Fenomena
jatuh sakit setelah lebaran tidak sedikit orang yang mengalami, padahal selama
bulan Ramadan sehat-sehat saja dan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan
baik. Dilansir dari KlikDokter, setidaknya
ada tiga hal yang dapat menjelaskan mengapa fenomena tersebut terjadi, yakni:
– Pola makan tidak sehat
Selama berpuasa, tubuh akan berusaha menyesuaikan sehingga
metabolisme akan diturunkan dibandingkan hari biasanya. Kondisi ini berlangsung
selama 30 hari. Saat Lebaran, biasanya cenderung makan sepuasnya tanpa batasan,
sehingga tubuh yang sudah beradaptasi menjadi “kewalahan” atau biasa disebut
dengan overfeeding. Kondisi overfeeding ini dapat menyebabkan kenaikan berat
badan dalam waktu singkat. Selain itu, makanan yang disajikan saat Lebaran
umumnya cenderung tinggi kolesterol, bahkan camilannya pun tinggi gula dan
garam. Sebut saja opor ayam, gulai sapi, hingga jenis kue kering seperti
kastengel dan nastar. Menu makanan tersebut rentan menimbulkan masalah saluran
pencernaan. Selain itu, saat Lebaran juga cenderung lebih sedikit mengonsumsi
buah dan sayur. Padahal, buah dan sayur penting untuk dikonsumsi setiap hari
sebagai sumber vitamin dan mineral, termasuk antioksidan. Kekurangan buah dan
sayur akan menyebabkan mudah terserang penyakit.
– Kurang istirahat
Sebelum Lebaran, pasti banyak yang melakukan perjalanan
mudik. Tak dapat dimungkiri, perjalanan mudik pasti mengubah jadwal istirahat.
Belum lagi saat tiba di kampung halaman, tentu tidak akan melewatkan waktu
untuk bercengkerama dengan sanak saudara hingga kadang lupa waktu. Kondisi ini
menyebabkan banyak orang jadi kurang tidur saat beberapa hari sebelum hingga
beberapa hari setelah Lebaran. Padahal, saat tidur sel-sel tubuh akan
beregenerasi dan organ tubuh beristirahat. Kurang tidur akan menyebabkan badan
jadi tidak segar dan bugar keesokan harinya, sehingga jadi mudah jatuh sakit.
– Kurang aktivitas fisik
Banyak orang tidak ingat atau justru malas berolahraga saat
menjelang Lebaran atau beberapa hari setelah Lebaran. Akibatnya, aktivitas
sehari-hari didominasi dengan duduk atau berbaring. Padahal, aktivitas fisik
sangat penting dilakukan setiap hari demi menjaga kesehatan jantung dan aliran
darah tetap lancar ke seluruh tubuh. Meski faktanya banyak orang yang justru
jatuh sakit setelah Lebaran, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk
mencegahnya, antara lain ;
1. Perhatikan apa yang disantap
Bagaimanapun juga, Anda adalah apa yang Anda makan. Saat
melihat banyak sajian khas Lebaran di meja makanan, jangan sampai kalap dan
mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Pilihlah makanan yang sehat. Bukan berarti
harus menghindari opor atau gulai, tapi ingatlah untuk mengonsumsinya dalam
batas wajar dan selalu sertakan satu porsi sayur sebagai hidangan pendamping.
Perbanyak juga konsumsi buah sebagai hidangan penutup untuk mencukupi kebutuhan
serat dan vitamin.
2. Pilih satu saja jenis camilan untuk dikonsumsi
Saat disuguhkan beberapa jenis camilan, pilihlah satu jenis
saja untuk dikonsumsi. Sedapat mungkin hindari camilan berbahan dasar cokelat
atau keju yang tinggi kalori.
3. Pastikan mencukupi kebutuhan cairan
Jika sering kali merasa lapar, padahal sebenarnya sedang
kekurangan cairan. Oleh karena itu, pastikan cukup minum air putih, yaitu
setidaknya dua liter per hari.
4. Cukup istirahat.
Pastikan tidur setidaknya enam jam setiap malam. Berikan
waktu bagi tubuh untuk beristirahat agar kembali segar keesokan harinya.
5. Tetap beraktivitas fisik.
Hal ini mungkin terdengar klise, tetapi usahakan agar tetap
aktif bergerak. Bila memungkinkan pergilah dengan berjalan kaki. Mari jadikan
Lebaran sebagai motivasi lahirnya diri yang baru dengan menerapkan gaya hidup
yang lebih sehat.
// Jaga Berat Badan Setelah Lebaran
Selain itu, setelah lebaran juga, hari libur
pun masih panjang, membuat masih ingin bermalas-malasan di rumah atau pergi ke
tempat-tempat wisata sambil mencicipi berbagai makanan. Hal ini juga akan membuat lupa untuk berolahraga. Sehingga,
kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dikeluarkan. Untuk
tetap menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran, kuncinya adalah
kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Seperti tips yang dilansir dari Hello Sehat berikut
ini ;
1. Kenali rasa kenyang, makan secukupnya
Berhenti makan sebelum kenyang. Jangan membuat diri terlalu
penuh, ini akan membuat diri menjadi malas bergerak. Sebaiknya, makan dengan
kesadaran penuh dan tanpa gangguan agar bisa merasakan makanan yang masuk ke
dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sambil melakukan hal
lain cenderung akan makan berlebihan. Karena mereka kurang mampu mengetahui
kapan tubuh memberi sinyal kenyang. Sebaliknya, makan dengan perlahan dan tanpa
gangguan dapat membantu mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga mengonsumsi
kalori lebih sedikit. Kenali juga rasa lapar dengan baik. Pastikan benar-benar
lapar bukan hanya lapar palsu, sebelum mengambil makanan. Coba minum satu gelas
air terlebih dahulu dan tunggu setidaknya 20 menit untuk mengetahui benar-benar
lapar atau tidak.
2. Jaga pola makan
Walaupun sedang Lebaran, bukan berarti bisa sangat bebas
untuk makan apa saja yang diinginkan. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan
porsi makan, jangan terlalu berlebihan. Mungkin bisa memakai piring kecil untuk
membatasi porsi makan. Perhatikan juga jenis makanan yang dimakan. Saat
Lebaran, cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan
makanan berserat. Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang dimakan. Jangan
lupa untuk banyak makan sayur dan buah di hari Lebaran, karena serat yang
terkandung di dalamnya dapat mencegah dari kenaikan berat badan. Tak hanya
makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang dikonsumsi saat
Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup manis saat Lebaran tanpa
disadari dapat menyumbang kalori lebih ke tubuh. Biasanya tidak memerhatikan
sudah berapa kue yang dimakan dan sudah berapa gelas sirup yang diminum.
Hati-hati!
3. Tidur cukup, kontrol stres, dan tetap berolahraga
Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini
karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan
kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting untuk tetap mendapatkan tidur yang
cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran. Kurang tidur juga dapat menyebabkan
stres, yang kemudian juga mengakibatkan berat badan naik. Sebaiknya lakukan hal
menyenangkan untuk menghindari stres saat hari libur. Ada banyak hal yang bisa
dilakukan untuk mengurangi stres, salah satunya adalah olahraga. Selain untuk
mencegah stres, olahraga di hari libur Lebaran juga dilakukan untuk mengimbangi
kalori yang masuk ke tubuh sehingga berat badan lebih bisa terkontrol. Hanya
bersantai-santai di rumah, menonton televisi sambil ngemil kue Lebaran, tentu
dapat membuat berat badan naik setelah Lebaran.(frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar