Senin, 21 Mei 2018

Mitos Enteng Jodoh Mandi Pagi di Pemandian Pengantin Bengkulu


Potensi alam Kabupaten Bengkulu Tengah yang masih perawan dan menyimpan misteri yang dipercaya masyarakat

BENGKULU, SH - Provinsi Bengkulu memiliki banyak pesona alam. Selain Pantai Panjang yang menjadi ikon wisata Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah yang hanya berjarak beberapa kilometer saja juga menyimpan potensi alam yang tidak kalah menarik.

Salah satunya adalah Air Pemandian Pengantin yang terletak di Desa Bukit Kecamatan Talang Empat. Masyarakat setempat percaya bahwa jika seseorang sulit mendapatkan pasangan hidup, silahkan mandi di pemandian pengantin ini.

Sabirin, warga Bengkulu Tengah mengatakan, selain enteng jodoh, mandi di air pemandian pengantin juga dipercaya memudahkan pasangan baru menikah untuk mendapatkan keturunan. Sudah banyak orang datang ke wilayah mereka untuk mencoba peruntungan.

"Semua atas izin Allah, sudah banyak yang berhasil, boleh percaya boleh tidak," ujar Sabirin (13/5/18)

Bagi masyarakat sekitar, pasangan yang baru melangsungkan pernikahan diarahkan untuk mandi di pemandian pengantin. Tujuannya supaya jika memasuki masa mengandung anak, tidak mudah mengalami keguguran.

Maryadi, petani desa setempat, mengaku pernah bertemu sesosok pria mengenakan pakaian adat lengkap duduk bersila diatas batu petak menghadap air pemandian. Saat itu dirinya sedang menuju kebun kopi yang memang melintasi kawasan tersebut.

Sehari sebelumnya, Maryadi mengaku kencing di hulu aliran air tanpa mengucap "maaf tabik nenek" atau permisi dalam bahasa Bengkulu kepada leluhur penunggu aliran air. Setelah melihat sosok penunggu tersebut, dia mengaku sakit selama lebih dari satu minggu. Oleh "orang pintar" setempat dia diwajibkan melakukan ritual potong ayam hitam dan berdoa minta maaf.

"Sosoknya seperti seorang pangeran, hanya tampak dari belakang," tutup Maryadi.

Air Pemandian Pengantin yang menyimpan kisah mistis dan masih dipercaya masyarakat sebagai pembawa berkah. Sejarah Air pemandian Pengantin, menurut Eka Nurmaeni, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah terbentuk oleh salah seorang pangeran sakti bernama Poyang Biring Kecik.

Poyang ini mencari tempat pemandian setelah bertarung dan berhasil membunuh seekor "Gergagu" atau buaya berukuran besar. Senjata yang digunakan saat bertarung melawan buaya tersebut ditancapkan ke tanah dan berhasil membentuk lubang besar yang kemudian terisi dan dialiri air.

"Kesaktian poyang biring kecik ini yang tertinggal melalui pusaka sakti yang ditancapkan membentuk kolam pemandian," jelas Eka.

Sayangnya, akses jalan menuju air pemandian tersebut belum dibuka. Masyarakat harus berjalan kaki sejauh 150 meter dari lokasi memarkirkan kendaraan. Menurut Eka, pihaknya sudah menerima usulan masyarakat, tetapi anggaran yang diusulkan masih dalam tahap pembahasan oleh para pihak.
"Kita coba masukkan usulan ini, semoga bisa disetujui," tutup Eka.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar