Minggu, 06 Mei 2018

Oknum Terduga Mafia Proyek Terus Mengelak


// Lengang dan Sepi, Kantor Diknas Provinsi ‘Bak Kuburan’
KOTOR : Tampak sampah yang bertumpukan dan kotor di depan ruangan salah satu oknum yang diduga mafia Proyek

BENGKULU, SH – Pasca diberitakan SKM Suara Hukum terkait dugaan kuat adanya oknum-oknum di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu yang berperan sebagai ‘mafia proyek’ pada seluruh proyek pengadaan yang ada di Diknas Proyek, situasi di kantor ini tampang lengang dan sangat sepi.

Dalam pantauan awak media, di lokasi ini tidak tampak adanya aktivitas hiruk pikuk kesibukan yang dilakukan para stafnya sejak pagi hari hingga siang. Bahkan, nyaris hampir seluruh pejabatnya mulai dari Kepala Dinas, sekretaris, hingga para Kabid tidak berada ditempat. Terlihat dari papan kehadiran yang ada disalah satu sudut kantor, hanya beberapa saja yang masih ‘ngantor’ saat Suara Hukum berkunjung, Rabu,(02/05/18) lalu.

            Termasuk salah seorang oknum pegawai Diknas Provinsi berinisial RR yang juga sebagai salah seorang PPTK dan disinyalir sebagai ‘sang mafia’ proyek ini tidak tampak batang hidungnya di ruang kerjanya. Diketahui sebelumnya, setiap kali ingin dikonfirmasi langsung terkait kebenaran dugaan ini, yang bersangkutan selalu mengelak dan mengaku sedang melakukan dinas luar (DL) serta tidak pernah ada ditempat hingga belum bisa dimintai keterangan akan keterlibatannya.

”Beliau (RR – red) sedang pergi dan meskipun ia masuk jarang juga ia datang ke ruangan ini.” ujar salah satu seorang staf Diknas yang masih satu ruangan dengan RR sembari minta agar identitasnya tidak disebutkan dengan alasan keamanan.

Menurutnya lagi, dirinya tidak tahu menahu masalah mafia proyek ini dan hanyalah staf biasa serta tidak tahu apa-apa. ”Kami cuma karyawan biasa pak dan semua permasalahan ini kami tidak tahu menahu,” ujarnya.

// Disinyalir Banyak ‘Mafia’ di Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu
KOSONG : Daftar hadir pegawai Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu

Sebelumnya diketahui, dana atau anggaran proyek pengadaan sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pendidikan Nasional (Dinas Diknas) Provinsi Bengkulu disinyalir diselewengkan oleh salah satu oknum pegawainya. Salah satunya adalah proyek pengadaan komputer yang akan digunakan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini. Padahal sebelumnya, pengajuannya sudah dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di kota Bengkulu jauh-jauh hari beberapa bulan yang lalu. Namun miris, hingga UNBK selesai digelar minggu lalu, tidak ada satupun bantuan komputer yang turun ke sekolah yang mengajukan. Salah satunya adalah SMAN 2 kota Bengkulu.

            Menurut Ketua Komite SMAN 2 Kota Bengkulu, Tarmizi Gumai SH, MH permasalahan perencanaan bantuan proyek Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu hingga kini tidak ada penjelasannya. Ia juga mengaku tidak pernah dihubungi oleh pihak Diknas Provinsi soal kelanjutan kabar pengajuan dari SMAN 2. Tarmizi pun menduga bahwa semua proyek pengadaan maupun pengajuan bantuan ini sudah diatur sedemikian rupa secara subjektif  oleh oknum di internal Dinas Diknas Provinsi, terkait siapa yang akan mendapatkan bantuan. "Proyek di Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu sudah diaturnya semua oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Tarmizi.

            Ditambahkan Tarmizi, dari beberapa informasi yang didapatkannya, bahwa ternyata ada kerancuan aturan maupun kebijakan penggunaan dana ini. Pasalnya, landasan aturan yang semestinya mengacu pada aturan Pemerintah yang sudah ditetapkan bahwa yang berhak mengaturnya pendistribusiannya adalah pemerintah daerah yang dalam hal ini adalah pemerintah Provinsi Bengkulu, ternyata saat ini kembali ke Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang dinilai Tarmizi tidak bertanggung jawab. "Kita maunya proyek tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,bukan Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang mengaturnya kembali," pungkas Tarmizi Gumai saat dikonfirmasi Kamis (19/04/18) lalu.

Dari hasil pantauan awak media SH pada hari Rabu,(18/04/18) saat akan dikonfirmasi kepada oknum yang bersangkutan  di Diknas Provinsi Bengkulu yang diduga selaku PPTK Proyek tersebut, yang bersangkutan selalu mengelak dan mengaku sedang melakukan dinas luar (DL) di Jakarta dan tidak pernah ada ditempat hingga belum bisa dimintai keterangan akan kebenaran berita ini.(pau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar