Minggu, 30 Desember 2018

Dosennya Para Pejabat, Akui Miliki 30 Ribu Buku

Agus Joko Purwadi dosen FKIP Unib.

BENGKULU, SH – Mungkin tak ada civitas akademika FKIP Unib yang tak kenal dengan Agus Joko Purwadi. Sosok low profile namun bisa meledak-ledak dalam memberikan materi saat diskusi ilmiah ini dikenal sebagai dosen yang ‘serba tahu’. Julukan ini disematkan karena ia mampu memberikan perkuliahan yang terkadang di luar dari disiplin ilmunya, bahasa dan sastra Indonesia. Kemampuannya ini tak lepas dari kebiasaannya; membaca buku. 

Agus mengaku membaca sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil. Bahkan saat ini ia memiliki koleksi sebanyak 30 ribu buku. “Jumlah koleksi buku saya ini lebih banyak dari koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Unib yang hanya 26 ribu buku,” ujar Agus. Pria kelahiran 28 Agustus 1959 menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Yogyakarta dengan mengambil jurusan bahasa dan satra Indonesia. Kemudian melanjutkan pendisikan S2 di IKIP Malang dengan mengambil jurusan pendidikan bahasa Indonesia.

Sebagian koleksi buku Agus yang tersimpan di lemari kerjanya.

// Sudah Terbitkan 8 Judul Buku

            Agus menuturkan, sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) sudah mulai gemar membaca buku. “Buku-buku ini saya kumpulin dan saya beli sendiri. Tidak ada bantuan dari siapapun,” ujarnya. Buku yang sudah lama ia simpan di rumahnya yang ada di Klaten. “Sisanya saya simpan di Bengkulu untuk jenis buku-buku baru yang sering saya gunakan untuk bahan perkulihan,” ungkapnya.

Selama menjadi dosen, Agus mengaku pernah mengajar sejumlah pejabat yang ada di Provinsi Bengkulu. Beberapa diantaranya, Walikota Bengkulu Helmi Hasan, mantan Wabup Bengkulu Selatan Jani Hairin, Anggota DPD RI, Ahmad Kanedi dan banyak lainnya. 

“Coba cek saja ke mereka. Pada saat kuliah S1 dulu meraka itu murid-murid saya semua. Kala itu saya mengajar Ilmu Sosial Budaya Dasar,” ujarnya sambil guyon. Agus menambahkan, dirinya gemar membaca dan mengoleksi buku dikarenakan ada kepuasan tersendiri. Selain juga sebagai untuk menambah wawasan dan pengetahuan. “Mengoleksi buku itu motifnya selain untuk memenuhi persyaratan saya sebagai tenaga akademik tentu ada tuntutan yang lain seperti menambah wawasan, pengetahuan dan kemudian untuk kepuasan pribadi,” ungkapnya. 

Selain kegemaran yang suka membaca Agus juga sudah menerbitkan sebanyak 8 judul buku. Salah satu judul bukunya itu adalah Kebudayaan Bengkulu (Bunga rampai budaya Bengkulu), Analisis teks-teks sastra dan lainnya. “Untuk buku yang udah diterbitkan ada 8 judul buku. Sedangkan yang masih dalam bentuk draf ada banyak. Salah satunya saya menulis asal usul kota-kota tertentu,” tutupnya. (frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar