Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE.,
MT
BENGKULU, SH –
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti, SE., MT,
didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Bengkulu,
Edi Prawisnu, SH., MHum, Asisten dan sejumlah pejabat lainnya menggelar
pertemuan dengan paras pimpinan media di Bengkulu.
Dalam kesempatan itu,
Nopian mengatakan bahwa para investor membutuhkan informasi ketika ingin masuk
ke Bengkulu. Tentu tidak lain, media menjadi sumber informasi yang bakal
dicari. Jika dalam informasi tersebut ternyata banyak buruknya dari pada
baiknya, maka dipastikan para investor itu bakal mengurungkan nianya untuk masuk
Bengkulu.
“Kita
ingin investasi luar itu masuk ke Bengkulu. Tentu harus kita sajikan informasi
yang baik untuk manarik investasi itu,” terang Nopian.
Menurut Nopian, baik
buruknya daerah, media sangat mempengaruhi, disamping kinerja pemerintah juga
menjadi dasar utama.
Nopian melanjutnya,
media bisa menghitamkan dan memutihkan daerah maupun seseorang. Ketika media
dan pemerintah tidak bisa bersinergi, maka kemajuan daerah sulit dicapai.
“Kita
harus bisa saling berkomunikasi antara satu sama lain, termasuk dengan media.
Dengan komunikasi yang baik, maka apapun masalahnya bisa diatasi,” tambah
Nopian
Untuk membangun
Bengkulu, dibutuhkan citra yang baikssehingga orang luar bisa masuk ke Bengkulu
dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Kepala
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Bengkulu, Edi Prawisnu
mengatakan, Bengkulu memiliki banyak media. Tentu pemerintah berharap pers bisa
menjadi media edukasi, informasi dan bahan bacaan yang menghibur masyarakat.
“Berita yang disajikan
tentu harus jadi penyejuk. Terlepas dari kritikan membangun juga diperlukan,”
terang Edi.
Menurutnya, pihaknya
terus melakukan sinergi dengan media untuk membangun Bengkulu. Sehingga apa
yang menjadi cita-cita Bengkulu menjadi maju dan daya saing mampu diwujudkan.
“Mari kita bersama-sama
untuk sinergi. Karena dengan sinergi upaya membangan Bengkulu bisa sama-sama
kita lakukan,” pungkasnya.
Investasi Baru Rp 387 Miliar
Sementara itu, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu
mencatat per bulan Februari 2018, realisasi investasi di Kota Bengkulu baru
mencapai Rp 387 Miliar dari rencana investasi sebesar Rp 2,019 triliun. Angka
ini masih kecil dibandingkan dengan rencana investasi yang ada di Kota
Bengkulu.
Kabid Investasi DPMPTSP
Kota Bengkulu, Wanzori mengatakan, rencana investasi sebesar Rp. 2,019 triliun
investasi terbesar dipegang oleh PT Nirvana Wisnu Karya (City Mall) dengan
nilai rencana investasi sebesar Rp 170 Miliar, sedangkan rencana investasi
terbesar lainnya yakni Hotel Mercure sebesar Rp 157 Miliar dan Sentula (klinik
kesehatan) sebesar Rp 83 Miliar.
“Memang untuk City Mall
sendiri rencana investasinya cukup besar, tetapi hingga saat ini realisasinya
masih 0, sedangkan untuk Hotel Mercure realisasinya saat ini sudah mencapai Rp
26 Miliar, dan Sentula sudah mencapai Rp 6,5 M. Artinya untuk nilai investasi
di Kota
Saat ini pihaknya
bersama tim berburu investasi masih melakukan penghitungan nilai investasi yang
ada di Kota Bengkulu. Bahkan saat ini pihaknya akan menghitung nilai investasi
untuk usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart.
Karena berdasarkan Perka
Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Standar Pelayanan Minimal serta Perka nomor 13
Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan
Sistem Informasi, merupakan tugas pihaknya untuk melakukan penghitungan
investasi dan dilaporkan melalui LKPM online.
“Saat ini kita masih
terus melakukan penghitungan nilai investasi bersama tim berburu investasi.
Untuk Indomaret kita sudah mengirimkan surat dan dalam waktu dekat kita akan
melakukan penilaian dan penghitungan nilai investasinya,” papar Wanzori.
Untuk diketahui, saat
ini kemajuan investasi di Kota Bengkulu juga terlihat pada rencana Penanaman
Modal Asing (PMA) mencapai Rp. 3.560.271.070.700. Hanya saja dari rencana
investasi tersebut, hingga Februari 2018 investasi PMA di Kota Bengkulu baru
terealisasi Rp. 877.440.600.041.
Untuk perusahaan yang
terbesar rencana investasinya yakni bidang tenaga listrik PT Tenaga Listrik
Bengkulu sebesar Rp. 2,8 triliun dengan realisasi sebesar Rp. 591 miliar.
Selain itu, pihaknya
juga mewarning perusahaan yang tidak ada kontribusi untuk Kota Bengkulu akan
diberikan peringatan, bahkan hingga sanksi pencabutan izin. Namun demikian,
investor tidak perlu ragu dan takut dalam mengembangkan investasinya di Kota
Bengkulu.
“Seperti City Mall, saat
ini realisasi masih nol, padahal izin prinsip mereka sudah terbit pada Agustus
2017 lalu. Kemungkinan mereka masih memiliki kendala, dan tentunya ini akan
kita pantau terus.(Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar