Senin, 05 November 2018

Peduli Lingkungan, Jurnalis Dan Gabungan Perangkat Daerah Tanam Pohon


BENGKULU, SH - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober, pada Sabtu pagi (27/10/18) Gabungan Press Crime dan sejumlah organisasi lintas pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB) melakukan aksi peduli lingkungan dengan melakukan penanaman pohon Mangrove dan Penago di kawasan TPI Pantai Pondok Besi.
Aksi ini melibatkan sejumlah komunitas dan aktivis pencinta lingkungan, seperti EP Creative, Lintas Komunitas Seni, Gerakan Sahabat Konservasi, One Peace Comunity, Tobo Berendo, Animal Lovers Bengkulu, Walhi Bengkulu, Lestari Alam Untuk Negeri, Forum Dosen Indonesia Cabang Bengkulu, Team AYOK Bengkulu, Rafflesia Diving Center Bengkulu, Forum Genre Bengkulu, PKPU Human Initiative Bengkulu, Mudo Asik, Kelas Inspirasi Bengkulu, Hima Biologi Bengkulu, Duta Humas Polda, Duta Anti Narkoba, Hima Ilmu Tanah UNIB, GenBI Bengkulu.
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai kegiatan yang positif dan harus terus dilakukan dan patut kita apresiasi. Semoga kegiatan ini dapat rutin terlaksana.
Sementara, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki mengatakan, aksi peduli penanaman pohon yang dilakukan gabungan Press Crime dan FPPB ini, sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan dan salah satu langkah dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti musibah abrasi. “Dengan penanaman pohon ini juga dapat menjaga lingkungan sekitar kita tetap lestari dari ancaman bahaya bencana alam,” ujarnya.
Koordinator Kegiatan Safran Ansori mengatakan, aksi tanam pohon mangrov merupakan respon terhadap kondisi alam dan lingkungan yang kian rusak, tak terkecuali ancaman abrasi pantai di Kota Bengkulu, khususnya.
"Ini juga untuk melatih diri supaya kita peduli lingkungan. Sekecil apapun aksi ini asalkan bisa bermanfaat tentu bagus kalau dilakukan. Kita sudah melihat bagaimana alam rusak dan murka kepada manusia. Nah, aksi ini adalah upaya kecil kita untuk mengurangi kerusakan itu," ujar Safran.
Jumlah mangrov yang akan ditaman semula ditarget seribu pohon. "Dalam perjalanan jumlah itu tidak tercapai. Namun bukan soal jumlahnya, berapa pun yang nanti ditanam yang pokok adalah dia bisa tumbuh dan bermanfaat.
Safran berharap apa yang sudah dilakukan para Press Crime dan FPPB pada hari ini dapat dijaga oleh masyarakat sekitar. Agar pohon yang ditanam ini bisa berkembang dan tumbuh besar.
“Sebab tanpa adanya perhatian dari kita, tentu apa yang sudah ditanam ini dapat dengan mudah untuk kembali rusak. Maka penting untuk menjaganya,”tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar