Minggu, 08 April 2018

Heboh Sarden Bercacing, BPOM Bengkulu Sebut Produk Impor dan Lokal Aman


Produk Sarden yang terindikasi mengandung Cacing

BENGKULU, SH  Isu kesehatan kembali melanda Indonesia tak terkecuali di wilayah provinsi Bengkulu. Setelah kasus minuman kemasan mengandung partikel plastik merebak ke permukaan, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan temuan sarden kaleng bercacing. Hal ini menyusul hasil uji laboratorium yang dilakukan BPOM terhadap beberapa jenis merek makanan kaleng yang beredar di Pekan Baru Provinsi Riau.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat Indonesia dihimbau, tak terkecuali di Bengkulu untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah makanan kaleng.
Akibat berbagai merek Sarden Makarel yang mengandung cacing ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memberantas Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Bengkulu, Selasa pagi (3/4/18).
Kepala BPOM Bengkulu, Burhannudin Gumay mengatakan, dalam triwulan pertama telah banyak fakta yang mengejutkan dalam makanan dan obat. Serta dari 9 operasi di wilayah Kabupaten / Kota maupun Provinsi Bengkulu produk impor dan produk lokal relatif aman.
“Tantangan dan pengawasan obat dan makanan kian berkembangan, telah banyak fakta yang kita dapati dalam triwulan pertama ini. Banyak yang mengalami penurunan kualitas, alhamdulilah dari 9 operasi di Kabupaten / Kota di Provinsi Bengkulu relatif produknya aman impor maupun produk lokal” jelas Burhanuddin.
Kepala BPOM Bengkulu, Burhannudin Gumay ikut membeberkan beberapa fakta yang mencengangkan dari obat dan makanan dalam triwulan pertama tahun ini yaitu :
1. Viostin ada mengandung unsur babi
2. Albotil merangsang pertumbuhan jaringan liar yang memicu sel kanker jikalau tidak diencerkan
3. Kosmetik Korea yang mengandung antimony
4. Cacing dalam ikan Makarel/ikan kalengan.

Disisi lain, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjelaskan, kesehatan adalah prioritas yang utama. Makanan, minuman dan obat merupakan hal yang selalu melekat pada kehidupan. Jadi haruslah dikawal semua yang berkaitan dengan makanan.
“Kesehatan adalah program yang utama dalam bangsa, kesehatan adalah kebutuhan yang utama. Makanan, minuman dan obat adalah hal yang selalu melekat pada kita, sudah menjadi perhatian kita minuman, makanan dan obat harus sehat dan halal. Saya sangat mengapresiasi kinerja dari BPOM Bengkulu untuk upayanya, mereka mendapat Grade Up dari fungsi pengawasan mereka, jadi prestasi ini harus terimplementasi sebaik mungkin” ungkap Rohidin. 

Berikut  5 tips memilih makanan kaleng yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

1.Perhatikan kemasan
Saat membeli, pilih kemasan yang masih utuh dan tidak rusak. Hindari makanan kalengan dengan kondisi kaleng penyok, cacat, bocor, dan pastikan masih tertutup rapi. Kemasan yang rusak bisa mempengaruhi kualitas makanan di dalamnya.
2.Perhatikan masa kedaluwarsa
Jika ingin membeli makanan kaleng dalam jumlah besar, pilihlah makanan yang memiliki masa kedaluwarsa panjang. Paling tidak 3 bulan sebelum batas akhir pemakaian. Hal ini untuk mengantisipasi agar makanan yang Anda dapatkan masih layak konsumsi.
3.Perhatikan tutup kaleng
Memperhatikan tutup kaleng, tidak kalah pentingnya seperti memperhatikan masa kadaluarsa. Jika tutup kaleng tampak cekung dan menggelembung, itu tandanya kaleng sudah tidak dalam keadaan kedap udara. Dalam arti lain, makanan kemungkinan telah terkontaminasi bakteri-bakteri jahat yang masuk melewati celah udara.
4.Simpan di tempat yang bersih
Jika Anda membeli makanan kaleng untuk jangka waktu yang lama, sebaiknya simpan makanan tersebut di rak tertutup atau lemari. Kalau jumlahnya cukup banyak, Anda bisa mengurutkannya mulai dari makanan kaleng yang memiliki masa kedaluwarsa tercepat. Istilah ini sering dikenal dengan sebutan FIFO (first in first out), dan umumnya diterapkan oleh perusahaan-perusahaan makanan ternama di seluruh dunia.
5.Periksa makanan setelah kaleng dibuka
Meski makanan kaleng diproduksi melalui proses dan sistem keamanan yang sangat ketat, bukan tidak mungkin makanan kaleng yang Anda dapat merupakan salah satu produk gagal. Oleh karena itu, sebaiknya periksa makanan kaleng secara teliti sebelum mengolahnya atau setelah kaleng dibuka. Pastikan makanan tidak terkontaminasi jamur atau memiliki warna dan aroma tidak sedap. Itu tandanya makanan sudah tidak layak konsumsi.
Mengingat sarden adalah ikan yang kaya gizi dan bermanfaat untuk kesehatan. betulkah ada cacing di sarden kalengan? Apakah cacing ini bahaya bagi tubuh? Dan sarden kalengan apa saja yang mengandung cacing? Anda bisa simak semua fakta-faktanya berikut ini:

1. Tidak ada cacing di sarden kalengan, melainkan di beberapa produk ikan makarel kalengan
     Seperti dijelaskan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebenarnya tidak ditemukan cacing di produk ikan sarden kalengan. Produk yang ada cacingnya ternyata adalah tiga merek ikan makarel kalengan. Tiga merek ikan makarel yang mengandung cacing ini adalah Farmerjack, IO, dan HOKI. Ketiga produk ini telah ditarik dari peredaran karena tidak layak konsumsi, namun BPOM di kabupaten Seluma telah menarik 91 produk sarden yang terindikasi tak layak konsumsi karena diduga mengandung Cacing diluar dari 3 merek ikan Makarel. Namun sayangnya saat dikonfirmasi pihak BPOM Provinsi Bengkulu belum bersedia membeberkan merek produk tersebut. Namun pihaknya sudah menyurati pihak distributor untuk menyetop sementara produk tersebut ke Bengkulu dan 91 barang yang ditemukan di salah satu swalayan tersebut segera akan dimusnahkan.
2. Cacing di ikan makarel kalengan ini sudah mati
Hasil analisis dan temuan Badan POM menyatakan bahwa cacing pada produk-produk ikan makarel kalengan tersebut sudah mati, bukan cacing hidup.
Cacing yang ditemukan adalah jenis cacing parasit Anisakis sp. Dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews, dikatakan bahwa cacing ini memang banyak ditemukan pada ikan laut, termasuk ikan makarel yang dikemas dalam kaleng. Jika dikonsumsi oleh manusia meski dalam keadaan sudah mati, cacing ini bisa menimbulkan masalah kesehatan.
3. Apa akibatnya kalau terlanjur makan cacing di ikan kalengan?
     Dilansir dari jurnal Foodborne Pathogens and Disease tahun 2010, ada dua hal yang mungkin terjadi bila Anda mengonsumsi cacing di sarden atau makarel kalengan, baik cacing mati maupun hidup. Yang pertama adalah gangguan pencernaan, dengan gejala mual, muntah, dan diare. Akan tetapi, beberapa orang yang makan cacing dari ikan laut mungkin saja tidak merasakan gejala pencernaan apa pun. Hal kedua yang mungkin terjadi adalah reaksi alergi terhadap cacing Anisakis. Kemungkinan munculnya reaksi ini juga telah diperingatkan oleh Badan POM, sehingga akhirnya produk-produk tersebut ditarik dari pasaran.
     Cacing di sarden atau makarel ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi karena mengandung zat kimia tertentu sejenis protein yang memang tidak ramah bagi manusia. Akibatnya, ketika dimakan sistem kekebalan tubuh (imun) Anda akan menganggapnya sebagai serangan zat asing yang berbahaya bagi tubuh. Reaksi alergi yang terjadi bisa bersifat ringan hingga serius.
Gejala-gejala reaksi alergi ringan terhadap cacing ini antara lain hidung berair, kulit badan dan area di sekitar mulut gatal-gatal, serta mata gatal dan berair. Sedangkan reaksi alergi serius yang mungkin terjadi yaitu syok anafilaktik. Syok anafilaktik ditandai dengan kesulitan bernapas dan tekanan darah menurun drastis. Jika tidak mendapat penanganan darurat, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.
Bila Anda baru saja mengonsumsi ikan makarel kalengan dan mengalami gejala-gejala di atas, segera cari bantuan medis.
Agar tidak penasaran, ini dia 27 daftar sarden kalengan positif ditemukan cacing. Berikut daftarnya :
1. Merek ABC jenis saus ekstra pedas, dan saus cabai.
2. Merek BOTAN jenis saus tomat.
3. Merek CIP jenis saus tomat dan saus ekstra pedas.
4. Merek DR.FISH jenis saus tomat.
5. Merek FIESTA SEAFOOD jenis saus tomat, saus cabai, dan saus balado.
6. Merek GAGA jenis saus tomat dan cabe.
7. Merek KING’S FISHER jenis saus tomat.
8. Merek MAYA jenis saus tomat dan dua saus cabai.
9. Merek PESCA jenis saus tomat.
10.Merek PRONAS jenis saus pedas dan saus tomat.
11.Merek RANESA jenis saus tomat dan cabai.
12.Merek NAGO/NAGOS jenis saus tomat.
13. Merek NARAYA jenis saus tomat.
14. Merek POH SUNG jenis saus tomat.
15. Merek S&W jenis larutan garam.
16. Merek SEMPO jenis original dan larutan garam.
17. Merek TLC jenis saus tomat.
18. Merek TSC jenis saus tomat.
19. Merek ABT jenis saus tomat.
20. Merek AYAM BRAND jenis saus tomat, goreng, dan saus padang.
21. Merek DONGWON (produk impor) jenis larutan garam.
22. Merek FARMERJACK jenis saus tomat.
23. Merek HOKI jenis saus tomat.
24. Merek HOSEN jenis saus tomat.
25. Merek IO jenis saus tomat.
26. Merek JOJO jenis dalam saus tomat.
27. Merek LSC jenis saus tomat. (Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar