BENGKULU SELATAN, SH – Bantuan Sapi atau yang
disebut juga bantuan opo, yang diserahkan Pemerintah demi meningkatkan
peternakan di Bengkulu Selatan diduga disalahgunakan dan dimanipulasi oleh kelompok
tani penerima sapi yang bekerjasama dengan salah seorang oknum pegawai di Dinas
Pertanian Bengkulu Selatan (BS) beserta oknum PPL yang ditugaskan di salah satu
Kecamatan di Kabupaten BS.
Disinyalir para
pelaku bertujuan in untuk memperkaya diri sendiri menggunakan uang Negara, yang dengan sengaja menipulasi bantuan sapi
yang diturunkan Pemerintah. Padahal sejatinya, bantuan ini untuk membantu masyarakat
dalam membudidayakan ternak sapi di desa-desa.
Fakta terungkap, salah
satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini melakukan peminjaman sementara
sapi dari Masyarakat untuk dibuat sebagai bukti pertanggung jawaban, yang akhirnya
dikembalikan setelah beberapa minggu kemudian kepada pemilik asli sapi
tersebut. Yang seharusnya, dana bantuan ini dibelikan sapi dan dibudidayakan
oleh masyarakat setempat, namun malah dana ini ‘ditilap’ tanpa dilakukan
pembelian.
Saat dikonfirmasi, sang
peminjam sapi, Sukerman di ruang kerjanya di Dinas Pertanian menyatakan
peminjaman itu terjadi akibat kurangnya dana bantuan yang diberikan sebab
bantuan yang diserahkan masih berupa dana tunai yang mana dana ini termasuk juga dengan pembuatan kandang ternak
sapi tersebut. Begitu juga dengan alat pendukung akibat ketidakcukupan dana
tersebut, akhirnya terjadilah peminjaman sapi kepada masyarakat, agar seolah-olah
sapi telah dibelikan.
Al, PPL yang
membimbing kelompok tani ini juga beranggapan sama dengan Sukerman dari pihak
Pertanian. “Memang benar kami meminjam sapi masyarakat akibat kekurangan dana
dan sudah kami kembalikan,” jelas Al.
Dari pantauan Suara
Hukum, diketahui pada malam hari Kelompok penerima bantuan sapi ini
mengeluarkan sapi untuk dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya. Sehingga hal
ini jelas diduga keras pengadaan sapi ini difiktifkan akibat kelompok penerima
tersebut sengaja melakukan permainan yang seolah-olah telah dibelikan sapi
tersebut padahal bukti lapangan yang sebenarnya dipinjamkan. Hal ini juga sudah
diakui oleh pihak PPL dan diduga memang diketahui pihak Dinas pertanian BS.(Jan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar