Plt Gubernur H. Rohidin
Mersyah, MMA
BENGKULU,
SH–
Permasalahan belum tuntasnya pembayaran Event Lemang Tapai dan Nari Andun yang
digelar di Bengkulu Selatan 10 Maret 2018 lalu ditanggapi cepat Pelaksana Tugas
(Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dengan memerintahkan Dinas Pariwisata
Provinsi Bengkulu untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
Pasalnya,
tahapan pelaksanaan hingga pembayaran kegiatan yang berlangsung meriah itu
sudah berada ditingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PPTK yang
membidangi.
“Segera
selesaikan. Ini sudah urusan OPD dan PPTK pelaksana kegiatan,” singkat Rohidin,
Jumat pagi (20/4/18).
Sementara
itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Yudi Satria, saat dikonfirmasi
meminta agar pihak-pihak yang berkaitan dengan acara tersebut dapat sesikit
bersabar. Sebab, pencairan uang kegiatan tersebut masih dalam tahapan proses
administrasi.
“Semuanya
ada proses. Tidak mungkin ada hutang. Hari ini, saya akan panggil PPTK dan
Bendahara kegiatan itu agar mempercepat proses pencairan pembayaran kegiatan
ini,” tandas Yudi.
Seperti
diberitakan sebelumnya, dibalik kemeriahan dan kesuksesan Event Lemang Tapai
dan Nari Andun yang digelar pada 10 Maret 2018 yang lalu, ternyata masih
meninggalkan permasalahan yang serius. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi
Bengkulu selaku instansi teknis pemegang anggaran kegiatan masih menyisakan
sejumlah hutang.
Yugianto,
Ketua Pelaksana Event Lemang Tapai mengaku hingga saat ini piutang kegiatan
Even Lemang Tapai belum dicairkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.
Padahal, menurut Yugianto, kelengkapan administrasi (SPJ) sudah diselesaikan.
“Kami
dari KOPPI selaku pelaksana Event Lemang Tapai dibuat pusing oleh kebijakan
Dispar yang seolah-olah mengulur-ulur pencairan. Padahal kami panitia ini terus
ditagih oleh rekanan, seperti pemilik tenda, organ, salon, lemang tapai,
katering dan lainnya semuanya masih ngutang. Kami terus ditagih,” tambah
Yugianto.
Pihak
panitia, telah berulang kali menemui pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.
Namun belum ada kepastian kapan anggaran akan dicairkan.
“Sudah
sering kami tanyakan ke Dispar Provinsi, tapi jawaban mereka selalu saja masih
diproses. kami dari KOPPI kembali akan menemui Dinas Pariwisata untuk
mempertanyakan kembali kapan pencairannya. Even sudah selesai dilaksanakan
hampir dua bulan, masa belum bisa dicairkan. Kayaknya ada yang tidak beres di
tubuh Dinas Pariwisata,” tutup Yugianto.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar