//
Pertamina Tambah Pasokan 3,6 Persen
General
Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto.
BENGKULU,
SH - PT Pertamina MOR II Sumbagsel memprediksi
adanya peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram saat Ramadan hingga Lebaran Idul
Fitri mendatang mencapai 11 persen. Untuk itu pihaknya akan menambah pasokan
3.6 persen untuk Juni 2018 mendatang dan naik dibanding bulan ini.
General Manager MOR II Sumbagsel, Erwin Hiswanto
mengungkapkan, jika dibandingkan dengan penyaluran saat lebaran tahun 2017
lalu, terdapat peningkatan penyaluran sebanyak 8 persen. Hal ini guna
mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat akan elpiji 3 kilogram.
"Kebutuhan elpiji 3 kg diprediksi cukup
meningkat sehingga penyalurannya juga akan ditingkatkan," ujar Erwin Rabu
pagi (23//185).
Selain itu, untuk Elpiji 12 Kg rencana penyaluran
pada Juni nanti diperkirakan menurun sebanyak 5 persen dibandingkan penyaluran
pada Mei ini, yang diakibatkan oleh libur Lebaran. Hanya saja, pihak Pertamina
tetap menyiapkan rencana penyaluran Elpiji 12 Kg sebanyak 3.526 Metrik Ton (MT)
serta varian Bright Gas 5.5 Kg sebanyak 347 MT.
"Untuk Bengkulu, penyaluran Elpiji 12 Kg
berkurang sekitar 4.91 persen jika dibandingkan dengan penyaluran pada
Mei," lanjut Erwin.
Lebih jauh dijelaskan Erwin, pihaknya juga telah
mempersiapkan lembaga penyalur di Bengkulu agar elpiji sendiri tersalur dengan
baik. Di Bengkulu sendiri terdapat 21 agen LPG 3 Kg, 481 pangkalan LPG 3 Kg
Siaga, dan 4 agen Elpiji 12 Kg.
"Kami juga sudah menyiagakan agen penyalur
elpiji di kota Bengkulu untuk penanganan distribusi elpiji agar memenuhi
kebutuhan masyarakat," sambung Erwin.
Terakhir Erwin berharap, seluruh inovasi pelayanan
dan distribusi energi yang dilakukan oleh Pertamina, dapat memberikan
kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan
hingga Idul Fitri nanti.
"Peningkatan konsumsi LPG biasanya terjadi di
dekat Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu kami sudah akan meningkatkan penyaluran
LPG agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Puasa dan merayakan Lebaran dengan
nyaman dan tenang," tutup Erwin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Darma SSos mengatakan, untuk
mengantisipasi lonjakan permintaan gas elpiji 3 kg, pihaknya telah mengusulkan
tambahan kuota gas 3 kg selama Ramadan sehingga permintaan dari konsumen rumah
tangga dapat diatasi.
"Kami harap tidak terjadi kelangkaan untuk gas
elpiji 3 kg selama ramadhan dan jelang lebaran," ujar Dewi.
Jika kuota tidak ditambah, dikhawatirkan stok di
pangkalan dan agen mengalami kelangkaan, sehingga harganya bisa naik di atas
harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yakni sebesar Rp. 16.000 per
tabung.
"Kami harap usulan tersebut bisa direalisasikan
segera agar tak terjadi kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga gas elpiji
3 kg yang akan memberatkan masyarakat," pungkas Dewi.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar