Senin, 16 April 2018

Daging Sapi Mahal, Pj Walikota Minta Bulog Pasarkan Daging Beku


// Disperindag Sepakat Turunkan Margin Rumah Potong Hewan



Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun                   Kadis Perindag Kota Bengkulu Dewi Dharma


BENGKULU, SH – Pasca mengetahui harga daging sapi yang melangit tembus Rp 130.000,- per kilogramnya, Pemerintah Kota Bengkulu langsung ambil sikap. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota akan melakukan koordinasi dengan Bulog Drive Bengkulu untuk melaksanakan pemasaran daging beku dengan harga Rp 80.000,- per kilogram melalui operasi pasar. Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga akan segera menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait mengantisipasi harga daging yang semakin tinggi.
“Harga daging sekarang sangat mahal. Jika dibiarkan maka bulan Ramadhan nanti pasti akan tambah tinggi. Kita akan segera minta kepada Bulog secara lisan maupun tulisan untuk segera memasarkan daging beku Bulog sehingga Masyarakat tetap bisa mengkonsumsi daging secara layak,” tegas Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Budiman Ismaun, Selasa (10/4/18).
Ditambahkan Budiman, dirinya akan memanggil Dinas Perdagangan serta dinas Pertanian Kota Bengkulu untuk segera melakukan cek ke pasar pasar serta menyiapkan operasi pasar bersama Bulog.
“Nanti kita juga akan menyurati pihak Pemerintah Provinsi untuk koordinasi terkait hal ini. Saya yakin, dengan operasi pasar ini harga daging akan kembali normal berkisar Rp 100.000,- per kilogramnya,” ujar Budiman.
Selain itu, Budiman juga berencana akan melakukan penekanan margin atau keuntungan ditingkat Toke hingga rumah Potong Hewan yang ada. Sehingga, pedagang dipasar akan bisa menjual murah kepada warga.
“Rp 115.000,- per kilogram dari RPH itu sangat mahal. Wajar jika di pedagang tambah mahal. Nanti kita koordinadisi dengan Pemprov serta OPD terkait untuk melakukan pembatasan margin di tingkat Toke serta RPH. Ini salah satu solusi tepat agar harga daging kembali murah dan terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah,” tegas Budiman.
Seperti dilansir sebelumnya, harga jual daging sapi di tingkat pedagang sejumlah pasar Bengkulu tembus Rp 130.000,- per kilogramnya. Harga ini jauh dari harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yaitu senilai Rp 105.000,- per kilogramnya.
// Turunkan Margin Rumah Potong Hewan

            Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Dharma belakangan menyatakan sepakat untuk meninjau kembali margin atau keuntungan ditingkat Rumah Potong Hewan (RPH) dan toke sapi. Solusi ini diyakini akan mampu menekan harga jual daging sapi segar di tingkat pedagang dibawah Rp120.000,- per kilogram. Sehingga, warga kembali mampu membeli daging untuk di konsumsi.
“Kita secara intens seminggu 3 kali melakukan pemantauan harga jual daging di pasar. Terakhir dipantau pada tanggal 6 April lalu dengan harga jual daging sapi Rp 120.000,- per kilogram. Memang ada kemungkinan beberapa pedagang yang menaikan harga daging secara sepihak yang tidak terpantau oleh kita,” ujar Dewi Dharma melalui pesan singkatnya, Rabu (11/4/18).
Dijelaskan Dewi, akibat mahalnya harga daging segar di pasar tersebut, membuat turunnya daya beli masyarakat berimbas dengan turunnya omzet pedagang daging di pasar. Terlebih lagi, Penjabat Walikota telah menghimbau agar masyarakat membeli daging beku dengan harga Rp 80.000,- per kg yang selisih harganya mencapai Rp 40.000,- per kilogram.
“Nah, untuk mengantisipasi polemik mahalnya harga daging ini, rencananya besok hari Kamis (12/4/18) kita akan mengadakan rapat dengan stakeholder untuk mencari solusi terbaik,” tegas Dewi.
Dilain sisi, Dewi menilai, salah satu upaya terbaik untuk menurunkan harga jual daging segar selain menggelar operasi pasar bersama Bulog yaitu menurunkan margin di tingkat RPH.
“Benar yang dikatakan bapak walikota, margin RPH yang harus di turunkan lagi agar pengecer juga bisa menjual di bawah harga Rp120.000,- kepada warga,” tegas Dewi.(vvy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar