// 4 rute Lain Segera Menyusul, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Pekanbaru
Maskapai Wings Air saat
melakukan penerbangan perdana dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju
Bandar Udara Radin Inten II Lampung.(Doc:net)
BENGKULU, SH
– Transportasi udara di Provinsi Bengkulu
akan semakin ramai. Setelah Wings Air resmi melakukan penambahan rute
Bengkulu-Lampung. Rencananya bakal ada penambahan empat rute lagi antar kota
yakni Kota Bandung, Yogyakarta, Medan dan Pekanbaru.
Kepala Bidang Perencanaan
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Syafril SE MsTr kepada Bengkulu
Ekspress, mengatakan usulan rute baru penerbangan ke empat provinsi itu
dilakukan, mengingat aktifitas transportasi darat menuju empat provinsi itu
sudah ramai. Termasuk permintaan transit Bengkulu-Jakarta saat ini sudah
banyak.
“Empat
rute penerbangan baru ini sudah kita usulkan ke Kementeriaan Perhubungan
(Kemenhub) untuk disetujui,” katanya.
Syafril mengatakan,
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA telah membuat
surat pengajuan ke Kemenhub untuk disetujui. Konfirmasi terakhir, Kemenhub
sudah memberikan surat permintaan kepada maskapai penerbangan untuk bisa
menjajaki Bengkulu. “Sampai sekarang kita juga masih menunggu respon dari pihak
maskapai. Siap atau tidak siapnya melayani empat penerbangan baru tersebut,”
paparnya.
Meski telah disampaikan,
pemprov akan terus mendesak Kemenhub dan pihak maskapai untuk bisa melayani
penerbang langsung dari Bengkulu ke empat provinsi tersebut. Hal ini juga untuk
mengimbangi, pertumbuhan angka inflasi angkutan udara di Bengkulu. Sebab ada
dua faktor inflasi angkutan udara itu terjadi, yaitu terbatasnya ketersediaan
penerbangan dari Bengkulu. Sementara permintaan cukup tinggi, serta terbatasnya
rute penerbangan langsung (direct flight). Sehingga perjalanan ke kota-kota
lain harus melalui transit di Jakarta. “Beberapa faktor ini yang membuat kita
terus meminta agar penerbangan langsung dari Bengkulu ke provinsi-provinsi lain
itu bisa dilakukan,” tambah Syafril.
Seperti dicontohkannya,
penerbangan dari Bengkulu ke Jogjakarta dengan transit Jakarta maupun
sebaliknya, dalam setiap hari bisa lebih dari 30 sampai 40 penumpang. Bahkan
penerbangan satu kali dalam satu hari itu tak heran sering terjadi penundaan
penerbangan. Sementara permintaan penumpang terus bertambah menuju rute
tersebut. Bagitupula ke Bandung, Medan dan Pekan Baru juga terjadi hal yang
sama. “Kita akan desak terus, agar langkah ini bisa cepat disetujui oleh pihak
maskapai,” ungkapnya.
Tak hanya untuk di empat
provinsi itu saja, penerbangan Bengkulu menggunakan pesawat komersil Wings Air
juga sudah melakukan uji coba penerbangan ke Pulau Enggano dan Kabupaten
Mukomuko. Hasilnya uji coba perbangan pun sukses dilakukan.
Syafril mengatakan meski
telah uji coba penerbangan, namun demikian hal itu masih menunggu persetujuan
terkait jadwal penerbangan dan manajemen perbangan dari pihak maskapai Wings
Air.
“Uji coba sudah kita lakukan, tinggal menunggu persetujuan dari pihak
Wings Air,” terang Syafril.
Jika memang nantinya
telah disetujui, maka maskapai baru ini bisa mendarat di dua jurusan itu sampai
2 hingga 3 kali penerbangan. Sehingga masyarakat menggunakan maskapai tersebut
bisa lebih mudah untuk berpergian, masuk dan pergi dari Pulau Enggano maupun Mukomuko.
“Harapan kita nanti,
bisa 2 sampai 3 kali penerbangan. mudah-mudahaan ini bisa terlaksana. Sambil
menunggu kita juga masih menggunakan pesawat perintis Susi Air dalam melayani
penerbangan,” katanya.
Sementara itu, untuk
penerbangan ke Bengkulu-Lampung sendiri sudah dijadwalkan setiap hari. Pesawat
Wings Air dijadwalkan terbang pagi pukul 07:35 WIB dari Bandar Udara Fatmawati
menuju Bandar Udara Radin Inten II, sedangkan dari Bandar Udara Radin Inten II
berangkat pukul 09:35 menuju Bengkulu. “Perbangan baru ke Lampung sudah ada,
silahkan masyarakat menikmatinya,” imbuhnya.
Disisi lain, Humas Unit
Penyelengara Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Agus Adi Saputra,
mengatakan, pesawat Wings Air ATR 72-600 dari Bengkulu ke Lampung maupun
sebaliknya itu akan melalui jarak tempuh kurang lebih 1 jam 10 menit dengan
kapasitas tempat duduk (seat) 72 penumpang.
Pada penerbangan
pertama, penumpang Bengkulu ke Lampung mencapai 23 orang. Lalu dari Lampung
menuju Bengkulu ada sekitar 42 penumpang siap terbang menggunakan Wings Air.
“Alhamdulilah penerbangan pertama sudah lancar. Penumpang sudah mulai banyak
permintaanya,” terang Agus.
Untuk rute penambahaan
penerbangan baru, sampai saat ini pihak Bandara belum menerima permintaan dari
maskapai meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sudah mengajukan
penerbangan langsung dari Bengkulu ke empat provinsi. Jikapun disetujui oleh
pihak maskapi, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sudah siap menerima
penerbangan baru tersebut. “Secara prinsip dan fasilitas yang ada, kita siap
jika memang ada penerbangan rute baru,” tambahnya.
Jika penerbangan dari
Bengkulu semakin ramai, maka tentu hal itu secara otomatis mendorong percepatan
ekonomi di Bengkulu. Keinginan yang baik tersebut sejalan dengan percepatan
pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno sesuai masterplan yang telah ada.
Terutama mendorong
percepatan pengembangan terminal apron dan landasan pacu, terminal bandara,
pengembangan perintis udara serta pengembangan fasilitas lainnya didalam
bandara. “Kita akan terus berupaya, agar pengembangan bandara bisa terus
dilakukan. Sehingga langkah ini bisa mendongkrak ekonomi Bengkulu,” tandas
Agus.
// Tahun Depan, Bangun Terminal Baru
Terkait penggembangan
Bandara Fatmawati Soekarno, tahun depan rencana pengembangan awal akan
dilakukan pembangunan terminal baru.
Kepala Kantor UPBU
Bandara Fatmawati Bengkulu, Rizal ST MA mengatakan, rencana pembangunan
terminal baru belum bisa dilakukan tahun ini, karena memang harus disesuaikan
dengan anggaran. Namun demikian, tahun depan sudah bisa dimulai
pengembangannya. “Sesuai masterplan kita kejar dulu pengembangan terminal.
Tahun depan bisa kita mulai,” ujar Rizal.
Selain pengembangan
terminal, dalam rencana induk pengembangan bandara akan diselesaikan pada tahun
2034 mendatang. Pengembangan itu dilakukan mulai dari pembangunan gedung
terminal tahap 1, gedung operasional, pemindahan gedung tower dan DVOR, serta
penambahan pelataran pesawat (apron).
Kemudian setelah itu,
baru dilaksanakan pembangunan gedung terminal tahap 2, perluasan apron dan
pembuatan taxiway C, pemindahan jalan masuk dan perluasan parkir kendaraan
serta pematangan lahan perpanjangan runway 13 menjadi 2.500 m.
Rizal menegaskan,
rencana ini diharapkan bisa cepat terealisasikan untuk mendukung program
prioritas Gubernur Visit to Bengkulu 2020. “Secara bertahap kita mulai
pengembangannya. Karena memang tidak bisa dilakukan sekaligus,” bebernya.
Sementara untuk
pengalihan pengelolahan Bandara dari Kemenhub ke PT Angkasa Pura II masih belum
mendapakan keputusan dari Kementeriaan Keuangan (Kemkeu).
Rizal mengatakan Bandara
Fatmawati saat ini sudah masuk di Badan Layanan Umum (BLU). Jika harus
dipindahkan pengelolahaanya, maka BLU nya harus ditarik terlebih dahulu.
Penarikaan BLU itu hanya Kemenkue yang memiliki kewenangan.
“Secara
teknis memang dari Kemenhub, tapi penarikan BLU itu harus dari Kemenkue. Sampai
saat ini, belum ada perkembangan,” terang Rizal.
Meski belum mendapatkan
persetujuan, namun rencana itu masih terus dikaji. Beberapa opsi bisa
dilakukan, sifatnya bisa dilakukan kerjasama pemanfaatan Bandara antara
Kemenhub dan Angkasa Pura II, seperti memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat, mulai dari pengelolaan parkir dan fasilitas bandara. “Ada dua opsi,
apakah diambil alih seluruhnya atau dilakukan kerjasama pemanfaatan bandara
saja. Untuk itu kita akan tunggu perkembangannya seperti apa nantinya,” pungkas
Rizal.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar