// Di Bengkulu Belum Terpenuhi
Kantor
PMI Kota.(Doc:Frj/SH)
BENGKULU,
SH –
Kebutuhan darah di rumah sakit dalam wilayah Kota Bengkulu hingga saat ini
terus mengalami peningkatan. Bahkan saat ini jumlah kebutuhan sudah
mencapai 140 kantong per harinya. Palang Merah Indonesia (PMI) provinsi
Bengkulu sendiri, mengakui jika belum dapat memenuhi permintaan darah. Mulai
dari pasien di rumah sakit, khususnya korban kecelakaan, ibu melahirkan dan
pasien gagal ginjal dan operasi lainnya. PMI provinsi Bengkulu hingga hari ini
baru mampu memenuhi 80 persen atau 112 kantong per harinya, sehingga kelangkaan
darah di Bengkulu masih terus terjadi. Hal ini disampaikan Ketua PMI
Provinsi Bengkulu, Syukur Alwi, Rabu pagi (4/4/18).
“Kebutuhan darah di Bengkulu baru terpenuhi oleh PMI sekitar 80 persen dari jumlah kebutuhan 140 kantong per hari, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat yang masih kekurangan darah saat ini berobat di rumah sakit,” ungkap Alwi.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI provinsi Bengkulu terus memanfaatkan bantuan dari PMI pusat berupa mobil donor darah keliling. Mobil tersebut setiap harinya di-stanby-kan di kawasan-kawan ramai dikunjungi, seperti di perguruan tinggi dan di rumah sakit M Yunus Bengkulu.
“PMI akan terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan darah tersebut, dengan memanfaatkan mobil donor darah keliling. Mudah-mudahan untuk ke depannya kebutuhan itu mampu PMI penuhi,” ujar Alwi.
Sesuai laporan PMI Provinsi Bengkulu, darah di Bengkulu dibutuhkan sebanyak 17.300 kantong per tahun. Karena itu, Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu terus mendukung Palang Merah Indonesia (PMI) untuk tetap eksis, dukungan itu baik moril ataupun materiil.
“Melalui
APBD kami berikan dukungan, agar PMI tetap eksis dan memberikan pelayanan
terbaik untuk masyarakat. Kita lihat PMI berhasil memenuhi kebutuhan darah
yang setiap tahun meningkat,” tutur Plt Gubernur Rohidin Mersyah.
Hal yang
miris yang ditemui dilapangan yakni, sulitnya mencari persedian darah di 5
rumah sakit di wilayah Kota Bengkulu. Hingga memaksa keluarga para pasien harus
mengeluarkan biaya cukup besar untuk mendatangkan darah yang dicari jika tidak
ada donor dari keluarga pasien.
Oleh sebab
itu, berbagai upaya telah dilakukan pihak PMI di daerah ini, baik provinsi
maupun kota untuk mencukupi permintaan darah dari masyarakat. Mulai dari
menyediakan mobil unit keliling di berbagai iven yang dilakukan instansi, mulai
dari pemerintah hingga swasta di daerah ini, termasuk kampanye ke
kampus-kampus. Agar para mahasiswa dapat menjadi pendonor aktif. Sebab selama
ini sama-sama diketahui, partisipasi mahasiswa dan masyarakat masih sangat
rendah.
Sementara
itu, untuk mencukupo darah di Bengkulu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota
Bengkulu bekerjasama dengan PMI Bandung untuk persediaan darah di Kota Bengkulu
yang selalu mengalami defisit. Namun sayangnya, kerjasama ini masih terkendala
transportasi maskapai penerbangan yang tidak melayani penerbangan langsung dari
Bandung ke Bengkulu.
Kepala
Divisi Transfusi PMI Kota Bengkulu, dr. Annelin Kurniati SpPD mengungkapkan,
kerjasama ini dilakukan karena PMI di Kota Bandung memiliki stok darah
berlebih, untuk itu PMI Kota Bengkulu bekerjasama dengan PMI Bandung karena
stok darah di Bengkulu tidak mencukupi kebutuhan.
“Kami adakan
kerjasama dengan PMI Bandung untuk pengadaan stok darah karena mereka memiliki
stok yang berlebih,” ujar Annelin.
Namun
sayangnya kerjasama ini masih terkendala dengan maskapai penerbangan. Seperti
diketahui, saat ini belum ada penerbangan langsung dari Bandung menuju
Bengkulu, sehingga pasokan kiriman darah menjadi terkendala.
“Penerbangan
langsung Bandung-Bengkulu belum ada, jadi kerjasama ini masih terhambat dan
belum maksimal,” lanjut Annelin.
Terkait
permasalah tersebut, pihaknya sudah pernah melakukan kerjasama dengan maskapai
Express Air tetapi hingga saat ini belum ada kelanjutan. Padahal rencananya PMI
Bengkulu akan meminta sekitar 1.000 kantong darah perbulan untuk memenuhi
seluruh kebutuhan akan darah di seluruh Rumah Sakit (RS) di Kota Bengkulu.
“Kami sudah bekerjasama dengan Express Air, namun hingga kini belum ada
kejelasan padahal kebutuhan darah ini mendesak,” jelas Annelin.
Seperti diketahui, dalam satu bulan seluruh RS di Kota Bengkulu
membutuhkan darah sekitar 1.000 kantong tetapi hanya mampu terealisasi sekitar
800 kantong untuk berbagai pasien. Oleh karenanya, kerjasama ini sebenarnya
sangat mendesak dan sangat dibutuhkan.
“Tingkat kebutuhan darah
disetiap rumah sakit sekitar 30 sampai 50 persen perbulan. Permintaan ini belum
dapat dipenuhi, sementara kerjasama ini masih tersendat,” lanjut Annelin.
Dalam satu tahun
Bengkulu membutuhkan darah sebanyak 11.000 kantong darah. mengingat
kebutuhannya darah yang cukup tinggi, karena Bengkulu masih defisit darah
sekitar 2.000 kantong sehingga dibutuhkan kerjasama dengan kota lainnya.
“Kami kerap melakukan
aksi donor darah di berbagai acara dan kegiatan baik yang dilakukan oleh
instansi vertikal maupun Pemda. Kami juga menjalin kerjasama dengan PMI di kota
lain, namun kendala maskapai ini masih menjadi kendala utama,” tutur Annelin.
Permintaan darah di
Bengkulu cukup tinggi dan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah
jenis golongan darah yang paling sulit dicari yaitu golongan darah AB dan
paling banyak ditemukan adalah golongan darah B.
“Darah tersebut sebagian
besar digunakan untuk pasien leukimia, gagal ginjal, pendarahan, persalinan dan
pasca persalinan, kecelakaan, dan pasien anak pengidap anemia,” jelas Annelin.
Terakhir pihaknya
berharap ada solusi terkait permasalahan ini mengingat jika dibiarkan Bengkulu
akan semakin mengalami defisit darah dan tidak mampu memenuhi permintaan darah
yang dibutuhkan. “Kami berharap pemerintah menghadirkan solusi untuk hal ini
dan bisa menjembatani kami untuk bekerja sama dengan PMI di kota lain agar
kebutuhan darah di Bengkulu segera terpenuhi,” tukas Annelin.
Sementara itu, Kepala
Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko MM mengatakan,
terkait belum beroperasinya penerbangan Express Air di Bengkulu disebabkan
pihak maskapai penerbangan tersebut sedang melakukan persiapan internal.
Maskapai penerbangan yang rencananya ini melayani rute penerbangan langsung
dari Bengkulu-Bandung dan Bandung-Bengkulu ini seharunya sudah melakukan
launching pada bulan Desember lalu tetapi karena ada kendala sehingga peresmiannya
tertunda hingga 2018 ini.
“Saat ini pihak maskapai
sedang melakukan persiapan internal, secepatnya harapan kita segera melayani
penerbangan di Bengkulu-Bandung agar bisa melayani kebutuhan masyarakat
segera,” tutup Budi. (frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar