Aksi warga ini sempat menghebohkan warga net meskipun aksi serupa pernah dilakukan warga Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pose unik.
Aksi
tersebut sontak langsung direspon dengan gubernutr Bengkulu.Menurutnya,
kritikan itu dimaklumi walaupun jalan itu sudah masuk dalam agenda perbaikan Pemprov
Bengkulu tahun 2019 ini.
"Saya
memaklumi tuntutan masyarakat untuk mendapatkan infrastuktur yang bagus itu
sangat tinggi dan itu menjadi tanggung jawab kita,” ujar Rohidin.
Rohidin
menjelaskan, kerusakan jalan Provinsi di Kabupaten/Kota turut juga akan
dilakukan perbaikan. Bahkan, masih dalam proses tender.
"Itu
sudah dianggarkan dan sekarang sudah pada posisi lelang. Mudah-mudahan bulan
Mei nanti atau akhir april kalau sudah kontrak akan segera dibangun. Dalam satu
tahun bisa 20 sampai 30 ruas, tapi karena tersebar di 9 kabupaten/kota maka itu
tidak bisa tuntas dalam tahun yang sama, dan saya memaklumi tututan
masyarakat,” tutup Rohidin.
Sementara itu, Jon Heri selaku warga yang
berenang mengatakan, aksi berenang yang ia lakukan itu sebagai wujud
keprihatinan terhadap kondisi jalan yang rusak.
“Kami dari Forum Pemuda Peduli Bengkulu
sangat perihatin melihat kondisi Jalan Pariwisata Bengkulu yang berada di
kawasan pantai berkas yang rusak parah.Oleh karena itu, sebagai wujud
keperihatinan terhadap Pemprov Bengkulu, kami melakukan aksi berenang di jalan
berlobang yang tergenang air seperti kolam tersebut,” ujar Jon.
Jon Heri menambahkan, jalanan berlobang ini
semenjak beberapa bulan terakhir belum pernah diperbaiki.Selama ini pemerintah
hanya melakukan menambal jalan yang rusak ini, belum ada diperbaiki dengan
benar.Jon Heri berharap, Pemerintah Bengkulu cepat memperbaiki jalanan yang
berlobang tersebut.
“Ini kan jalan pariwisata, jalan dimana
masyarakat sering melewatinya untuk melihat keindahan pantai panjang Bengkulu,
sangat disayangkan jika jalan ini tidak segera diperbaiki,Kami minta pemerintah
provinsi Bangkulu, perbaiki lah jalan berlobang tersebut, informasi warga
sekitar udah sering terjadinya kecelakaan akibat masuk ke dalam lobangJika
belum segera diperbaiki, kedepannya kami akan melakukan aksi berenang kembali” pungkas
Jon.
Selain itu, Musa selaku warga Berkas
mengatakan, jalan yang tersebut sering dilewati masyarakat.Kalau bisa
perbaikannya jangan sekedar ditampal tapi benar-benar diperbaiki.Jalanan pantai
berkas ini sudah 2 bulan terakhir rusak parah alias berlobang.

“Ya, Jalan ini udah hampir 2 bulan rusak,
apabila musim hujan, air menggenangi jalan tersebut, terlebih seringnya terjadi
kecelakaan akibat jalanan berlobang tersebut,” tutup Musa.
Sementara itu,terkait dengan jalan yang rusak
itu Yuliswani mengatakan, Pemerintah pada tahun ini akan segera memperbaiki
jalan tersebut.Yuliswani menilai bentuk protes tersebut sebagai aksi kontrol
sosial terhadap masyarakat.
“Itu bentuk kontrol sosial masyarakat
terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.Tahun ini jalan yang
berlubang tersebut akan dibangun dan telah masuk dalam UKPBJ (Unit Kerja
Pengadaan Barang/Jasa),” pungkas Yuliswani.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar