// Proyek Pengadaan banyak
dikondisikan Oknum Diknas
Aksi Coret Seragam Masih Marak Dilakukan
Meski Telah Dilarang
BENGKULU, SH – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menilai pelayanan
pendidikan terhadap kepuasan konsumen di Provinsi Bengkulu ternyata masih
sangat rendah. Ini disampaikan Wakil Mendikbud RI Bidang Pendidikan Prof.
Dr. Ir. H. Musliar Kasim dihadapan seluruh pejabat bupati/walikota dan
kadispendik kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, beberapa waktu lalu di
Bengkulu.
“Pelayanan pendidikan terhadap kepuasan penggan di Bengkulu masih rendah. Ini hasil studi tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan secara nasional. Studi tingkat pelayanan pendidikan itu dibagi 2 yakni, internal dan eksternal. Provinsi Bengkulu ini dari segi kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan kalau tidak salah nomor 5 terbawah. Jadi masalah ini sangat perlu diperhatikan. Mudah-mudahan dengan RDP yang kita lakukan ini pelayanan itu bisa kita tingkatkan, ” katanya.
Dalam kesempatan ini juga Musliar Kasim mengingatkan, bahwa tidak ada negara atau daerah tanpa pendidikan yang bisa maju. Artinya jika ingin memajukan daerah, maka pendidikanlah yang utama dimajukan terlebih dahulu. Karena itu, kata dia, dia selalu mendorong Rektor Universitas Bengkulu untuk membuka fakultas kedokteran di Bengkulu.
“Tidak semua orang Bengkulu bisa diterima masuk di kedokteran yang masuk itupun melalui jalur undangan. Kedokteran ini diharapkan menjadi cikal bakal majunya pendidikan dan kesehatan di Bengkulu,” terangnya.
Selain itu, kata Musliar Kasim, tidak semua lulusan kedokteran yang telah lulus dari UI dan UGM yang mau ditugaskan di Bengkulu, kalau lulusan itu bukan orang Bengkulu. “Kalaupun ada pegawai tidak tetap (PTT) yang ditugaskan di Bengkulu, biasanya jika selesai PTT-nya. Mereka meminta izin untuk kembali ke tempat asal. Sebab itulah kenapa layanan kesehatan sangat erat dengan layanan pendidikan,” tambahnya.
Muslihar Kasim menambahkan, pendidikan juga sangat erat dengan pendapatan pertumbuhan ekonomi. Negara yang maju maka pertumbuhan pendidikannya juga maju. Lalu, lamanya pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan pribadi seseorang. “Pendapatan tamatan SMA dan tamatan D1 biasanya penghasilanya meningkat 7 persen atau 10 persen daripada mereka yang tidak bersekolah,” jelas Musliar.
Kualitas
Pendidikan SD juga Rendah
Sementara itu, mantan Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah saat itu mengatakan, perkembangan pendidikan di Bengkulu masih banyak kekurangannya. Contohnya di bidang PAUD. Anak usia sekolah dari 2-6 tahun di desa serapannya rendah, karena banyak orang tua yang belum mau menyekolahkan anaknya. Selain itu kualitas guru PAUD dan SD juga masih rendah.
Selain itu, yang sangat dirasakan saat ini adalah masalah moral. Berdasarkan hasil tes urine terhadap 13 sampling anak-anak usia sekolah di Kota Bengkulu, sudah banyak menggunakan narkoba jenis ganja. Kemudian di Lapas sebagian besar pengguna narkoba berusia di bawah 30 tahun. Lalu pergaulan bebas sesama pelajar dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua juga meningkat. “Dalam pertemuan ini, kami sangat mengharapkan bantuan Mendikbud dalam kucuran APBN baik DAK atau dekosentrasi untuk mengejar ketertinggalan kami di daerah,” harap Junaidi.
Ditambah lagi, masih bayak
pembangunan proyek yang dilakukan tidak merata hingga terkesan kurang maksimal
akibat banyaknya penyelewengan dana. Seperti yang dilakukan salah satu pejabat
di Diknas Provinsi Bengkulu berinisial R-R yang menjabat selaku kasih sarana
dan Prasarana SMK. Mulai dari kasus proyek yang dilidik Kejati Bengkulu
pengadaan pakaian Pramuka hingga proyek bantuan sepatu bagi siswa yag kurang mampu
di kota Bengkulu.
Isu penting yang akan dibahas melalui sidang-sidang komisi yang terdiri dari 4 komisi adalah tentang bagaimana meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan, bagaimana melakukan percepatan implementasi nilai nilai pendidikan karakter di sekolah, dan bagaimana mendorong peran berbagai pihak sehingga kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau Wajar 12 tahun dapat berhasil di Provinsi Bengkulu.(**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar