Asisten
II Provinsi Bengkulu, Yuliswani
BENGKULU, SH – Presiden Joko Widodo (Jokowi)
secara resmi telah memutuskan memangkas atau mencoret 14 proyek senilai Rp 264
triliun dari daftar Proyek Strategis Nasional. Dimana salah satu dari 14 proyek
yang dicoret tersebut adalah Proyek pembangunan Kereta Api dari Muara Enim
(Sumatera Selatan) menuju Pulau Baai (Bengkulu).
Presiden
beralasan pemangkasan ini dilakukan karena menilai proyek tersebut tidak
memenuhi syarat untuk dilanjutkan pelaksanaanya. Padahal proyek itu senilai Rp.
39,97 triliun. Lalu bagaimana tanggapan Pemerintah Provinsi Bengkulu?
Yuliswani,
selaku Asisten II Provinsi Bengkulu mengakui telah mengetahui pencoretan
tersebut. Namun mereka belum menerima informasi secara resmi. Akan tetapi,
Yuliswani tidak menampik bahwa proyek tersebut memang bermasalah dan tidak
berjalan sesuai rencana.
“Supaya memberikan
Informasi yang benar kepada masyarakat, Jalur trase Muara Enim – Bengkulu ini
dulu sudah ditetapkan pemenangnya yaitu PT. Mandela Resources. Tetapi mereka
tidak dapat melaksanakan pekerjaan ini sehingga didiskualifikasi oleh
pemerintah menjadi wanprestasi” kata Yulis.
Akan
tetapi, hal ini tidak mengganggu rencana pembangunan kereta api, karena jalur
trase sekarang berbeda dari yang dulu.
“Nah sekarang
trasenya berbeda, yakni Trase dari Kota Padang (Rejang Lebong)-Pulau Baai
(Bengkulu). Jadi itu yang harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa trase
ini, berbeda dari yang lalu. Dimana kali ini, anggaran pembangunan mencapai Rp.
11 Triliun” tutup Yuliswani.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar