Selasa, 06 November 2018

Diduga Pekerjaan Rabat Dinas Perikanan BS Tidak Tepat Sasaran Serta Sistem Pengelolaan BBI Disinyalir Amburadul.



BENGKULU SELATAN, SH - Pemerintah mengucurkan dana yang lumayan besar untuk memperlancar transfortasi antar petani ikan begitu juga dengan keberadaan Balai Benih Ikan yang mana dikelola untuk dapat menghasilkan benih - benih ikan yang berkualitas agar dapat mendongkrak ekonomi pada bidang perikanan di Bengkulu Selatan, namun nampaknya lain dengan situasi yang terjadi dilapangan yang mana penerapannya diduga tidak tepat sasaran dan di sinyalir adanya perlambatan penerapannya dilapangan. Dinas perikanan melaksanakan pembangunan rabat beton pada tahun 2018 ini di duga kurang bermanfaat hal ini jelas terlihat karena pembangunan rabat beton tersebut yang berada di kecamatan Kedurang Ulu diarahkan kelokasi yang mana disana ditemukan cuman dua buah kolam.

Pada penelusuran yang dilakukan Suara Hukum dilapangan terbukti memang kolam yang ada disana diketahui kolam salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perikanan itu sendiri. Saat Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Novianto dikomfirmasi diruang kerjanya, beliau menjelaskan bahwa hal tersebut sudah sempat dilakukan penegoran akan tetapi entah bagaimana pembangunan rabat tersebut masih dilaksanakan dilokasi tersebut.

Terpisah Suara Hukum juga mempertanyakan masalah pengadaan pakan ikan yang di targetkan terhadap 3 lokasi BBI antara lain BBI rantau sialang Kedurang Ulu, BBI Pematang gambir, BBI Darat Sawah. Yang mana pengadaan ini menurut Novianto berjumlah 15 ton akan tetapi pakan tersebut belum dibagikan sampai sekarang dan yang paling ironisnya lagi pakan tersebut diserahkan kesalah satu toko yang ada di daerah kecamatan Seginim dengan alasan ditakutkan terjadi kadeluarsa.

Dalam penelusuran Suara Hukum bahwa ke 3 BBI yang ditargetkan oleh Dinas Perikanan Bengkulu Selatan mendapatkan bantuan pakan ini yang masing - masing BBI berjumlah 5 ton per BBI memang sangat sulit penerapannya sebab BBI yang memang masing nyata dikelola oleh Dinas Perikanan adalah BBI Rantau Sialang Kedurang Ulu. Sementara BBI Pematang gambir walaupun memiliki ikan akan tetapi milik warga yang saat ini mengontrak kolam tersebut artinya seluruh isinya adalah milik masyarakat yang sedang mengontraknya. BBI darat sawah pada saat ini jelas dalam posisi kosong dan posisi ditanami tanaman muda.

Dengan kejadian ini perencanaan yang dilakukan oleh pihak dinas Perikanan Bengkulu Selatan sangat diragukan sebab jelas - jelas 2 buah BBI yang ditargetkan untuk pembagian pakan tersebut hal ini jelasb terbukti dari BBI pematang gambir yang dikelola perorangan dan yang satu lagi posisi kosong. Menurut pernyataan Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Novianto bahwa penitipan pakan ikan tersebut dilakukan untuk mengatasi kadeluarsa, bagai mana tidak memang harus diatasi sebab mereka diduga merencanakan pakan tersebut padahal BBI yang jadi target tidak memiliki ikan akan tetapibterdaftar sebagai penerima pakan. (Jan) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar