BENGKULU, SH - Dalam rangka memperingati Hari
Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober, pada Sabtu pagi (27/10/18) Gabungan
Press Crime dan sejumlah organisasi
lintas pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB)
melakukan aksi peduli lingkungan dengan melakukan penanaman pohon Mangrove dan
Penago di kawasan TPI Pantai Pondok Besi.
Aksi ini melibatkan
sejumlah komunitas dan aktivis pencinta lingkungan, seperti EP Creative, Lintas Komunitas Seni,
Gerakan Sahabat Konservasi, One Peace
Comunity, Tobo Berendo, Animal Lovers Bengkulu, Walhi Bengkulu, Lestari
Alam Untuk Negeri, Forum Dosen Indonesia Cabang Bengkulu, Team AYOK Bengkulu,
Rafflesia Diving Center Bengkulu,
Forum Genre Bengkulu, PKPU Human
Initiative Bengkulu, Mudo Asik, Kelas Inspirasi Bengkulu, Hima Biologi
Bengkulu, Duta Humas Polda, Duta Anti Narkoba, Hima Ilmu Tanah UNIB, GenBI
Bengkulu.
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, kegiatan
yang dilakukan ini sebagai kegiatan yang positif dan harus terus dilakukan dan
patut kita apresiasi. Semoga kegiatan ini dapat rutin terlaksana.
Sementara, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki mengatakan,
aksi peduli penanaman pohon yang dilakukan gabungan Press Crime dan FPPB ini,
sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan dan salah satu langkah dalam
mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti musibah abrasi. “Dengan
penanaman pohon ini juga dapat menjaga lingkungan sekitar kita tetap lestari
dari ancaman bahaya bencana alam,” ujarnya.
Koordinator
Kegiatan Safran Ansori mengatakan, aksi tanam pohon mangrov merupakan respon
terhadap kondisi alam dan lingkungan yang kian rusak, tak terkecuali ancaman
abrasi pantai di Kota Bengkulu, khususnya.
"Ini juga
untuk melatih diri supaya kita peduli lingkungan. Sekecil apapun aksi ini
asalkan bisa bermanfaat tentu bagus kalau dilakukan. Kita sudah melihat
bagaimana alam rusak dan murka kepada manusia. Nah, aksi ini adalah upaya kecil
kita untuk mengurangi kerusakan itu," ujar Safran.
Jumlah mangrov yang
akan ditaman semula ditarget seribu pohon. "Dalam perjalanan jumlah itu
tidak tercapai. Namun bukan soal jumlahnya, berapa pun yang nanti ditanam yang
pokok adalah dia bisa tumbuh dan bermanfaat.
Safran berharap apa yang sudah
dilakukan para Press Crime dan FPPB pada hari ini dapat dijaga oleh masyarakat
sekitar. Agar pohon yang ditanam ini bisa berkembang dan tumbuh besar.
“Sebab tanpa adanya perhatian dari
kita, tentu apa yang sudah ditanam ini dapat dengan mudah untuk kembali rusak.
Maka penting untuk menjaganya,”tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar