Suasana Seminar He For
She di Bengkulu, Rabu sore (21/3/18)
BENGKULU, SH –
Kampanye perlindungan terhadap perempuan dan anak hingga saat ini terus
digalakkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia (KPP-PA RI). Hal ini dilakukan tak lain akibat masih tinggihnya angka
kekerasan terhadap perempun dan anak disebagian besar daerah di Indonesia, tak
terkecuali di Bengkulu. Seperti halnya di Provinsi Bengkulu, tingkat kekerasan
terhadap anak terbilang tinggi, khususnya kasus pencabulan terhadapa anak
dibawah umur. Hal yang paling mencegangkan dan menyita mata pemerintah dan
masih membekas, yakni kasus pemerkosaan hingga pembunuhan yang dialami Y-Y
gadis belia (14) asal Kepala Curup Kabupaten Rejang Lebong.
Menteri
PP-PA Yohana S. Yembise mengatakan, banyak program yang telah dilaksanakan
KPP-PA dalam mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah
satunya Kampanye “He For She” yang
saat ini juga tengah digalakkan di Provinsi Bengkulu sejak setahun terakhir.
“Kehadiran
kami ke sini selain menghadiri Kampanye He
For She Bengkulu, juga untuk membentuk satgas-satgas yang akan membantu
Dinas PP-PA Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi
Bengkulu, untuk mendeteksi dan mencegah kekerasan-kekerasan di lapangan,” jelas
Menteri PP-PA Yohana Yembise usai menjadi nasasumber pada Kuliah Umum “He For She Goes To Campus” di Ruang
Rapat Utama Universitas Bengkulu, Rabu sore (21/03/18).
Yohana
Yembise menambahkan, untuk diketahui bersma, He For She Campaign merupakan kampanye dunia melalui PBB ini, saat
ini telah dilaksanakan sosialisasinya hingga ke kabupaten-kota Se-Indonesia
termasuk di Bengkulu. Target dari Kampanye Global ini adalah pada 2030
Indonesia harus mampu mencapai target planet 50/50, bukan 30/70 yang dipakai
sekarang ini.
“Semua
universitas dan perusahaan untuk bagaimana kaum laki-laki bisa melindungi dan
memberikan kesempatan kepada kaum perempuan dan juga berkomitmen melindungi
perempuan dan anak. Kalau perempuan dan anak selamat, pasti Provinsi ini akan
selamat,” pungkas Yohana.
Sementara
itu, Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani mengatakan, suatu
kebanggaan tersendiri bagi Bumi Rafflesia yang saat ini menjadi salah satu
perhatian utama KPP-PA. Dengan hadir secara langsung Menteri PP-PA Yohana
Yembise dirinya berharap Kampanye “He For
She” Bengkulu ini akan menjadi faktor pendorong dalam peningkatan kaum
laki-laki terhadap kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan dan
anak dari kekerasan.
“Kehadiran
Ibu Menteri PP-PA jelas memberikan angin segar bagi Bengkulu dalam memerangi
kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan dari Kampanye “He For She” ini, perempuan Bengkulu
semakin tangguh dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Foritha
juga minta Kaum Lelaki dapat ikut mengkampanyekan Stop Kekerasan
Terhadap Perempuan. Saat ini korban tindak kekerasan cenderung banyak
dirasakan oleh kaum perempuan dan anak. Selain penanganan pada korban,
pencegahan juga menjadi target point yang terus dilakukan oleh P3APP&KB
Provinsi Bengkulu agar tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak tidak terus
berlanjut khususnya di Provinsi Bengkulu.
Banyak hal yang mereka lakukan untuk menghentikan
kekerasan pada perempuan dan anak. Salah satunya adalah upaya Sosialisasi “He for She” atau pelibatan kaum
laki-laki untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.
“Bulan Maret ini adalah Kampanye “He for She” sebagai upaya untuk peningkatan pemberdayaan perempuan
dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui Gerakan Pelibatan
Laki-laki sebagai agent perubahan untuk mewujudkan kesetaraan gender di
provinsi Bengkulu” ujar Foritha.
Foritha menambahkan, Laki-laki sangat dominan dalam
mengubah paradigma diskriminasi dan budaya patriarki. untuk itulah besar
harapannya, Laki-laki di Bengkulu dari semua sektor mengambil perannya
masing-masing untuk menghentikan dan menyuarakan stop kekerasan terhadap
perempuan dan anak.
“Kita sangat berharap akan adanya keterlibatan
laki-laki dan perempuan dalam meningkatkan peran disemua sektor pembangunan.
Termasuk peran laki-laki sebagai agent yang menyerukan stop kekerasan terhadap
perempuan dan anak” tutupnya.(frj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar