// Lengang dan Sepi, Kantor Diknas Provinsi ‘Bak Kuburan’
KOTOR : Tampak
sampah yang bertumpukan dan kotor di depan ruangan salah satu oknum yang diduga
mafia Proyek
BENGKULU,
SH – Pasca diberitakan SKM Suara Hukum
terkait dugaan kuat adanya oknum-oknum di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas)
Provinsi Bengkulu yang berperan sebagai ‘mafia proyek’ pada seluruh proyek
pengadaan yang ada di Diknas Proyek, situasi di kantor ini tampang lengang dan
sangat sepi.
Dalam pantauan awak media, di lokasi
ini tidak tampak adanya aktivitas hiruk pikuk kesibukan yang dilakukan para
stafnya sejak pagi hari hingga siang. Bahkan, nyaris hampir seluruh pejabatnya
mulai dari Kepala Dinas, sekretaris, hingga para Kabid tidak berada ditempat.
Terlihat dari papan kehadiran yang ada disalah satu sudut kantor, hanya
beberapa saja yang masih ‘ngantor’ saat Suara Hukum berkunjung, Rabu,(02/05/18)
lalu.
Termasuk
salah seorang oknum pegawai Diknas Provinsi berinisial RR yang juga sebagai
salah seorang PPTK dan disinyalir sebagai ‘sang mafia’ proyek ini tidak tampak
batang hidungnya di ruang kerjanya. Diketahui sebelumnya, setiap kali ingin
dikonfirmasi langsung terkait kebenaran dugaan ini, yang bersangkutan selalu
mengelak dan mengaku sedang melakukan dinas luar (DL) serta tidak pernah ada
ditempat hingga belum bisa dimintai keterangan akan keterlibatannya.
”Beliau (RR – red) sedang pergi dan
meskipun ia masuk jarang juga ia datang ke ruangan ini.” ujar salah satu seorang
staf Diknas yang masih satu ruangan dengan RR sembari minta agar identitasnya
tidak disebutkan dengan alasan keamanan.
Menurutnya lagi, dirinya tidak tahu
menahu masalah mafia proyek ini dan hanyalah staf biasa serta tidak tahu
apa-apa. ”Kami cuma karyawan biasa pak dan semua permasalahan ini kami tidak tahu
menahu,” ujarnya.
// Disinyalir Banyak ‘Mafia’ di Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu
KOSONG :
Daftar hadir pegawai Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu
Sebelumnya diketahui, dana atau anggaran proyek pengadaan
sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pendidikan Nasional (Dinas Diknas)
Provinsi Bengkulu disinyalir diselewengkan oleh salah satu oknum pegawainya.
Salah satunya adalah proyek pengadaan komputer yang akan digunakan dalam pelaksanaan
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini. Padahal sebelumnya,
pengajuannya sudah dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di kota Bengkulu
jauh-jauh hari beberapa bulan yang lalu. Namun miris, hingga UNBK selesai
digelar minggu lalu, tidak ada satupun bantuan komputer yang turun ke sekolah
yang mengajukan. Salah satunya adalah SMAN 2 kota Bengkulu.
Menurut
Ketua Komite SMAN 2 Kota Bengkulu, Tarmizi Gumai SH, MH permasalahan
perencanaan bantuan proyek Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu hingga kini tidak
ada penjelasannya. Ia juga mengaku tidak pernah dihubungi oleh pihak Diknas
Provinsi soal kelanjutan kabar pengajuan dari SMAN 2. Tarmizi pun menduga bahwa
semua proyek pengadaan maupun pengajuan bantuan ini sudah diatur sedemikian
rupa secara subjektif oleh oknum di
internal Dinas Diknas Provinsi, terkait siapa yang akan mendapatkan bantuan. "Proyek
di Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu sudah diaturnya semua oleh oknum yang
tidak bertanggung jawab," ujar Tarmizi.
Ditambahkan
Tarmizi, dari beberapa informasi yang didapatkannya, bahwa ternyata ada
kerancuan aturan maupun kebijakan penggunaan dana ini. Pasalnya, landasan
aturan yang semestinya mengacu pada aturan Pemerintah yang sudah ditetapkan
bahwa yang berhak mengaturnya pendistribusiannya adalah pemerintah daerah yang
dalam hal ini adalah pemerintah Provinsi Bengkulu, ternyata saat ini kembali ke
Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang dinilai Tarmizi tidak bertanggung
jawab. "Kita maunya proyek tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang
sudah ditetapkan oleh pemerintah,bukan Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang
mengaturnya kembali," pungkas Tarmizi Gumai saat dikonfirmasi Kamis (19/04/18)
lalu.
Dari hasil pantauan
awak media SH pada hari Rabu,(18/04/18) saat akan dikonfirmasi kepada oknum
yang bersangkutan di Diknas Provinsi
Bengkulu yang diduga selaku PPTK Proyek tersebut, yang bersangkutan selalu
mengelak dan mengaku sedang melakukan dinas luar (DL) di Jakarta dan tidak
pernah ada ditempat hingga belum bisa dimintai keterangan akan kebenaran berita
ini.(pau)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar