Minggu, 01 April 2018

Yohanna : Kampanye “He For She”, Kekerasan Perempuan Dan Anak Harus Turun !!


Suasana Seminar He For She di Bengkulu, Rabu sore (21/3/18)

BENGKULU, SH – Kampanye perlindungan terhadap perempuan dan anak hingga saat ini terus digalakkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPP-PA RI). Hal ini dilakukan tak lain akibat masih tinggihnya angka kekerasan terhadap perempun dan anak disebagian besar daerah di Indonesia, tak terkecuali di Bengkulu. Seperti halnya di Provinsi Bengkulu, tingkat kekerasan terhadap anak terbilang tinggi, khususnya kasus pencabulan terhadapa anak dibawah umur. Hal yang paling mencegangkan dan menyita mata pemerintah dan masih membekas, yakni kasus pemerkosaan hingga pembunuhan yang dialami Y-Y gadis belia (14) asal Kepala Curup Kabupaten Rejang Lebong.
Menteri PP-PA Yohana S. Yembise mengatakan, banyak program yang telah dilaksanakan KPP-PA dalam mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya Kampanye “He For She” yang saat ini juga tengah digalakkan di Provinsi Bengkulu sejak setahun terakhir.
“Kehadiran kami ke sini selain menghadiri Kampanye He For She Bengkulu, juga untuk membentuk satgas-satgas yang akan membantu Dinas PP-PA Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu, untuk mendeteksi dan mencegah kekerasan-kekerasan di lapangan,” jelas Menteri PP-PA Yohana Yembise usai menjadi nasasumber pada Kuliah Umum “He For She Goes To Campus” di Ruang Rapat Utama Universitas Bengkulu, Rabu sore (21/03/18).
Yohana Yembise menambahkan, untuk diketahui bersma, He For She Campaign merupakan kampanye dunia melalui PBB ini, saat ini telah dilaksanakan sosialisasinya hingga ke kabupaten-kota Se-Indonesia termasuk di Bengkulu. Target dari Kampanye Global ini adalah pada 2030 Indonesia harus mampu mencapai target planet 50/50, bukan 30/70 yang dipakai sekarang ini.
“Semua universitas dan perusahaan untuk bagaimana kaum laki-laki bisa melindungi dan memberikan kesempatan kepada kaum perempuan dan juga berkomitmen melindungi perempuan dan anak. Kalau perempuan dan anak selamat, pasti Provinsi ini akan selamat,” pungkas Yohana.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani mengatakan, suatu kebanggaan tersendiri bagi Bumi Rafflesia yang saat ini menjadi salah satu perhatian utama KPP-PA. Dengan hadir secara langsung Menteri PP-PA Yohana Yembise dirinya berharap Kampanye “He For She” Bengkulu ini akan menjadi faktor pendorong dalam peningkatan kaum laki-laki terhadap kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan.
“Kehadiran Ibu Menteri PP-PA jelas memberikan angin segar bagi Bengkulu dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan dari Kampanye “He For She” ini, perempuan Bengkulu semakin tangguh dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.

Foritha juga minta Kaum Lelaki  dapat ikut mengkampanyekan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan. Saat ini korban tindak kekerasan cenderung banyak dirasakan oleh kaum perempuan dan anak. Selain penanganan pada korban, pencegahan juga menjadi target point yang terus dilakukan oleh P3APP&KB Provinsi Bengkulu agar tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak tidak terus berlanjut khususnya di Provinsi Bengkulu.

Banyak hal yang mereka lakukan untuk menghentikan kekerasan pada perempuan dan anak. Salah satunya adalah upaya Sosialisasi “He for She” atau pelibatan kaum laki-laki untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.
“Bulan Maret ini adalah Kampanye “He for She” sebagai upaya untuk peningkatan pemberdayaan perempuan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui Gerakan Pelibatan Laki-laki sebagai agent perubahan untuk mewujudkan kesetaraan gender di provinsi Bengkulu” ujar Foritha.
Foritha menambahkan, Laki-laki sangat dominan dalam mengubah paradigma diskriminasi dan budaya patriarki. untuk itulah besar harapannya, Laki-laki di Bengkulu dari semua sektor mengambil perannya masing-masing untuk menghentikan dan menyuarakan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kita sangat berharap akan adanya keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam meningkatkan peran disemua sektor pembangunan. Termasuk peran laki-laki sebagai agent yang menyerukan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak” tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar