Minggu, 24 Juni 2018

Detik-Detik Pilwalkot 2018, Pecahnya Perang Duo Srikandi


// David Suardi Tantang ESD Kontrak Politik  

 


BENGKULU, SH – Debat putaran ketiga kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023 berlangsung di Hotel Horizon Kamis malam (21/6/18) sekitar pukul 20.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh pasangan calon (Paslon) dengan formasi lengkap. Mulai dari paslon David-Baksir, Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi, serta Linda-Mirza. Termasuk paslon nomor urut 3, yang sebelumnya calon Wakil Walikota Dedi Wahyudi, pada dua debat sebelumnya bertarung sendirian kini sudah didampingi pasangannya Helmi hasan yang sudah kembali ke Bengkulu.

Debat terbuka yang menjadi pamungkas (terakhir – red) dan dimoderatori oleh presenter TV One, Suci Mentari ini berlangsung dinamis dan mengangkat tema tentang pemberantasan korupsi, narkoba, tenaga kerja, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, peranan perempuan, dengan materi menyelesaikan persoalan daerah. 

Di tiap sesi, masing-masing paslon diberi kesempatan memilih amplop yang disiapkan panitia yang berisi pertanyaan yang harus dijawab dengan durasi 60 detik. Setelah menjawab pertanyaan di dalam amplop tersebut, ketiga paslon lainnya di persilahkan menanggapi jawaban paslon secara bergiliran. Mayoritas pertanyaan yang didapat keempat paslon tersebut bersifat pendalaman visi dan misi tiap palson untuk membangun Bengkulu jika terpilih nantinya. Dengan fokus tiap paslon terlihat lancar menanggapi berbagai pertanyaan.

Pertanyaaan yang diajukan mulai dari bagaimana masing-masing calon menangani persoalan yang terjadi dan dikeluhkan masyarakat Kota Bengkulu saat ini. Mulai dari penanganan sampah, tindak kekerasan dan asusila terhadap anak dan perempuan, komitmen tidak dan serius menangani korupsi hingga ke perekrutan pegawai tanpa kolusi, nepotisme dan gratifikasi.

// Linda – ESD Saling Serang
            Hal yang menarik, kandidat Walikota nomor urut dua Erna Sari Dewi dan nomor urut empat Patriana Sosialinda terlihat saling melemparkan serangan ketika menyangkut topik pengelolaan pariwisata dan sampah. Dalam paparannya, Erna menyatakan bahwa pengelolaan pariwisata di Kota Bengkulu selama ini memprihatinkan. Menurutnya, Kota Bengkulu belum punya grand design pengelolaan pariwisata yang memadai.

Namun pernyataan itu sontak dibantah Linda, sapaan akrab Patriana Sosialinda. Menurutnya, grand design tersebut sudah ada namun tertunda karena masih menunggu penyelesaian administratif di tingkat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Perdebatan keduanya semakin panas ketika menyangkut persoalan sampah. Kata Linda, ia bersama Mirza yang menjadi pasangannya berkomitmen untuk menciptakan Zero TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau tidak ada sampah yang dibuang ke TPA sampah. Namun pernyataan itu langsung dijawab oleh Erna. Kata politisi Partai NasDem ini, ia selaku pimpinan DPRD Kota Bengkulu kemarin telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk mengelola sampah. “Zero TPA? Anda kemarin kemana saja. Anda kemarin bagian dari Pemerintahan,” ucap Erna yang mengarah kepada Linda.

// David Tantang Erna Kontrak Politik
Hal yang menarik lainnya dalam debat kali ini juga terlihat pada sesi keempat, paslon nomor urut satu David - Baksir menyampaikan telah menunjukkan komitmennya di bidang pemberantasan korupsi dengan membuat kontrak politik. David mengatakan korupsi di Bengkulu sudah sangat memprihatinkan, hal itu ditandai dengan maraknya pejabat yang ter OTT oleh KPK. Menurut David, stigma Bengkulu lubuk kecik buaya semua harus diubah menjadi lubuk besar tidak ada buayanya. "Kami akan mulai dari atas, apabila pemimpinnya tidak korupsi maka bawahannya akan ikut," pungkas David.

Bahkan Paslon nomor urut 1 itu ikut menantang paslon Erna Sari Dewi dan Ahmad Zarkasi untuk membuat kontrak politik yang menegaskan komitmen mereka di bidang pemberantasan korupsi. Menjawab tantangan paslon nomor urut 1, calon wakil walikota nomor urut 2 Ahmad Zarkasi menyampaikan akan mewujudkan Kota Bengkulu bebas korupsi dengan tidak akan melakukan korupsi dan membangun clean and good government. Clean government adalah pemerintahan yang bersih dan Good Governance adalah pemerintahan yang baik.   

Empat kandidat berfoto bersama usai debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023.

// 4 Paslon Berbeda Fokus Program Unggulan
            Dalam debat kali ini, tiap Paslon terlihat memiliki fokus yang berbeda-beda dalam program kerja unggulannya. Seperti contohnya, pasangan nomor urut satu, David-Bakhsir, mengungkapkan tentang strateginya dalam menangani perihal narkoba. Bakhsir menekankan tentang pencegahan dini. “Ada sosialisasi pencegahan dini anti narkoba, tapi anggarannya terbatas. Kita akan kerjasama dengan koran, media massa, agar sosialisasi ini tersosialisasikan secara massal. Sehingga semua masyarakat akan tahu tentang bahaya narkoba ini. Kami juga ada program pemeriksaan dini. Mulai dari walikotanya sampai ke tingkat bawah. Kalau sudah dicontohkan, maka masyarakat akan menilai ini. Dari kalangan lain kita harus bersinergi,” kata Bakhsir.

Calon nomor urut dua, Erna Sari Dewi lebih menjelaskan komitmennya tentang pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan, pasangannya akan memberantas korupsi dengan membangun sistem. “Komitmen kepala daerah yang terpenting. Kami tegaskan ingin membangun kota tanpa korupsi. Sejahterakan pegawainya dengan TPP, termasuk untuk guru dan tenaga honorer. Kemudian soal reformasi birokrasi. Kita harus ada rencana terpadu bersama pihak penegak hukum. Kewaspadaan dini. Semua harus bersinergi. Ini komitmen kami ke depan,” kata Erna Sari Dewi.

Sementara itu, berbeda dengan kandidat nomor urut tiga, Helmi Hasan-Dedi Wahyudi yang focus terhadap lingkungan dan menjelaskan bahwa Kota Bengkulu tidak bisa dibangun oleh Pemerintah sendiri, termasuk dalam mengelola lingkungan yang sehat. Menurut Helmi, Pemerintah dapat berhasil bila mendapatkan dukungan rakyat.

“Selama lima tahun kemarin, kita sudah melibatkan masyarakat dalam setiap pembangunan, baik dari kebersihan dan keamanan lingkungan,” ujarnya. Ditambahkan oleh Dedy Wahyudi, pasangan Helmi, pembangunan berwawasan lingkungan sebenarnya sudah menjadi kesepakatan global. “Kalau kita bangun kawasan di bawah lereng, kita harus pastikan tidak ada longsor. Kalau industri, kita lihat amdalnya, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Di Bengkulu sudah ada beberapa hotel yang akan terbangun. Semua kita cek apakah ramah lingkungan atau tidak. Semua harus terjaga dengan baik,” paparnya.

Sedangkan calon nomor urut empat Patriana Sosialinda lebih menekankan tentang penyelesaian sengketa lahan. Menurutnya, setiap persoalan konflik harus diselesaikan dengan duduk bersama. “Cara menyelesaikan setiap persoalan harus musyawarah mufakat. Kita tidak perlu kejam dengan anak-anak kita sendiri. Ini milik kita semua. Kita selesaikan persoalan dengan baik,” demikian Linda.

// Helmi – Linda Tebar Pesan Damai
            Antara pasangan nomor urut tiga Helmi-Dedy dan pasangan nomor empat Linda-Mirza sama-sama menyampaikan pesan persaudaraan. Pesan persaudaraan ini keluar ketika masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk saling bertanya dan memberikan jawaban. Dalam sesi keempat ini, Patriana Sosialinda menyampaikan pesan ajakan untuk menjadikan momen pemilihan walikota (pilwakot) ini untuk sama-sama menebar kebaikan terhadap sesama.

“Kita tauladan, kita pimpinan, mudah-mudahan melalui proses Pilkada ini kita semakin maju, agar menjadi Bengkulu yang makmur,” ungkap Linda, sapaan akrabnya. Ketika diberikan kesempatan bertanya, Linda mengutarakan tentang program-program yang dahulu pernah ia laksanakan bersama Helmi Hasan yang menurutnya dikesankan oleh pihak-pihak tertentu sebagai prestasi satu orang.

Menjawab hal tersebut, Helmi menegaskan bahwa pekerjaan selama kurun lima waktu terakhir bukanlah dilakukan oleh satu dua orang semata. “Apa yang terjadi di Kota Bengkulu bukan karena Helmi Hasan. Semua karena Allah. Rumah sakit itu karena Allah. Bank Syariah yang siap berdiri karena Allah. Gaji honorer kita menjadi tinggi karena Allah. Jalan-jalan mulus karena Allah. Utang kita lunas karena Allah. Hilangkan ego dari diri kita,” jawab Helmi. Linda memberikan apresiasi atas jawaban Helmi tersebut. “Alhamdulillah akhirnya dijawab. Saya apresiasi kami bisa menjalankan tugas kami dengan baik,” tutur Linda.

Kemudian ketika diberikan kesempatan untuk kembali menjawab Helmi memaparkan, setiap masyarakat punya kontribusi terhadap Kota Bengkulu. “Menjadi pemimpin itu berat. Bukan sebuah kemuliaan, tapi adalah ujian. Ada hisabnya nanti. Dalam debat ini hilangkan kita paling hebat, paling benar, kita bisa berdiri disini karena Allah, kita bisa melihat karena Allah, bisa bicara karena Allah. Siapapun pemimpinnya, semoga dapat membawa Kota Bengkulu agar diridai oleh Allah,” ujar Helmi.

Dari pantauan awak media SH, meski berlangsung sengit dengan saling adu argumen dan kritik, suasana debat tetap tertib dan berlangsung damai. Hal ini tercipta berkat suasana damai yang tercipta di tiap pendukung paslon. Keempat paslon juga terlihat mengindahkan tata tertib debat kandidat yang telah dibacakan panitia sebelumnya dengan tidak rebutan menyampaikan argumennya. Debat tersebut disaksikan sekitar 100 orang lebih yang didominasi pendukung tiap Paslon dan awak media. Debat terakhir ini diharapkan menjadi pencerahan bagi masyarakat Bengkulu untuk menentukan pilihannya di Pemilihan Walikota Bengkulu 2018 pada Rabu, 27 Juni 2018.(Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar