Senin, 23 April 2018

Waspada Dehidrasi, Suhu Udara Selama Ramadhan Diprediksi Capai 34 Derajat Celcius


Tim Peneliti Cuaca dari YMC Jepang saat menerbangkan balon cuaca di halaman Kantor Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu.

BENGKULU, SH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu memprediksi, suhu udara saat bulan Ramadhan mencapai 34 derajat celcius. Tingginya suhu ini disebabkan seluruh wilayah Indonesia sudah masuk musim kamarau.

"Bulan puasa itu sudah masuk pertengahan kemarau. Temperatur suhu bisa mencapai 34 derajat," kata Dwikorita di tengah-tengah kunjungannya di Yogyakarta, Rabu pagi (11/4/18) malam.

Kepala BMKG Fatmawati Bengkulu, Warjono, SSi., M. Kom, meminta masyarakat Indonesia mempersiapkan diri menghadapi suhu tinggi saat bulan Ramadhan. Masyarakat diimbau untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh selama bulan puasa. Pasalnya kondisi cuaca yang kering dan panas ditambah lagi dengan kegiatan puasa dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan. 

"Hindari kegiatan yang bisa menyebabkan dehidrasi selama bulan puasa. Karena bisa mengganggu kesehatan," kata Warjono.

Warjono menambahkan, awal musim kemarau akan dimulai pada pertengahan April 2018. Nusa Tenggara dan Bali adalah 2 wilayah yang paling dahulu memasuki musim kemarau.

"Kemudian bergerak ke arah barat di pulau Sumatera lalu Jawa dan menyebar ke seluruh Indonesia," tambahnya.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan September 2018. Ia memastikan kekeringan pada musim kemarau tahun ini tidak akan sehebat tahun sebelumnya. Pasalnya tak ada gangguan cuaca ekstrim El Nino seperti tahun sebelumnya.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar