Senin, 16 April 2018

Kampung Malabero, Potensi ‘Terpendam’ Pariwisata Bengkulu


Olahan beragam ikan kering, menjadi daya tarik di Kampung Malabero

Kampung nelayan Malabero Kota Bengkulu merupakan sebuah kawasan permukiman yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kampung ini termasuk dalam wilayah Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu yang terletak ditepian laut, sehingga mempunyai potensi sumber daya alam perikanan laut yang sangat besar dan juga mempunyai potensi pariwisata yang cukup baik. Dengan potensinya itu, kampung nelayan Malabero sangat dimungkinkan untuk menjadi sebuah kampung nelayan yang mandiri yang ada di kota Bengkulu. Dengan letaknya yang sangat strategis, kampung ini dapat mendukung pariwisata khususnya wisata pantai Tapak Paderi. Mayoritas para istri nelayan dikawasan ini berprofesi sebagai penjual ikan kering yang menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung dan berwisata di kawasan ini. Selain menfaatkan hasil laut dengan baik, para istri nelayan ini meningkatkan pendapatan rumah tangga untuk membantu suami yang berprofesi sebagai nelayan. Nah.. bagaimana keunikan dari kampung nelayan Malabero, berikut kami ajak anda melihat keindahannya !!!
Fikriyadi Najmi - Kota Bengkulu

BENGKULU, SH - Kekayaan bahari Bengkulu tak hanya pada keindahan pantai dan lautnya saja, namun juga terletak pada potensi sumber daya alam dan kulinernya. Bengkulu memiliki perairan laut yang sangat luas, tak heran jika di sepanjang pantai banyak masyarakat yang kemudian beralih menjual berbagai makanan laut terutama ikan kering.
Seperti halnya di Pasar Pantai Malabero Kota Bengkulu. Daerah yang juga disebut kampung nelayan ini mayoritas penduduknya menjual aneka ikan kering yang siap dibawa sebagai ‘buah tangan’ wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Aneka ikan kering tersedia, mulai dari ikan Teri, Beledang, Gleberan, Kakap, Jambal Roti, Gabus Laut, Lidah-lidah, dan masih banyak lagi.
Surti, salah seorang pedagang ikan kering di Pantai Malabero mengatakan, keuntungan dari pedagang  ikan kering adalah dapat bertahan hingga enam bulan lamanya. Untuk setiap kilogramnya dijual rata-rata Rp. 50 ribu. Ikan kering ini dapat dibuat dalam berbagai olahan makanan, mulai dari makanan tradisional, makanan modern, hingga snack.
“Semua ikan yang dijual di sini merupakan hasil laut Pantai Malabero dan juga Pulau Baai Kecamatan Kampung Melayu. Prosesnya dikerjakan sendiri. Ikan hasil tangkapan dibelah kemudian dijemur beberapa hari di atas waring (tempat penjemuran). Beberapa jenis ikan harus diberi garam sebagai pengawet agar tak berlalat. Biasanya untuk ikan ukuran besar dan sedikit tebal,” ujar Surti.
Menariknya di pasar Pantai Malabero sendiri saat ini tersedia puluhan outlet yang menjual aneka ikan kering sehingga wisatawan tak perlu kesulitan mencari oleh-oleh saat hendak pulang ke daerah asal. Di samping itu, lokasinya juga tak jauh, hanya beberapa meter dari lokasi wisata sejarah Benteng Fort Marlborough dan Kampung Cina.
“Sejauh ini para pembeli produk ikan kering mayoritas adalah para pendatang atau wisatawan dari luar kota mapun luar provinsi seperti dari kota Curup kabupaten Rejang Lebong, Kota Lubuk Lingga, Kota pagaralam dan Muara Enim Sumatera Selatan, Sorolagun jambi hingga Padang Sumatera Barat. Sehingga tak salah jika kemudian ikan kering ini lebih dikenal sebagai buah tangan khas Kota Bengkulu,” tutup Ema.
Nah.. apakah anda tertarik untuk datang berwisata sekaligus membawa buah tangan dari kawasan kampong nelayan Malabero Kota Bengkulu, tak ada salahnya bersama orang tercinta dan sanak keluarga.(frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar