon lainnya di persilahkan menanggapi jawaban paslon secara bergiliran. Mayoritas pertanyaan yang didapat keempat paslon tersebut bersifat pendalaman visi dan misi tiap palson untuk membangun Bengkulu jika terpilih nantinya. Dengan fokus tiap paslon terlihat lancar menanggapi berbagai pertanyaan.

Pertanyaaan yang diajukan mulai dari bagaimana masing-masing calon menangani persoalan yang terjadi dan dikeluhkan masyarakat Kota Bengkulu saat ini. Mulai dari penanganan sampah, tindak kekerasan dan asusila terhadap anak dan perempuan, komitmen tidak dan serius menangani korupsi hingga ke perekrutan pegawai tanpa kolusi, nepotisme dan gratifikasi.

// Linda – ESD Saling Serang
            Hal yang menarik, kandidat Walikota nomor urut dua Erna Sari Dewi dan nomor urut empat Patriana Sosialinda terlihat saling melemparkan serangan ketika menyangkut topik pengelolaan pariwisata dan sampah. Dalam paparannya, Erna menyatakan bahwa pengelolaan pariwisata di Kota Bengkulu selama ini memprihatinkan. Menurutnya, Kota Bengkulu belum punya grand design pengelolaan pariwisata yang memadai.

Namun pernyataan itu sontak dibantah Linda, sapaan akrab Patriana Sosialinda. Menurutnya, grand design tersebut sudah ada namun tertunda karena masih menunggu penyelesaian administratif di tingkat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Perdebatan keduanya semakin panas ketika menyangkut persoalan sampah. Kata Linda, ia bersama Mirza yang menjadi pasangannya berkomitmen untuk menciptakan Zero TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau tidak ada sampah yang dibuang ke TPA sampah. Namun pernyataan itu langsung dijawab oleh Erna. Kata politisi Partai NasDem ini, ia selaku pimpinan DPRD Kota Bengkulu kemarin telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk mengelola sampah. “Zero TPA? Anda kemarin kemana saja. Anda kemarin bagian dari Pemerintahan,” ucap Erna yang mengarah kepada Linda.

// David Tantang Erna Kontrak Politik
Hal yang menarik lainnya dalam debat kali ini juga terlihat pada sesi keempat, paslon nomor urut satu David - Baksir menyampaikan telah menunjukkan komitmennya di bidang pemberantasan korupsi dengan membuat kontrak politik. David mengatakan korupsi di Bengkulu sudah sangat memprihatinkan, hal itu ditandai dengan maraknya pejabat yang ter OTT oleh KPK. Menurut David, stigma Bengkulu lubuk kecik buaya semua harus diubah menjadi lubuk besar tidak ada buayanya. "Kami akan mulai dari atas, apabila pemimpinnya tidak korupsi maka bawahannya akan ikut," pungkas David.

Bahkan Paslon nomor urut 1 itu ikut menantang paslon Erna Sari Dewi dan Ahmad Zarkasi untuk membuat kontrak politik yang menegaskan komitmen mereka di bidang pemberantasan korupsi. Menjawab tantangan paslon nomor urut 1, calon wakil walikota nomor urut 2 Ahmad Zarkasi menyampaikan akan mewujudkan Kota Bengkulu bebas korupsi dengan tidak akan melakukan korupsi dan membangun clean and good government. Clean government adalah pemerintahan yang bersih dan Good Governance adalah pemerintahan yang baik.   

Empat kandidat berfoto bersama usai debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023.

// 4 Paslon Berbeda Fokus Program Unggulan
            Dalam debat kali ini, tiap Paslon terlihat memiliki fokus yang berbeda-beda dalam program kerja unggulannya. Seperti contohnya, pasangan nomor urut satu, David-Bakhsir, mengungkapkan tentang strateginya dalam menangani perihal narkoba. Bakhsir menekankan tentang pencegahan dini. “Ada sosialisasi pencegahan dini anti narkoba, tapi anggarannya terbatas. Kita akan kerjasama dengan koran, media massa, agar sosialisasi ini tersosialisasikan secara massal. Sehingga semua masyarakat akan tahu tentang bahaya narkoba ini. Kami juga ada program pemeriksaan dini. Mulai dari walikotanya sampai ke tingkat bawah. Kalau sudah dicontohkan, maka masyarakat akan menilai ini. Dari kalangan lain kita harus bersinergi,” kata Bakhsir.

Calon nomor urut dua, Erna Sari Dewi lebih menjelaskan komitmennya tentang pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan, pasangannya akan memberantas korupsi dengan membangun sistem. “Komitmen kepala daerah yang terpenting. Kami tegaskan ingin membangun kota tanpa korupsi. Sejahterakan pegawainya dengan TPP, termasuk untuk guru dan tenaga honorer. Kemudian soal reformasi birokrasi. Kita harus ada rencana terpadu bersama pihak penegak hukum. Kewaspadaan dini. Semua harus bersinergi. Ini komitmen kami ke depan,” kata Erna Sari Dewi.

Sementara itu, berbeda dengan kandidat nomor urut tiga, Helmi Hasan-Dedi Wahyudi yang focus terhadap lingkungan dan menjelaskan bahwa Kota Bengkulu tidak bisa dibangun oleh Pemerintah sendiri, termasuk dalam mengelola lingkungan yang sehat. Menurut Helmi, Pemerintah dapat berhasil bila mendapatkan dukungan rakyat.

“Selama lima tahun kemarin, kita sudah melibatkan masyarakat dalam setiap pembangunan, baik dari kebersihan dan keamanan lingkungan,” ujarnya. Ditambahkan oleh Dedy Wahyudi, pasangan Helmi, pembangunan berwawasan lingkungan sebenarnya sudah menjadi kesepakatan global. “Kalau kita bangun kawasan di bawah lereng, kita harus pastikan tidak ada longsor. Kalau industri, kita lihat amdalnya, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Di Bengkulu sudah ada beberapa hotel yang akan terbangun. Semua kita cek apakah ramah lingkungan atau tidak. Semua harus terjaga dengan baik,” paparnya.

Sedangkan calon nomor urut empat Patriana Sosialinda lebih menekankan tentang penyelesaian sengketa lahan. Menurutnya, setiap persoalan konflik harus diselesaikan dengan duduk bersama. “Cara menyelesaikan setiap persoalan harus musyawarah mufakat. Kita tidak perlu kejam dengan anak-anak kita sendiri. Ini milik kita semua. Kita selesaikan persoalan dengan baik,” demikian Linda.

// Helmi – Linda Tebar Pesan Damai
            Antara pasangan nomor urut tiga Helmi-Dedy dan pasangan nomor empat Linda-Mirza sama-sama menyampaikan pesan persaudaraan. Pesan persaudaraan ini keluar ketika masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk saling bertanya dan memberikan jawaban. Dalam sesi keempat ini, Patriana Sosialinda menyampaikan pesan ajakan untuk menjadikan momen pemilihan walikota (pilwakot) ini untuk sama-sama menebar kebaikan terhadap sesama.

“Kita tauladan, kita pimpinan, mudah-mudahan melalui proses Pilkada ini kita semakin maju, agar menjadi Bengkulu yang makmur,” ungkap Linda, sapaan akrabnya. Ketika diberikan kesempatan bertanya, Linda mengutarakan tentang program-program yang dahulu pernah ia laksanakan bersama Helmi Hasan yang menurutnya dikesankan oleh pihak-pihak tertentu sebagai prestasi satu orang.

Menjawab hal tersebut, Helmi menegaskan bahwa pekerjaan selama kurun lima waktu terakhir bukanlah dilakukan oleh satu dua orang semata. “Apa yang terjadi di Kota Bengkulu bukan karena Helmi Hasan. Semua karena Allah. Rumah sakit itu karena Allah. Bank Syariah yang siap berdiri karena Allah. Gaji honorer kita menjadi tinggi karena Allah. Jalan-jalan mulus karena Allah. Utang kita lunas karena Allah. Hilangkan ego dari diri kita,” jawab Helmi. Linda memberikan apresiasi atas jawaban Helmi tersebut. “Alhamdulillah akhirnya dijawab. Saya apresiasi kami bisa menjalankan tugas kami dengan baik,” tutur Linda.

Kemudian ketika diberikan kesempatan untuk kembali menjawab Helmi memaparkan, setiap masyarakat punya kontribusi terhadap Kota Bengkulu. “Menjadi pemimpin itu berat. Bukan sebuah kemuliaan, tapi adalah ujian. Ada hisabnya nanti. Dalam debat ini hilangkan kita paling hebat, paling benar, kita bisa berdiri disini karena Allah, kita bisa melihat karena Allah, bisa bicara karena Allah. Siapapun pemimpinnya, semoga dapat membawa Kota Bengkulu agar diridai oleh Allah,” ujar Helmi.

Dari pantauan awak media SH, meski berlangsung sengit dengan saling adu argumen dan kritik, suasana debat tetap tertib dan berlangsung damai. Hal ini tercipta berkat suasana damai yang tercipta di tiap pendukung paslon. Keempat paslon juga terlihat mengindahkan tata tertib debat kandidat yang telah dibacakan panitia sebelumnya dengan tidak rebutan menyampaikan argumennya. Debat tersebut disaksikan sekitar 100 orang lebih yang didominasi pendukung tiap Paslon dan awak media. Debat terakhir ini diharapkan menjadi pencerahan bagi masyarakat Bengkulu untuk menentukan pilihannya di Pemilihan Walikota Bengkulu 2018 pada Rabu, 27 Juni 2018.(Tim)

Benteng Segera Jadi Lautan Sampah


// Target Retribusi Rp 25 Juta per Tahun, Pemkab Tunggu ‘Iuran’ Warga Beli Truk dan Bak Sampah


SEMRAUT : Tumpukan sampah di jalan Bengkulu Tengah (doc:net)

BENGKULU TENGAH, SH - Jelang Idul Fitri 1438 Hijriah yang lalu, pemadangan tak mengenakkan sempat terlihat di jalur lintas Kota Bengkulu menuju Kabupaten Kepahiang, tepatnya di Desa Kembang Seri Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).
Pasalnya, tumpukan sampah yang berada di tepi jalan nasional tampa semakin menggunung.
Dilansir dari beberapa media online lokal, sejak seminggu yang lalu, tumpukan sampah belum juga diambil oleh truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Benteng.
“Sejak hari libur dimulai, rutinitas pengambilan sampah oleh truk kuning (truk pengangkut sampah,red) semakin jarang. Akibatnya, bau tak sedap semakin dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal tak jauh dari kawasan tersebut,” kata warga Desa Taba Pasemah, Hendra yang tinggal tak jauh dari tempat pembuangan sampah.
Selain menghilangkan kesan indah di Kabupaten Benteng, keberadaan sampah pada ruas jalan nasional itu juga mengganggu kenyamanan masyarakat. Terutama saat menjelang lebaran tahun 2018 ini.
“Tumpukan sampah ini berasal dari berbagai sisa-sisa atau buangan dari rumah tangga masyarakat. Karena itulah, bau busuk yang menyengat menjadi pemicu kedatangan lalat dalam jumlah yang banyak. Selain di tumpukan sampah, lalat juga menyebar ke pemukiman masyarakat,” bebernya.
Mendapati kondisi ini, Hendra mengharapkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis bisa mengambil sikap dan mengerahkan armada truk pengangkut sampah setiap hari selama libur panjang berlangsung.
“Saat libur panjang seperti inilah sampah rumah tangga semakin banyak. Sebab itulah, pengangkutan sampah dari bak penampungan ke tempat pembuangan akhir (TPA) sementara bisa lebih di intensifkan,” harap Hendra.
Sementara itu, Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kabupaten Benteng, H Pino Aspandi ST MSi hingga sore kemarin belum berhasil dikonfirmasi. Sehingga klarifikasi terkait berita ini belum berhasil didapati. 

// Target Retribusi Sampah Hanya Rp 25 Juta

            Diketahui sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ternyata menargetkan retribusi sampah pada tahun 2018 mencapai Rp 25 juta. Retrbusi ini diperoleh dari berbagai lokasi yang menjadi titik-titik pemungutan sampah.
“Seperti tahun sebelumnya, target retribusi sampah hanya ditetapkan sebesar Rp 25 juta,” kata Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah, H Pino Aspandi ST MSi.
Dikatakan Pino, capaian target diraih dengan memanfaatkan 1 (satu) unit truk pengangkut sampah. “Dengan memiliki 1 unit truk sampah, capaian retribusi belum bisa optimal,” imbuhhnya. Memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Fino mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini, DLH Kabupaten Bengkulu Tengah menganggarkan pengadaan 1 bak sampah.
“Selama ini, kami sering mendapat keluhan dari masyarakat mengenai adanya sampah yang berserakan di tengah jalan. Hal ini dikarenakan bak sampah yang ada sudah mulai keropos dan tak mampu menampung sampah dengan baik. Karena itulah, pengadaan bak sampah menjadi skala prioritas,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pino mengungkapkan bahwa, ada beberapa sumber retribusi yang selalu dipungut biaya setiap tahun. Diantaranya adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah serta pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Dikatakan Pino jika dalam satu tahun ada sejumlah objek retribusi sampah yang ditarik yakni OPD, RSUD, sekolah dan pasar tradisional. “Penyumbang retribusi terbesar adalah dari sektor pasar, terutama pada pasar di Kelurahan Taba Penanjung dan di Desa Taba Penanjung,” tandasnya.
Hanya saja, Pino mengungkapkan bahwa saat ini DLH juga memiliki pengeluaran yang cukup besar setiap tahun. Yakni, untuk biaya sewa lahan tempat pembuangan sampah (TPA) sementara. “Karena belum ada TPA, kami terpaksa menyewa lahan milik warga untuk dijadikan tempat pembuangan sampah sementara. Dalam setahun, sewa lahan mencapai Rp 15 juta,” bebernya.(tim)