Banjir Parah, Warga Perumnas Bumi Mas Demo BTN dan Developer
BENGKULU, SH – Puluhan warga perumahan nasional (Perumnas) Bumi
Mas 1 Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu pukul 09.00
WIB, Selasa pagi (11/12/18) berdemo ke kantor Bank Tabungan Negara (BTN)
Bengkulu. Kedatangan puyluhan Kepala Keluarga ini mempotes rumah mereka yang
kebanjiran saat hujan deras mengguyur Kota Bengkulu, pada Senin sore hingga
Senin malam (10/12/18).
Salah satu warga
mengatakan, air menggenangi kawasan rumah mereka hingga setinggi lutut orang
dewasa.
“Air tadi malam setinggi
lutut masuk rumah. Bahkan ada sebagian rumah yang berada disitu terndam air
setinggi dada,” ujarnya.
Abdul Rahman (50)
menceritakan, warga menuntut banjir tersebut segera diatasi segera dan
kedepannya tidak terulang lagi. Selama ini Perumahan Bumi Mas 1 terparah
terendam banjir. Dirinya yang hampir setahun lebih menghuni perumahan tersebut
merasakan setiap hujan deras pasti merasa was-was dan ketakutan sebab perumahan
tempat tinggal mereka selalu kebanjiran. Puncaknya Senin malam (10/11/18), air
sangat tinggi menggenangi perumahan mereka.
Akibatnya banjir ini,
sebagian dari mereka mengalami kerugian hin gga puluhan juta rupiah akibat
barang-barang elektronik, kendaraan, serta ternak terendam banjir.
“Pernah mengadu
kedepolover, namun tidak ada solusinya tidak ditanggapi serius,” tukasnya.
Abdul Rahman menambahkan,
saat membeli rumah di perumnas tersebut, warga dijanjikan rumah layak huni dan
bebas banjir. Kedua belah pihak pengembang dan pembeli rumah sudah
menandatangani 9 item perjanjian, termasuk perjanjian bebas banjir.
Kenyataannya rumah yang mereka saat ini tidak layak huni, bahkan ada terdapat
bangunan yang miring karena berdiri di atas derah rawa-rawa timbunan.
Untuk diketahui, sebelumnya
pihak deplover sudah menjanjikan biaya ganti rugi/kompensasi sebesar Rp 8
hingga Rp 10 juta per rumah. Tergantung ketinggian air yang merendam rumah
dengan pencairan bertahap perminggu, namun warga tetap mau pindah bahkan ingin melalkukan
over kredit, namun permasalahnya rumah yang mereka tempati tak bias di over
kreditkan karena belum berjangka 5 tahun sebagai syarat untuk melakukan over
kredit sebagaimana yang tertuang dalam akad pembelian perumahan.
”Percuma ada kompensasi
kalau setiap hujan banjir lagi. Kami mau pindah saja” cetus Rahman.
Setelah beberapa lama
berdemo di depan Bank BTN, beberpa perwakilan diajak berdiskusi oleh pihak
Bank. Tak lama itu, salah satu perwakilan warga yang masuk menemui manajemen
BTN menemui pendemo. Rasmin salah satu perwakilan warga yang ikut masuk
mengatakan, warga sudah mengusulkan perbaikan Drainase. Karena drainase
merupakan salah satu komponen yang tidak terpisahkan dalam rancangan
perencanaan pembangunan.
“Drainase yang harus segera
diperbaiki, bukan hanya dibangun namun juga di beton hingga tahan terjangan
banjir. Jika tidak kunjung diperbaiki maka kami sepakat tidak membayar
KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan bahkan akan meminta untuk pindah dan
tidak akan membayar kredit perumahan untuk sementara waktu,” pungkasnya.
Sementara, Pimpinan Bank
Tabungan Negara (BTN) menyesalkan aksi yang dilakukan warga Perumnas Bumi Mas 1
yang mendatangi kantornya.
“Seharusnya jangan bawa
ribut ke kantor. Karena akan merusak citra BTN,” ujar Ketua Bidang Bagian
Risiko BTN Bengkulu, Pelita Sebayang.
Meski begitu, BTN tetap
menindaklanjuti protes warga tersebut. Dengan langsung memanggil Developer PT.
Bumi Sarindo, yang mengurusi perumnas tersebut. Selanjutnya manajemen BTN,
Developer PT. Bumi Sarindo dan beberapa perwakilan dari warga melakukan
mediasi. Setelah melakukan mediasi, Developer PT. Bumi Sarindo, Etra Yunardi
langsung menyambangi warga.
Etra mengakui, saat ini
pengembang tengah berupaya membangun drainase, hanya saja mengalami banyak
kendala. Salah satunya belum adanya persetujuan dari pemilik lahan yang
tanahnya digunakan sebagai aliran drainase itu.
“Saat ini kita sedang
berupaya membangun drainase di sana, namun ada kendala, lantaran ada kebun
kelapa sawit dan pemiliknya menolak jika tanahnya dipakai untuk aliran
drainase,” ujarnya.
Dengan kendala itu, mediasi
bakal dilanjutkan pada Rabu (12/12/18). Yang akan dihadiri warga, developer,
dan dinas terkait untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah tersebut.
Untuk diketahui bersama, Developer
PT. Bumi Sarindo membangun sekitar 250 rumah di kawasan Bentiring, Kota
Bengkulu. Dari jumlah tersebut, hanya 100 rumah yang tidak terkena dampak
banjir. Banjir terparah ada di blok B, C , N , M dan R.
Tidak hanya di kelurahan
Bentiring, hujan deras dalam tempo 4 jam di wilayah Kota Bengkulu, sedikitnya
ada 5 kelurahan yang terkena dampak banjir cukup parah, yakni kelurahan Tanjung
Jaya, Tanjung Agung, Bentiring serta Bumi Ayu yang merupakan daerah rendah dan
sebagian di wilayah Betungan.(frj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar