BENGKULU
SELATAN, SH - Pemerintah mengucurkan dana yang lumayan besar untuk memperlancar
transfortasi antar petani ikan begitu juga dengan keberadaan Balai Benih Ikan
yang mana dikelola untuk dapat menghasilkan benih - benih ikan yang berkualitas
agar dapat mendongkrak ekonomi pada bidang perikanan di Bengkulu Selatan, namun
nampaknya lain dengan situasi yang terjadi dilapangan yang mana penerapannya
diduga tidak tepat sasaran dan di sinyalir adanya perlambatan penerapannya
dilapangan. Dinas perikanan melaksanakan pembangunan rabat beton pada tahun
2018 ini di duga kurang bermanfaat hal ini jelas terlihat karena pembangunan
rabat beton tersebut yang berada di kecamatan Kedurang Ulu diarahkan kelokasi
yang mana disana ditemukan cuman dua buah kolam.
Pada penelusuran yang dilakukan Suara Hukum dilapangan terbukti
memang kolam yang ada disana diketahui kolam salah satu Pegawai Negeri Sipil
(PNS) Dinas Perikanan itu sendiri. Saat Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan
Novianto dikomfirmasi diruang kerjanya, beliau menjelaskan bahwa hal tersebut
sudah sempat dilakukan penegoran akan tetapi entah bagaimana pembangunan rabat
tersebut masih dilaksanakan dilokasi tersebut.
Terpisah Suara Hukum juga mempertanyakan masalah pengadaan pakan
ikan yang di targetkan terhadap 3 lokasi BBI antara lain BBI rantau sialang
Kedurang Ulu, BBI Pematang gambir, BBI Darat Sawah. Yang mana pengadaan ini
menurut Novianto berjumlah 15 ton akan tetapi pakan tersebut belum dibagikan
sampai sekarang dan yang paling ironisnya lagi pakan tersebut diserahkan
kesalah satu toko yang ada di daerah kecamatan Seginim dengan alasan ditakutkan
terjadi kadeluarsa.
Dalam penelusuran Suara Hukum bahwa ke 3 BBI yang ditargetkan oleh
Dinas Perikanan Bengkulu Selatan mendapatkan bantuan pakan ini yang masing -
masing BBI berjumlah 5 ton per BBI memang sangat sulit penerapannya sebab BBI
yang memang masing nyata dikelola oleh Dinas Perikanan adalah BBI Rantau
Sialang Kedurang Ulu. Sementara BBI Pematang gambir walaupun memiliki ikan akan
tetapi milik warga yang saat ini mengontrak kolam tersebut artinya seluruh
isinya adalah milik masyarakat yang sedang mengontraknya. BBI darat sawah pada
saat ini jelas dalam posisi kosong dan posisi ditanami tanaman muda.
Dengan kejadian ini perencanaan yang dilakukan oleh pihak dinas
Perikanan Bengkulu Selatan sangat diragukan sebab jelas - jelas 2 buah BBI yang
ditargetkan untuk pembagian pakan tersebut hal ini jelasb terbukti dari BBI
pematang gambir yang dikelola perorangan dan yang satu lagi posisi kosong.
Menurut pernyataan Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan Novianto bahwa
penitipan pakan ikan tersebut dilakukan untuk mengatasi kadeluarsa, bagai mana
tidak memang harus diatasi sebab mereka diduga merencanakan pakan tersebut
padahal BBI yang jadi target tidak memiliki ikan akan tetapibterdaftar sebagai
penerima pakan. (Jan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar