Minggu, 11 November 2018

2 hari Lion Air Hebohkan Warga Bengkulu


BENGKULU, SH - Penumpang maskapai Sriwijaya Air SJ-091 dengan rute Bengkulu-Jakarta protes lantaran pesawat tersebut mengangkut buah durian. Diduga, pesawat itu membawa durian sebanyak 3 Ton. Senin siang (5/11/18).

Pihak Maskapai Sriwijaya Air akhirnya bersedia menurunkan durian yang ditaksir mencapai 3 ton di Bandara Fatmawati. Kejadian itu terjadi setelah mendapat protes keras dari para penumpang yang tidak bersedia mengudara bersama ribuan buah durian. Karena selain baunya yang menyengat, penumpang juga takut terjadi hal-hal tidak diinginkan saat berada di udara. 

Sejumlah penumpang yang mengetahui adanya aroma durian dalam pesawat akhirnya memilih turun kembali dari pesawat demi mempertimbangkan faktor keselamatan. Dalam keterangan video tersebut terdengar pelaku perekaman video menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi disekitar lokasi penerbangan.

Sejumlah petugas Bandara tampak mencoba mengevakuasi oknum yang diduga sebagai pemilik 3 ton durian. Sementara petugas lainnya mencoba menenangkan situasi para penumpang yang sudah banyak yang turun dari pesawat. Sementara penumpang lainnya tetap saja turun dan menuju gedung bandara untuk beristirahat.

143 Penumpang Lion  JT 633 Nyaris Celaka

Kelak sehari, tepatnya Rabu malam (7/11/18), suasana Bandara Fatmawati Soekarno mendadak heboh. 143 penumpang  nyaris celaka lantaran sayap sebelah kiri pesawat menabrak tiang lampu bilboard yang berada di dekat gedung VIP Bandara Fatmawati Soekarno, ketika pesawat saat akan run way take off dilandasan.
Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 633 jurusan Bengkulu-Jakarta pada rabu malam (07/11) di bandara fatmawati Bengkulu sekitar pukul 18.20 Wib.

Sejumlah saksi mata menceritakan, bermula pada pukul 17.50 melakukan boarding, para penumpang mulai menaiki pesawat. Usai boarding, pesawat JT 633 tujuan Jakarta bertolak dari parkiran empat menuju runway untuk take off. Naasnya, saat burung besi ini mau keluar dari parkiran tiga, tampak pesawat batik air sedang parkir.
Khairul Anwar  seorang penumpang yang juga Anggota DPRD provinsi menuturkan, kejadian itu sangat cepat, getaran dan bunyi benturn terasa di dalam pesawat.
“Setelah bunyi dan getaran itu terasa, pesawat kemudian berhenti. Dan selang beberapa menit kita diminta turun kembali,” ujarnya.
Alfian Putranto juga menuturkan, posisi pesawat saat mau berbelok tiba-tiba berhenti. Ia tidak mengetahui kenapa pesawat itu tiba-tiba berhenti. Selang kemudian pilot pesawat memberikan informasi kalau pesawat batal untuk terbang karena ada kerusakan teknis.
“Pilot bilang dibatalkan berangkat karena ada kerusakan teknis, sambil menunggu otoritas bandara untuk parkir,” kata Alfian.
Alfian menambahkan bahwa saat itu kurang lebih 10 menit sebelum keberangkatan pesawat dalam kondisi mengisi bahan bakar. Sedangkan semua penumpang telah memasuki pesawat. Kemudian pesawat jalan pelan. Saat hendak berbelok terdengar suara dentuman dan pesawat berhenti.
“Kemudian kita para penumpang diturunkan semua dari pesawat dan disitu pas turun kita liat sayap sebelah kiri mengalami robek dan tiang untuk penanda parkir pesawat itu bengkok,” papar Alfian.
Pada saat menuju runway, pesawat batik air parkir persis di depan vip room. Tiba pesawat burung besi tersebut melintas, sayap pesawat menyenggol tiang titik kordinat yang berdiri di depan gerbang vip dan menyebabkan sayap sebelah kiri mengalami rusak robek.
Mengalami hal tersebut, pesawat kembali lagi menuju parkiran empat. Semua isi penumpang dipersilahkan turun menuju ruang tunggu. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, penumpang rencana dialihkan menggunakan pesawat JT 632 landing di Bengkulu.
Insiden ini pun membuat seluruh penumpang diturunkan  dan kemudian memposting kejadian tersebut dimedia sosial Facebook. Seperti status akunt milik M. Endang Atmajaya, “Lion JT-633 BKL-JKT berhenti mendadak batal terbang tabrak tiang lampu. depan ruang VVIP mantap x pilotnya”.
Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu Anies Wardana, saat melakukan konferensi pers.

Sementara itu, Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu Anies Wardana, melakukan konferensi pers mengatakan Pesawat Lion Air, dengan nomor penerbangan JT 633 dari Bengkulu menuju Jakarta gagal terbang dikarenakan sayap bagian kirinya telah menabrak sebuah tiang parking style.
Dengan kejadian tersebut, terpaksa ada penundaan penerbangan hingga pukul 21.45 WIB, karena akan tetap diberangkatkan pada pesawat selanjutnya dengan nomor JT 632.
“Kejadian tersebut memang benar, telah terjadi penundaan keberangkatan, karena pesawat JT 633 sayapnya menabrak tiang,” sampai Anies Wardana
Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro meminta maaf atas peristiwa tersebut.
“Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul,” ucapnya.
Tim Inspektor Keamanan DKUPPU Kemenhub RI Diturunkan

Akibat kejadian ini, tim Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI akan langsung turun ke Bengkulu, guna untuk melihat secara langsung kelayakan pesawat Lion Air JT 633.

Anies Wardana Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui pasti apa penyebab pastinya kejadian tersebut, oleh karena itu nanti semua keterangan akan disampaikan secara langsung oleh pihak DKUPPU Kemenhub RI.
“Jadi kalau untuk rincinya, kita akan menunggu hasil yang akan disampaikan oleh pihak Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI besok,” ujarnya
Anies menambahkan, kejadian seperti ini pihaknya tidak dapat menjelaskan secara detail, karena memang harus ada pemeriksaan secara teknis terlebih dahulu oleh pihak Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI.
“Iya nanti kan semuanya dijelaskan oleh pihak Inspektor Keamanan dan Keselamatan DKUPPU Kemenhub RI, jadi sementara kita hanya bisa menyampaikan ini,” lanjutnya
Hingga saat ini, pihaknya akan tunggu hasil pemeriksaan, saat ini pesawatnya akan tetap berada di bandara dan besok pagi tim DKUPPU Kemenhub RI akan segera dating.(frj/berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar