![]() |
Ketua GMPK Bengkulu, Feri Sapran |
BENGKULU, SH - Ketua
GMPK, Feri Sapran menilai, lambatnya paket lelang yang masuk ke ULP dapat
berdampak pada proses realisasi. Dirinya juga memberi ‘warning’ agar KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) tak lakukan modus-modus
atur pemenang proyek, hanya untuk kepentingan pribadi. Lambatnya proses ratusan
paket lelang lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu akhirnya mendapat sorotan
dari ormas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bengkulu
“Saat ini masyarakat menunggu realisasi pembangunan,
jangan memperlambat proses. Proyek tak perlu diatur-atur, biarlah mengalir
sesuai sistem yang dibangun untuk integritas,” ujar Feri.
Menurut feri, modus mengatur proyek, salah satunya dengan
menitipkan paket lelang pada pokja-pokja tertentu di ULP. Kemudian di sisi
lain, rekanan sudah disiapkan sebagai pemenang mendapatkan paket pekerjaan.
“Ada informasi, berkas yang sudah masuk ditarik kembali
oleh KPA tanpa alasan yang jelas. Ini jangan-jangan karena salah masuk pokja.
Hal ini tidak lucu, kenapa tidak masukkan saja biar tayang, ini malah
ditariknya,” ucap Feri tanpa menjelaskan secara detail siapa dan KPA dari OPD
mana yang ia maksudkan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang berjuang mengembalikan
kepercayaan publik soal tata kelola birokrasi yang bersih dan profesional.
Sistem integritas yang telah dibangun, tak akan bisa terwujud jika masih saja
ada perilaku-perilaku merusak tatanan. Terlebih lagi, masyarakat benar-benar
menunggu realisasi pembangunan yang sepertinya belum ada perubahan signifikan
dari tahun-tahun sebelumnya.
“Masyarakat umum itu mana peduli proses lelang seperti
apa pemenangnya siapa, mereka menunggu saja pembangunan itu dilakukan kemudian
melihat dan merasakan perubahan sebagai dampak pembangunan itu sendiri,” tambah
Feri.
Dirinya berharap, pejabat benar-benar bisa menjaga
integritas dan mampu bekerja profesional mewujudkan pembangunan dan mengejar
ketertinggalan Bengkulu.
Untuk diketahui, dilansir dari koran rakyatbengkulu edisi
Kamis (12 April) dari 377 paket lelang seluruh OPD lingkup Pemprov Bengkulu,
baru 94 paket yang masuk ke ULP. 94 paket tersebut bernilai 149 miliar.
Artinya, masih 283 paket lagi yang hendaknya berproses.
“Kalau masih ada yang main-main (tak berintegritas. Red),
ada institusi yang mengawasi bahkan menangani. Mari kita bekerja saja
sebaik-baiknya, jangan sampai masyarakat jadi korban lantaran lambatnya
pembangunan,” tutup Feri.(frj)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar