Minggu, 29 April 2018

Presiden Coret Proyek Kereta Api Muara Enim- Pulau Baai


Asisten II Provinsi Bengkulu, Yuliswani

BENGKULU, SH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah memutuskan memangkas atau mencoret 14 proyek senilai Rp 264 triliun dari daftar Proyek Strategis Nasional. Dimana salah satu dari 14 proyek yang dicoret tersebut adalah Proyek pembangunan Kereta Api dari Muara Enim (Sumatera Selatan) menuju Pulau Baai (Bengkulu).
Presiden beralasan pemangkasan ini dilakukan karena menilai proyek tersebut tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan pelaksanaanya. Padahal proyek itu senilai Rp. 39,97 triliun. Lalu bagaimana tanggapan Pemerintah Provinsi Bengkulu?
Yuliswani, selaku Asisten II Provinsi Bengkulu mengakui telah mengetahui pencoretan tersebut. Namun mereka belum menerima informasi secara resmi. Akan tetapi, Yuliswani tidak menampik bahwa proyek tersebut memang bermasalah dan tidak berjalan sesuai rencana.
“Supaya memberikan Informasi yang benar kepada masyarakat, Jalur trase Muara Enim – Bengkulu ini dulu sudah ditetapkan pemenangnya yaitu PT. Mandela Resources. Tetapi mereka tidak dapat melaksanakan pekerjaan ini sehingga didiskualifikasi oleh pemerintah menjadi wanprestasi” kata Yulis.
Akan tetapi, hal ini tidak mengganggu rencana pembangunan kereta api, karena jalur trase sekarang berbeda dari yang dulu.
“Nah sekarang trasenya berbeda, yakni Trase dari Kota Padang (Rejang Lebong)-Pulau Baai (Bengkulu). Jadi itu yang harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa trase ini, berbeda dari yang lalu. Dimana kali ini, anggaran pembangunan mencapai Rp. 11 Triliun” tutup Yuliswani.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar