BENGKULU, SH - Dari 10 pasangan terbaik
kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, dengan penilaian yang ketat dan penuh
pertimbangan, akhirnya 3 dewan juri memutuskan, pasangan
Arman dan Nerliana asal kota Bengkulu keluar sebagai yang terbaik disusul
pasngan asal kabupaten Kepahiang Sangkuno dan Yiyik Karnelis serta
pasangan asal kabupaten Bengkulu Tengah Nasirwan dan Cahaya
Warnita.
Menurut Busmar, permasalahan dilapangan yang
sering ditemui selama ini, yakni masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB.
Partisipasi pria dalam ber-KB akibat keterbatasan pengetahuan akan hak-hak
kesehatan reproduksi.
Kemudian keluarga miskin pada umumnya
mempunyai anggota keluarga yang cukup banyak, ini menurut pendataan tahun 2012
lalu, kriteria keluarga pra sejahtera dan sejahtera I mencapai
40.754 (22.42%) dari jumlah kepala keluarga yang ada. Sedangkan peserta KB
aktif 21.363 (21.98%). Miskin ini umumnya tidak memiliki akses dan bersifat
pasif dalam meningkatkan kualitas diri dan keluarganya.
Untuk menghadapi masalah tersebut, perwakilan BKKBN
provinsi Bengkulu tak
lelah berupaya memprogramkan ber-KB, khususnya pada
pasangan Usia Subur (PUS) dan menunda usia nikah, idealnya 21 tahun untuk wanita
dan 25 tahun untuk pria agar alat reproduksi sudah siap, kematangan dalam
mengambil tindakan atau pendewasaan serta kemampanan dalam berkeluarga,
khususnya pada kebutuhan pokok pangan dan papan.
“Diharapkan pengelolaan KB terus ditingkatkan
serta memberikan motivasi pada keluarga tersebut” tutup Busmar.
Sementara,
pasangan Arman dan Nerliana asal kota Bengkulu, juara
pertama KB Lestari 2018 mengatakan, penggunaan alat kontrasepsi sangat penting
bagi akseptor KB itu sendiri. Salah satu caranya, berniat menunda kehamilan,
mengatur jarak kelahiran, atau bahkan mengakhiri kehamilan.
“Tiga tujuan
tersebut akan mempengaruhi pada jenis kontrasepsi yang akan digunakan calon
akseptor,” ujar Nerliana, duta KB Lestari 15 tahun asal kota Bengkulu, saat
diwawancarai di ruang ADPIN Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu , Kamis
pagi (5/4/18).
Arman dan
Nerliana asal kota Bengkulu ini, telah ber-KB sejak 16 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 25 maret
2001 dan tahun ini mereka mewakili Provinsi Bengkulu untuk mengikuti lomba KB Lestari 15 tahun tingkat nasional di Jakarta.
Menurut
Nerliana, dirinya sudah mempersiapkan sebaik mungkin untuk mengikuti lomba ini,
salah satunya dengan membuat profil pribadi dan keluarga kecil bahagianya.
“Semua sudah
saya persiapkan, tinggal memupuk kepercayaan diri agar ketika presentasi tidak
gugup,” ungkap Nerliana.
Ibu dua anak
ini tergolong aktif di lingkungannya. Terbukti dengan keaktifannya menjadi ketua pos KB kelurahan Betungan
tahun2018, kader Posyandu (2001-sekarang), kader sub KB (2002-2017), Wakil
Ketua di Pokja IV PKK, Ketua majlis
Taklim MT. Az-zalzalah (2012-sekarang, serta wakil ketua di Permata Kelurahan
Betungan (2012-sekarang).
Keluarga kecil bahagia ini berlamat di Jln. Air Putih No. 137 RT 20 RW 05
Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar kota Bengkulu.
“Dalam semua
kegiatan itu saya selalu mengampanyekan Program KB dan KB Mandiri. Dan saya
menikmatinya, terlebih lagi suami memberi dukungan penuh,” ungkapnya.
Nerliana mengaku dirinya sudah lebih dari 16 tahun
memakai MKJP/ IUD.
Menurutnya, menggunakan KB jenis tersebut tidaklah
sakit, serta tidak memiliki efek samping terhadap bentuk tubuhnya.
“Saya pernah
menggunakan KB suntik tetapi saya jadi sering demam, setelah ganti IUD
Alhamdulillah tidak ada efek apa-apa,” ujarnya.
Suami Nerliana yakni Arman kesehariannya
bekerja sebagai petani, dan ia mengaku sangat bahagia dengan keluarga kecilnya. Putranya pertamanya saat ini baru berusia 22 tahun dan tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bengkulu dan putra kedua masih duduk di bangku sekolah menengah atas berusia 17 tahun.
“Kami
bahagia dan bangga dengan capaian anak-anak kami. Ketetapan hati kami untuk
hanya mempunyai 2 anak saja ternyata tepat,” tutupnya.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar