Senin, 23 April 2018

Dana Bantuan Diknas Provinsi Bengkulu Diduga ‘Distir’ Mafia Proyek

Achamd Tarmizi Gumay, SH, MH

BENGKULU, SH – Dana atau anggaran proyek pengadaan sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pendidikan Nasional (Dinas Diknas) Provinsi Bengkulu disinyalir diselewengkan oleh salah satu oknum pegawainya. Salah satunya adalah proyek pengadaan bantuan komputer yang akan digunakan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini.

Padahal sebelumnya, pengajuannya sudah dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di kota Bengkulu jauh-jauh hari beberapa bulan yang lalu. Namun miris, hingga UNBK selesai digelar minggu lalu, tidak ada satupun bantuan komputer yang turun ke sekolah yang mengajukan. Salah satunya adalah SMAN 2 kota Bengkulu.

Menurut Ketua Komite SMAN 2 Kota Bengkulu, Tarmizi Gumai SH, MH permasalahan perencanaan bantuan proyek Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu hingga kini tidak ada penjelasannya. Ia juga mengaku tidak pernah dihubungi oleh pihak Diknas Provinsi soal kelanjutan kabar pengajuan dari SMAN 2. Tarmizi pun menduga bahwa semua proyek pengadaan maupun pengajuan bantuan ini sudah diatur sedemikian rupa secara subjektif  oleh oknum di internal Dinas Diknas Provinsi, terkait siapa yang akan mendapatkan bantuan.
 
"Proyek di Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu sudah diaturnya semua oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," uja Tarmizi.

Ditambahkan Tarmizi, dari beberapa informasi yang didapatkannya, bahwa ternyata ada kerancuan aturan maupun kebijakan penggunaan dana ini. Pasalnya, landasan aturan yang semestinya mengacu pada aturan Pemerintah yang sudah ditetapkan bahwa yang berhak mengaturnya pendistribusiannya adalah pemerintah daerah yang dalam hal ini adalah pemerintah Provinsi Bengkulu, ternyata saat ini kembali ke Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang dinilai Tarmizi tidak bertanggung jawab.

"Kita maunya proyek tersebut berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,bukan Diknas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang mengaturnya kembali," pungkas Tarmizi Gumai saat dikonfirmasi Kamis (19/04/18) lalu.

Dari hasil pantauan awak media SH pada hari Rabu,(18/04/18) saat akan dikonfirmasi kepada oknum yang bersangkutan  di Diknas Provinsi Bengkulu yang diduga selaku PPTK Proyek tersebut, yang bersangkutan selalu mengelak dan mengaku sedang melakukan dinas luar (DL) di Jakarta dan tidak pernah ada ditempat hingga belum bisa dimintai keterangan akan kebenaran berita ini.(pau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar