Selasa, 25 Desember 2018

PTM Lumpuh Total, Rohidin Minta Kebakaran Segera Diusut


BENGKULU, SH – Kebakaran besar melanda ratusan ruko di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu menjadi musibah terbesar di bumi Rafflesia pada, Jumat siang (14/12/18) sekitar pukul 11.00 wib. Hamper 4 jam baru bisa dipadamkan oleh tim BPK Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah minta, pihak Polda Bengkulu segera mengusut penyebab kejadian kebakaran tersebut. Selanjutnya, pihak kepolisian membuat posko bantuan dan laporan jika ada warga yang hilang.

“Rumah sakit bhayangkara sudah kita koordinasikan, jika ada pedagang ada luka-luka akibat kebakaran bisa langsung kesana,” ujar Rohidin.

Setidaknya 30 tangki air sudah dikerahkan untuk usaha memadamkan serta untuk rumah sakit untuk membuka posan ante-moertem guna mendata laporan  jika ada yang kehilangan ataupun pengaduan.

"Kita antisipasi untuk kebakaran ini, karena api sangat besar, posko ini guna pengaduan jika ada yang kehilangan ataupun ada yang hal- seperti pingsan, mudah-mudahan tidak ada,"ungkap Rohidin.

Sementara, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Choki Manurung mengatakan, mudah-mudahan pemerintah kota bisa memperbaharui kendaraan pemadam kebakaran, karena kendaraannya sudah tahun 80-an dan semprotannya juga sudah kurang baik.


// Pedagang Minta Solusi


Kebakaran hebat yang terjadi di pusat perbelanjaan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu mengakibatkan 1.200 kios habis dilahap api dan membuat aktivitas jual beli lumpuh total.

Menurut saksi mata sumber api berasal dari blok Q dan dengan cepat api langsung melahap semua barang ditiap kios yang rata-rata menjual pakaian.

Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tak hanya itu menurut informasi ada 3 unit motor ikut terbakar dan 2 orang warga dilarikan ke RSHD Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan.

Ditempat terpisah, wakil walikota Bengkulu Dedi Wahyudi menyampaikan langkah yang akan dilakukan pemerintah kota. Diantaranya akan mendata pedagang di PTM yang mengantongi STBHM untuk diberikan perhatian seperti keringanan pinjaman Bank dan rencana pembuatan lapak berjualan sementara.

"Untuk itu saya minta waktu dan ketabahan para pedagang yang terkena musibah. Langakh cepat akan diambil agar lokasi yang terbakar segera dibangun kembali seperti semula," ujar Dedi.

Salah satu pedagang pecah belah, Upik minta perhatian Pemerintah sekaligus solusi bagi ratusan pedagang.

Kepala Pengelola PTM Zulkifli Ishaq menuturka, listrik yang ada di PTM beberapa kali sempat padam. Atas kejadian itu menduga korsleting listrik menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran tersebut. 

"Indikasinya itu karna listrik, karena listrik hidup mati beberapa kali dari PLNnya kan," ujar Zulkifli.

Kebakaran ini terjadi sebelum pedagang mulai membuka tokonya, sehingga kemungkinan korban jiwa maupun cedera bisa dikatakan kecil. Kendati demikian, jumlah korban jiwa maupun cedera baru bisa dipastikan ketika pihak terkait melakukan proses pengecekan lebih lanjut.

Menurut data yang berhasil dihimpun, ada total 1200 kios maupun auning yang ada di Gedung PTM, yang terdiri dari 600 kios bagian atas dan 600 kios bagian bawah. Terkait insiden kebakaran ini, pihak pengelola mengatakan masih menunggu proses pemadaman dan penyebab pasti kebakaran sebelum melakukan tindakan selanjutnya. Beruntung, Gedung PTM memiliki asuransi yang nantinya akan berusaha diklaim kepada pihak penyedia jasa asuransi.

"Kita pakai asuransi, kalau gedung asuransi, kalau pedagang kita tidak tau ada asuransinya atau tidak," pungkas Zulkifli.

// Pihak PTM Masih Tunggu Hasil Uji Lab

Pasca kebakaran, Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu hingga sekarang (21/12/18) belum bisa difungsikan kembali.
“Ya kita ikut bela sungkawa dan berduka atas kejadian itu. Hingga saat ini, managament masih menunggu hasil uji laboratorium PURP. Atas kelayakan uji beton pasca musibah,” kata Direktur Ops. Trigading Lestari (Mega Mall dan PTM), Yohanes Lee, MSi.
Selain itu Ia mengungkapkan, saat ini pihak Mega Mall sendiri, akan menata ulang kios yang bisa difungsikan untuk fashion yang tadinya berjualan di PTM.
“Mungkin tidak dapat kita akomodir semua, mengingat keterbatasan tempat tentunya. Namun itu semua, kita masih menunggu hasil uji kelayakan dari PURP labotoriumnya. Tentang kelayakan bangunan dan uji beton,” tuturnya.
Saat di tanya apakah PTM, tidak dilengkapi hidrand air, layaknya seperti yang berada di Mall. Yohanes mengatakan, memang tidak ada, kecuali hanya tersedia racun api saja.
Seperti yang di harapkan oleh Trigading Lestari (Mega Mall dan PTM), Yohanes Lee, MSi semoga hasil uji kelayakan beton nanti baik supaya bangunan tetap di rehap dan berjalan sepeti biasanya.
“Dan ini standarnya PTM. Beda dengan Mall. Kita berharap semoga hasil uji kelayakan beton nanti baik. Sehingga kita segera menata dan merenovasi kios yang terbakar,” tutupnya.(pau/frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar