Senin, 16 April 2018

Arman dan Nerliana Wakili Bengkulu KB Lestari 15 Tahun Tingkat Nasional




BENGKULU, SH - Dari 10 pasangan terbaik kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, dengan penilaian yang ketat dan penuh pertimbangan, akhirnya 3 dewan juri memutuskan, pasangan Arman dan Nerliana asal kota Bengkulu keluar sebagai yang terbaik disusul pasngan asal kabupaten Kepahiang Sangkuno dan Yiyik Karnelis serta pasangan asal kabupaten Bengkulu Tengah Nasirwan dan Cahaya Warnita.
Menurut Busmar, permasalahan dilapangan yang sering ditemui selama ini, yakni masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB. Partisipasi pria dalam ber-KB akibat keterbatasan pengetahuan akan hak-hak kesehatan reproduksi.
Kemudian keluarga miskin pada umumnya mempunyai anggota keluarga yang cukup banyak, ini menurut pendataan tahun 2012 lalu, kriteria keluarga pra sejahtera dan sejahtera I mencapai 40.754 (22.42%) dari jumlah kepala keluarga yang ada. Sedangkan peserta KB aktif 21.363 (21.98%). Miskin ini umumnya tidak memiliki akses dan bersifat pasif dalam meningkatkan kualitas diri dan keluarganya.
Untuk menghadapi masalah tersebut, perwakilan BKKBN provinsi Bengkulu tak lelah berupaya memprogramkan ber-KB, khususnya pada pasangan Usia Subur (PUS) dan menunda usia nikah, idealnya 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria agar alat reproduksi sudah siap, kematangan dalam mengambil tindakan atau pendewasaan serta kemampanan dalam berkeluarga, khususnya pada kebutuhan pokok pangan dan papan.
“Diharapkan pengelolaan KB terus ditingkatkan serta memberikan motivasi pada keluarga tersebut” tutup Busmar.
Sementara, pasangan Arman dan Nerliana asal kota Bengkulu, juara pertama KB Lestari 2018 mengatakan, penggunaan alat kontrasepsi sangat penting bagi akseptor KB itu sendiri. Salah satu caranya, berniat menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran, atau bahkan mengakhiri kehamilan.
“Tiga tujuan tersebut akan mempengaruhi pada jenis kontrasepsi yang akan digunakan calon akseptor,” ujar Nerliana, duta KB Lestari 15 tahun asal kota Bengkulu, saat diwawancarai di ruang ADPIN Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu , Kamis pagi (5/4/18).
Arman dan Nerliana asal kota Bengkulu ini, telah ber-KB sejak 16 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 25 maret 2001 dan tahun ini mereka mewakili Provinsi Bengkulu untuk mengikuti lomba KB Lestari 15 tahun tingkat nasional di Jakarta.
Menurut Nerliana, dirinya sudah mempersiapkan sebaik mungkin untuk mengikuti lomba ini, salah satunya dengan membuat profil pribadi dan keluarga kecil bahagianya.
“Semua sudah saya persiapkan, tinggal memupuk kepercayaan diri agar ketika presentasi tidak gugup,” ungkap Nerliana.
Ibu dua anak ini tergolong aktif di lingkungannya. Terbukti dengan keaktifannya menjadi ketua pos KB kelurahan Betungan tahun2018, kader Posyandu (2001-sekarang), kader sub KB (2002-2017), Wakil Ketua di  Pokja IV PKK, Ketua majlis Taklim MT. Az-zalzalah (2012-sekarang, serta wakil ketua di Permata Kelurahan Betungan (2012-sekarang).
Keluarga kecil bahagia ini berlamat di Jln. Air Putih No. 137 RT 20 RW 05 Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar kota Bengkulu.
“Dalam semua kegiatan itu saya selalu mengampanyekan Program KB dan KB Mandiri. Dan saya menikmatinya, terlebih lagi suami memberi dukungan penuh,” ungkapnya.
Nerliana mengaku dirinya sudah lebih dari 16 tahun memakai MKJP/ IUD. Menurutnya, menggunakan KB jenis tersebut tidaklah sakit, serta tidak memiliki efek samping terhadap bentuk tubuhnya.
“Saya pernah menggunakan KB suntik tetapi saya jadi sering demam, setelah ganti IUD Alhamdulillah tidak ada efek apa-apa,” ujarnya.
Suami Nerliana yakni Arman kesehariannya bekerja sebagai petani, dan ia mengaku sangat bahagia dengan keluarga kecilnya. Putranya pertamanya saat ini baru berusia 22 tahun dan tengah menempuh  pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bengkulu dan putra kedua masih duduk di bangku sekolah menengah atas  berusia 17 tahun.
“Kami bahagia dan bangga dengan capaian anak-anak kami. Ketetapan hati kami untuk hanya mempunyai 2 anak saja ternyata tepat,” tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar