Potensi alam Kabupaten Bengkulu
Tengah yang masih perawan dan menyimpan misteri yang dipercaya masyarakat
BENGKULU, SH - Provinsi Bengkulu memiliki banyak
pesona alam. Selain Pantai Panjang yang menjadi ikon wisata Kota Bengkulu,
Kabupaten Bengkulu Tengah yang hanya berjarak beberapa kilometer saja juga
menyimpan potensi alam yang tidak kalah menarik.
Salah satunya adalah Air Pemandian Pengantin
yang terletak di Desa Bukit Kecamatan Talang Empat. Masyarakat setempat percaya
bahwa jika seseorang sulit mendapatkan pasangan hidup, silahkan mandi di
pemandian pengantin ini.
Sabirin, warga Bengkulu Tengah mengatakan,
selain enteng jodoh, mandi di air pemandian pengantin juga dipercaya memudahkan
pasangan baru menikah untuk mendapatkan keturunan. Sudah banyak orang datang ke
wilayah mereka untuk mencoba peruntungan.
"Semua atas izin Allah, sudah banyak
yang berhasil, boleh percaya boleh tidak," ujar Sabirin (13/5/18)
Bagi masyarakat sekitar, pasangan yang baru
melangsungkan pernikahan diarahkan untuk mandi di pemandian pengantin.
Tujuannya supaya jika memasuki masa mengandung anak, tidak mudah mengalami
keguguran.
Maryadi, petani desa setempat, mengaku pernah
bertemu sesosok pria mengenakan pakaian adat lengkap duduk bersila diatas batu
petak menghadap air pemandian. Saat itu dirinya sedang menuju kebun kopi yang
memang melintasi kawasan tersebut.
Sehari sebelumnya, Maryadi mengaku kencing di
hulu aliran air tanpa mengucap "maaf tabik nenek" atau permisi dalam
bahasa Bengkulu kepada leluhur
penunggu aliran air. Setelah melihat sosok penunggu tersebut, dia mengaku sakit
selama lebih dari satu minggu. Oleh "orang pintar" setempat dia
diwajibkan melakukan ritual potong ayam hitam dan berdoa minta maaf.
"Sosoknya seperti seorang pangeran,
hanya tampak dari belakang," tutup Maryadi.
Air Pemandian Pengantin yang menyimpan kisah
mistis dan masih dipercaya masyarakat sebagai pembawa berkah. Sejarah Air pemandian Pengantin, menurut Eka Nurmaeni,
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten
Bengkulu Tengah terbentuk oleh salah seorang pangeran sakti bernama Poyang
Biring Kecik.
Poyang ini
mencari tempat pemandian setelah bertarung dan berhasil membunuh seekor
"Gergagu" atau buaya berukuran besar. Senjata yang digunakan saat
bertarung melawan buaya tersebut ditancapkan ke tanah dan berhasil membentuk
lubang besar yang kemudian terisi dan dialiri air.
"Kesaktian
poyang biring kecik ini yang tertinggal melalui pusaka sakti yang ditancapkan
membentuk kolam pemandian," jelas Eka.
Sayangnya,
akses jalan menuju air pemandian tersebut belum dibuka. Masyarakat harus
berjalan kaki sejauh 150 meter dari lokasi memarkirkan kendaraan. Menurut Eka,
pihaknya sudah menerima usulan masyarakat, tetapi anggaran yang diusulkan masih
dalam tahap pembahasan oleh para pihak.
"Kita
coba masukkan usulan ini, semoga bisa disetujui," tutup Eka.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar