Minggu, 09 Desember 2018

10 Desember, Rohidin Resmi Gubernur Definitif


BENGKULUSH - Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah  rencananya akan segera dilantik menjadi gubernur definitif menggantikan Ridwan Mukti Rencana pelantikan tersebut akan dijadwalkan pada tanggal 10 Desember 2018

Kapuspen Kemendagri, Bahtiar  mengatakan,  pelantikan Rohidin Mersyah sebagai Gubernur Bengkulu dijadwalkan tanggal 10 Desember 2018 mendatang di jakarta oleh Presiden. 

"Pelantikan pak Rohidin dijadwalkan tanggal 10 Desember 2018 bersamaan dengan Gubernur Provinsi Riau. Pelantikannya di Istana negara oleh bapak Presiden,” saat dikonfirmasi melalui pesan watshapp, Rabu siang (5/12/18).

Dalam pelantikannya nanti, pelaksana tugas gubernur Rohidin Mersyah menggantikan Ridwan Mukti sebagai gubernur sebelumnya. Ridwan Mukti digantikan lantaran terjerat Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Pelantikan Rohidin sebagai Gubernur Bengkulu yang defenitif ini tentu menjadi harapan banyak masyarakat Bengkulu. Sebab status pelaksana tugas (Plt) yang disandang Rohidin saat ini tidaklah menguntungkan bagi upaya percepatan pembangunan di Bengkulu.
Namun di sisi lain, tak nampak kesibukan yang mencolok di lingkungan Pemprov Bengkulu. Padahal jika informasi ini benar, tentu sudah banyak persiapan yang dilakukan.
Menyikapi pemberitaan rencana pelantikan Rohidin, Senin mendatang, Kabag Humas dan Protokol Pemprov Bengkulu Sri Hartika mengak tak mengetahui pasti ihkwal pelantikan tersebut. Menurutnya Pemprov Bengkulu terus mengupayakan agar pelantikan itu segera dilaksanakan.
Sri mengatakan, hingga saat ini belum ada satu lembar surat resmi dari Kemendagri atau Setneg atau dari Istana Sekalipun terkait undangan pelantikan Rohidin sebagai Gubernur Bengkulu.
“Tentu kita sangat senang dengan kabar adanya kepastian pelantikan bapak (Gubernur). Namun sampai hari ini, belum ada surat resmi yang masuk ke Pemprov terkait rencana pelantikan pada tanggal 10 Desember mendatang,”  ujar Sri.
Sebelumnya, peristiwa batalnya pelantikan Junaidi Hamsyah beberapa waktu lalu sebagai Gubernur Bengkulu beberapa tahun lalu. Kala itu banyak persiapan yang sudah dilakukan pihak Pemprov dalam acara pelantikan tersebut.
Bahkan tidak sedikit karangan bunga yang terpampang di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu kala itu. Catering makanan yang sudah disiapkan pun menjadi mubazir karena acara batal digelar.
“Tentu kita tak ingin kejadian itu terulang lagi. Makanya, selagi tidak ada surat resmi dari pihak Setneg atau Kemendagi perihal rencana pelantikan tersebut yang kita terima maka hal itu belum bisa dipastikan,” tambahnya.
Sri minta, masyarakat untuk tenang dan sabar, jangan nanti sudah banyak yang pesan karangan bunga dan sebagainya, tahu-tahu pelantikannya diundur,” pungkas Sri.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar