Senin, 08 April 2019

Warga Mengeluh Lambannya Sikap Manager TLB



BENGKULU, SH – Salah satu warga korban dampak PLTU PT TLB Darmawan mengatakan, dirinya sangat menyesalkan sikap lamban dan terkesan tidak serius dari Manager PT TLB Abu Bakar. Selasa pagi (03/04/19).
“Jujur saya katakan disini bapak/ibu wartawan, kami sudah lama menggiring permasalahan ini sejak Tahun 2017 silam. Namun hasilnya selalu lamban dan penuh dengan tanda tanya,” ujar Darmawan merupakan pensiunan PNS warga Teluk Sepang.
Darmawan menambahkan, perkebunan aset sawit merupakan sumber kehidupan baginya, istri dan ke-enam karyawannya sekarang sudah tidak bisa berbuat banyak lantaran kebun sawit yang seluas tiga hektar dengan populasi panen sawit pertahunnya empat ton hancur bagai ditelan bumi akibat dampak semburan dahsyat PLTU PT TLB pimpinan Managernya Abu Bakar.
“Kebun sawit satu-satunya aset kami seluas 3 hektar dengan panen 4 ton pertahunnya kini hanya tinggal cerita kenangan saja pak. Termasuk nasib anak, istri dan ke-6 karyawan kami sampai pasa detik sekarang tidak bisa berbuat banyak alias pengangguran. Justru itu, pada kesempatan mediasi terakhir pada Sabtu lalu(9/3/19) yang difasilitasi pihak Polresta Bengkulu bisa tuntas dan clear,” tutupnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Kanopi Siap Kawal Kasus TLB Hingga Tuntas.Abu Bakar akan berjanji menyelesaikan permasalahan warga dengan membayar semua ganti rugi tanam tumbuh tersebut.
Dalam hal ini, Kuasa Hukum Kanopi Saman Lating, SH pada Reportase Rakyat mengatakan, berkomitmen untuk terus menggiring dan mengkawal permasalahan dihadapi warga Teluk Sepang hingga tuntas.
“Kanopi telah mengamanahkan hal ini semua pada saya selaku kuasa hukumnya. Tuntutan kita tidak banyak. Yakni pihak TLB mau bayar atau tidak. Apapun terjadi, mengkawal masyarakat Teluk Sepang hingga tuntas,” tutupnya.
// Generasi Millenial Bengkulu Surati Capres-Cawapres RI

 Fera Narasanti salah seorangaktivis Mahasiswi UMB mengatakan, segenap anak muda millenial Bengkulu menyurati kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Indonesia yang akan memimpin pemerintahan periode 2019-2024 untuk mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai sumber utama kelistrikan nasional dan menghentikan penggunaan energi fosil batu bara.Senin siang (02/4/19).
“Kami menuliskan aspirasi anak muda millenial untuk pembangunan energi masa depan Indonesia agar segera meninggalkan energi kotor batu bara dan beralih ke energi terbarukan,” ujarNarasati.
Fera menambahkan, dirinya menuliskan surat karena keprihatinan agar mendesak pemerintah menstop proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, padahal warga sekitar sudah menolak keberadaan proyek itu karena khawatir dengan pencemaran udara akibat pembakaran batu bara.
Menurut Fera, pembangkit listrik dari energi terbarukan seperti matahari, angin dan air sangat melimpah potensinya di Bengkulu sehingga pemerintah seharusnya memilih pengembangan energi terbarukan dibanding mendatangkan investor untuk membangun PLTU batu bara.
Sementara, Juru Kampanye Energi aktivis Kanopi Bengkulu, Olan Sahayu mengatakan penggalangan surat untuk kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang maju pada Pilpres 2019 didasari keprihatinan atas regu

lasi pengembangan kelistrikan nasional yang masih bertumpu pada energi fosil. Menurutnya, hal itu tertuang dalam kebijakan penambahan daya listrik 35.000 Megawatt di Indonesia di mana 60 persen masih bergantung pada energi fosil batu bara.
“Kami menantang kedua capres untuk segera meninggalkan ketergantungan pada energi batu bara dan mendorong pembangunan listrik bersih berkelanjutan,” ungkap Olan sapaan aktivis perempuan Kanopi ini.
Terakhir, Olan menjelaskan, surat yang ditulis para anak muda millenial Bengkulu akan dikirimkan kepada tim pemenangan kedua kandidat capres-cawapres RI dan selanjutnya akan dikumpulkan dengan kartu pos dari seluruh Indonesia yang digalang 37 organisasi lingkungan hidup yang bergabung dalam gerakan #BersihkanIndonesia.(frj)

Perbup Keuangan Desa ‘Macet’, Kades se-Benteng Merada




 



BENGKULU TENGAH, SH Hingga saat ini, diketahui belum satupun desa di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang mengesahkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Dari informasi yang diperoleh, keterlambatan menyusun APBDes ini dikarenakan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan keuangan desa belum selesai. Padahal Perbup itu merupakan landasan atau acuan bagi Pemerintah Desa (Pemdes) menyusun rencana kegiatan dan anggaran (RKA) APBDes. Hal ini kontan membuat banyak pihak khususnya para Kepala Desa (Kades) di Benteng ‘meradang’ dan buka suara.

Salah satunya adalah Kepala Desa (Kades) Rindu Hati yang juga sekaligus mewakili kades lainnya di Benteng, Sultan Mukhlis SH mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) Benteng melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera membagikan Paraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan keuangan desa.

Ditegaskan Sultan Mukhlis, seluruh Kades se-Kabupaten Bengkulu tengah telah sabar menunggu Perbup tersebut. Betapa tidak, Perbup merupakan dasar atau payung hukum bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dalam menyusun rencana kegiatan dan anggaran (RKA) pada dokumen anggaran pendapatan dan belanja desa (PBDes).

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Dampaknya, dokumen APBDes belum bisa kami selesaikan,” kata Sultan. Saat ini, triwulan ke-3 tahun anggaran 2019 sudah hampir berakhir. Dalam kondisi tersebut, anggaran untuk pembayaran honor serta penghasilan tetap (siltap) Kades beserta perangkat belum bisa dikucurkan. Selain alokasi dana desa (ADD), keterlambatan Perbup juga berimbas pada penyaluran bantuan dana desa (DD).

“Lambannya penyelesaian Perbup pengelolaan keuangan desa berdampak besar. Karena APBDes belum tuntas, usulan pencairan ADD dan DD tak bisa kami sampaikan,” tandasnya.

// Penyusunan APBDes Terganjal Perbup

Sementara itu, Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) DPMD Kabupaten Bengkulu tengah, Edi Susila SSTP MSi meminta agar Kades lebih bersabar. Perbup pengelolaan dana desa masih dalam tahap penyelesaian dan akan segera dibagikan.

“Ditahun 2019 ini, terjadi perubahan regulasi dari pusat yang menuntut agar Perbup pengelolaan keuangan desa dilakukan revisi. Selain itu, perubahan regulasi ini juga baru diketahui pada awal 2019 ini. Sebab itulah, revisi Perbup mengalami keterlambatan,” jelas Edi.
“Dalam waktu dekat, Perbup tentang pengelolaan keuangan desa akan tuntas. Saat ini hanya tinggal menunggu teken Bupati,” kata Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu tengah, Edi Susila SSTP MSi.

Ditambahkan Edi, bisa terkendala dikarenakan terjadi perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI nomor 113 tahun 2018 menjadi Permendagri nomor 20 tahun 2018.

“Permendagri merupakan pedoman dalam penyusunan Perbup. Ketika Permendagri diubah, maka Perbup tentang pengelolaan keuangan desa juga harus diubah. Perubahan inilah yang membutuhkan waktu. Sebab, Perbup lama sudah tak berlaku lagi,” paparnya. Dalam peratura terbaru, beber Edi, memang terjadi banyak perubahan regulasi dalam pengelolaan keuangan desa.

Sebagai contoh, jika ditahun 2018 lalu pembangunan sarana olahraga berada di bidang pembangunan dan bisa direalisasikan dengan menggunakan dana desa (DD) bantuan dari Pemerintah Pusat. Tahun ini, pembangunan sarana olahraga berada pada bidang pemberdayaan masyarakat yang hanya bisa direalisasikan dengan menggunakan alokasi dana desa (ADD). “Banyak hal-hal teknis yang mengalami perubahan. Sebab itulah, jangan sampai terjadi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa,” papar Edi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu tengah, Welldo Kurniyanto SE MM melalui Kabid Anggaran, Ade Christanto SSTP menegaskan, dana desa (DD) barubisa disalurkan jika persyaratan dilengkapi. Meliputi, dokumen APBDes, rekomendasi dari DPMD serta berita acara hasil audit dari Inspektorat Daerah (Ipda) Bengkulu tengah. “Jika syarat belum lengkap, secara otomatis penyaluran DD ke rekening kas desa belum bisa diproses,” demikian Ade.

// Bupati ‘Sindir’ Pendamping Desa

Alih-alih merespon dan mempercepat perampungan Perbup keuangan desa, Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), Dr H Ferry Ramli SH MH malahan menyoroti kinerja para pendamping desa dan pendamping lapangan. Menurut Bupati, seluruh pendamping desa harus melakukan pengawasan serta pembinaan setiap kegiatan ditingkat desa, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Mulai dari perencanaan, realisasi anggaran hingga penyusunan laporan.

“Selaku Bupati, saya tidak bisa memberikan pembinaan secara intensif di setiap desa. Pendamping desalah yang harus lebih pro aktif. Kalau hanya makan honor atau gaji untuk apa. Sedangkan mereka juga tidak begitu memahami aturan-aturan yang berlaku,” kata Bupati.

Diungkapkan Ferry, pihaknya sudah beberapa kali mendengar laporan dari sejumlah Kepala Desa (Kades) yang mengeluhkan kinerja tim pendamping yang dinilai kurang aktif menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. Yang lebih parah lagi, beber Bupati, ada pendamping desa yang seolah tak mau ambil pusing dengan alasan sudah memberikan arahan dan pembinaan.

Sebab itu, Bupati berharap agar Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu tengah bisa memberikan teguran atau evaluasi terhadap oknum pendamping desa yang tidak aktif tersebut. “Saya hanya tidak mau nantinya ada Kades salah dalam melakukan perencanaan serta mengambil keputusan dan menjadi repot karena pendamping desa yang kurang maksimal dalam bekerja,” tegas Bupati.

Disisi lain, Bupati juga mengingatkan kepada Kades untuk tidak asal-asalan dalam menggelontorkan anggaran. Sebelum menentukan target pembangunan dari dana desa (DD), Kades harus lebih agresif dalam berkoordinasi. Baik itu ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, yakni DPMD Kabupaten Bengkulu tengah maupun ke Camat wilayah masing-masing. “Kades juga harus banyak-banyak bertanya. Jangan sampai apa yang dilakukan bertentangan dengan aturan,” tandas Bupati.

Terpisah, Kepala DPMD Kabupaten Bengkulu tengah, Dra Yulia Faridah MSi menuturkan, pihaknya tidak bisa memberikan intervensi tim pendamping. Dimulai dari pendamping lapangan hingga tim pendamping desa. Hal tersebut dikarenakan perekrutan tim pendamping dilakukan secara langsung oleh Kementerian Desa (Kemendes) RI. Di sisi lain, pembinaan kepada tim pendamping juga dilakukan oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Satuan Kerjanya (Satker) ada di Pemerintah Provisi Bengkulu.

“Pemerintah kabupaten hanya sebagai pemanfaat dan tidak berwenang melakukan pembinaan. Untuk diketahui, jumlah tim pendamping desa dan tim pendamping lapangan di Kabupaten Bengkulu tengah kurang dari kebutuhan. Sebagai gambaran, 1 orang tim pendamping lapangan terpaksa melakukan pembinaan terhadap 4-5 desa,” papar Yulia.(***)

Minggu, 31 Maret 2019

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan, 6 Mei 2019



BENGKULU, SH – Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1440 H pada tanggal 6 Mei 2019.Sedangkan untuk 1 Syawal pada tanggal 5 Juni 2019.
Dikutip dari situs resminya, PP Muhammadiyah telah mengumumkan awal puasa dan lebaran tersebut lewat maklumat bernomor 01/MLM/I.0/E/2019.
“Ijtimak jelang Ramadan 1440 H terjadi pada hari Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 pukul 05:48:25 WIB,” demikian yang tertera dalam nukilan maklumat PP Muhammadiyah.
Tak hanya awal Ramadhan dan Syawal. Dalam maklumat itu PP Muhammadiyah juga telah menetapkan bulan Zulhijah 1440 H.Untuk penetapan 1 Syawal 1440 H yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2019, hal itu diketahui karena pada pengamatan untuk Senin Wage, 3 Juni 2019, hilal belum tampak.
Selain itu, untuk peringatan hari raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1440 H ditetapkan jatuh pada Minggu pon, 11 Agustus 2019.Sedangkan hari arafah atau puncak haji jatuh (9 Zulhijah) jatuh pada Sabtu pahing, 10 Agustus 2019.
“Maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah,” demikian penutup Maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto.(frj)

Unik, Warga Kritik Jalan Pariwisata Rusak

BENGKULU, SH – Sejumlah warga Kelurahan Berkas Kecamatan Teluk Segara mengkritik jalan rusak dengan cara berenang di jalan berlubang dengan perlengkapan Alat Snorkling (Masker, Fin Snorkle).


Aksi warga ini sempat menghebohkan warga net meskipun aksi serupa pernah dilakukan warga Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pose unik.

Aksi tersebut sontak langsung direspon dengan gubernutr Bengkulu.Menurutnya, kritikan itu dimaklumi walaupun jalan itu sudah masuk dalam agenda perbaikan Pemprov Bengkulu tahun 2019 ini.

"Saya memaklumi tuntutan masyarakat untuk mendapatkan infrastuktur yang bagus itu sangat tinggi dan itu menjadi tanggung jawab kita,” ujar Rohidin.

Rohidin menjelaskan, kerusakan jalan Provinsi di Kabupaten/Kota turut juga akan dilakukan perbaikan. Bahkan, masih dalam proses tender. 

"Itu sudah dianggarkan dan sekarang sudah pada posisi lelang. Mudah-mudahan bulan Mei nanti atau akhir april kalau sudah kontrak akan segera dibangun. Dalam satu tahun bisa 20 sampai 30 ruas, tapi karena tersebar di 9 kabupaten/kota maka itu tidak bisa tuntas dalam tahun yang sama, dan saya memaklumi tututan masyarakat,” tutup Rohidin.

Sementara itu, Jon Heri selaku warga yang berenang mengatakan, aksi berenang yang ia lakukan itu sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi jalan yang rusak.
“Kami dari Forum Pemuda Peduli Bengkulu sangat perihatin melihat kondisi Jalan Pariwisata Bengkulu yang berada di kawasan pantai berkas yang rusak parah.Oleh karena itu, sebagai wujud keperihatinan terhadap Pemprov Bengkulu, kami melakukan aksi berenang di jalan berlobang yang tergenang air seperti kolam tersebut,” ujar Jon.
Jon Heri menambahkan, jalanan berlobang ini semenjak beberapa bulan terakhir belum pernah diperbaiki.Selama ini pemerintah hanya melakukan menambal jalan yang rusak ini, belum ada diperbaiki dengan benar.Jon Heri berharap, Pemerintah Bengkulu cepat memperbaiki jalanan yang berlobang tersebut.
“Ini kan jalan pariwisata, jalan dimana masyarakat sering melewatinya untuk melihat keindahan pantai panjang Bengkulu, sangat disayangkan jika jalan ini tidak segera diperbaiki,Kami minta pemerintah provinsi Bangkulu, perbaiki lah jalan berlobang tersebut, informasi warga sekitar udah sering terjadinya kecelakaan akibat masuk ke dalam lobangJika belum segera diperbaiki, kedepannya kami akan melakukan aksi berenang kembali” pungkas Jon.
Selain itu, Musa selaku warga Berkas mengatakan, jalan yang tersebut sering dilewati masyarakat.Kalau bisa perbaikannya jangan sekedar ditampal tapi benar-benar diperbaiki.Jalanan pantai berkas ini sudah 2 bulan terakhir rusak parah alias berlobang.



“Ya, Jalan ini udah hampir 2 bulan rusak, apabila musim hujan, air menggenangi jalan tersebut, terlebih seringnya terjadi kecelakaan akibat jalanan berlobang tersebut,” tutup Musa.
Sementara itu,terkait dengan jalan yang rusak itu Yuliswani mengatakan, Pemerintah pada tahun ini akan segera memperbaiki jalan tersebut.Yuliswani menilai bentuk protes tersebut sebagai aksi kontrol sosial terhadap masyarakat.
“Itu bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.Tahun ini jalan yang berlubang tersebut akan dibangun dan telah masuk dalam UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa),” pungkas Yuliswani.(frj)

Pemotongan Dana BOK, Sudah ‘Budaya’ di Bengkulu Tengah


BENGKULU , SH - Sidang dugaan korupsi pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), 2018, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (27/03/19).

Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.Atas terdakwa mantan Bendahara Dinkes Benteng Fintor Gunanda. Dihadapan majelis hakim para saksi menuturkan, pemotongan dana BOK sudah menjadi budaya di Bengkulu tengah.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara menghadirkan beberapa orang saksi, sebut saja Plt Kadis Dinkes Mulya Wardana, yang sudah menjadi tersangka, tetapi belum ditahan. Saksi berikutnya, Kadis Dinkes Elyandes Kori, Kabid Pencegahan Penyakit Burhanudin, mantan Kabid di Dinkes Tierboti dan Kabid Kesmas Gadis Nosita.
Saksi dihadirkan untuk mengetahui sejak kapan adanya pemotongan dana BOK, kenapa dana BOK dipotong dan untuk siapa, siapa yang memerintahkan hingga diperbolehkan atau tidak pemotongan 10 persen dana BOK tersebut. Dari keterangan semua saksi, intinya mereka mengatakan, pemotongan dana BOK sudah seperti budaya di Dinkes Bengkulu tengah, tidak ada yang memerintahkan, pemotongan merupakan kesepakatan bersama.

// Bagi-bagi Dana ‘Seping’

Dari pengakuan saksi Kadis Dinkes Bengkulu tengah  Elyandes Kori, uang yang dipotong tersebut dinamakan dana seping atau dana yang dipotong. Kemudian, digunakan untuk kegiatan di luar Dinkes. Dana seping tersebut digunakan untuk kerja sama dengan media dan LSM di Kabupaten Bengkulu tengah.
“Dana Seping itu kesepakatan yang mulia, banyak yang sepakat terkait pemotongan tersebut.Mulai dari Kabid sampai kasi sepakat semua.Digunakan untu kerja sama media dengan LSM di Bengkulu tengah,” jelas Elyandes.

Bahkan dana Seping tersebut juga diberikan kepada penyidik tipikor Polres Bengkulu Utara dan Kejari Bengkulu Utara. Dari Plt Kadis Dinkes, pemberian uang tersebut untuk hubungan baik dan pertemanan antara Dinkes Bengkulu tengah  dengan Kejari Bengkulu Utara  dan Polres Bengkulu Utara.

“Uang untuk Kejari Bengkulu Utara  itu diserahkan oleh staf saya Rp 15 juta, untuk penyidik tipikor Polres Bengkulu Utara juga ada,” jelas Mulya.

Plt Kadis Dinkes Mulya Wardana mengaku tidak tahu sejak kapan pemotongan anggaran di Dinkes Bengkulu tengah  dilakukan. Tahu adanya pemotongan saat dirinya berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan mendapatkan informasi Fintor terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Bengkulu. 
“Tidak tahu sejak kapan yang mulia,” jelas Mulya. Hanya saja Mulya mengatakan, dia pernah dipanggil Polres Bengkulu Utara yang menanyakan kenapa dana seping tidak sampai.

“Saya dipanggil orang Polres untuk silaturahmi, membahas kenapa dana tidak sampai,” jelas Mulya.


 Sidang dugaan korupsi tersebut, baru memasuki sidang kedua. Majelis hakim masih melanjutkan sidang Rabu pekan depan dengan saksi lain. Pada sidang mendatang JPU menghadirkan saksi dari staf Dinkes Bengkulu tengah, yang menyetorkan uang dana seping ke Kejari Bengkulu Utara. (pau)


Senin, 18 Maret 2019

Jalan Kabupaten Benteng Semakin Rusak Parah




BENGKULU TENGAH,SH - Kondisi jalan kabupaten yang melintasi Desa Jayakarta Kecamatan Talang Empat Kabupaten Tengah (Benteng) saat ini semakin parah.  Kepala Desa (Kades) Jayakarta, Agus mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama dan dikeluhkan oleh seluruh masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
“Secara keseluruhan, jalan kabupaten yang melintasi Desa Jayakarta ada sepanjang 3 kilometer. Sepanjang 500 meter memang sudah dilakukan pengaspalan berupa lapisan penetrasi (lapen) pada tahun 2015 lalu. Saat ini, kondisi lapen juga sudah mengalami kerusakan,” kata Kades.
Dijelaskan Kades, akses jalan kabupaten yang melintasi desanya tersebut merupakan salah satu jalur penghubung antar desa. Yakni Desa Jayakarta menuju Desa Air Putih dan Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat.
“Pada ruas jalan dari Desa Jayakarta menuju Desa Air Putih dan Air Sebakul, hanya tinggal jalan di Desa Jayakarta yang belum mendapatkan perhatian,” beber Kades. Senada disampaikan Kaur Perencanaan Pemerintah Desa Jayakarta, Anang Tri Prasetyo.
Ia mengungkapkan Pemerintah Desa (Pemdes) juga sudah berjuang menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan. Keluhan juga sudah disampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Banrenlitbang), Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta angggota DPRD Kabupaten Bengkulu tengah.
“Disetiap Musrenbang tingkat kecamatan, usulan perbaikan jalan selalu disampaikan. Namun, pembangunan jalan di desa kami tak kunjung terealisasi,” tutup Anang.(rls/pau)

Tau gak Sih .. 15 Manfaat Daun Sirsak, Dari Cegah Kanker Hingga Redakan Nyeri Punggung






B
uah sirsak barangkali bukan buah yang jadi favorit banyak orang. Pasalnya, buah yang berdaging putih ini mengandung rasa asam. Nggak semua orang dong tahan dengan rasa asam? Meskipun ada juga sirsak yang rasanya dominan manis.
1. Mengobati Diabetes
Senyawa polifenol, saponin, dan bioflavonoid yang ada pada daun sirsak sudah terbukti dapat menstabilkan jumlah kadar gula darah pada tubuh manusia dan menjadikannya normal.
2. Mengobati Kista Ovarium
Menderita kista ovarium tentu nggak seorangpun menginginkannya. Kista tersebut jika dibiarkan akan tumbuh jadi kanker. Dengan kandungan alami dalam daun sirsak, kista ini bisa diobati.
3. Menghambat Penyebaran Sel Kanker

Yup, barangkali sulit dopercaya tapi, kandungan Acetogenin dalam daun sirsaklah yang bikin berkhasiat. Kandungan ini bisa dibilang lebih cepat menghambat penyebaran sel kanker dibandingkan kemoterapi. Pasalnya jelas, Acetogenin pada sirsak 10.000 kali lebih kuat dari Adriamycin. Acetogenin menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus menghambat perkembangan sel tumor yang resisten terhadap obat kemoterapi adriamycin.
4. Meningkatkan Kesuburan
Kabar gembira buat KLovers yang bermasalah dengan kesuburan, daun sirsak ternyata ampuh tingkatkan kesuburan. Yup, daun sirsak terbukti dapat meningkatkan produksi jumlah sperma dan pada wanita dipercaya dapat memperkuat rahim.
5. Mengobati Asam Urat
Asam urat memang kadang super menyiksa. Kini, daun sirsak bisa dipakai untuk meringankan nyerinya. Kandungan cetogenin, annocatalin, asam gentisic, annomuricin, caclourin, dan asam linoleat ampuh banget melawan asam urat.
6. Mengobati Kolesterol
Menderita kolesterol tinggi, tentu rasanya nggak karuan. Mulai dari sakit kepala sampai badan sakit semua. Namun dengan rebusan daun sirsak, itu semua bisa diatasi. KLovers cuma perlu merebus 10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air. Jika rutin diminum setiap pagi, manfaatnya akan terasa.
7. Mengobati Penyakit Paru-Paru
Kandungan yang dimiliki daun sirsak, ternyata bisa juga digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru, baik paru-paru basah maupun kering.
8. Menghilangkan Kutu
Kutu rambut memang menyebalkan, kadang-kadang malah sulit dihilangkan. Namun siapa sangka, daun sirsak bisa atasi itu semua. Yup, kendati sangat bermanfaat bagi manusia, kandungan daun sirsak sangat beracun bagi kutu dan parasit. Cara memanfaatkannya pun mudah, KLovers tinggal mencuci rambut dengan rebusan air daun ini.
9. Membantu Mengobati Rematik

Gangguan persendian dan tulang ini kerap menyiksa para penderitanya yang kebanyakan orang-orang usia senja. Kandungan daun sirsak ternyata bisa digunakan untuk kurangi rematik dan atasi nyeri atritis. Cranya gampang, tempelkan pasta daun sirsak pada bagian tubuh yang nyeri.
10. Mengobati Penyakit Hati
Siapa sangka, penyakit hati bisa diatasi oleh daun sirsak jika dicampurkan dengan teh. Pasalnya, daun sirsak merangsang produksi hormon insulin dengan cara membantu sel beta di pankreas.
11. Daun Sirsak untuk Mengobati Wasir atau Ambeien
Penyakit satu ini benar-benar menyiksa, terlebih di saat sembelit. Daun sirsak dapat menjadi obat yang mujarab, pasalnya kandungan daun ini bisa hentikan pendarahan rektum serta bikin otot di sekitar rektum jadi lebih rileks.
12. Atasi Sakit Punggung
Sakit punggung memang bukanlah penyakit yang berat, namun siksaannya sulit dip[ungkiri. Dengan daun sirsak rasa sakitnya bisa diringankan dengan cara meminum air rebusannya sebanyak 20 lembar.
13. Untuk Tidur Lebih Nyenyak
Kesulitan tidur kadang jadi penderitaan yang sulit diatasi. Namun daun sirsak bisa mengatasi itu, pasalnya daun ini disebut-sebut sebagai aromaterapi yang baik. Tentu, aromaterapi ini bikin KLovers jadi rileks dan tertidur nyenyak.
14. Kurangi Rasa Sakit Pada Bisul
Bisul kerap kali jadi momok yang menjengkelkan. Kecil-kecil tapi sakitnya minta ampun. Untuk kurangi rasa sakitnya, KLovers bisa oleskan pasta daun sirsak pada bisul setiap pagi dan sore.
15. Mengurangi Komedo
Daun sirsak yang telah dihaluskan dan ditambah dengan sedikit air mawar ampuh banget mencegah munculnya komedo. Nggak cuma itu, daun sirsak juga berkhasiat untuk ringankan eksim.(**)


Film Botoi Botoi Optimis Bisa Juara





Rahman Yasin, sutradara film.
Bengkulu, SH – Film pendek berjudul Botoi Botoi masuk 20 besar Indonesian Short Film Festival (ISFF) 2019 yang digelar oleh SCTV.Tinggal beberapa langkah lagi film yang disutradarai Rahman Yasin ini akan menjadi juara dalam festival yang bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah film Botoi Botoi masuk 20 besar. Kita sangat optimis akan juara,” ujar Rahman Yasin.
Jika juara Rahman mengatakan film ini akan diproduksi menjadi sinetron atau FTV yang diproduksi oleh stasiun TV nasional.Ini tentu menjadi kebangaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu sekaligus bisa menjadi ajang promosi daerah ke tingkat nasional.
 “Saya juga minta do’a kepada seluruh masyarakat Bengkulu agar film ini bisa menang,” harap Rahman.
Untuk diketahui bersama, film pendek Botoi Botoi ini mengisahkan sisi kehidupan nelayan pesisir Kota Bengkulu. Yakni, keluarga Safril.
Nelayan miskin yang memiliki 1 istri (Nurjanah) 1 anak (Ipe) dan 2 adiknya, Adnan (Wely) dan Asril yang diperankan Totok.Safril dan keluarga tinggal di rumah kecil di perkampungan nelayan yang kumuh. Safril dan keluarga terlilit utang mencekik.
Selain terlilit utang, Safril dan keluarga juga dicekam ancaman tsunami akibat aktifnya anak gunung Krakatau Sebab, sebelumnya, dampak erupsi anak gunung Krakatau ini telah memicu gelombang tsunami yang meluluhlantakan pesisir Banten dan Lampung.
Tak dinyana, gempa dan tsunami benar-benar terjadi dan menerjang pesisir Bengkulu.Film ini kental akan budaya masyarakat pesisir pantai Kota Bengkulu.Film Botoi Botoi yang berdurasi 15 menit ini didukung sederet artis lokal.
Adapun para pemain film, mereka adalah Anton Supriadi sebagai Safril, Rosdianti (Nurjanah), Wely Yaswan (Adnan), Ipe (Rosidah), Asril (Totok Suprapto). Ditambah, Riki (pedagang ikan), Antok Asa dan Delson sebagai depkolektor. Desi Eko Riani (rentenir), Desi Isnania (anak rentenir). Dina dan Bunga (penjual kue).Juga dibantu masyarakat nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu, Pulau Baai dan pemangku adat Kelurahan Berkas.
Tim produksi terdiri, Asep (penata kamera), Atenk dan Edy (kameraman), Pandu Subakti (soundman), Editor (Asep/Edy Prayekno), Antok Asa (penata artistik). Serta Dedi S sebagai penata musik.
“Film pendek ini juga diharapkan menjadi salah satu karya yang menjadi penambah perbendaharaan budaya daerah dan budaya nasional,’’tutup Rahman.(frj)


Kepala OPD Identifikasi Program Prioritas Pembangunan




BENGKULU, SH - Dalam rangka menindaklanjuti musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang telah dibahas oleh masing-masing organisasi perangkat daerah, pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu menggelar acara forum perangkat daerah (FPD).

Kegiatan yang juga membahas masalah rancangan kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2020  tersebut berlangsung di hotel Raffles. Turut dihadiri oleh seluruh OPD dan camat se-kota Bengkulu serta dibuka langsung oleh sekretaris daerah kota Bengkulu, Marjon, Kamis pagi (14/3/19).

Marjon minta kepada seluruh OPD untuk tidak kejar tayang dalam menjalankan program kerja karena bisa berdampak pada hasil  yang tidak maksimal bagi masyarakat.

"Seluruh kepala OPD, camat maupun lurah agar tidak asal-asalan dalam menjalankan program, karena program yang dijalankan dengan kejar tayang tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal," jelas Marjon.
Untuk menghindari kejar tayang tersebut, Marjon meminta kepada para camat dan lurah untuk terlebih dahulu mempelajari serta memahami kebutuhan yang ada di wilayah kerja masing-masing.

"Camat dan lurah harus bisa membaca situasi, pemimpin itu harus bisa mengidentifikasi  kebutuhan yang menjadi prioritas agar mendapatkan hasil yang maksimal," tutup Marjon.(frj)

Usulan KEK Pulau Baai akan Diajukan Semester II




Bengkulu, SH -PT Pelindo II (Persero) berencana mengajukan proposal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai di Bengkulu kepada Dewan Nasional KEK pada semester II/2019 setelah melengkapi persyaratan administratif.
Direktur Operasi Pelindo II Prasetyadi mengatakan rencana induk Pelabuhan Pulau Baai, termasuk rencana pengembangan fasilitas daratan tahap jangka panjang, sudah disetujuiKementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perseroan kini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu secara intensif. Sebagai bagian proses pengusulan kepada Dewan Nasional KEK, perseroan akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Bumi Rafflesia pada Senin siang (11/3/19), bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan investor. 

Setelah itu, Pelindo II selaku pengusul akan melengkapi persyaratan administrasi, seperti studi kelayakan, rencana bisnis, masterplan, dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Pengajuan usulan paling lambat semester II/2019. Studi butuh waktu, Amdal juga, paling tidak 3-4 bulan, belum lagi izin ke KLHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujarnya, Jumat siang (1/3/19).
Prasetyadi mengatakan, lokasi calon KEK Pulau Baai unggul karena berada tepat di belakang pelabuhan. Kondisi ini berbeda dengan KEK Sei Mangkei dan KEK Palu yang berjarak dengan pelabuhan.

Mengenai kegiatan utama, KEK Pulau Baai dengan luas 408 hektare (ha) akan diarahkan untuk aktivitas penghiliran komoditas andalan Bengkulu, seperti kelapa sawit, kopi, dan karet. Selama ini, tuturnya, komoditas Bengkulu dibawa ke Pelabuhan Panjang, di Lampung, kemudian diolah dan dikapalkan ke luar negeri melalui pelabuhan itu sehingga dicatat sebagai ekspor Provinsi Lampung. 
Dari sisi infrastruktur pelabuhan, Pelindo II menyatakan siap karena saat ini sedang melakukan pengembangan dermaga curah kering, dermaga curah cair, dan terminal peti kemas, serta digitalisasi. Fasilitas pembangkit listrik berkapasitas 2x100 megawatt juga tengah dibangun.

Pelindo merancang klasterisasi di dalam KEK. Kawasan akan dibagi menjadi zona inti 1 (industri pengolahan hasil tambang dan agroindustri), zona inti 2 (packaging, pergudangan, freight forwarding), dan zona industri pendukung vital (PLTU, industri pengolahan air, pengolahan bahan bakar, pengolahan air limbah, pengolahan sampah).

"Tapi, ini perlu peran Pemprov lain dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena KEK ini tidak berarti kalau tidak ada isinya," ujar Prasetyadi.

Pelindo II juga berharap Pemda tidak mempersulit perizinan yang diajukan calon investor sehingga pelaku usaha tertarik masuk ke KEK. 

Pelindo II menyiapkan dana Rp500 miliar untuk pengembangan tahap awal KEK. BUMN operator pelabuhan itu sejauh ini belum memutuskan menggandeng pihak lain untuk membangun kawasan. Kendati demikian, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan investor lain.

Dia melanjutkan prospek KEK juga cerah sejalan dengan rencana kereta api trase Kota Padang-Pulau Baai sebagai kelanjutan trase Muara Enim-Kota Padang. Keberadaan moda transportasi itu akan menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung, termasuk mengalirkan komoditas asal tiga provinsi itu ke Pulau Baai.

Selain itu, instalasi karantina hewan akan dibangun di atas lahan 223,3 ha yang di dalamnya terdapat antara lain fasilitas disinfeksi dan timbangan mobil serta area kandang isolasi. Keberadaan instalasi karantina ini dapat menjadikan Pulau Baai sebagai salah satu pintu keluar dan masuk ternak dari dan ke Indonesia.(frj)