Senin, 16 April 2018

2 ‘Wisata’ Penyadaran Diri


 
Makam Sentot Ali Basyah, salah satu Pejuang Bengkulu di Kelurahan Bajak

BENGKULU, SH – Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah dan menguatkan jasmani dan rohani kita, Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang telah membimbing kita menjadi manusia yang peduli dengan sesama manusia, yang memberikan kita motivasi bahwa sebaik-baik umat adalah yang bermanfaat kepada sesama manusia. Membimbing kita agar peduli terhadap orang-orang yang sedang sakit, peduli terhadap orang yang terkena musibah, peduli yatim piatu. Dan masih banyak lagi yang Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berikan teladannya.

Seringkali seseorang ketika diberi kesehatan dan kelapangan lalai pada nikmat Allah, ketika mempunyai masalah, ia baru menghadap kepada Allah. Saat diberi sehat lalai bersyukur Allah telah memberikan kekuatan kepadanya, disaat diberi kelapangan lalai untuk beribadah kepada Allâh bahkan ketika badan sehat dan lapang sedikitpun tak pernah mengingat kematian bahwa kita akan kembali kepada sang Pencipta yaitu Allah Rabb semesta Alam.
Tau gak sih, ternyata ada tempat wisata yang akan membuat kita tersadar, bahwa tempat wisata ini paling bermakna bukan hanya membuatmu bahagia di dunia tapi akan menambah keimanan dan kebahagiaan dunia akhirat. Dilansir dari berbagai sumber, berikut dua ‘tempat’ wisata ini :
1. Menjenguk Orang Sakit

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud).
Dari begitu banyak adab dalam Al-Qur’an dan juga as-Sunnah, ada satu adab yang mulia dan menjadi hal orang muslim yang satu dengan yang lainnya dan ini bisa menghasilkan pahala. Menjenguk orang sakit adalah hal untuk kita orang muslim yang sudah seharusnya dijalankan kepada umat muslim lainnya.
Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR. Muslim, no. 2162). Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali. (HR. Muslim)
Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya? (HR. Muslim)
Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Syaikh al-Albani berkata: Hadis sahih).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyaAllohu anhu berkata: bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam: “Kunjungilah orang yang sakit dan ikutilah jenazah, (hal tersebut) mengingatkan kalian dari akhirat.” [HR. Ahmad (11209) dengan sanad yang shohih.
Dari Muadz bin Jabal rodhiyaAllohu anhu mengatakan bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam: “5 perkara yang barang siapa melakukan salah satu darinya akan mendapatkan jaminan (kebaikan) dari Alloh; barang siapa yang menjenguk orang sakit,” (HR. Ahmad, Ath-Thobroni, dan hadits dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam “Shohih Targhib wa Tarhib” (no.3471).
Dari Ali rodhiyaAllohu anhu berkata: aku mendengar Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka dia berjalan di (tempat) pemetikan buah-buahan Surga sampai dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan sangat banyak.” (HR. At-Tirmidzi (no.969), Ibnu Majah 1/444) dan Imam Ahmad dengan sanad shahih, dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shohihah” (no.1367) dan “Shohih At-Targhib” (no.3476)).
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllohu anhu berkata: bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam: “Barang siapa menjenguk orang sakit, atau menziarahi saudara fiellah, (maka) memanggillah orang yang memanggil dari (arah) langit: baguslah (urusan) kamu, dan dipermudah urusanmu, dan bersiaplah dengan tempatmu di Surga.” (HR. At-Tirmidzi (2009) dan hadits dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam “Shohih Targhib” (no.3474).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyaAllohu anhu berkata bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam: “5 perkara yang barang siapa melaksanakannya pada sehari akan dituliskan baginya (bahwasanya) dia termasuk dari penduduk Surga; barang siapa yang menjenguk orang sakit, menghadiri jenazah, berpuasa pada hari itu, pergi berangkat menuju masjid dan membebaskan budak.” [HR. Ibnu Hibban, dan hadits dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam “Shohih Targhib wa Tarhib” (no.3470)].
“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah), sehingga apabila duduk, ia akan berada di dalam rahmat tersebut”. (HR. al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad dan disahihkan al-Albani).
2. Ziarah Kubur
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallamberziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian.”
(HR. Muslim no.108, 2/671).
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569).
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584).
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387, didhaifkan Al Albani dalam Dha’if Al Jaami’, 4279).
“Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ucapkanlah: Assalamu ‘alaa ahlid diyaar, minal mu’miniina wal muslimiin, wa yarhamullahul mustaqdimiina wal musta’khiriina, wa inna insyaa Allaahu bikum lalaahiquun (Salam untuk kalian wahai kaum muslimin dan mu’minin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului (mati), dan juga orang-orang yang diakhirkan (belum mati). Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian” (HR. Muslim no.974).(Frj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar