// David Suardi Tantang ESD Kontrak Politik
BENGKULU, SH – Debat putaran ketiga kandidat
pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023
berlangsung di Hotel Horizon Kamis malam (21/6/18) sekitar pukul 20.30 WIB dan dihadiri
oleh seluruh pasangan calon (Paslon) dengan
formasi lengkap. Mulai dari paslon David-Baksir, Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi, serta
Linda-Mirza. Termasuk paslon nomor urut 3, yang sebelumnya calon Wakil Walikota
Dedi Wahyudi, pada dua debat sebelumnya bertarung sendirian kini sudah
didampingi pasangannya Helmi hasan yang sudah kembali ke Bengkulu.
Debat terbuka yang menjadi pamungkas (terakhir –
red) dan
dimoderatori oleh presenter TV One, Suci Mentari ini berlangsung
dinamis dan mengangkat tema tentang pemberantasan korupsi, narkoba, tenaga
kerja, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, peranan
perempuan, dengan materi menyelesaikan persoalan daerah.
Di tiap sesi,
masing-masing paslon diberi kesempatan memilih amplop yang disiapkan panitia
yang berisi pertanyaan yang harus dijawab dengan durasi 60 detik. Setelah
menjawab pertanyaan di dalam amplop tersebut, ketiga paslon lainnya di
persilahkan menanggapi jawaban paslon secara bergiliran. Mayoritas pertanyaan
yang didapat keempat paslon tersebut bersifat pendalaman visi dan misi tiap
palson untuk membangun Bengkulu jika terpilih nantinya. Dengan fokus tiap
paslon terlihat lancar menanggapi berbagai pertanyaan.
Pertanyaaan yang
diajukan mulai dari bagaimana masing-masing calon menangani persoalan yang
terjadi dan dikeluhkan masyarakat Kota Bengkulu saat ini. Mulai dari penanganan
sampah, tindak kekerasan dan asusila terhadap anak dan perempuan, komitmen
tidak dan serius menangani korupsi hingga ke perekrutan pegawai tanpa kolusi,
nepotisme dan gratifikasi.
// Linda – ESD Saling Serang
Hal yang menarik, kandidat Walikota nomor
urut dua Erna Sari Dewi dan nomor urut empat Patriana Sosialinda terlihat
saling melemparkan serangan ketika menyangkut topik pengelolaan pariwisata dan
sampah. Dalam paparannya, Erna menyatakan bahwa pengelolaan pariwisata di Kota
Bengkulu selama ini memprihatinkan. Menurutnya, Kota Bengkulu belum punya grand design pengelolaan pariwisata yang
memadai.
Namun pernyataan itu sontak dibantah Linda, sapaan akrab
Patriana Sosialinda. Menurutnya, grand
design tersebut sudah ada namun tertunda karena masih menunggu penyelesaian
administratif di tingkat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Perdebatan keduanya
semakin panas ketika menyangkut persoalan sampah. Kata Linda, ia bersama Mirza
yang menjadi pasangannya berkomitmen untuk menciptakan Zero TPA (Tempat
Pembuangan Akhir) atau tidak ada sampah yang dibuang ke TPA sampah. Namun
pernyataan itu langsung dijawab oleh Erna. Kata politisi Partai NasDem ini, ia
selaku pimpinan DPRD Kota Bengkulu kemarin telah mengalokasikan anggaran
miliaran rupiah untuk mengelola sampah. “Zero TPA? Anda kemarin kemana saja.
Anda kemarin bagian dari Pemerintahan,” ucap Erna yang mengarah kepada Linda.
// David Tantang Erna
Kontrak Politik
Hal yang menarik lainnya dalam debat
kali ini juga terlihat pada sesi keempat, paslon nomor urut satu David - Baksir
menyampaikan telah menunjukkan komitmennya di bidang pemberantasan korupsi
dengan membuat kontrak politik. David mengatakan korupsi di Bengkulu sudah
sangat memprihatinkan, hal itu ditandai dengan maraknya pejabat yang ter OTT
oleh KPK. Menurut David, stigma Bengkulu lubuk kecik buaya semua harus diubah
menjadi lubuk besar tidak ada buayanya. "Kami akan mulai dari atas,
apabila pemimpinnya tidak korupsi maka bawahannya akan ikut," pungkas
David.
Bahkan Paslon nomor urut 1 itu ikut menantang
paslon Erna Sari Dewi dan Ahmad Zarkasi untuk membuat kontrak politik yang menegaskan
komitmen mereka di bidang pemberantasan korupsi. Menjawab tantangan paslon
nomor urut 1, calon wakil walikota nomor urut 2 Ahmad Zarkasi menyampaikan akan
mewujudkan Kota Bengkulu bebas korupsi dengan tidak akan melakukan korupsi dan
membangun clean and good government.
Clean government adalah pemerintahan yang bersih dan Good Governance adalah pemerintahan yang baik.
Empat
kandidat berfoto bersama usai debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil
Walikota Bengkulu periode 2018-2023.
// 4 Paslon Berbeda
Fokus Program Unggulan
Dalam debat kali ini, tiap Paslon
terlihat memiliki fokus yang berbeda-beda dalam program kerja unggulannya.
Seperti contohnya, pasangan nomor urut satu, David-Bakhsir, mengungkapkan
tentang strateginya dalam menangani perihal narkoba. Bakhsir menekankan tentang
pencegahan dini. “Ada sosialisasi pencegahan dini anti narkoba, tapi
anggarannya terbatas. Kita akan kerjasama dengan koran, media massa, agar
sosialisasi ini tersosialisasikan secara massal. Sehingga semua masyarakat akan
tahu tentang bahaya narkoba ini. Kami juga ada program pemeriksaan dini. Mulai
dari walikotanya sampai ke tingkat bawah. Kalau sudah dicontohkan, maka
masyarakat akan menilai ini. Dari kalangan lain kita harus bersinergi,” kata
Bakhsir.
Calon nomor urut dua, Erna Sari Dewi lebih
menjelaskan komitmennya tentang pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan,
pasangannya akan memberantas korupsi dengan membangun sistem. “Komitmen kepala
daerah yang terpenting. Kami tegaskan ingin membangun kota tanpa korupsi.
Sejahterakan pegawainya dengan TPP, termasuk untuk guru dan tenaga honorer.
Kemudian soal reformasi birokrasi. Kita harus ada rencana terpadu bersama pihak
penegak hukum. Kewaspadaan dini. Semua harus bersinergi. Ini komitmen kami ke
depan,” kata Erna Sari Dewi.
Sementara itu, berbeda dengan kandidat
nomor urut tiga, Helmi Hasan-Dedi Wahyudi yang focus terhadap lingkungan dan menjelaskan
bahwa Kota Bengkulu tidak bisa dibangun oleh Pemerintah sendiri, termasuk dalam
mengelola lingkungan yang sehat. Menurut Helmi, Pemerintah dapat berhasil bila
mendapatkan dukungan rakyat.
“Selama lima tahun kemarin, kita sudah
melibatkan masyarakat dalam setiap pembangunan, baik dari kebersihan dan
keamanan lingkungan,” ujarnya. Ditambahkan oleh Dedy Wahyudi, pasangan Helmi,
pembangunan berwawasan lingkungan sebenarnya sudah menjadi kesepakatan global. “Kalau
kita bangun kawasan di bawah lereng, kita harus pastikan tidak ada longsor.
Kalau industri, kita lihat amdalnya, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan.
Di Bengkulu sudah ada beberapa hotel yang akan terbangun. Semua kita cek apakah
ramah lingkungan atau tidak. Semua harus terjaga dengan baik,” paparnya.
Sedangkan calon nomor urut empat Patriana
Sosialinda lebih menekankan tentang penyelesaian sengketa lahan. Menurutnya,
setiap persoalan konflik harus diselesaikan dengan duduk bersama. “Cara
menyelesaikan setiap persoalan harus musyawarah mufakat. Kita tidak perlu kejam
dengan anak-anak kita sendiri. Ini milik kita semua. Kita selesaikan persoalan
dengan baik,” demikian Linda.
// Helmi – Linda Tebar Pesan Damai
Antara pasangan nomor urut tiga
Helmi-Dedy dan pasangan nomor empat Linda-Mirza sama-sama menyampaikan pesan
persaudaraan. Pesan persaudaraan ini keluar ketika masing-masing kandidat
diberikan kesempatan untuk saling bertanya dan memberikan jawaban. Dalam sesi
keempat ini, Patriana Sosialinda menyampaikan pesan ajakan untuk menjadikan
momen pemilihan walikota (pilwakot) ini untuk sama-sama menebar kebaikan
terhadap sesama.
“Kita tauladan, kita pimpinan,
mudah-mudahan melalui proses Pilkada ini kita semakin maju, agar menjadi
Bengkulu yang makmur,” ungkap Linda, sapaan akrabnya. Ketika diberikan
kesempatan bertanya, Linda mengutarakan tentang program-program yang dahulu
pernah ia laksanakan bersama Helmi Hasan yang menurutnya dikesankan oleh
pihak-pihak tertentu sebagai prestasi satu orang.
Menjawab hal tersebut, Helmi
menegaskan bahwa pekerjaan selama kurun lima waktu terakhir bukanlah dilakukan
oleh satu dua orang semata. “Apa yang terjadi di Kota Bengkulu bukan karena
Helmi Hasan. Semua karena Allah. Rumah sakit itu karena Allah. Bank Syariah
yang siap berdiri karena Allah. Gaji honorer kita menjadi tinggi karena Allah.
Jalan-jalan mulus karena Allah. Utang kita lunas karena Allah. Hilangkan ego
dari diri kita,” jawab Helmi. Linda memberikan apresiasi atas jawaban Helmi
tersebut. “Alhamdulillah akhirnya dijawab. Saya apresiasi kami bisa menjalankan
tugas kami dengan baik,” tutur Linda.
Kemudian ketika diberikan kesempatan
untuk kembali menjawab Helmi memaparkan, setiap masyarakat punya kontribusi
terhadap Kota Bengkulu. “Menjadi pemimpin itu berat. Bukan sebuah kemuliaan,
tapi adalah ujian. Ada hisabnya nanti. Dalam debat ini hilangkan kita paling
hebat, paling benar, kita bisa berdiri disini karena Allah, kita bisa melihat
karena Allah, bisa bicara karena Allah. Siapapun pemimpinnya, semoga dapat
membawa Kota Bengkulu agar diridai oleh Allah,” ujar Helmi.
Dari pantauan awak media SH, meski berlangsung sengit dengan
saling adu argumen dan kritik, suasana debat tetap tertib dan berlangsung
damai. Hal ini tercipta berkat suasana damai yang tercipta di tiap pendukung
paslon. Keempat paslon juga terlihat mengindahkan tata tertib debat kandidat
yang telah dibacakan panitia sebelumnya dengan tidak rebutan menyampaikan
argumennya. Debat tersebut disaksikan sekitar 100 orang lebih yang didominasi
pendukung tiap Paslon dan awak media. Debat terakhir ini diharapkan menjadi
pencerahan bagi masyarakat Bengkulu untuk menentukan pilihannya di Pemilihan
Walikota Bengkulu 2018 pada Rabu, 27 Juni 2018.(Tim)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar