Kawasan bongkar muat di dermaga pelabuhan
Pulau Baii Bengkulu
BENGKULU,
SH - Lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional
secara langsung juga berdampak pada kelesuan ekonomi di Provinsi Bengkulu. Hal
ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang tahun ini diprediksi
diangka 5 persen. Tak jauh beda dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Plt Gubernur
Bengkulu H. Rohidin Mersya secepatnya akan berencana melakukan berbagai upaya
guna menggenjot pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Beberapa diantaranya, dengan
mengoptimalkan lagi pertumbuhan ekspor komoditas unggulan seperti batubara,
kopi, karet dan komoditas unggulan lainnya yang ada tersebar di 9 kabupaten
kota di provinsi Bengkulu. Termasuk memberdayakan pelabuhan Pulau Baai sebagai
gerbang ekspor.
Rohidin
mengakui, hingga saat ini ekspor batubara Bengkulu masih belum optimal. Dan,
dalam konteks upaya pertumbuhan ekonomi Bengkulu, ia pun meminta kepada
kabupaten-kota harus bekerjasama. Sebab pertumbuhan ekonomi Bengkulu tak dapat
dihitung dari Kota Bengkulu atau satu-dua kabupaten saja. Namun secara
keseluruhan.
“Andai 100
persen semua produksi batu bara keluar lewat Pulau Baai, artinya semua
terdaftar, tercatat didalam ekspor kita. Ini pasti berdampak terhadap
pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” ujar Rohidin, Selasa pagi (10/4/18).
Rohidin
menambahkan, komoditas unggulan lainnya seperti kopi dan ikan juga belum
terdata. keluar dari pintu Bengkulu sehingga tidak memiliki nilai tambah.
Padahal semua komoditas itu berasal dari Bengkulu.
“Selama ini
beberapa komoditas unggulan keluardari pelabuhan lain. Ada yang dari Padang dan
Lampung. Kalau semuanya itu bisa keluar dari pelabuhan kita (Pulai Baai) maka
neraca ekspor kita bisa naik 100 persen,” tambahnya.
Kedepan Rohidin berharap, keberadaan Pulau Baai, bisa membawa
dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu, “Kopi Bengkulu itu
potensi juga, tapi sejauh ini, Bengkulu tidak masuk sebagai penghasil kopi.
Padahal kita penghasil kopi terbesar ketiga nasional,” ujar Rohidin kembali
menegaskan.
Untuk
diketahui, pada awal Mei mendatang, Bengkulu akan melakukan launching ekspor
kopi. “Peti kemas kita juga sudah jalan, artinya nanti semua komoditas bisa
keluar dari pintu Pulau Baai,” tegas Rohidin. (Frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar