// Target Investasi
2018, Rp 2,7 Triliun
Kabid
Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Bengkulu, Drs. Saud Hutabarat
BENGKULU,
SH -
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu menargetkan investasi yang masuk
ke Bengkulu pada tahun 2018 menembus angka Rp. 2,7 Triliun. Target tersebut
optimis tercapai bila bersinergi dengan Dinas Penamanam Modal Kota/Kabupaten
mengenai izin prinsip yang disinergikan dengan sisi administrasi yang harus
terus dilaporkan agar para investor lebih percaya untuk berinvestasi.
Kabid
Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Bengkulu, Drs Saud Hutabarat
mengatakan, setiap daerah kabipaten/kota di provinsi Bengkulu memiliki target
APBD yang terakomodir di Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia
(BKPMRI) secara nasional. Target tersebut dapat dicapai sesuai dengan kinerja
masing-masing pemerintah provinsi.
“Kami Optimis realisasi Investasi Rp 2,7 Triliun
itu bisa terwujud jika saling bersinergi dengan semua dinas terkait dengan
percepatan izin dan pelaporan data rilis investasi yang lengkap,” ujar Saud,
Senin pagi (9/4/18).
Di
tahun 2017 lalu, target APBD mencapai Rp. 2,4 Triliun dengan capaian yang
diraih Rp. 2.14 Triliun. Data tersebut dilihat dari rencana investasi penanaman
modal dalam negeri dan asing yang masuk izin prinsip yang terakomodir melalui
aplikasi SPIPC.
“Capaian
kita di tahun 2017 cukup baik dibanding tahun sebelumnya, di tahun ini
diharapkan semakin meningkat,” sambung Saud.
Saud
menerangkan, walaupun secara realisasi tidak mencapai 100 persen, tetapi secara
pertumbuhan investasi di Provinsi Bengkulu ada kenaikan 26 persen dibandingkan
tahun 2016 lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan trend investasi yang positif.
Adapun
rencana investasi dari investor, baik dari penanaman modal dalam negeri dan
asing bisa terealisasi bila rencana investasinya harus multiplier efek,
diantaranya mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menumbuhkan ekonomi.
“Para
investor dapat dilayani dengan baik dan rencana investasi dapat terealisasi
dengan baik jika memang tidak bertentangan dengan aturan dan menciptakan
multiplier efek,” sambung Saud.
Investasi
ini akan sangat menguntungkan di bidang usaha sektor yang diminati seperti
bidang sumber energi dan tenaga listrik seperti PLTU dan Mikro Hidro.
Selain
itu, bidang perdagangan dan perhotelan serta kawasan ekonomi khusus di
Pelabuhan Pulau Baai juga akan menambah minat berinvestasi.
“Kita
fasilitasi semua hal yang diperlukan investor serta mengatasi kendala-kendala
yang ada dengan pertemuan agar para investor bisa nyaman berinvestasi di
Bengkulu,” jelas Saud.
Untuk
diketahui bersama, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2017
sudah ada beberapa investor yang sudah melakukan Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN) yaitu sebanyak 27 perusahaan dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 18
perusahaan. Negara yang melakukan investasi di Bengkulu mulai dari Inggris,
China, Singapura, Jepang Malaysia, Australia, dan Korea Selatan.
“Inggris,
Singapura, Malaysia, dan Australia fokus ke sektor perkebunan. Sedangkan
Jepang, China, dan Uni Emirat Arab lebih dominan di sektor listrik. Sementara
Korea Selatan fokus ke sektor perdagangan dan British Virgin Island di bidang
pertambangan,” ungkap Saud.
Berdasarkan
data periode 2013 sampai 2017, total investor yang berminat berinvestasi di
Bengkulu terdiri dari PMA mencapai 62 perusahaan dengan rincian Kota Bengkulu
29 perusahaan, Bengkulu Selatan 2 perusahaan, Kepahiang 1 perusahaan, Lebong 2
perusahaan, Rejang Lebong 7 perusahaan, Mukomuko 2 perusahaan, Seluma 4
perusahaan, Kaur 5 perusahaan, dan Bengkulu Utara 10 perusahaan. Puluhan
perusahaan tersebut berasal dari negara Inggris, China, Singapura, Jepang,
Australia, Korea Selatan, Belgia, Taiwan, Malaysia, dan Korea Selatan.
“Harapan
kami masing-masing kabupaten/kota bisa menampilkan potensi daerah lebih rinci
agar lebih terukur dan membuat investor asing bisa melihat di BKPM RI dan
memutuskan segera berinvestasi di Bengkulu,” lanjut Saud.
Berdasarkan
data periode 2013 sampai 2017, jumlah PMDN di Provinsi Bengkulu mencapai 169
dengan rincian Kota Bengkulu ada 30, Bengkulu Selatan 24, Kepahiang 2, Lebong
9, Rejang Lebong 5, Seluma 2, Kaur 30, Bengkulu Tengah 33, dan Bengkulu Utara
34.
“Sudah
cukup banyak PMDN maupun PMA yang masuk ke Bengkulu, kedepannya diharapkan
dengan sinergi antar pihak terkait bisa semakin meningkatkan jumlah investor di
Bengkulu,” tutur Saud.
Saud
berharap, kedepannya pemerintah kabupaten atau kota dapat mendampingi
percepatan berusaha terutama dalam percepatan perizinan agar para investor atau
calon investor dapat merealisasikan rencana investasinya dengan target
investasi Rp. 2,7 Triliun tersebut bisa dipenuhi dan jumlah investor di
Bengkulu smeakin meningkat sehingga mampu menumbuhkan ekonomi Bengkulu.
“Harapan kita seluruh investor di Bengkulu sudah
teregister atau terdaftar dan bisa dipantau dan diharapkan bisa membangun Bengkulu,”
pungkas Saud.
Sementara
itu, Pakar Ekonomi Bengkulu, Prof. Dr. Kamaludin mengatakan, pihaknya berharap
investasi di Bengkulu bisa terus ditingkatkan, mengingat efeknya sangat
mendukung banyak sektor khususnya mengurangi menciptakan lapangan kerja baru.
“Tak hanya menambah sektor usaha, investasi ini
juga akan mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran,” ujar
Kamaludin.
Kamaludin
mengatakan, iklim investasi di Bengkulu sudah membaik, terbukti dengan semakin
banyaknya investor yang berencana untuk berinvestasi di Bengkulu. Hal ini tentu
akan membawa dampak baik bagi ekonomi Bengkulu yang semakin tumbuh.
“Tak
bisa dipungkiri, investasi adalah kunci ekonomi kita. Jika investasi meningkat
ekonomi juga bisa meningkat dan kesejahteraan Bengkulu juga akan
meningkat,” tutup Kamaludin.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar