Senin, 21 Mei 2018

Pelayanan Pendidikan Di Bengkulu Urutan 5 Terbawah


// Proyek Pengadaan banyak dikondisikan Oknum Diknas
Aksi Coret Seragam Masih Marak Dilakukan Meski Telah Dilarang

BENGKULU, SH – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menilai pelayanan pendidikan terhadap kepuasan konsumen di Provinsi Bengkulu ternyata masih sangat rendah. Ini disampaikan Wakil Mendikbud RI Bidang Pendidikan  Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim dihadapan seluruh pejabat  bupati/walikota dan kadispendik kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, beberapa waktu lalu di Bengkulu.

“Pelayanan pendidikan  terhadap kepuasan penggan di Bengkulu masih rendah. Ini hasil studi   tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan secara nasional. Studi  tingkat pelayanan pendidikan itu dibagi 2 yakni, internal dan eksternal. Provinsi Bengkulu ini dari segi  kepuasan pelanggan terhadap layanan pendidikan  kalau tidak salah nomor 5 terbawah. Jadi masalah ini sangat perlu diperhatikan. Mudah-mudahan   dengan RDP  yang kita lakukan ini   pelayanan itu bisa kita tingkatkan, ” katanya.

Dalam kesempatan ini juga Musliar Kasim mengingatkan, bahwa  tidak ada negara atau daerah tanpa pendidikan yang bisa maju. Artinya  jika ingin memajukan daerah, maka pendidikanlah yang utama dimajukan terlebih dahulu.  Karena itu,  kata dia, dia selalu mendorong  Rektor Universitas Bengkulu untuk membuka fakultas kedokteran di Bengkulu.

“Tidak semua orang Bengkulu bisa diterima masuk di kedokteran yang masuk itupun melalui jalur undangan. Kedokteran ini  diharapkan menjadi cikal bakal majunya  pendidikan dan kesehatan di Bengkulu,” terangnya.

Selain itu, kata Musliar Kasim, tidak semua lulusan kedokteran yang telah lulus dari UI dan UGM yang mau ditugaskan di Bengkulu, kalau lulusan itu bukan orang Bengkulu. “Kalaupun ada pegawai tidak tetap (PTT) yang ditugaskan di Bengkulu, biasanya jika selesai PTT-nya. Mereka meminta izin untuk kembali ke tempat asal. Sebab itulah kenapa layanan kesehatan sangat erat dengan  layanan pendidikan,” tambahnya.

Muslihar Kasim menambahkan, pendidikan juga sangat erat dengan pendapatan pertumbuhan ekonomi. Negara yang maju maka pertumbuhan pendidikannya juga maju. Lalu, lamanya pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan pribadi seseorang. “Pendapatan tamatan SMA dan tamatan D1 biasanya penghasilanya meningkat 7 persen  atau 10 persen daripada  mereka yang tidak bersekolah,” jelas Musliar.
Kualitas Pendidikan SD juga Rendah

Sementara itu, mantan Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah saat itu mengatakan, perkembangan pendidikan  di Bengkulu masih banyak kekurangannya. Contohnya di bidang PAUD. Anak usia sekolah dari 2-6 tahun  di desa serapannya rendah, karena banyak orang tua  yang belum mau menyekolahkan anaknya. Selain itu  kualitas guru PAUD dan SD juga masih rendah.

Selain itu, yang sangat dirasakan saat ini adalah masalah moral. Berdasarkan hasil tes urine terhadap 13 sampling anak-anak usia sekolah di Kota Bengkulu, sudah banyak menggunakan narkoba jenis ganja. Kemudian di Lapas sebagian besar  pengguna narkoba berusia di bawah 30 tahun. Lalu pergaulan bebas sesama pelajar dan kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua juga meningkat. “Dalam  pertemuan ini, kami sangat mengharapkan bantuan Mendikbud dalam kucuran APBN baik DAK atau dekosentrasi untuk mengejar ketertinggalan kami di daerah,” harap Junaidi.

Ditambah lagi, masih bayak pembangunan proyek yang dilakukan tidak merata hingga terkesan kurang maksimal akibat banyaknya penyelewengan dana. Seperti yang dilakukan salah satu pejabat di Diknas Provinsi Bengkulu berinisial R-R yang menjabat selaku kasih sarana dan Prasarana SMK. Mulai dari kasus proyek yang dilidik Kejati Bengkulu pengadaan pakaian Pramuka hingga proyek bantuan sepatu bagi siswa yag kurang mampu di kota Bengkulu.

Isu penting yang akan dibahas melalui sidang-sidang komisi yang terdiri dari 4 komisi adalah tentang bagaimana meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan, bagaimana melakukan percepatan implementasi nilai nilai pendidikan karakter di sekolah, dan bagaimana mendorong peran berbagai pihak sehingga kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau Wajar 12 tahun dapat berhasil di Provinsi Bengkulu.(**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar