Olahan beragam ikan kering, menjadi daya tarik di Kampung
Malabero
Kampung
nelayan Malabero Kota Bengkulu merupakan sebuah kawasan permukiman yang
sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kampung ini
termasuk dalam wilayah Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu
yang terletak ditepian laut, sehingga mempunyai potensi sumber daya alam
perikanan laut yang sangat besar dan juga mempunyai potensi pariwisata yang
cukup baik. Dengan potensinya itu, kampung nelayan Malabero sangat dimungkinkan
untuk menjadi sebuah kampung nelayan yang mandiri yang ada di kota Bengkulu.
Dengan letaknya yang sangat strategis, kampung ini dapat mendukung pariwisata
khususnya wisata pantai Tapak Paderi. Mayoritas para istri nelayan dikawasan
ini berprofesi sebagai penjual ikan kering yang menjadi buah tangan para
wisatawan yang berkunjung dan berwisata di kawasan ini. Selain menfaatkan hasil
laut dengan baik, para istri nelayan ini meningkatkan pendapatan rumah tangga
untuk membantu suami yang berprofesi sebagai nelayan. Nah.. bagaimana keunikan
dari kampung nelayan Malabero, berikut kami ajak anda melihat keindahannya !!!
Fikriyadi Najmi - Kota Bengkulu
BENGKULU, SH - Kekayaan bahari Bengkulu tak hanya pada
keindahan pantai dan lautnya saja, namun juga terletak pada potensi sumber daya
alam dan kulinernya. Bengkulu memiliki perairan laut yang sangat luas, tak
heran jika di sepanjang pantai banyak masyarakat yang kemudian beralih menjual
berbagai makanan laut terutama ikan kering.
Seperti
halnya di Pasar Pantai Malabero Kota Bengkulu. Daerah yang juga disebut kampung
nelayan ini mayoritas penduduknya menjual aneka ikan kering yang siap dibawa
sebagai ‘buah tangan’ wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Aneka ikan kering
tersedia, mulai dari ikan Teri, Beledang, Gleberan, Kakap, Jambal Roti, Gabus
Laut, Lidah-lidah, dan masih banyak lagi.
Surti,
salah seorang pedagang ikan kering di Pantai Malabero mengatakan, keuntungan
dari pedagang ikan kering adalah dapat
bertahan hingga enam bulan lamanya. Untuk setiap kilogramnya dijual rata-rata
Rp. 50 ribu. Ikan kering ini dapat dibuat dalam berbagai olahan makanan, mulai
dari makanan tradisional, makanan modern, hingga snack.
“Semua
ikan yang dijual di sini merupakan hasil laut Pantai Malabero dan juga Pulau
Baai Kecamatan Kampung Melayu. Prosesnya dikerjakan sendiri. Ikan hasil
tangkapan dibelah kemudian dijemur beberapa hari di atas waring (tempat
penjemuran). Beberapa jenis ikan harus diberi garam sebagai pengawet agar tak
berlalat. Biasanya untuk ikan ukuran besar dan sedikit tebal,” ujar Surti.
Menariknya
di pasar Pantai Malabero sendiri saat ini tersedia puluhan outlet yang menjual
aneka ikan kering sehingga wisatawan tak perlu kesulitan mencari oleh-oleh saat
hendak pulang ke daerah asal. Di samping itu, lokasinya juga tak jauh, hanya
beberapa meter dari lokasi wisata sejarah Benteng Fort Marlborough dan Kampung Cina.
“Sejauh
ini para pembeli produk ikan kering mayoritas adalah para pendatang atau
wisatawan dari luar kota mapun luar provinsi seperti dari kota Curup kabupaten
Rejang Lebong, Kota Lubuk Lingga, Kota pagaralam dan Muara Enim Sumatera
Selatan, Sorolagun jambi hingga Padang Sumatera Barat. Sehingga tak salah jika
kemudian ikan kering ini lebih dikenal sebagai buah tangan khas Kota Bengkulu,”
tutup Ema.
Nah..
apakah anda tertarik untuk datang berwisata sekaligus membawa buah tangan dari
kawasan kampong nelayan Malabero Kota Bengkulu, tak ada salahnya bersama orang
tercinta dan sanak keluarga.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar