BENGKULU, SH - Ketua PMI Provinsi Bengkulu
Syukur Alwi, didampingi pengurus PMI Bengkulu lainnya disela-sela pelepasan
keberangkatan relawan PMI Bengkulu, di Sekretariat PMI Bengkulu mengatakan,
sebagai wujud kebersamaan dalam penanganan korban bencana alam, Palang Merah
Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu akan mengirimkan beberapa relawannya, untuk
membantu penanganan tanggap darurat pasca bencana alam gempa bumi di Lombok,
Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini. Rabu siang, (15/8/18)
“Para
relawan PMI Bengkulu berjumlah sebanyak 7 orang yang berasal dari PMI Kabupaten
Rejang Lebong ini, akan berada di Lombok selama 10 hari kedepan,” ungkap Alwi.
Alwi
menekankan, berpijak dari pengalaman bencana alam gempa bumi yang pernah
terjadi di wilayah Bengkulu dan Nanggro Aceh Darusalam, biasanya pasca bencana
emosional masyarakat ataupun para relawan lainnya, sering tidak terkontrol.
Ia
berharap, para relawan Bengkulu yang diperbantukan ke Lombok ini, supaya dapat
menahan diri, menyabarkan dan meyakinkan mereka, bahwa ini adalah musibah dan
cobaan yang ditimpakan.
“Jika
kita lihat, dari segi kemampuan, kita menyakini para relawan yang berangkat
ini, sudah melalui beberapa tahapan pelatihan kebencanaan atau tersertifikasi,
dan telah sesuai dengan permintaan dari pengurus pusat, bahwa adanya relawan
PMI Bengkulu untuk ikut membantu korban bencana di Lombok,” paparnya.
Sementara
itu, Ketua rombongan relawan PMI Bengkulu ke Lombok sekaligus Ketua PMI Rejang
Lebong Wahyudiansyah menjelaskan, keberangkatan pihaknya ini semata-mata ingin
berpartisipasi sekaligus panggilan hati sesuai bidang tugas kemanusiaan yang
ditekuni.
“Semoga
kehadiran mereka dapat sedikit meringankan beban masyarakat Lombok dan juga
membantu pekerjaan para relawan lainnya di lokasi bencana. Apalagi selama kita
di Lombok nanti, selain akan bekerja sesuai dengan kebutuhan bidang
masing-masing, seperti, distribusi, logistik dan PSP juga menunggu petunjuk dari
koordinator PMI Pusat,” pungkasnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar