![]() |
| Para pejabat saat Tabut tebuang 2018. |
BENGKULU,
SH – Ratusan ribu masyarakat
mengikuti rangkaian tabut tebuang kemarin. Bahkan dari pagi hingga pukul 13.00
WIB masyarakat mulai memadati kawasan lapangan view tower. Antusias di tahun
ini tampak cukup meriah ditahun sebelumnya. Puluhan tabut pun ikut memeriahkan
rangkaian kegiatan tersebut.
Festival Tabut
2018 diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah
kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi
Thalib. Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di
Padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).
Pelaksana Tugas
(Plt) Gubernur Dr drh H Rohidin Mersyah, MMA tampak ikut berarak puluhan tabut
yang dibuang ke karabela. Selain itu juga tampak Hj Dewi Coryati M.Si dan
jajaran pejabat pemprov Bengkulu serta Danlanal Bengkulu, Danrem hingga Kapolda
Bengkulu ikut berpartisipasi.
“Saya
mengucapkan terima kasih karena Bengkulu menjadi kalender of event indonesia,
dan semoga di kota-kota lain memiliki event seperti ini sesuai dari potensi
daerah masing-masing. Saya juga mengucapkan banyak berterima kasih kepada para
panitia maupun semua lapisan masyarakat yang terlibat dalam terlaksananya acara
festival tabut ini sehingga acara tabungan bisa terlaksana begitu meriah dan
lancar,” kata Rohidin. Ia juga mengharapkan kegiatan tabut ini dapat memberikan
nilai positif bagi masyarakat Bengkulu.
“Dan saya juga
berharap kegiatan tabut ini pada akhirnya mampu menggerakkan perekonomian
masyarakat yang ada di kota Bengkulu dan dapat menjadi daya tarik atau dapat
menjadi ajang promosi kota Bengkulu serta dapat pula menjadi ajang silaturahmi.
Mudah-mudahan bapak menteri dapat menghadiahkan kepada Bengkulu dalam bentuk
pariwisata khusus Bengkulu,” tambahnya.
Event Festival
Tabut tahun 2018, yang sudah berlangsung kurang lebih selama 10 hari dengan
berbagai kegiatan perlombaan ada perlombaan seni tari dan budaya, perlombaan
alat musik daerah dan lain-lain. Acara ini merupakan salah satu event tahunan
yang sudah menjadi kalender Of Event di Kementerian Pariwisata Republik
Indonesia.
Bendahara KKT Bengkulu Wahyudi, Selasa
siang (18/9) mengatakan, setelah malam puncak tabut berarak, siang hari Kamis,
setelah melaksanakan salat zuhur di mesjid, mereka berkumpul dan dilepas oleh
Plt Gubernur dari Gedung Daerah. “Kita shalat dulu di mesjid-mesjid terdekat,
ada yang di Mesjid Kantor Dinas PU Provinsi, juga di mesjid lainya sekitar
lokasi Gedung Daerah,” kata Yudi.
Prosesi pembuangan tabut mereka
laksanakan setelah salat zuhur? Hal itu lanjut Yudi, mengingat jika pelepasan
pembuangan dimulai pukul 10.00 nanti untuk lokasi mereka salat diperkirakan
belum tepat. “Jadi kita pelepasan usai zuhur. Setelah itu kita berjalan menuju
Karabela, diperkirakan saat salat ashar kita sudah tiba di Simpang Sekip dan
bisa melaksanakan saat di mesjid Simpang Sekip,” ujarnya.
Untuk diketahui, Tabut yang dibuang ke
Karabela itu adalah 17 tabut sakral. Sementara untuk tabut pembangunan,
telong-telong dan ikan-ikan kembali dibawa oleh pembuatnya pulang. “Yang kita
buang itu seluruh bangunan tabut sakral berjumlah 17 bangunan. Sedangkan untuk
tabut pembangunan dibawa kembali oleh rombongan kelompoknya masing-masing,”
pungkasnya. (frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar