Minggu, 29 April 2018

Lagi, Pemkab Benteng ‘Kuras’ APBD Rp 1,5 Miliar


// Dinilai Kemahalan, LPHB Minta Publik Kawal Proyek Jembatan Taman Kota

TERBENGKALAI : Lokasi taman kota Benteng yang terabaikan selama hampir 5 tahun terakhir.(doc:DN/SH)

BENGKULU TENGAH, SH – Hampir 5 tahun lamanya, sejak dibangun pada sekitar tahun 2013 lalu, taman kota yang diproyeksikan juga oleh pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sebagai taman wisata ini terabaikan dan tanpa pemeliharaan maupun pembangunan lanjutan.

Areal yang berada di komplek perkantoran Renah Semanek kecamatan Karang Tinggi kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ini terlihat memprihatinkan khususnya pada bagian jembatan penghubung untuk menuju ke areal Taman kota tersebut. Bertahun-tahun, areal taman ini menjadi kawasan belukar dan seakan menyeramkan layaknya ‘rumah hantu’, khususnya pada malam hari karena tanpa penerangan yang memadai.

            Namun, saat ini menurut info yang beredar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Benteng tahun ini telah merencanakan pembangunan jembatan ini. Kadis PUPR Benteng Rachmat Riyanto ST, MT melalui Kabid Bina Marga Febrian Fatahillan ST, MT mengaku anggaran untuk pembangunan jembatan ini sudah siap. Menurutnya, proyek ini menggunakan dana APBD sebesar Rp 1,5 miliar. “ya, pembangunan ini menguras kas APBD kita sebesar Rp 1,5 miliar,” ujar Febrian.

            Ditambahkannya lagi, pembangunan jembatan ini dimulai dari jalan perkantoran yang ada lalu menyeberang menuju taman kota sepanjang 25 meter. “Saat ini sedang dilakukan perencanaan untuk pembangunan jembatan tersebut,” papar Febrian kepada awak media.

            Menurut Febrian, tahun 2018 ini memang ditargetkan untuk membangun jembatan taman kota ini dan jika selesai maka bisa segera digunakan oleh seluruh masyarakat untuk mengunjungi lokasi ini. Dulu menurutnya, pembangunan taman kota dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH), yang saat ini berubah namanya menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.   

Sementara untuk pembangunan fisik infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang ada di sebelah taman kota nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR Benteng. “Jika jembatan sudah ada maka taman kota dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi masyarakat khususnya warga Benteng,” pungkas Febrian.

// LPHB : Publik harus kawal proyek ini !!


            Sementara itu, menyikapi hal ini Lembaga Peduli Hukum Bengkulu (LPHB) menilai sedikit ada kejanggalan karena proyek ini ternyata akan menghabiskan dana APBD Benteng sebesar Rp 1,5 miliar hanya untuk jembatan sepanjang 25 meter.

Melalui Direkturnya, Achmad Tarmizi Gumay SH, MH, LPHB meminta agar masyarakat atau publik bisa sama-sama mengawal dan mengawasi pelaksanaan proyek ini, khususnya dalam penggunaan dan pengalokasian anggaran atau dana proyek ini, apakah sudah sesuai dengan banyaknya dana yang terkuras untuk proyek ini atau jangan-jangan hanya alat untuk mengeruk keuntungan pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan kepentingan publik.

             “Kita berharap agar masyarakat khususnya di wilayah Benteng sendiri dapat sama-sama mengawasi proses pembangunan ini, apalagi dengan sana yang cukup besar seperti proyek ini,” ujar Tarmizi. Selain itu, Tarmizi juga mengharapkan agar tim teknis yang ditunjuk dalam proyek bisa melakukan tranparasi dana kepda masyarakat.

“Sebenarnya cukup aneh, karena panjang jembatan hanya 25 meter dan menggunakan dana yang cukup besar yaitu hingga Rp 1,5 miliar dan hanya untuk satu jembatan, jadi perlu kita awasi sama-sama agar pembangunan bisa berjalan sesuai  dengan apa yang kita harapkan bersama, dan menghindari adanya mark up maupun korupsi,” pungkas Tarmizi.

            Ditempat terpisah, salah satu tokoh masyarakat yang juga kepala desa (Kades) Renah Semanek M.Halis mengatakan bahwa dirinya sebenarnya menyayangkan pembangunan jembatan taman kota yang sedikit’ telat’ dan hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya, warga Benteng telah lama mempertanyakan dan menunggu kelanjutan pembangunan jembatan ini. “Kami sudah lama menunggu adanya pembangunan jembatan taman kota ini,” ujarnya.(tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar