Minggu, 10 Februari 2019

Dana Bantuan Pembelian Sapi Terindikasi Dikorupsi ‘Berjamaah’ // Diduga Terjadi Persekongkolan Kelompok Tani Penerima Bantuan, PPL, dan Oknum Dinas Pertanian BS



 

BENGKULU SELATAN, SH – Bantuan Sapi atau yang disebut juga bantuan opo, yang diserahkan Pemerintah demi meningkatkan peternakan di Bengkulu Selatan diduga disalahgunakan dan dimanipulasi oleh kelompok tani penerima sapi yang bekerjasama dengan salah seorang oknum pegawai di Dinas Pertanian Bengkulu Selatan (BS) beserta oknum PPL yang ditugaskan di salah satu Kecamatan di Kabupaten BS.

Disinyalir para pelaku bertujuan in untuk memperkaya diri sendiri menggunakan uang Negara,  yang dengan sengaja menipulasi bantuan sapi yang diturunkan Pemerintah. Padahal sejatinya, bantuan ini untuk membantu masyarakat dalam membudidayakan ternak sapi di desa-desa.

Fakta terungkap, salah satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini melakukan peminjaman sementara sapi dari Masyarakat untuk dibuat sebagai bukti pertanggung jawaban, yang akhirnya dikembalikan setelah beberapa minggu kemudian kepada pemilik asli sapi tersebut. Yang seharusnya, dana bantuan ini dibelikan sapi dan dibudidayakan oleh masyarakat setempat, namun malah dana ini ‘ditilap’ tanpa dilakukan pembelian.

Saat dikonfirmasi, sang peminjam sapi, Sukerman di ruang kerjanya di Dinas Pertanian menyatakan peminjaman itu terjadi akibat kurangnya dana bantuan yang diberikan sebab bantuan yang diserahkan masih berupa dana tunai yang mana dana ini termasuk juga dengan pembuatan kandang ternak sapi tersebut. Begitu juga dengan alat pendukung akibat ketidakcukupan dana tersebut, akhirnya terjadilah peminjaman sapi kepada masyarakat, agar seolah-olah sapi telah dibelikan.

Al, PPL yang membimbing kelompok tani ini juga beranggapan sama dengan Sukerman dari pihak Pertanian. “Memang benar kami meminjam sapi masyarakat akibat kekurangan dana dan sudah kami kembalikan,” jelas Al.

Dari pantauan Suara Hukum, diketahui pada malam hari Kelompok penerima bantuan sapi ini mengeluarkan sapi untuk dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya. Sehingga hal ini jelas diduga keras pengadaan sapi ini difiktifkan akibat kelompok penerima tersebut sengaja melakukan permainan yang seolah-olah telah dibelikan sapi tersebut padahal bukti lapangan yang sebenarnya dipinjamkan. Hal ini juga sudah diakui oleh pihak PPL dan diduga memang diketahui pihak Dinas pertanian BS.(Jan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar