![]() |
| Achamd Tarmizi Gumay, SH, MH |
BENGKULU, SH
– Dana atau anggaran proyek
pengadaan sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pendidikan Nasional (Dinas Diknas)
Provinsi Bengkulu disinyalir diselewengkan oleh salah satu oknum pegawainya.
Salah satunya adalah proyek pengadaan bantuan komputer yang akan digunakan
dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini.
Padahal sebelumnya, pengajuannya sudah dilakukan
oleh beberapa sekolah yang ada di kota Bengkulu jauh-jauh hari beberapa bulan yang
lalu. Namun miris, hingga UNBK selesai digelar minggu lalu, tidak ada satupun
bantuan komputer yang turun ke sekolah yang mengajukan. Salah satunya adalah
SMAN 2 kota Bengkulu.
Menurut Ketua Komite SMAN 2 Kota Bengkulu, Tarmizi
Gumai SH, MH permasalahan perencanaan bantuan proyek Diknas Pendidikan Provinsi
Bengkulu hingga kini tidak ada penjelasannya. Ia juga mengaku tidak pernah
dihubungi oleh pihak Diknas Provinsi soal kelanjutan kabar pengajuan dari SMAN
2. Tarmizi pun menduga bahwa semua proyek pengadaan maupun pengajuan bantuan
ini sudah diatur sedemikian rupa secara subjektif oleh oknum di internal Dinas Diknas Provinsi,
terkait siapa yang akan mendapatkan bantuan.
"Proyek di Diknas Pendidikan Provinsi
Bengkulu sudah diaturnya semua oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,"
uja Tarmizi.
Ditambahkan Tarmizi, dari beberapa informasi
yang didapatkannya, bahwa ternyata ada kerancuan aturan maupun kebijakan
penggunaan dana ini. Pasalnya, landasan aturan yang semestinya mengacu pada
aturan Pemerintah yang sudah ditetapkan bahwa yang berhak mengaturnya
pendistribusiannya adalah pemerintah daerah yang dalam hal ini adalah
pemerintah Provinsi Bengkulu, ternyata saat ini kembali ke Dinas Pendidikan
Provinsi Bengkulu yang dinilai Tarmizi tidak bertanggung jawab.
"Kita maunya proyek tersebut berjalan sesuai
dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,bukan Diknas Pendidikan
Provinsi Bengkulu yang mengaturnya kembali," pungkas Tarmizi Gumai saat dikonfirmasi
Kamis (19/04/18) lalu.
Dari hasil pantauan awak media SH pada hari
Rabu,(18/04/18) saat akan dikonfirmasi kepada oknum yang bersangkutan di Diknas Provinsi Bengkulu yang diduga
selaku PPTK Proyek tersebut, yang bersangkutan selalu mengelak dan mengaku
sedang melakukan dinas luar (DL) di Jakarta dan tidak pernah ada ditempat
hingga belum bisa dimintai keterangan akan kebenaran berita ini.(pau)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar