Minggu, 23 September 2018

Ratusan Ribu Masyarakat Ikuti Rangkaian ‘Tabut Tebuang’

Para pejabat saat Tabut tebuang 2018.


BENGKULU, SH – Ratusan ribu masyarakat mengikuti rangkaian tabut tebuang kemarin. Bahkan dari pagi hingga pukul 13.00 WIB masyarakat mulai memadati kawasan lapangan view tower. Antusias di tahun ini tampak cukup meriah ditahun sebelumnya. Puluhan tabut pun ikut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
Festival Tabut 2018 diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Dr drh H Rohidin Mersyah, MMA tampak ikut berarak puluhan tabut yang dibuang ke karabela. Selain itu juga tampak Hj Dewi Coryati M.Si dan jajaran pejabat pemprov Bengkulu serta Danlanal Bengkulu, Danrem hingga Kapolda Bengkulu ikut berpartisipasi.
“Saya mengucapkan terima kasih karena Bengkulu menjadi kalender of event indonesia, dan semoga di kota-kota lain memiliki event seperti ini sesuai dari potensi daerah masing-masing. Saya juga mengucapkan banyak berterima kasih kepada para panitia maupun semua lapisan masyarakat yang terlibat dalam terlaksananya acara festival tabut ini sehingga acara tabungan bisa terlaksana begitu meriah dan lancar,” kata Rohidin. Ia juga mengharapkan kegiatan tabut ini dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat Bengkulu.
“Dan saya juga berharap kegiatan tabut ini pada akhirnya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang ada di kota Bengkulu dan dapat menjadi daya tarik atau dapat menjadi ajang promosi kota Bengkulu serta dapat pula menjadi ajang silaturahmi. Mudah-mudahan bapak menteri dapat menghadiahkan kepada Bengkulu dalam bentuk pariwisata khusus Bengkulu,” tambahnya.
Event Festival Tabut tahun 2018, yang sudah berlangsung kurang lebih selama 10 hari dengan berbagai kegiatan perlombaan ada perlombaan seni tari dan budaya, perlombaan alat musik daerah dan lain-lain. Acara ini merupakan salah satu event tahunan yang sudah menjadi kalender Of Event di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Bendahara KKT Bengkulu Wahyudi, Selasa siang (18/9) mengatakan, setelah malam puncak tabut berarak, siang hari Kamis, setelah melaksanakan salat zuhur di mesjid, mereka berkumpul dan dilepas oleh Plt Gubernur dari Gedung Daerah. “Kita shalat dulu di mesjid-mesjid terdekat, ada yang di Mesjid Kantor Dinas PU Provinsi, juga di mesjid lainya sekitar lokasi Gedung Daerah,” kata Yudi.
Prosesi pembuangan tabut mereka laksanakan setelah salat zuhur? Hal itu lanjut Yudi, mengingat jika pelepasan pembuangan dimulai pukul 10.00 nanti untuk lokasi mereka salat diperkirakan belum tepat. “Jadi kita pelepasan usai zuhur. Setelah itu kita berjalan menuju Karabela, diperkirakan saat salat ashar kita sudah tiba di Simpang Sekip dan bisa melaksanakan saat di mesjid Simpang Sekip,” ujarnya.
Untuk diketahui, Tabut yang dibuang ke Karabela itu adalah 17 tabut sakral. Sementara untuk tabut pembangunan, telong-telong dan ikan-ikan kembali dibawa oleh pembuatnya pulang. “Yang kita buang itu seluruh bangunan tabut sakral berjumlah 17 bangunan. Sedangkan untuk tabut pembangunan dibawa kembali oleh rombongan kelompoknya masing-masing,” pungkasnya. (frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar