Minggu, 12 Agustus 2018

Harga Sembako Selangit, Mahasiswa Beri ‘Parsel’ Telur Busuk ke Menteri


 
Suasana Ricuh Mahasiswa Dengan Aparat Di Stadion Semarak Sawah Lebar.
BENGKULU,  SH - Dialog Nasional 19 dengan tema Indonesia Maju Bersama Menteri Perhubungan RI, Menteri Desa, PDT dan transmigrasi diwarnai Kericuhan oleh mahasiswa yang menilai pemerintah telah gagal menekan lonjakan harga sembako.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Sawah Lebar ini tampaknya tidak berjalan mulus pasalnya persatuan badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu (UNIB), HMI IAIN Bengkulu dan Perguruan Tinggi lainnya, melakukan Protes terhadap pemerintah dengan ingin memberikan Telur suatu bentuk kekecewaan Mahasiswa terhadap pemerintah dalam kurun waktu 4 tahun masa pemerintah.
Perlu diketahui acara dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI Eko Budi Sandjojo, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Unsur FKPD se-Provinsi Bengkulu, Unsur OPD Pemerintahan Provinsi dan Kota Bengkulu serta Ratusan Pelajar dari Seluruh Tingkat Pendidikan se-Bengkulu.
Dialog Nasional yang semula berjalan lancar namun dipenghujung acara diwarnai protes dan Sempat perwakilan mahasiswa diperbolehkan menemui menteri langsung namun dinilai tidak kondusif mahasiswa disuruh keluar, kericuhan berlanjut diluar gedung lantaran mahasiswa ingin memberikan bingkisan telur sebagai bentuk kekecewaan terhadap sembangko yang mahal namun terkesan dihalang halangi oleh pihak keamanan.
“Prestasi dipamerkan, Kekurangan harus disampaikan pak” pungkas mahasiswa.
Sementara, pasca didemo Kehadiran dua Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia serta Menteri Perhubungan Republik Indonesia terkait Pemberian Parcel Bem Se-Unib Kepada Kabinet Jokowi yang gagal akibat disita pihak keamanan menimbulkan tanda tanya apa isi dari bingkisan khusus kepada Menteri ini.
Presiden Mahasiswa BEM KBM UNIB Syahril Ramadan yang merupakan Koordinator Wilayah BEM SI Sumbagsel menyampaikan sebuah arti dan isi Parsel melalui Pers reles yang diberikannya kepada Media.
Parsel berisi potongan kepala ayam, kaki ayam, buah pohon kelapa sawit, telur, serta uang koin. Potongan kepala ayam, kaki ayam menggambarkan tentang tingginya harga daging saat ini, bahwa hanya itula yang dapat masyarakat beli, telur menjelaskan tentang tingginya harga bahan pokok saat ini, buah pohon kelapa sawit menggambarkan tentang harga harga hasil pertanian yang kian anjlok, dan uang koin menggambarkan tentang rendahnya harga kurs rupiah”tutur Syahril.
Dalam hal ini syahril juga menyampaikan tuntutannya yaitu, menuntut Kemenristekdikti memberikan kejelasan tentang hal-hal yang mendasari kenaikan SPI di Universitas Bengkulu, Menuntut Menteri Perhubungan RI memperbaiki Infrastrukur Transportasi di Provinsi Bengkulu, Menuntut Menteri Perindustrian RI mengoptimalkan perkembangan industri di Provinsi Bengkulu, Menuntut Presiden Jokowi Menurunkan harga bahan pokok, Menolak kenaikan BBM yang tidak beretika serta pemenuhan stok BBM bersubsidi, Menuntut dengan sangat Terhadap Penguatan Nilai Tukar Rupiah.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar