KEPAHIANG,
SH -
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Hartono pada Sepekan
yang lalu, selasa (27/10/2018) ditemui diruamg kerjanya menyatakan 483 Guru Kontrak Daerah (GKD) yang meliputi guru TK/PAUD, guru SD, dan guru
SMP yang lulus melalui tahapan seleksi ini memang tidak mendapatkan honor
sesuai UMR lantaran anggaran yang tersedia hanya berkisar 2,6 M untuk satu
tahun kontrak.
Ketika
ditanya bagaimana usaha Pemkab Kepahiang untuk menaikan honor GKD sekarang ini
kisaran Rp. 500.000,- perbulan menjadi sekitar 1.500.000,- terpaksa mengurangi
jumlah GKD dari 483 orang menjadi sekitar 173 orang.
“Bisa
digajih sesuai UMR dengan cara mengurangi manusianya” papar Hartono.
Yang
perlu diingat juga bahwa guru kontrak hanya ditugaskan didaerah terpencil yang
notabene masih kekurangan guru ASN. Beberapa daerah yang masih kekurangan guru
ASN di kabupaten Kepahiang diantaranya desa Cinto Mandi, Limbur Lama, desa Batu
Bandung, dan Desa Benuang Galing. Ketika ditanya jumlah Guru Kontrak yang
mendundurkan diri, Kadis Hartono kurang hapal jumlah yang pasti namun menurut
beliou ada sekitar 4 orang yang mendungdurkan diri diantaranya Guru Kontrak
yang ditempatkan di Desa Benuang Galing.
”Ada
sekitar 4 orang yang mengundurkan diri, mereka ini mengundurkan dirinya
sebenarnya dari tempat tugas, bukan
sebagai Guru Kontrak” papar Hartono.
Menanggapi
hal ini Kadis Hartono menyarankan sebaiknya guru kontrak direkrut dari warga
desa setempat mengingat Guru kontrak yang baru direkrut ini honorny sanggat terbatas. “ Mereka diberi
honor sekitar lima ratus ribu perbulan” papar Hartono.
Honor
guru kontrak ini sesuai dengan kemampuan anggaran Kabupaten Kepahiang. Dari
awal perekrutan Pemkab Kepahiang berencana menetapkan honor sesuai UMR namun
mengingat jumlah Guru Kontrak mencapai empat ratusan, terpaksa honor mereka
dibawa UMR. (Heri)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar