Minggu, 30 Desember 2018

Serap Dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat



BENGKULU, SH – Achmad Tarmizi Gumay, SH,. MH, pada Jumat malam, (21/12/18)  menyambangi masyarakat disejumlah daerah pemilihan, salah satunya di desa Lubuk Resam Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam acara berbalut silaturahmi dengan adik sanak ini, dirinya berusaha dengan khidmat mendegarkan dan menerima berbagai masukan dan keluhan dari para konstituennya. Baik terkait pertanian, infrastruktur, kesehatan, kebudayaan hingga pendidikan. 

“Dari diskusi dan temu kagen ini, semua masukan kami tampung, akan kita perjuangkan melalui jalur legislatif sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi, Red) kami,” ujar pria putra asli Kedurang yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif  Provinsi Bengkulu itu.

 Pria kelahiran 5 April 1972 di desa Lubuk Resam, Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan ini berharap, apa yang dilakukannya bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Terutama, dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu dengan dua daerah pemilihan  yakni, Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan.  
“Karena kita bekerja adalah untuk masyarakat. Semua masukan, usulan dan permintaan kami tampung. Dan akan kami diskusikan dengan eksekutif agar dapat direalisasikan,” sambung Tarmizi. 
Dalam kesempatan itu, sedikitnya Tarmizi mengunjungi beberapa lokasi berbeda untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kunjungan silaturahminya ini, dirinya beserta rombongan disambut antusias masyarakat. Itu terbukti dari banyaknya masyarakat yang hadir. 
Ia mengajak, masyarakat dapat memilih dirinya sebagai calon wakil rakyat yang akan duduk di Provinsi Bengkulu melalui parpol Demokrat Nomor urut dua pada pemilu serentak 2019 dia dua daerah pemilihan. Sebagai putra daerah dirinya ingin mengabdikan dirinya untuk rakyat untuk mengabdi pada masyarakat dan daerah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam membangun daerah untuk dapat tumbuh berkembang dan maju.
“Di luar dugaan, banyak masyarakat yang berpartisiapsi,” pungkasnya.(**)
Diskusi dan mendegarkan aspirasi masyarakat di Bengkulu Selatan
Bercengkeramah sambil  menampung masukan seputar pemberdayaan masyarakat desa




Batu Akik di Bengkulu Kembali Booming


BENGKULU, SH - Latber Bengkulu Gemstone Competition kembali menggelar perlombaan batu akik dengan bermacam kelas yang di perlombakan. Bertempat di Kampung Pesisir Siantar Pantai Panjang, Sabtu (22/12) lalu, sebanyak 21 kelas di perlombakan. Di sesi pertama untuk kelas fosil sebanyak 40 peserta dan hampir 300 batu hadir dalam perlombaan tersebut. 

Diantaranya, 4 kelas kategori di perlombaan ajang tingkat nasional seperti fosil, sosok orang, gambar tampak samping, pemandang dan mistis. Tujuan digelar perlombaan tersebut, sebagai wadah tempat berkreatifitas bagi penggemar batu akik dan ajang pembelajaran untuk mengenal lebih dekat karakter apa saja batu yang di perlombakan dalam tingkat Nasional. “Kita mengadakan kontes perlombaan batu akik dari awal Januari tahun 2018 dan sudah 12 kali perlombaan,” ujar Ari Sandi.

Goboy sapaan akrabnya mengatakan, peningkatkan dari event pertama sampai hari ini sangat signifikan perkembangannya. Dari awal hanya 150 batu sampai melonjak 1.200 batu. “Awalnya ini hanya kelompok kecil untuk event kontes batu akik di Bengkulu rutin di adakan, lama kelamaan masyarakat tahu secara tidak langsung,” tambahnya. Masyarakat Bengkulu mulai kembali menggeluti dunia perbatuan batu unik tersebut. Sedangkan untuk penjualan harga batu akik sendiri pasca sempat tertidur panjang. “Tahun 2018 sudah mulai tinggi harga penjualannya. Batu fosil yang sekarang di cari oleh para pencinta batu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, batu Red Rafflesia harganya masih tinggi dipasaran untuk kontes perlombaan tapi sudah terkalahkan oleh fosil sosok orang, mistis, pemandangan alam, lukisan alam dan potret orang. “Harga fantastis terjual 85 juta batu akik fosil sosok mistis,” tutupnya. Tahun 2013 silam awal mula batu akik beredar di Bengkulu. Puncaknya, tahun 2015 batu akik menjadi primadona di kalangan masyarakat.

Harga yang ditawarkan sangat fantastis, bahkan investor ataupun pengoleksi batu akik rela gelontorkan sakunya dalam-dalam demi mendapatkan batu yang diinginkan. Namun sayangnya, seiring berjalan waktu batu akik mulai terlupakan dan perlahan hilang begitu saja setelah puncaknya pada tahun 2015 lalu. Tapi, perlahan demi perlahan batu akik mulai hidup kembali di Bengkulu. Berkat dukungan dari Pemerintah Provinsi maupun Kota mulai kembali memberi semangat baru. Sama halnya, membangunkan macan sedang tertidur pulas hampir beberapa tahun belakang.(frj)