Senin, 16 April 2018

Rohidin: Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Harus Digenjot


Kawasan bongkar muat di dermaga pelabuhan Pulau Baii Bengkulu

BENGKULU, SH - Lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional secara langsung juga berdampak pada kelesuan ekonomi di Provinsi Bengkulu. Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang tahun ini diprediksi diangka 5 persen. Tak jauh beda dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu.
Plt Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersya secepatnya akan berencana melakukan berbagai upaya guna menggenjot pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Beberapa diantaranya, dengan mengoptimalkan lagi pertumbuhan ekspor komoditas unggulan seperti batubara, kopi, karet dan komoditas unggulan lainnya yang ada tersebar di 9 kabupaten kota di provinsi Bengkulu. Termasuk memberdayakan pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang ekspor.
Rohidin mengakui, hingga saat ini ekspor batubara Bengkulu masih belum optimal. Dan, dalam konteks upaya pertumbuhan ekonomi Bengkulu, ia pun meminta kepada kabupaten-kota harus bekerjasama. Sebab pertumbuhan ekonomi Bengkulu tak dapat dihitung dari Kota Bengkulu atau satu-dua kabupaten saja. Namun secara keseluruhan.
“Andai 100 persen semua produksi batu bara keluar lewat Pulau Baai, artinya semua terdaftar, tercatat didalam ekspor kita. Ini pasti berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” ujar Rohidin, Selasa pagi (10/4/18).
Rohidin menambahkan, komoditas unggulan lainnya seperti  kopi dan ikan juga belum terdata. keluar dari pintu Bengkulu sehingga tidak memiliki nilai tambah. Padahal semua komoditas itu berasal dari Bengkulu.
“Selama ini beberapa komoditas unggulan keluardari pelabuhan lain. Ada yang dari Padang dan Lampung. Kalau semuanya itu bisa keluar dari pelabuhan kita (Pulai Baai) maka neraca ekspor kita bisa naik 100 persen,” tambahnya.
Kedepan Rohidin  berharap, keberadaan Pulau Baai, bisa membawa dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu, “Kopi Bengkulu itu potensi juga, tapi sejauh ini, Bengkulu tidak masuk sebagai penghasil kopi. Padahal kita penghasil kopi terbesar ketiga nasional,” ujar Rohidin kembali menegaskan.
Untuk diketahui, pada awal Mei mendatang, Bengkulu akan melakukan launching ekspor kopi. “Peti kemas kita juga sudah jalan, artinya nanti semua komoditas bisa keluar dari pintu Pulau Baai,” tegas Rohidin. (Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar