Minggu, 24 Juni 2018

Kiat Jitu Agar Tetap Sehat dan Bugar Setelah Lebaran


            Fenomena jatuh sakit setelah lebaran tidak sedikit orang yang mengalami, padahal selama bulan Ramadan sehat-sehat saja dan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik. Dilansir dari KlikDokter, setidaknya ada tiga hal yang dapat menjelaskan mengapa fenomena tersebut terjadi, yakni:

– Pola makan tidak sehat
Selama berpuasa, tubuh akan berusaha menyesuaikan sehingga metabolisme akan diturunkan dibandingkan hari biasanya. Kondisi ini berlangsung selama 30 hari. Saat Lebaran, biasanya cenderung makan sepuasnya tanpa batasan, sehingga tubuh yang sudah beradaptasi menjadi “kewalahan” atau biasa disebut dengan overfeeding. Kondisi overfeeding ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dalam waktu singkat. Selain itu, makanan yang disajikan saat Lebaran umumnya cenderung tinggi kolesterol, bahkan camilannya pun tinggi gula dan garam. Sebut saja opor ayam, gulai sapi, hingga jenis kue kering seperti kastengel dan nastar. Menu makanan tersebut rentan menimbulkan masalah saluran pencernaan. Selain itu, saat Lebaran juga cenderung lebih sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Padahal, buah dan sayur penting untuk dikonsumsi setiap hari sebagai sumber vitamin dan mineral, termasuk antioksidan. Kekurangan buah dan sayur akan menyebabkan mudah terserang penyakit.

– Kurang istirahat
Sebelum Lebaran, pasti banyak yang melakukan perjalanan mudik. Tak dapat dimungkiri, perjalanan mudik pasti mengubah jadwal istirahat. Belum lagi saat tiba di kampung halaman, tentu tidak akan melewatkan waktu untuk bercengkerama dengan sanak saudara hingga kadang lupa waktu. Kondisi ini menyebabkan banyak orang jadi kurang tidur saat beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah Lebaran. Padahal, saat tidur sel-sel tubuh akan beregenerasi dan organ tubuh beristirahat. Kurang tidur akan menyebabkan badan jadi tidak segar dan bugar keesokan harinya, sehingga jadi mudah jatuh sakit.

– Kurang aktivitas fisik
Banyak orang tidak ingat atau justru malas berolahraga saat menjelang Lebaran atau beberapa hari setelah Lebaran. Akibatnya, aktivitas sehari-hari didominasi dengan duduk atau berbaring. Padahal, aktivitas fisik sangat penting dilakukan setiap hari demi menjaga kesehatan jantung dan aliran darah tetap lancar ke seluruh tubuh. Meski faktanya banyak orang yang justru jatuh sakit setelah Lebaran, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, antara lain ;

1. Perhatikan apa yang disantap
Bagaimanapun juga, Anda adalah apa yang Anda makan. Saat melihat banyak sajian khas Lebaran di meja makanan, jangan sampai kalap dan mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Pilihlah makanan yang sehat. Bukan berarti harus menghindari opor atau gulai, tapi ingatlah untuk mengonsumsinya dalam batas wajar dan selalu sertakan satu porsi sayur sebagai hidangan pendamping. Perbanyak juga konsumsi buah sebagai hidangan penutup untuk mencukupi kebutuhan serat dan vitamin.

2. Pilih satu saja jenis camilan untuk dikonsumsi
Saat disuguhkan beberapa jenis camilan, pilihlah satu jenis saja untuk dikonsumsi. Sedapat mungkin hindari camilan berbahan dasar cokelat atau keju yang tinggi kalori.

3. Pastikan mencukupi kebutuhan cairan
Jika sering kali merasa lapar, padahal sebenarnya sedang kekurangan cairan. Oleh karena itu, pastikan cukup minum air putih, yaitu setidaknya dua liter per hari.

4. Cukup istirahat.
Pastikan tidur setidaknya enam jam setiap malam. Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat agar kembali segar keesokan harinya.

5. Tetap beraktivitas fisik.
Hal ini mungkin terdengar klise, tetapi usahakan agar tetap aktif bergerak. Bila memungkinkan pergilah dengan berjalan kaki. Mari jadikan Lebaran sebagai motivasi lahirnya diri yang baru dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. 


// Jaga Berat Badan Setelah Lebaran
            Selain itu, setelah lebaran juga, hari libur pun masih panjang, membuat masih ingin bermalas-malasan di rumah atau pergi ke tempat-tempat wisata sambil mencicipi berbagai makanan. Hal ini juga akan membuat lupa untuk berolahraga. Sehingga, kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dikeluarkan. Untuk tetap menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran, kuncinya adalah kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Seperti  tips yang dilansir dari Hello Sehat berikut ini ;

1. Kenali rasa kenyang, makan secukupnya
Berhenti makan sebelum kenyang. Jangan membuat diri terlalu penuh, ini akan membuat diri menjadi malas bergerak. Sebaiknya, makan dengan kesadaran penuh dan tanpa gangguan agar bisa merasakan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sambil melakukan hal lain cenderung akan makan berlebihan. Karena mereka kurang mampu mengetahui kapan tubuh memberi sinyal kenyang. Sebaliknya, makan dengan perlahan dan tanpa gangguan dapat membantu mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga mengonsumsi kalori lebih sedikit. Kenali juga rasa lapar dengan baik. Pastikan benar-benar lapar bukan hanya lapar palsu, sebelum mengambil makanan. Coba minum satu gelas air terlebih dahulu dan tunggu setidaknya 20 menit untuk mengetahui benar-benar lapar atau tidak.

2. Jaga pola makan
Walaupun sedang Lebaran, bukan berarti bisa sangat bebas untuk makan apa saja yang diinginkan. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan porsi makan, jangan terlalu berlebihan. Mungkin bisa memakai piring kecil untuk membatasi porsi makan. Perhatikan juga jenis makanan yang dimakan. Saat Lebaran, cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan makanan berserat. Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang dimakan. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan buah di hari Lebaran, karena serat yang terkandung di dalamnya dapat mencegah dari kenaikan berat badan. Tak hanya makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang dikonsumsi saat Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup manis saat Lebaran tanpa disadari dapat menyumbang kalori lebih ke tubuh. Biasanya tidak memerhatikan sudah berapa kue yang dimakan dan sudah berapa gelas sirup yang diminum. Hati-hati!

3. Tidur cukup, kontrol stres, dan tetap berolahraga
Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting untuk tetap mendapatkan tidur yang cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran. Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres, yang kemudian juga mengakibatkan berat badan naik. Sebaiknya lakukan hal menyenangkan untuk menghindari stres saat hari libur. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres, salah satunya adalah olahraga. Selain untuk mencegah stres, olahraga di hari libur Lebaran juga dilakukan untuk mengimbangi kalori yang masuk ke tubuh sehingga berat badan lebih bisa terkontrol. Hanya bersantai-santai di rumah, menonton televisi sambil ngemil kue Lebaran, tentu dapat membuat berat badan naik setelah Lebaran.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar