BENGKULU,
SH – Salah satu warga korban dampak PLTU PT TLB Darmawan
mengatakan, dirinya sangat menyesalkan sikap lamban dan terkesan tidak serius
dari Manager PT TLB Abu Bakar. Selasa pagi (03/04/19).
“Jujur
saya katakan disini bapak/ibu wartawan, kami sudah lama menggiring permasalahan
ini sejak Tahun 2017 silam. Namun hasilnya selalu lamban dan penuh dengan tanda
tanya,” ujar Darmawan merupakan pensiunan PNS warga Teluk Sepang.
Darmawan
menambahkan, perkebunan aset sawit merupakan sumber kehidupan baginya, istri
dan ke-enam karyawannya sekarang sudah tidak bisa berbuat banyak lantaran kebun
sawit yang seluas tiga hektar dengan populasi panen sawit pertahunnya empat ton
hancur bagai ditelan bumi akibat dampak semburan dahsyat PLTU PT TLB pimpinan
Managernya Abu Bakar.
“Kebun
sawit satu-satunya aset kami seluas 3 hektar dengan panen 4 ton pertahunnya
kini hanya tinggal cerita kenangan saja pak. Termasuk nasib anak, istri dan
ke-6 karyawan kami sampai pasa detik sekarang tidak bisa berbuat banyak alias
pengangguran. Justru itu, pada kesempatan mediasi terakhir pada Sabtu
lalu(9/3/19) yang difasilitasi pihak Polresta Bengkulu bisa tuntas dan clear,” tutupnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum
Kanopi Siap Kawal Kasus TLB Hingga Tuntas.Abu Bakar akan
berjanji menyelesaikan permasalahan warga dengan membayar semua ganti rugi
tanam tumbuh tersebut.
Dalam
hal ini, Kuasa Hukum Kanopi Saman Lating, SH pada Reportase Rakyat mengatakan,
berkomitmen untuk terus menggiring dan mengkawal permasalahan dihadapi
warga Teluk Sepang hingga tuntas.
“Kanopi
telah mengamanahkan hal ini semua pada saya selaku kuasa hukumnya. Tuntutan
kita tidak banyak. Yakni pihak TLB mau bayar atau tidak. Apapun terjadi,
mengkawal masyarakat Teluk Sepang hingga tuntas,” tutupnya.
// Generasi
Millenial Bengkulu Surati Capres-Cawapres RI
Fera
Narasanti salah seorangaktivis Mahasiswi UMB mengatakan, segenap anak muda
millenial Bengkulu menyurati kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil
Presiden (Cawapres) Indonesia yang akan memimpin pemerintahan periode 2019-2024
untuk mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai sumber utama kelistrikan
nasional dan menghentikan penggunaan energi fosil batu bara.Senin siang
(02/4/19).
“Kami
menuliskan aspirasi anak muda millenial untuk pembangunan energi masa depan
Indonesia agar segera meninggalkan energi kotor batu bara dan beralih ke energi
terbarukan,” ujarNarasati.
Fera
menambahkan, dirinya menuliskan surat karena keprihatinan agar mendesak
pemerintah menstop proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara
di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, padahal warga sekitar sudah menolak
keberadaan proyek itu karena khawatir dengan pencemaran udara akibat pembakaran
batu bara.
Menurut
Fera, pembangkit listrik dari energi terbarukan seperti matahari, angin dan air
sangat melimpah potensinya di Bengkulu sehingga pemerintah seharusnya memilih
pengembangan energi terbarukan dibanding mendatangkan investor untuk membangun
PLTU batu bara.
Sementara,
Juru Kampanye Energi aktivis Kanopi Bengkulu, Olan Sahayu mengatakan
penggalangan surat untuk kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil
Presiden (Cawapres) yang maju pada Pilpres 2019 didasari keprihatinan atas
regu
“Kami
menantang kedua capres untuk segera meninggalkan ketergantungan pada energi
batu bara dan mendorong pembangunan listrik bersih berkelanjutan,” ungkap Olan
sapaan aktivis perempuan Kanopi ini.
Terakhir,
Olan menjelaskan, surat yang ditulis para anak muda millenial Bengkulu akan
dikirimkan kepada tim pemenangan kedua kandidat capres-cawapres RI dan
selanjutnya akan dikumpulkan dengan kartu pos dari seluruh Indonesia yang
digalang 37 organisasi lingkungan hidup yang bergabung dalam gerakan #BersihkanIndonesia.(frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar