Produk
Sarden yang terindikasi mengandung Cacing
BENGKULU, SH – Isu kesehatan kembali melanda
Indonesia tak terkecuali di wilayah provinsi Bengkulu. Setelah kasus minuman
kemasan mengandung partikel plastik merebak ke permukaan, masyarakat Indonesia
kembali dikejutkan dengan temuan sarden kaleng bercacing. Hal ini menyusul
hasil uji laboratorium yang dilakukan BPOM terhadap beberapa jenis merek
makanan kaleng yang beredar di Pekan Baru Provinsi Riau.
Untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat Indonesia dihimbau, tak
terkecuali di Bengkulu untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah
makanan kaleng.
Akibat
berbagai merek Sarden Makarel yang mengandung cacing ini, Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu
menggelar Focus Group Discussion
(FGD) untuk memberantas Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi
Bengkulu, Selasa pagi (3/4/18).
Kepala
BPOM Bengkulu, Burhannudin Gumay mengatakan, dalam triwulan pertama telah
banyak fakta yang mengejutkan dalam makanan dan obat. Serta dari 9 operasi di
wilayah Kabupaten / Kota maupun Provinsi Bengkulu produk impor dan produk lokal
relatif aman.
“Tantangan
dan pengawasan obat dan makanan kian berkembangan, telah banyak fakta yang kita
dapati dalam triwulan pertama ini. Banyak yang mengalami penurunan kualitas,
alhamdulilah dari 9 operasi di Kabupaten / Kota di Provinsi Bengkulu relatif
produknya aman impor maupun produk lokal” jelas Burhanuddin.
Kepala BPOM Bengkulu, Burhannudin Gumay ikut
membeberkan beberapa fakta yang mencengangkan dari obat dan makanan dalam
triwulan pertama tahun ini yaitu :
1. Viostin ada mengandung unsur babi
2. Albotil merangsang pertumbuhan jaringan liar yang
memicu sel kanker jikalau tidak diencerkan
3. Kosmetik Korea yang mengandung antimony
4. Cacing dalam ikan Makarel/ikan kalengan.
Disisi
lain, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjelaskan, kesehatan adalah
prioritas yang utama. Makanan, minuman dan obat merupakan hal yang selalu
melekat pada kehidupan. Jadi haruslah dikawal semua yang berkaitan dengan
makanan.
“Kesehatan adalah program yang utama dalam
bangsa, kesehatan adalah kebutuhan yang utama. Makanan, minuman dan obat adalah
hal yang selalu melekat pada kita, sudah menjadi perhatian kita minuman,
makanan dan obat harus sehat dan halal. Saya sangat mengapresiasi kinerja dari
BPOM Bengkulu untuk upayanya, mereka mendapat Grade Up dari fungsi pengawasan
mereka, jadi prestasi ini harus terimplementasi sebaik mungkin” ungkap
Rohidin.
Berikut 5 tips memilih makanan kaleng
yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Sebagaimana dilansir dari berbagai
sumber.
1.Perhatikan kemasan
Saat
membeli, pilih kemasan yang masih utuh dan tidak rusak. Hindari makanan
kalengan dengan kondisi kaleng penyok, cacat, bocor, dan pastikan masih
tertutup rapi. Kemasan yang rusak bisa mempengaruhi kualitas makanan di
dalamnya.
2.Perhatikan masa kedaluwarsa
Jika
ingin membeli makanan kaleng dalam jumlah besar, pilihlah makanan yang memiliki
masa kedaluwarsa panjang. Paling tidak 3 bulan sebelum batas akhir pemakaian.
Hal ini untuk mengantisipasi agar makanan yang Anda dapatkan masih layak
konsumsi.
3.Perhatikan tutup kaleng
Memperhatikan
tutup kaleng, tidak kalah pentingnya seperti memperhatikan masa kadaluarsa.
Jika tutup kaleng tampak cekung dan menggelembung, itu tandanya kaleng sudah
tidak dalam keadaan kedap udara. Dalam arti lain, makanan kemungkinan telah
terkontaminasi bakteri-bakteri jahat yang masuk melewati celah udara.
4.Simpan di tempat yang bersih
Jika
Anda membeli makanan kaleng untuk jangka waktu yang lama, sebaiknya simpan
makanan tersebut di rak tertutup atau lemari. Kalau jumlahnya cukup banyak,
Anda bisa mengurutkannya mulai dari makanan kaleng yang memiliki masa
kedaluwarsa tercepat. Istilah ini sering dikenal dengan sebutan FIFO (first in first out), dan umumnya
diterapkan oleh perusahaan-perusahaan makanan ternama di seluruh dunia.
5.Periksa makanan setelah kaleng dibuka
Meski
makanan kaleng diproduksi melalui proses dan sistem keamanan yang sangat ketat,
bukan tidak mungkin makanan kaleng yang Anda dapat merupakan salah satu produk
gagal. Oleh karena itu, sebaiknya periksa makanan kaleng secara teliti sebelum
mengolahnya atau setelah kaleng dibuka. Pastikan makanan tidak terkontaminasi
jamur atau memiliki warna dan aroma tidak sedap. Itu tandanya makanan sudah
tidak layak konsumsi.
Mengingat sarden adalah
ikan yang kaya gizi dan bermanfaat untuk kesehatan. betulkah ada cacing di
sarden kalengan? Apakah cacing ini bahaya bagi tubuh? Dan sarden kalengan apa
saja yang mengandung cacing? Anda bisa simak semua fakta-faktanya berikut ini:
1. Tidak ada cacing di
sarden kalengan, melainkan di beberapa produk ikan makarel kalengan
Seperti dijelaskan
oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebenarnya tidak ditemukan cacing
di produk ikan sarden kalengan. Produk yang ada cacingnya ternyata adalah tiga
merek ikan makarel kalengan. Tiga merek ikan makarel yang mengandung cacing ini
adalah Farmerjack, IO, dan HOKI. Ketiga produk ini telah ditarik dari peredaran
karena tidak layak konsumsi, namun BPOM di kabupaten Seluma telah menarik 91
produk sarden yang terindikasi tak layak konsumsi karena diduga mengandung
Cacing diluar dari 3 merek ikan Makarel. Namun sayangnya saat dikonfirmasi
pihak BPOM Provinsi Bengkulu belum bersedia membeberkan merek produk tersebut.
Namun pihaknya sudah menyurati pihak distributor untuk menyetop sementara
produk tersebut ke Bengkulu dan 91 barang yang ditemukan di salah satu swalayan
tersebut segera akan dimusnahkan.
2. Cacing di ikan
makarel kalengan ini sudah mati
Hasil
analisis dan temuan Badan POM menyatakan bahwa cacing pada produk-produk ikan
makarel kalengan tersebut sudah mati, bukan cacing hidup.
Cacing
yang ditemukan adalah jenis cacing parasit Anisakis sp. Dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews, dikatakan
bahwa cacing ini memang banyak ditemukan pada ikan laut, termasuk ikan makarel
yang dikemas dalam kaleng. Jika dikonsumsi oleh manusia meski dalam keadaan
sudah mati, cacing ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.
3. Apa akibatnya kalau
terlanjur makan cacing di ikan kalengan?
Dilansir dari
jurnal Foodborne Pathogens and Disease tahun 2010, ada dua hal yang mungkin
terjadi bila Anda mengonsumsi cacing di sarden atau makarel kalengan, baik
cacing mati maupun hidup. Yang pertama adalah gangguan pencernaan, dengan
gejala mual, muntah, dan diare. Akan tetapi, beberapa orang yang makan cacing
dari ikan laut mungkin saja tidak merasakan gejala pencernaan apa pun. Hal
kedua yang mungkin terjadi adalah reaksi alergi terhadap cacing Anisakis.
Kemungkinan munculnya reaksi ini juga telah diperingatkan oleh Badan POM,
sehingga akhirnya produk-produk tersebut ditarik dari pasaran.
Cacing di
sarden atau makarel ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi karena mengandung
zat kimia tertentu sejenis protein yang memang tidak ramah bagi manusia.
Akibatnya, ketika dimakan sistem kekebalan tubuh (imun) Anda akan menganggapnya
sebagai serangan zat asing yang berbahaya bagi tubuh. Reaksi alergi yang
terjadi bisa bersifat ringan hingga serius.
Gejala-gejala reaksi alergi ringan terhadap cacing ini
antara lain hidung berair, kulit badan dan area di sekitar mulut gatal-gatal,
serta mata gatal dan berair. Sedangkan reaksi alergi serius yang mungkin
terjadi yaitu syok anafilaktik. Syok anafilaktik ditandai dengan kesulitan
bernapas dan tekanan darah menurun drastis. Jika tidak mendapat penanganan
darurat, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.
Bila Anda baru saja mengonsumsi ikan makarel kalengan dan
mengalami gejala-gejala di atas, segera cari bantuan medis.
Agar tidak penasaran, ini dia 27
daftar sarden kalengan positif ditemukan cacing. Berikut daftarnya :
1.
Merek ABC jenis saus ekstra pedas, dan saus cabai.
2.
Merek BOTAN jenis saus tomat.
3.
Merek CIP jenis saus tomat dan saus ekstra pedas.
4.
Merek DR.FISH jenis saus tomat.
5.
Merek FIESTA SEAFOOD jenis saus tomat, saus cabai, dan saus balado.
6.
Merek GAGA jenis saus tomat dan cabe.
7.
Merek KING’S FISHER jenis saus tomat.
8.
Merek MAYA jenis saus tomat dan dua saus cabai.
9.
Merek PESCA jenis saus tomat.
10.Merek
PRONAS jenis saus pedas dan saus tomat.
11.Merek
RANESA jenis saus tomat dan cabai.
12.Merek
NAGO/NAGOS jenis saus tomat.
13.
Merek NARAYA jenis saus tomat.
14.
Merek POH SUNG jenis saus tomat.
15.
Merek S&W jenis larutan garam.
16.
Merek SEMPO jenis original dan larutan garam.
17.
Merek TLC jenis saus tomat.
18.
Merek TSC jenis saus tomat.
19.
Merek ABT jenis saus tomat.
20.
Merek AYAM BRAND jenis saus tomat, goreng, dan saus padang.
21.
Merek DONGWON (produk impor) jenis larutan garam.
22.
Merek FARMERJACK jenis saus tomat.
23.
Merek HOKI jenis saus tomat.
24.
Merek HOSEN jenis saus tomat.
25.
Merek IO jenis saus tomat.
26.
Merek JOJO jenis dalam saus tomat.
27.
Merek LSC jenis saus tomat. (Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar