// Disperindag
Sepakat Turunkan Margin Rumah Potong Hewan
Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun Kadis Perindag Kota
Bengkulu Dewi Dharma
BENGKULU,
SH –
Pasca mengetahui harga daging sapi yang melangit tembus Rp 130.000,- per
kilogramnya, Pemerintah Kota Bengkulu langsung ambil sikap. Dalam waktu dekat,
Pemerintah Kota akan melakukan koordinasi dengan Bulog Drive Bengkulu untuk
melaksanakan pemasaran daging beku dengan harga Rp 80.000,- per kilogram
melalui operasi pasar. Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga akan segera
menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait mengantisipasi harga daging yang
semakin tinggi.
“Harga
daging sekarang sangat mahal. Jika dibiarkan maka bulan Ramadhan nanti pasti
akan tambah tinggi. Kita akan segera minta kepada Bulog secara lisan maupun
tulisan untuk segera memasarkan daging beku Bulog sehingga Masyarakat tetap
bisa mengkonsumsi daging secara layak,” tegas Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu,
Budiman Ismaun, Selasa (10/4/18).
Ditambahkan
Budiman, dirinya akan memanggil Dinas Perdagangan serta dinas Pertanian Kota
Bengkulu untuk segera melakukan cek ke pasar pasar serta menyiapkan operasi
pasar bersama Bulog.
“Nanti
kita juga akan menyurati pihak Pemerintah Provinsi untuk koordinasi terkait hal
ini. Saya yakin, dengan operasi pasar ini harga daging akan kembali normal
berkisar Rp 100.000,- per kilogramnya,” ujar Budiman.
Selain
itu, Budiman juga berencana akan melakukan penekanan margin atau keuntungan
ditingkat Toke hingga rumah Potong Hewan yang ada. Sehingga, pedagang dipasar
akan bisa menjual murah kepada warga.
“Rp
115.000,- per kilogram dari RPH itu sangat mahal. Wajar jika di pedagang tambah
mahal. Nanti kita koordinadisi dengan Pemprov serta OPD terkait untuk melakukan
pembatasan margin di tingkat Toke serta RPH. Ini salah satu solusi tepat agar
harga daging kembali murah dan terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah,”
tegas Budiman.
Seperti
dilansir sebelumnya, harga jual daging sapi di tingkat pedagang sejumlah pasar
Bengkulu tembus Rp 130.000,- per kilogramnya. Harga ini jauh dari harga Eceran
Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yaitu senilai Rp
105.000,- per kilogramnya.
// Turunkan Margin
Rumah Potong Hewan
Terpisah,
Kepala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Dharma
belakangan menyatakan sepakat untuk meninjau kembali margin atau keuntungan
ditingkat Rumah Potong Hewan (RPH) dan toke sapi. Solusi ini diyakini akan
mampu menekan harga jual daging sapi segar di tingkat pedagang dibawah
Rp120.000,- per kilogram. Sehingga, warga kembali mampu membeli daging untuk di
konsumsi.
“Kita
secara intens seminggu 3 kali melakukan pemantauan harga jual daging di pasar.
Terakhir dipantau pada tanggal 6 April lalu dengan harga jual daging sapi Rp
120.000,- per kilogram. Memang ada kemungkinan beberapa pedagang yang menaikan
harga daging secara sepihak yang tidak terpantau oleh kita,” ujar Dewi Dharma
melalui pesan singkatnya, Rabu (11/4/18).
Dijelaskan
Dewi, akibat mahalnya harga daging segar di pasar tersebut, membuat turunnya
daya beli masyarakat berimbas dengan turunnya omzet pedagang daging di pasar.
Terlebih lagi, Penjabat Walikota telah menghimbau agar masyarakat membeli
daging beku dengan harga Rp 80.000,- per kg yang selisih harganya mencapai Rp
40.000,- per kilogram.
“Nah,
untuk mengantisipasi polemik mahalnya harga daging ini, rencananya besok hari
Kamis (12/4/18) kita akan mengadakan rapat dengan stakeholder untuk mencari
solusi terbaik,” tegas Dewi.
Dilain
sisi, Dewi menilai, salah satu upaya terbaik untuk menurunkan harga jual daging
segar selain menggelar operasi pasar bersama Bulog yaitu menurunkan margin di
tingkat RPH.
“Benar
yang dikatakan bapak walikota, margin RPH yang harus di turunkan lagi agar
pengecer juga bisa menjual di bawah harga Rp120.000,- kepada warga,” tegas
Dewi.(vvy)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar