BENGKULU,
SH – Kebakaran
besar melanda ratusan ruko di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu menjadi
musibah terbesar di bumi Rafflesia pada, Jumat siang (14/12/18) sekitar pukul
11.00 wib. Hamper 4 jam baru bisa dipadamkan oleh tim BPK Bengkulu.
Gubernur
Bengkulu Rohidin Mersyah minta, pihak Polda Bengkulu segera mengusut penyebab
kejadian kebakaran tersebut. Selanjutnya, pihak kepolisian membuat posko
bantuan dan laporan jika ada warga yang hilang.
“Rumah
sakit bhayangkara sudah kita koordinasikan, jika ada pedagang ada luka-luka
akibat kebakaran bisa langsung kesana,” ujar Rohidin.
Setidaknya
30 tangki air sudah dikerahkan untuk usaha memadamkan serta untuk rumah sakit
untuk membuka posan ante-moertem guna mendata laporan jika ada yang
kehilangan ataupun pengaduan.
"Kita
antisipasi untuk kebakaran ini, karena api sangat besar, posko ini guna
pengaduan jika ada yang kehilangan ataupun ada yang hal- seperti pingsan,
mudah-mudahan tidak ada,"ungkap Rohidin.
Sementara,
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Choki Manurung mengatakan, mudah-mudahan
pemerintah kota bisa memperbaharui kendaraan pemadam kebakaran, karena
kendaraannya sudah tahun 80-an dan semprotannya juga sudah kurang baik.
// Pedagang Minta Solusi
Kebakaran hebat yang terjadi di pusat perbelanjaan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu mengakibatkan 1.200 kios habis dilahap api dan membuat aktivitas jual beli lumpuh total.
Menurut saksi mata sumber
api berasal dari blok Q dan dengan cepat api langsung melahap semua barang
ditiap kios yang rata-rata menjual pakaian.
Kerugian ditaksir mencapai
miliaran rupiah. Tak hanya itu menurut informasi ada 3 unit motor ikut terbakar
dan 2 orang warga dilarikan ke RSHD Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan.
Ditempat terpisah, wakil
walikota Bengkulu Dedi Wahyudi menyampaikan langkah yang akan dilakukan
pemerintah kota. Diantaranya akan mendata pedagang di PTM yang mengantongi
STBHM untuk diberikan perhatian seperti keringanan pinjaman Bank dan rencana
pembuatan lapak berjualan sementara.
"Untuk itu saya minta
waktu dan ketabahan para pedagang yang terkena musibah. Langakh cepat akan
diambil agar lokasi yang terbakar segera dibangun kembali seperti semula,"
ujar Dedi.
Salah satu pedagang pecah
belah, Upik minta perhatian Pemerintah sekaligus solusi bagi ratusan pedagang.
Kepala
Pengelola PTM Zulkifli Ishaq menuturka, listrik yang ada di PTM beberapa kali
sempat padam. Atas kejadian itu menduga korsleting listrik menjadi penyebab
utama terjadinya kebakaran tersebut.
"Indikasinya
itu karna listrik, karena listrik hidup mati beberapa kali dari PLNnya
kan," ujar Zulkifli.
Kebakaran
ini terjadi sebelum pedagang mulai membuka tokonya, sehingga kemungkinan korban
jiwa maupun cedera bisa dikatakan kecil. Kendati demikian, jumlah korban jiwa
maupun cedera baru bisa dipastikan ketika pihak terkait melakukan proses
pengecekan lebih lanjut.
Menurut
data yang berhasil dihimpun, ada total 1200 kios maupun auning yang ada di
Gedung PTM, yang terdiri dari 600 kios bagian atas dan 600 kios bagian bawah.
Terkait insiden kebakaran ini, pihak pengelola mengatakan masih menunggu proses
pemadaman dan penyebab pasti kebakaran sebelum melakukan tindakan selanjutnya.
Beruntung, Gedung PTM memiliki asuransi yang nantinya akan berusaha diklaim
kepada pihak penyedia jasa asuransi.
"Kita
pakai asuransi, kalau gedung asuransi, kalau pedagang kita tidak tau ada
asuransinya atau tidak," pungkas Zulkifli.
// Pihak PTM Masih Tunggu Hasil Uji Lab
Pasca kebakaran, Pasar
Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu hingga sekarang (21/12/18) belum bisa
difungsikan kembali.
“Ya kita ikut bela
sungkawa dan berduka atas kejadian itu. Hingga saat ini, managament masih
menunggu hasil uji laboratorium PURP. Atas kelayakan uji beton pasca musibah,”
kata Direktur Ops. Trigading Lestari (Mega Mall dan PTM), Yohanes Lee, MSi.
Selain itu Ia
mengungkapkan, saat ini pihak Mega Mall sendiri, akan menata ulang kios yang
bisa difungsikan untuk fashion yang tadinya berjualan di PTM.
“Mungkin tidak dapat kita
akomodir semua, mengingat keterbatasan tempat tentunya. Namun itu semua, kita
masih menunggu hasil uji kelayakan dari PURP labotoriumnya. Tentang kelayakan
bangunan dan uji beton,” tuturnya.
Saat di tanya apakah PTM,
tidak dilengkapi hidrand air, layaknya seperti yang berada di Mall. Yohanes
mengatakan, memang tidak ada, kecuali hanya tersedia racun api saja.
Seperti yang di harapkan
oleh Trigading Lestari (Mega Mall dan PTM), Yohanes Lee, MSi semoga hasil uji
kelayakan beton nanti baik supaya bangunan tetap di rehap dan berjalan sepeti
biasanya.
“Dan ini standarnya PTM.
Beda dengan Mall. Kita berharap semoga hasil uji kelayakan beton nanti baik.
Sehingga kita segera menata dan merenovasi kios yang terbakar,” tutupnya.(pau/frj)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar