Tim Peneliti Cuaca dari
YMC Jepang saat menerbangkan balon cuaca di halaman Kantor Badan Meteorologi
klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu.
BENGKULU, SH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Fatmawati Bengkulu memprediksi, suhu udara saat bulan Ramadhan mencapai 34
derajat celcius. Tingginya suhu ini disebabkan seluruh wilayah Indonesia sudah
masuk musim kamarau.
"Bulan puasa itu sudah masuk pertengahan kemarau.
Temperatur suhu bisa mencapai 34 derajat," kata Dwikorita di tengah-tengah
kunjungannya di Yogyakarta, Rabu pagi (11/4/18) malam.
Kepala BMKG Fatmawati Bengkulu, Warjono, SSi., M. Kom, meminta masyarakat Indonesia mempersiapkan diri
menghadapi suhu tinggi saat bulan Ramadhan. Masyarakat diimbau untuk menjaga
asupan cairan dalam tubuh selama bulan puasa. Pasalnya kondisi cuaca yang
kering dan panas ditambah lagi dengan kegiatan puasa dapat menyebabkan
dehidrasi dan gangguan kesehatan.
"Hindari kegiatan yang bisa menyebabkan dehidrasi
selama bulan puasa. Karena bisa mengganggu kesehatan," kata Warjono.
Warjono menambahkan, awal musim kemarau akan dimulai pada
pertengahan April 2018. Nusa Tenggara dan Bali adalah 2 wilayah yang paling
dahulu memasuki musim kemarau.
"Kemudian bergerak ke arah barat di pulau Sumatera
lalu Jawa dan menyebar ke seluruh Indonesia," tambahnya.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan
September 2018. Ia memastikan kekeringan pada musim kemarau tahun ini tidak
akan sehebat tahun sebelumnya. Pasalnya tak ada gangguan cuaca ekstrim El Nino
seperti tahun sebelumnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar