BENGKULU, SH - Penumpang
maskapai Sriwijaya Air SJ-091 dengan rute Bengkulu-Jakarta protes lantaran
pesawat tersebut mengangkut buah durian. Diduga, pesawat itu membawa durian
sebanyak 3 Ton. Senin siang (5/11/18).
Pihak
Maskapai Sriwijaya Air akhirnya bersedia menurunkan durian yang ditaksir
mencapai 3 ton di Bandara Fatmawati. Kejadian itu terjadi setelah mendapat
protes keras dari para penumpang yang tidak bersedia mengudara bersama ribuan
buah durian. Karena selain baunya yang menyengat, penumpang juga takut terjadi
hal-hal tidak diinginkan saat berada di udara.
Sejumlah
penumpang yang mengetahui adanya aroma durian dalam pesawat akhirnya memilih
turun kembali dari pesawat demi mempertimbangkan faktor keselamatan. Dalam
keterangan video tersebut terdengar pelaku perekaman video menjelaskan
kronologis peristiwa yang terjadi disekitar lokasi penerbangan.
Sejumlah
petugas Bandara tampak mencoba mengevakuasi oknum yang diduga sebagai pemilik 3
ton durian. Sementara petugas lainnya mencoba menenangkan situasi para
penumpang yang sudah banyak yang turun dari pesawat. Sementara penumpang
lainnya tetap saja turun dan menuju gedung bandara untuk beristirahat.
![]() |
143 Penumpang Lion JT 633 Nyaris Celaka |
Kelak sehari, tepatnya Rabu malam
(7/11/18), suasana Bandara Fatmawati Soekarno mendadak heboh. 143
penumpang nyaris celaka lantaran sayap
sebelah kiri pesawat menabrak tiang lampu bilboard yang berada di dekat gedung
VIP Bandara Fatmawati Soekarno, ketika pesawat saat akan run way take off dilandasan.
Pesawat
Lion Air nomor penerbangan JT 633 jurusan Bengkulu-Jakarta pada rabu malam
(07/11) di bandara fatmawati Bengkulu sekitar pukul 18.20 Wib.
Sejumlah
saksi mata menceritakan, bermula pada pukul 17.50 melakukan boarding, para
penumpang mulai menaiki pesawat. Usai boarding, pesawat JT 633 tujuan Jakarta
bertolak dari parkiran empat menuju runway untuk take off. Naasnya, saat burung
besi ini mau keluar dari parkiran tiga, tampak pesawat batik air sedang parkir.
Khairul Anwar seorang penumpang yang juga Anggota DPRD
provinsi menuturkan, kejadian itu sangat cepat, getaran dan bunyi benturn
terasa di dalam pesawat.
“Setelah bunyi dan getaran itu terasa,
pesawat kemudian berhenti. Dan selang beberapa menit kita diminta turun
kembali,” ujarnya.
Alfian Putranto juga menuturkan,
posisi pesawat saat mau berbelok tiba-tiba berhenti. Ia tidak mengetahui kenapa
pesawat itu tiba-tiba berhenti. Selang kemudian pilot pesawat memberikan
informasi kalau pesawat batal untuk terbang karena ada kerusakan teknis.
“Pilot bilang dibatalkan berangkat karena ada kerusakan teknis, sambil menunggu otoritas bandara untuk parkir,” kata Alfian.
“Pilot bilang dibatalkan berangkat karena ada kerusakan teknis, sambil menunggu otoritas bandara untuk parkir,” kata Alfian.
Alfian menambahkan bahwa saat itu
kurang lebih 10 menit sebelum keberangkatan pesawat dalam kondisi mengisi bahan
bakar. Sedangkan semua penumpang telah memasuki pesawat. Kemudian pesawat jalan
pelan. Saat hendak berbelok terdengar suara dentuman dan pesawat berhenti.
“Kemudian kita para penumpang
diturunkan semua dari pesawat dan disitu pas turun kita liat sayap sebelah kiri
mengalami robek dan tiang untuk penanda parkir pesawat itu bengkok,” papar
Alfian.
Pada
saat menuju runway, pesawat batik air
parkir persis di depan vip room. Tiba
pesawat burung besi tersebut melintas, sayap pesawat menyenggol tiang titik
kordinat yang berdiri di depan gerbang vip dan menyebabkan sayap sebelah kiri
mengalami rusak robek.
Mengalami
hal tersebut, pesawat kembali lagi menuju parkiran empat. Semua isi penumpang
dipersilahkan turun menuju ruang tunggu. Untuk menghindari hal yang tidak
diinginkan, penumpang rencana dialihkan menggunakan pesawat JT 632 landing di
Bengkulu.
Insiden ini
pun membuat seluruh penumpang diturunkan dan kemudian memposting kejadian
tersebut dimedia sosial Facebook. Seperti status akunt milik M. Endang
Atmajaya, “Lion JT-633 BKL-JKT berhenti mendadak batal terbang tabrak tiang
lampu. depan ruang VVIP mantap x pilotnya”.
![]() |
| Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu Anies Wardana, saat melakukan konferensi pers. |
Sementara itu,
Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu Anies Wardana, melakukan konferensi pers
mengatakan Pesawat Lion Air, dengan nomor penerbangan JT 633 dari Bengkulu
menuju Jakarta gagal terbang dikarenakan sayap bagian kirinya telah menabrak
sebuah tiang parking style.
Dengan
kejadian tersebut, terpaksa ada penundaan penerbangan hingga pukul 21.45 WIB,
karena akan tetap diberangkatkan pada pesawat selanjutnya dengan nomor JT 632.
“Kejadian
tersebut memang benar, telah terjadi penundaan keberangkatan, karena pesawat JT
633 sayapnya menabrak tiang,” sampai Anies Wardana
Sementara
itu, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala
Prihantoro meminta maaf atas peristiwa tersebut.
“Lion Air
menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang
timbul,” ucapnya.
Tim
Inspektor Keamanan DKUPPU Kemenhub RI Diturunkan
Akibat kejadian ini, tim Inspektor Keamanan dan
Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI akan langsung turun ke Bengkulu, guna untuk
melihat secara langsung kelayakan pesawat Lion Air JT 633.
Anies Wardana
Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu mengatakan, saat ini pihaknya belum
mengetahui pasti apa penyebab pastinya kejadian tersebut, oleh karena itu nanti
semua keterangan akan disampaikan secara langsung oleh pihak DKUPPU Kemenhub
RI.
“Jadi kalau
untuk rincinya, kita akan menunggu hasil yang akan disampaikan oleh pihak
Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI besok,” ujarnya
Anies
menambahkan, kejadian seperti ini pihaknya tidak dapat menjelaskan secara
detail, karena memang harus ada pemeriksaan secara teknis terlebih dahulu oleh
pihak Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI.
“Iya nanti kan
semuanya dijelaskan oleh pihak Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU
Kemenhub RI, jadi sementara kita hanya bisa menyampaikan ini,” lanjutnya
Hingga saat
ini, pihaknya akan tunggu hasil pemeriksaan, saat ini pesawatnya akan tetap
berada di bandara dan besok pagi tim DKUPPU Kemenhub RI akan segera dating.(frj/berbagai
sumber)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar