![]() |
| Agus Joko Purwadi dosen FKIP Unib. |
BENGKULU, SH –
Mungkin tak ada civitas akademika FKIP Unib yang tak kenal dengan Agus Joko
Purwadi. Sosok low profile namun bisa meledak-ledak dalam
memberikan materi saat diskusi ilmiah ini dikenal sebagai dosen yang ‘serba
tahu’. Julukan ini disematkan karena ia mampu memberikan perkuliahan yang
terkadang di luar dari disiplin ilmunya, bahasa dan sastra Indonesia.
Kemampuannya ini tak lepas dari kebiasaannya; membaca buku.
Agus mengaku membaca sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil.
Bahkan saat ini ia memiliki koleksi sebanyak 30 ribu buku. “Jumlah koleksi buku
saya ini lebih banyak dari koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Unib yang
hanya 26 ribu buku,” ujar Agus. Pria kelahiran 28 Agustus 1959 menyelesaikan
pendidikan S1 di IKIP Yogyakarta dengan mengambil jurusan bahasa dan satra
Indonesia. Kemudian melanjutkan pendisikan S2 di IKIP Malang dengan mengambil
jurusan pendidikan bahasa Indonesia.
![]() |
| Sebagian koleksi buku Agus yang tersimpan di lemari kerjanya. |
// Sudah Terbitkan 8 Judul Buku
Agus
menuturkan, sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) sudah mulai gemar membaca
buku. “Buku-buku ini saya kumpulin dan saya beli sendiri. Tidak ada
bantuan dari siapapun,” ujarnya. Buku yang sudah lama ia simpan di rumahnya
yang ada di Klaten. “Sisanya saya simpan di Bengkulu untuk jenis buku-buku baru
yang sering saya gunakan untuk bahan perkulihan,” ungkapnya.
Selama menjadi dosen, Agus mengaku pernah mengajar sejumlah pejabat
yang ada di Provinsi Bengkulu. Beberapa diantaranya, Walikota Bengkulu
Helmi Hasan, mantan Wabup Bengkulu Selatan Jani Hairin, Anggota DPD RI, Ahmad
Kanedi dan banyak lainnya.
“Coba cek saja ke mereka. Pada saat kuliah S1 dulu meraka itu
murid-murid saya semua. Kala itu saya mengajar Ilmu Sosial Budaya Dasar,” ujarnya
sambil guyon. Agus menambahkan, dirinya gemar membaca dan mengoleksi buku
dikarenakan ada kepuasan tersendiri. Selain juga sebagai untuk menambah wawasan
dan pengetahuan. “Mengoleksi buku itu motifnya selain untuk memenuhi
persyaratan saya sebagai tenaga akademik tentu ada tuntutan yang lain seperti
menambah wawasan, pengetahuan dan kemudian untuk kepuasan pribadi,” ungkapnya.
Selain kegemaran yang suka membaca Agus juga sudah menerbitkan
sebanyak 8 judul buku. Salah satu judul bukunya itu adalah Kebudayaan Bengkulu
(Bunga rampai budaya Bengkulu), Analisis teks-teks sastra dan lainnya. “Untuk
buku yang udah diterbitkan ada 8 judul buku. Sedangkan yang masih dalam bentuk
draf ada banyak. Salah satunya saya menulis asal usul kota-kota tertentu,”
tutupnya. (frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar