Minggu, 01 April 2018

Rohidin: 10 OPD KB Dapat Pro Aktif Sukseskan Program KKBPK


Pembukaan Rakorda Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

BENGKULU, SH – Pelaksana tugas Gubernur, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah mengimbau seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPD KB) tanpa terkecuali harus dapat membantu program Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mengenai Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Hal ini disampaikan plt Gubernur saat sambutannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) provinsi Bengkulu tahun 2018 di hotel Grage Hotel Bengkulu. Rabu pagi (21/3/18).

”Tentu pertemuan Rakor ini menjadi strategis sekali terkait lintas sektor yang ada. Masing-masing OPD yang membidangi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di masing-masing kabupaten atau kota harus Pro Aktif dan punya data yang jelas,” ungkap Rohidin.

Rohidin menambahkan, SDM yang baik berjenjang secara alternatif dari wilayah kampung KB baik di daerah kabupaten maupun kota di provinsi yang harus dikoordinasikan oleh BKKBN. Dalam Rakor ini nantinya harus mampu memunculkan pemetaan sumber daya yang terkait dengan program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Selain itu, sebutnya, adanya pemetaan masalah sehingga dapat menganalisis kebutuhan seluruh sektor terhadap sumberdaya yang tersedia.

“Jika berhasil  dipetakan dengan baik, maka pasti muncul program kegiatan yang betul-betul operasional di masing-masing sektor dan pasti terintegrasi,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya berharap OPD yang  membidangi keluarga berencana di kabupaten/kota harus proaktif, memiliki database yang jelas dan berbasis data serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalam Rakor 2018, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mengangkat tema “Penguatan Integrasi Program Lintas Sektor Di Kampung Kb Guna Mempercepat Terwujudnya Kualitas Sumber Daya Manusia”. Selain Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, turut hadir pula Sekretaris Utama BKKBN Noprijal,S.P M.A, segenap jajaran Forum koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bengkulu, Mitra kerja, Stakeholder, OPD 10 kabupaten/kota serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Busmar Edisyaf, Sp. MM dalam sambutannya mengatakan, dalam upaya memastikan seluruh arah dan kebijakan serta strategis yang disusun dapat terlaksana dengan baik.

”Maka itu kita menyelenggarakan rapat koordinasi Daerah program KKBPK tahun 2018 ini. Agar strategi yang disusun dapat berjalan dengan terarah, efektif dan efisien serta terbentuknya komitmen untuk pernyataan integrasi program lintas sektor kampung KB,” ujar Busmar.

Rakorda 2018 ini, diharapkan dapat membangun pengertian dan komitmen para pemangku kepentingan (Stakeholder) dan mitra kerja tentang progran KKBPK dalam rangka mencapai sasaran RKP 2018 serta meningkatkan pemahaman tentang isu-isu strategis program KKBPK yang merupakan forum komitmen dan kesepakatan bersama antara BKKBN, stakeholder dan mitra kerja dalam mengevaluasi pelaksanaan program KKBPK selama satu tahun terakhir untuk dievaluasi kembali.

“Dalam upaya memastikan seluruh arah dan kebijakan serta strategi yang disusun  dapat efektif  dan efisien,  serta adanya komitmen untuk penguatan integrasi program lintas sektor kampung KB” tambah Bustamar.

Sementara, Kepala BKKBN Pusat yang diwakili Sekretaris Utama BKKBN pusat Novrizal mengatakan, pengendalian kemiskinan sangat bergantung kepada angka kelahiran.

“Upaya pengendalian angka kemiskinan sangat bergantung kepada angka kelahiran penduduk. Dengan menurunnya angka kelahiran maka dapat menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Untuk itu perlu adanya dukungan semua pihak,” pungkas Novrizal.(Frj)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar