Pemaparan materi sosialisasi KUR di Kantor
DJPB Bengkulu.(Doc:Frj/SH)
BENGKULU, SH
– Kepala Kantor OJK Provinsi Bengkulu Yan
Syafri mengatakan, penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu
terbesar dari sektor perdagangan. Persentasenya mencapai 60% dari total dana
KUR yang disalurkan.
“Secara
keseluruhan ada empat sektor penyaluran KUR yang dilakukan bank penyalur di
Provinsi Bengkulu. Terbesar adalah sektor perdagangan,” katanya saat memberi
sambutan pembukaan sosialisasi KUR di Kantor DJPB Bengkulu Selasa pagi
(24/4/18)
Tiga sektor
lainnya yang disalurkan bank penyalur KUR yakni sektor pertanian, hiburan/pariwisata
dan industri pengolahan.
Dari serapan
KUR ini Yan menilai sudah sesuai dengan kondisi ekonomi Bengkulu. “Jika dilihat
dari empat sektor penyaluran KUR maka hal itu sesuai dengan topografi
perekonomian Bengkulu,” ujarnya.
Yan juga
mengatakan bahwa penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu terbilang tinggi. Hingga
akhir Maret 2018 out standing dana KUR yang disalurkan Perbankan Bengkulu
mencapai Rp 1,3 triliun dengan jumlah nasabah di atas 6 ribu.
“Hingga
akhir tahun nanti diprediksi akan bisa mencapai Rp 2 triliun dana KUR yang
disalurkan,” jelasnya.
Yan juga
berharap melalui sosialisasi ini ada informasi baru yang bisa disampaikan
kepada para penyuluh KUR kepara para pengusaha kecil dan mikro. Selain itu ia
juga berharap bank penyalur KUR bisa memanfaatkan para tenaga penyuluh ini
dalam penyaluran kreditnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar