Suasana Rapat Kerja Satgas
Tim Saber Pungli UPP Kabupaten/Kota dan Provinsi di Ruang Pola Bappeda.(Doc:frj/SH)
BENGKULU, SH - Sektor pelayanan publik
menjadi perhatian belakangan ini, beberapa kasus Pungutan Liar (Pungli) muncul
dan terjadi pada daerah yang masih minim kesadaran bahaya Pungli. Plt Gubernur
Bengkulu Rohidin Mersyah mengapresiasi kerja tim Saber Pungli yang berhasil
mengungkap kasus pada daerah yang berpotensi melakukan praktik Pungli.
"Apresiasi
terhadap tim Saber Pungli atas kinerja mengungkap beberapa kasus di
daerah," ujarnya saat membuka Rapat Kerja Satgas Tim Sapu Bersih Pungutan
Liar (Saber Pungli) Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten/Kota dan Provinsi
di Ruang Pola Bappeda Pemda Provinsi, Senin pagi (30/4/18).
Rohidin
mendukung penuh pemberantasan praktek pungli dari oknum tak bertanggung jawab,
kedepan menurutnya perlu dilakukan langkah pencegahan dengan mengajarkan
masyarakat sadar pungli, bentuk pusat pelayanan prima sehingga praktek pungli
dapat diberantas.
"Munculnya
pungli tentu ada sebab, pelan-pelan kita (pemerintah) memperbaiki sektor
pelayanan terhadap masyarakat. Dan langkah sosialisasi kepada masyarakat sadar
pungli harus terus digalakkan agar tercipta suasana nyaman, aman dan bersih
pungli," ujar Rohidin.
Kapolda
Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung mengatakan, Dari 57 orang tersangka yang
terciduk tim Saber Pungli, sekarang sudah ada 31 orang dipidana dan sekitar 356
juta rupiah telah diamankan. Sektor pelayanan menjadi sasaran empuk oknum
pungli melancarkan aksinya seperti, Dana Desa, penyaluran beras miskin, layanan
administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan serta pendidikan.
"Kita
sudah melakukan tindakan Operasi tangkap tangan (OTT) beberapa saat lalu, dan
dari beberapa kasus diantaranya sektor pelayanan. Namun, setelah dievaluasi
pusat, keberhasilan kita masih jauh dari maksimal," papar Choki.
Menurut
Coki, salah satu kendala pihaknya dalam memberantas pungli adalah kurangnya
sinergitas beberapa pihak sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam
memberantas pungli. “Kita sering didahului oleh pihak lain ketika OTT, untuk
itu ke depannya kita harus meningkatkan sinergitas antar pihak.
“Apabila
dilapangan menemukan pungli, sudah ada bukti, pelaku itu tidak sedang mabuk dan
dalam keadaan sadar menerima atau memberi dan membuat orang lain sulit, ya,
silahkan langsung ditindak,” Tutup Coki.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar