KOSONG : Suasana Parkiran Dinas Pendidikan
Provinsi Bengkulu sepi dan lengang dari hiruk pikuk pegawai di hari
pertama kerja pasca libur Idul Fitri.(Doc:Pau/SH)
BENGKULU, SH – Isu panas terkait adanya mafia proyek yang
melanda Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu ternyata
ditanggapi dingin oleh oknum yang bersangkutan. Ditemui awak media SH di ruang
kerjanya beberapa waktu yang lalu, RR membantah sekaligus tetap bungkam soal
keterlibatan dirinya dalam praktik ‘mafia’ proyek tersebut.
Menurutnya, semuanya
adalah hanya isu dan tidak benar. Alih-alih memberikan fakta yang sebenarnya,
RR malah bungkam dan mengatakan bahwa bukan kapasitasnya untuk memberikan
klarifikasi maupun data yang sebenarnya melainkan Kepala dinas terkait, yaitu
Budiman Ismaun yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Walikota Bengkulu.
“Tidak benar itu,
hanya isu saja. Lebih baik konfirmasi langsung sama pak Kadis untuk memperoleh
data yang sebenarnya,” ujar RR sembari meninggalkan pergi awak SH yang sedang
mewawancarainya.
Seperti yang
diketahui sebelumnya, isu panas soal adanya mafia proyek di Diknas Provinsi
Bengkulu sudah lama tercium oleh media, namun hingga kini belum ada pihak-pihak
terkait yang berani untuk memberikan keterangan lengkap seputar hal ini. Selain
itu, oknum pegawai Diknas terkait sangat susah untuk ditemui.
Suasana di ruangan Setap Seketaris Pendidikan Provinsi Bengkulu jelas
tampak kosong. pukul:10:46 wib.(pau)
Suasana di ruangan Sekretaris Pendidikan Provinsi Bengkulu jelas tampak
kosong, pukul:10:46 wib.(pau)
Untuk diketahui
sebelumnya, bertemunya awak SH dengan RR beberapa waktu lalu, juga bukanlah
sebuah yang direncanakan, akan tetapi suatu kebetulan. Karena beberapa kali
ketika hendak ditemui maupun diwawancarai di ruang kerjanya, yang bersangkutan
selalu menghindar dan tidak pernah berada di tempat. Diduga, ada sebuah rahasia
besar yang tersimpan di dalam kasus ini terkait proyek-proyek pengadaan yang
ada di Dinas Pendidikan Naional Provinsi Bengkulu dan terindikasi merupakan
sebuah tindakan korupsi maupun penyalahgunaan wewenang serta anggaran oleh
oknum-oknum terkait.(pau)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar