Minggu, 11 November 2018

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Dibanjiri Lautan Manusia



BENGKULU, SH - Kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) Lc, MA, di Provinsi Bengkulu Senin 5 November 2018.  Mengisi tabligh akbar HUT Emas Provinsi Bengkulu Ke-50,dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Izzah. 

Dalam acara Tabligh Akbar ini tidak hanya masyarakat Bengkulu saja yang hadir, namun masyarakat dari berbagai daerah Provinsi Bengkulu turut hadir untuk mendengarkan tausyiah Ustadz Abdul Somad tersebut.

Kedatangan Ustadz Abdul Somad  sangat di apresiasi dan ditunggu-tunggu oleh  Masyarakat provinsi Bengkulu. Dari Pantauan Wartawan Teropongpublik.com.com.ribuan manusia yang hadir baik dari provinsi ataupun dari provinsi lain. 

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Bengkulu mengatakan, Ustadz Abdul Somad ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, dan selamat datang di Bumi Rafflesia kepada Ustadz Abdul Somad.

“Pertama saya ucapakan selamat datang kepada Ustadz Abdul Somad di Bumi Rafflesia ini, semoga Tabligh Akbar HUT  Emas Provinsi Bengkulu ke 50 ini berjalan dengan lancar dan khidmat dan tertib,” sampai Plt Gubernur Bengkulu.

Saat menyampaikan Tabligh akbarnya, Ustadz Abdul Somad mengatakan'Sedikitpun dalam  Tabligh Akbar ini tidak ada unsur kampanye bahwa hal ini murni untuk mengisi tausyiah dalam rangka HUT Emas Provinsi Bengkulu.

“Saya hadir di Provinsi Bengkulu ini, bukan untuk berkampanye partai tertentu. Namun ini murni untuk mengisi tausyiah dalam rangka HUT Emas Provinsi Bengkulu, jika kalian menanyakan masalah pemimpin, ya pilihlah pemimpin yang ingin mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” terang Ustadz Abdul Somad dalam tausyiahnya.

Disampaikannya juga, untuk provinsi dan kabupaten yang lain, jika ingin memperingati hari jadi provinsi atau kabupatennya, tirulah Provinsi Bengkulu. Dalam rangka memperingati HUT Emas Provinsi Bengkulu, Bengkulu menggelar Tabligh Akbar, ini merupakan kegiatan positif yang perlu dilestarikan.

// UAS: Pilih Caleg yang Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat

Terkait dengan pesta demokrasi yang akan berlangsung tahun 2019 mendatang, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak untuk memilih calon legislatif (Caleg) yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.
 “Pililah Caleg yang memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata UAS dalam tabligh akbarnya.
UAS juga membantah jika seruan ajakannya dihadapan ratusan ribu jemaah yang menghadiri acara tabligh akbar itu dianggap sebagai kampanye politik.
“Jadi jangan nanti saya disebut berkampanye. Saya tidak menyebutkan nama partai, tidak juga menyebut nama Caleg, jadi saya mengatakan ini bukan kampanye,” jelas UAS.
“Untuk apa saya berkampanye. Saya saja tidak menjadi Caleg. Jangankan jadi Caleg. Diusulkan jadi Cawapres saja saya menolak,” lanjut UAS.
Dikatakan UAS pentingnya memilih Caleg yang pro ke masyarakat itu karena salah satu tuga dewan perwakilan rakyat itu yakni membuat peraturan daerah (Perda).
“Yang membuat Perda itu wakil rakyat. Jadi pilihlah wakil rakyat yang bisa membawa aspirasi masyarakat,” ujarnya.
// HUT Emas Provinsi Bengkulu, UAS Penawar Kritik

HUT Emas Provinsi Bengkulu di Tahun 2018 berangkat dari umur Provinsi ini yang sudah menginjak setengah abad. Secara konstitusional Provinsi Bengkulu lahir setelah terbit UU No 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu pada tanggal 12 September 1967 yang ditindaklanjuti dengan PP No 20 Tahun 1968 pada tanggal 5 Juli 1968 tentang Berlakunya UU No 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Provinsi Bengkulu. Selanjutnya diresemikan Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah, Mayor Jenderal Sunandar Priyosudarmo pada tanggal 18 November 1968 sebagimana tertuang dalam ”Kesan-Kesan Dalam Kehidupan dan Berkarya H M  ALI AMIN, Pengalaman Pegawai Tiga Zaman.” Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya Provinsi Bengkulu. 

Kondisi infrastruktur sangat memprihatinkan bukan hanya tidak mampu menjangkau masyarakat pedalaman bahkan melewati jalan utama pun kita harus mengumpat. Demikian juga dengan sektor pariwisata. Sisi ini adalah sumber daya asli yang diharapkan mampu menjadi ikon pembangunan namun, apa mau dikata jangankan berbicara progress, wisata andalan Pantai Panjang saja ‘kuasa’ pengelolaanya sampai hari ini kita masih rebutan. Tata kelolah birokrasi kita juga tidak ingin lepas dari stigma buruk, sampai saat ini beberapa OPD strategis birokrasi Provinsi Bengkulu masih belum final. Kepala Dinas PUPR misalnya, sudah 2 tahun lebih masih berstatus Pelaksana tugas. Ini kontradiksi dengan prioritas APBD Provinsi Bengkulu 2018 yang difokuskan pada sektor infrastruktur. 

Kehadiran pendakwah fenomenal ini seperti setetes air yang jatuh dilahan kering. Momentum inilah yang kemudian menimbun naluri kritik dan kembali memaksa kita untuk menikmati sajian kepemimpinan yang bermazhab comfort zone. UAS sengaja dihadirikan atau menghadiri masih belum bisa dipastikan tapi kedua kata itu berbeda. UAS harus disambut dengan senyuman karena beliau dalam rangka berdakwah bukan legitimasi kesuksesan pembangunan sesuatu daerah. Kalaulah kemudian kehadiranya itu berdampak pujian pada sesorang, itu wajar saja karena filosofi nila setitik merusak susu sebelanga dalam arti terbalik. 

Anti mainstream, bagi siapa saja yang telah bersumpah siap sedia memimpin daerah ini. Ini sinkron dengan landasan geografis-psikologis dan fakta sejarah serta situasi terkini Provinsi Bengkulu. Daerah ini butuh seorang pemimpin yang berani tampil kepermukaan bukan yang hanya mampu ber-batik rapi tapi miskin inovasi. Pemimpin harus berani melakukan perbedaan dan memastikan perubahan sesegara mungkin. Kualitas kepemimpinan harus didukung kemampuan untuk menjadi role model dalam melakukan perubahan mindset (mental switching) dari kondisi zona nyaman menjadi zona yang kompetitif dan adaptif. Selamat HUT Provinsi Bengkulu.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar