Keseruan terlihat saat anggota militer Amerika ikut dalam lomba
permainan rakyat Terompah Panjang di Bengkulu
Mungkin bagi sebagian orang, lomba Terompa Panjang sudah
lumrah di tengah masyarakat. Tak khayal permainan ini adalah permainan
tradisional rakyat di Indonesia termasuk di Bengkulu, nah .. bagaimana jika
permainan tradisional ini dimainkan oleh para tantera asal Amerika Serikat
tentu akan sangat bedah. Sebab kita akan ikut tertawa menahan geli melihat aksi
para bule amerika ini beraksi. Nah.. bagaimana keseruannya. Berikut liputannya
untuk anda !!!!
BENGKULU, SH
- Belasan tentara perang anggota militer Amerika Serikat
terlihat bersemangat saat mengikuti lomba permainan tradisional Terompah
Panjang di salah satu tempat studi universitas ternama di kota Bengkulu.
Awalnya mereka terlihat grogi ketika memasukkan sepatu lapangan ke karet
penjepit permainan rakyat tersebut.
Satu tim pria, satu tim gabungan pria dan
wanita serta satu tim gabungan US Army, US NAvy dan masyarakat beradu kecepatan
mencapai garis finish. Tim pria bahkan sempat terguling dan bangkit kembali
mengejar lawan di depan. Keseruan tentara amerika tersebut disambut antusias
warga dan para mahasiswa yang memberikan dukungan.
Christopher, salah seorang anggota tentara
angkatan laut militer Amerika mengatakan,
dirinya baru pertama kali mencoba permainan yang membutuhkan kekompakan tim
tersebut. Meskipun awalnya kesulitan, dia mengaku senang dan bisa mengambil
makna dari permainan yang membutuhkan kerjasama tim ini.
"It's
Amazing, this is spirit of people," ujar
Christopher di Bengkulu Sabtu 31 Maret 2018.
Selain permainan terompah panjang, anggota
pasukan tentara Amerika ini juga mencoba permainan rakyat lain yaitu Enggrang
dan Sumpit Bambu. Mereka juga mencoba mengadu keahlian memancing ikan di kolam
milik laboratorium alam Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu.
Hasilnya, hanya satu orang saja yang berhasil mendaratkan ikan nila.
Menurut Letnan Sacco, meskipun mereka berasal
dari kesatuan tentara militer Amerika angkatan
Laut atau US Navy, tetapi belum pernah mencoba memancing ikan menggunakan kail
yang terbuat dari bambu. Dia mengaku joran bambu yang dipegangnya sudah berkali
kali disambar ikan, tetapi tidak berhasil mendaratkan ikan.
"Susah sekali," ujarnya dalam
bahasa Indonesia sambil tersenyum.
Kedatangan
tentara Amerika ke Bengkulu bersama 800 tentara gabungan dari Asutralia,
Kanada, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Inggris membawa misi kemanusiaan.
Mereka datang menggunakan kapal rumah sakit USNS Mercy yang merapat ke
Pelabuhan Samudra Pulau Baai Kota Bengkulu hingga 18 April 2018 mendatang.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut
(Danlanal) Bengkulu Letkol Laut Agus Izudin mengatakan, pasukan gabungan ini
datang untuk latihan bersama terkait tanggap darurat dan kesiap siagaan
bencana. Akan ada rangkaian kegiatan dan bantuan kemanusiaan yang dibawa ke Bengkulu
yang tercatat sebagai salah satu wilayah yang rawan bencana alam.
"Bengkulu tuan rumah Pacific Partnership gugus tugas 73
kemitraan 2018," ujar Agus Izudin
Rangkaian kegiatan dalam misi kemanusiaan ini
diantaranya Seminar tanggap bencana, pembangunan shelter untuk titik kumpul
pengungsian di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, penyuluhan
kesehatan serta simulasi tanggap bencana di perkampungan nelayan.
Sementara, Plt Gubernur Bengkulu meminta
masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam misi kemanusiaan militer Amerika.
Operasi kemanusiaan dalam program Pasific Partnershif 2018 oleh militer
gabungan beberapa negara dibawah komando Pangkalan Militer Amerika Serikat di
Laut Pasific ini direspon positif Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rhidin Mersyah.
Dia meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dan menimba
ilmu sebanyak banyaknya dari mereka.
"Kita
bersyukur didatangi para ahli, manfaatkan dan ambil ilmu mereka, manfaatnya
banyak sekali," ujar Rohidin.
Rangkaian
kegiatan yang dilakukan diantaranya pegobatan masal, seminar, penyuluhan
kesehatan, latihan bersama penanggulangan bencana oleh US Navy, TNI dan
masyarakat Bengkulu, Pembagunan fisik berupa 2 ruang kelas SDN 83 di Kelurahan
Teluk Sepang, satu ruang pertemuan di Kelurahan Padang Harapan, satu bangunan
selter di Kelurahan Tengah Padang, dan satu bagunan selter di Kabupaten
Bengkulu Tengah.
Rohidin
mengatakan, kedatangan pasukan gabungan ini jangan dipersepsikan macam-macam.
Mereka datang dengan membawa misi kemanusiaan dan tidak ada tujuan lain.
Masyarakat diminta untuk berfikir positif dan mengambil manfaat sebanyak
banyaknya.
"Ada
TNI yang mendampingi, jika ada kendala, masyarakat harus membantu secara
aktif," pungkas Rohidin. (Frj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar