Senin, 16 April 2018

Sekdaprov Ajak Media Bersinergi Datangkan Investor


Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE., MT

BENGKULU, SH – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE., MT, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Bengkulu, Edi Prawisnu, SH., MHum, Asisten dan sejumlah pejabat lainnya menggelar pertemuan dengan paras pimpinan media di Bengkulu.
Dalam kesempatan itu, Nopian mengatakan bahwa para investor membutuhkan informasi ketika ingin masuk ke Bengkulu. Tentu tidak lain, media menjadi sumber informasi yang bakal dicari. Jika dalam informasi tersebut ternyata banyak buruknya dari pada baiknya, maka dipastikan para investor itu bakal mengurungkan nianya untuk masuk Bengkulu.
“Kita ingin investasi luar itu masuk ke Bengkulu. Tentu harus kita sajikan informasi yang baik untuk manarik investasi itu,” terang Nopian.
Menurut Nopian, baik buruknya daerah, media sangat mempengaruhi, disamping kinerja pemerintah juga menjadi dasar utama.
Nopian melanjutnya, media bisa menghitamkan dan memutihkan daerah maupun seseorang. Ketika media dan pemerintah tidak bisa bersinergi, maka kemajuan daerah sulit dicapai.
“Kita harus bisa saling berkomunikasi antara satu sama lain, termasuk dengan media. Dengan komunikasi yang baik, maka apapun masalahnya bisa diatasi,” tambah Nopian
Untuk membangun Bengkulu, dibutuhkan citra yang baikssehingga orang luar bisa masuk ke Bengkulu dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Bengkulu, Edi Prawisnu mengatakan, Bengkulu memiliki banyak media. Tentu pemerintah berharap pers bisa menjadi media edukasi, informasi dan bahan bacaan yang menghibur masyarakat.
“Berita yang disajikan tentu harus jadi penyejuk. Terlepas dari kritikan membangun juga diperlukan,” terang Edi.
Menurutnya, pihaknya terus melakukan sinergi dengan media untuk membangun Bengkulu. Sehingga apa yang menjadi cita-cita Bengkulu menjadi maju dan daya saing mampu diwujudkan.
“Mari kita bersama-sama untuk sinergi. Karena dengan sinergi upaya membangan Bengkulu bisa sama-sama kita lakukan,” pungkasnya.

Investasi Baru Rp 387 Miliar

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu mencatat per bulan Februari 2018, realisasi investasi di Kota Bengkulu baru mencapai Rp 387 Miliar dari rencana investasi sebesar Rp 2,019 triliun. Angka ini masih kecil dibandingkan dengan rencana investasi yang ada di Kota Bengkulu.
Kabid Investasi DPMPTSP Kota Bengkulu, Wanzori mengatakan, rencana investasi sebesar Rp. 2,019 triliun investasi terbesar dipegang oleh PT Nirvana Wisnu Karya (City Mall) dengan nilai rencana investasi sebesar Rp 170 Miliar, sedangkan rencana investasi terbesar lainnya yakni Hotel Mercure sebesar Rp 157 Miliar dan Sentula (klinik kesehatan) sebesar Rp 83 Miliar.
“Memang untuk City Mall sendiri rencana investasinya cukup besar, tetapi hingga saat ini realisasinya masih 0, sedangkan untuk Hotel Mercure realisasinya saat ini sudah mencapai Rp 26 Miliar, dan Sentula sudah mencapai Rp 6,5 M. Artinya untuk nilai investasi di Kota
Saat ini pihaknya bersama tim berburu investasi masih melakukan penghitungan nilai investasi yang ada di Kota Bengkulu. Bahkan saat ini pihaknya akan menghitung nilai investasi untuk usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart.
Karena berdasarkan Perka Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Standar Pelayanan Minimal serta Perka nomor 13 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Sistem Informasi, merupakan tugas pihaknya untuk melakukan penghitungan investasi dan dilaporkan melalui LKPM online.
“Saat ini kita masih terus melakukan penghitungan nilai investasi bersama tim berburu investasi. Untuk Indomaret kita sudah mengirimkan surat dan dalam waktu dekat kita akan melakukan penilaian dan penghitungan nilai investasinya,” papar Wanzori.
Untuk diketahui, saat ini kemajuan investasi di Kota Bengkulu juga terlihat pada rencana Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp. 3.560.271.070.700. Hanya saja dari rencana investasi tersebut, hingga Februari 2018 investasi PMA di Kota Bengkulu baru terealisasi Rp. 877.440.600.041.
Untuk perusahaan yang terbesar rencana investasinya yakni bidang tenaga listrik PT Tenaga Listrik Bengkulu sebesar Rp. 2,8 triliun dengan realisasi sebesar Rp. 591 miliar.
Selain itu, pihaknya juga mewarning perusahaan yang tidak ada kontribusi untuk Kota Bengkulu akan diberikan peringatan, bahkan hingga sanksi pencabutan izin. Namun demikian, investor tidak perlu ragu dan takut dalam mengembangkan investasinya di Kota Bengkulu.
“Seperti City Mall, saat ini realisasi masih nol, padahal izin prinsip mereka sudah terbit pada Agustus 2017 lalu. Kemungkinan mereka masih memiliki kendala, dan tentunya ini akan kita pantau terus.(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar